MANAGED BY:
RABU
24 MEI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | PEMKOT | BENUA KUTIM | OLAHRAGA | ZETIZEN | SOCIETY & LENSA
Sabtu, 11 Maret 2017 00:43
Melawan HOAX adalah Merawat Nalar
Oleh: Jerry Co’Imle Ketua Umum Pekat IB Kota Bontang

PROKAL.CO, DALAM definisi populer HOAX kerap diterjemahkan sebagai tindakan dan atau produk untuk membenarkan suatu berita atau informasi palsu kepada pembaca/ pendengarnya, walaupun sesungguhnya pembuat berita tersebut sadar akan ketidakbenaran informasi itu, tentu dengan maksud dan tujuan yang diinginkan pembuat HOAX tersebut. Perkembangan teknologi saat ini adalah bentuk kemajuan zaman, sesuatu yang hadir sebagai sarana yang memudahkan manusia dalam menjalankan berbagai aktifitasnya, suatu produk kreatifitas yang harus disyukuri.

Keberadaan internet dengan berbagai keunggulan dan kemudahannya menjadikan ini sangat sulit dipisahkan dari kehidupan kita, jika tak mau dikatakan menjadi ketergantungan. Hampir diyakini setiap orang yang berada dalam usia produktif memiliki dan memanfaatkan fasilitas tersebut dengan berbagai maksudnya. Kemudahan mengakses internet diklaim telah banyak membawa perubahan dalam berbagai lini kehidupan kita, baik positif maupun sebaliknya. Tentu kita sangat berharap, kemajuan teknologi dan pengetahuan akan berbanding lurus dengan semakin baiknya kualitas hidup manusia serta lingkungannya.

Memperhatikan kondisi saat ini, kemudahan mengakses internet banyak sedikit telah mempengaruhi perilaku penggunannya baik dalam dunia maya maupun dunia nyatanya. Internet dan media sosial kini telah berperan menjadi media alternatif berdampingan dengan media-media mainstream yang ada. Sehingga cukup sulit untuk memvalidasi dan memfilter informasi yang akan dan telah beredar olehnya. Sayangnya buah manis kemajuan zaman ini kerap disalahgunakan oleh sebagian pihak untuk menciptakan dan menyebarkan informasi-berita bohong serta menyesatkan ke khalayak ramai, ini jelas dengan tujuan jahat.

Dan kita tidak boleh kompromi atas hal itu. Tentu dengan banyaknya beredar isu seperti ini menjadi potensi besar dalam merusak nalar penggunanya hingga pada kerawanan kehidupan berbangsa. Bagaimana tidak, isu-isu yang sengaja dilemparkan ke ranah publik kerap bersinggungan dengan sentimen nilai pengetahuan dan keyakinan yang dipegang oleh masyarakat, sehingga ampuh memancing luapan emosional yang kerap melumpuhkan kecerdasan intelektual manusia.

Akumulasi dari situasi ini seperti menyimpan bom waktu yang dapat meledak tanpa dapat diprediksi waktunya. Maka sudah sewajarnya jika semua anak bangsa menyatakan perang terhadap HOAX dan sejenisnya, membiarkannya sama dengan memelihara duri dalam diri dan kehidupan berbangsa yang sewaktu-waktu pasti ada yang tersakiti.

Pengawasan dan kebijaksanaan bersama para pengguna menjadi dasar penting agar tidak tergilas oleh kemajuan zaman dan produk-produknya.

Setidaknya ada catatan penting dalam memanfaatkan internet dan media sosial serta sejenisnya, pertama, melakukan kroscek berulang atas informasi yang diperoleh, pastikan tingkat kredibilitas sumber informasi tersebut. Kejernihan pikiran serta ketelitian menjadi penting dalam mengkonsumsi informasi apapun, mengingat hal ini dapat mempengaruhi dalam pembentukkan watak kita kedepan.

Kedua, jika telah terbukti dan teruji kebenarannya, langkah selanjutnya adalah memastikan nilai manfaat jika informasi tersebut disebarkan ke khlayak ramai. Apakah informasi tersebut mampu meningkatkan kualitas diri dan lingkungan, mempererat persaudaraan dan memperkokoh kebersamaan, atau malah sebaliknya dapat melahirkan polemik yang hanya menghabiskan energi saja.

Ketepatan keputusan untuk mengkonsumsi sendiri atau disebarkan juga tidak kalah penting. Dan ketiga, pastikan kita berada pada barisan yang mengutamakan kepentingan bersama, kebaikan untuk semua. Kita bisa memulainya dengan ajakan-seruan yang mencerdaskan, kita harus ambil bagian menawarkan solusi dalam kehidupan bersama.

Mengakui keberagaman dengan kejernihan nalar dan kepedulian sesama adalah salah satu cara mensyukuri Anugrah Tuhan YME atas kebesaran bangsa dan negara ini. (*)


BACA JUGA

Selasa, 23 Mei 2017 00:39

Pentingnya Prinsip Enam Tepat Obat Bagi Perawat

Keperawatan merupakan pemberi layanan kesehatan terbesar di rumah sakit, hampir 90 persen layanan kesehatan…

Senin, 15 Mei 2017 00:03

Kebangkitan Pariwisata Kutim

Jalan panjang dan masa depan pariwisata Kutai Timur nampaknya makin terang dan mulus pasca pemerintahan…

Kamis, 23 Maret 2017 00:55

Sekulerisasi Merusak Pendidikan di Indonesia

Pendidikan Islam di Indonesia dihadapkan pada tantangan semakin berkembangnya model-model pendidikan…

Rabu, 22 Maret 2017 00:42

KUR dan Peran UMKM Terhadap Perekonomian Nasional

Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2017 oleh World Bank diprediksi pada kisaran 5% - 5.3%, ini dianggap…

Sabtu, 18 Maret 2017 00:19

Polymath dan Wajah Pendidikan di Indonesia

Polimatik ( Polymath) adalah seseorang yang pengetahuannya tidak terbatas hanya pada satu…

Sabtu, 18 Maret 2017 00:14

Membongkar Kasus Mega Korupsi E-KTP

Kekecewaan rakyat belum kembali pulih sejak terungkapnya kasus skandal mega korupsi century…

Kamis, 16 Maret 2017 00:30

Polymath dan Wajah Pendidikan di Indonesia

Polimatik ( Polymath) adalah seseorang yang pengetahuannya tidak terbatas hanya pada satu…

Selasa, 14 Maret 2017 18:15

“Andai Pemilu Tanpa Bawaslu”

Pemilihan umum (pemilu) merupakan sarana panggung pentas untuk berdemokrasi serta merebut kursi-kursi…

Minggu, 12 Maret 2017 01:36

Berpikir Kritis, Modal Menghadapi Tantangan Abad ke-21

Ali bin Abi Thalib pernah berkata, “Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka…

Kamis, 09 Maret 2017 01:05

Arsip Bisa Jadi Yatim Piatu

Penataan kelembagaan sebagai implementasi dari UU No 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .