MANAGED BY:
MINGGU
23 APRIL
BONTANG | BESSAI BERINTA | KUTIM | SAMARINDA | KALTIM | OLAHRAGA | ZETIZEN | SOCIETY & LENSA
Sabtu, 11 Maret 2017 00:43
Melawan HOAX adalah Merawat Nalar
Oleh: Jerry Co’Imle Ketua Umum Pekat IB Kota Bontang

PROKAL.CO, DALAM definisi populer HOAX kerap diterjemahkan sebagai tindakan dan atau produk untuk membenarkan suatu berita atau informasi palsu kepada pembaca/ pendengarnya, walaupun sesungguhnya pembuat berita tersebut sadar akan ketidakbenaran informasi itu, tentu dengan maksud dan tujuan yang diinginkan pembuat HOAX tersebut. Perkembangan teknologi saat ini adalah bentuk kemajuan zaman, sesuatu yang hadir sebagai sarana yang memudahkan manusia dalam menjalankan berbagai aktifitasnya, suatu produk kreatifitas yang harus disyukuri.

Keberadaan internet dengan berbagai keunggulan dan kemudahannya menjadikan ini sangat sulit dipisahkan dari kehidupan kita, jika tak mau dikatakan menjadi ketergantungan. Hampir diyakini setiap orang yang berada dalam usia produktif memiliki dan memanfaatkan fasilitas tersebut dengan berbagai maksudnya. Kemudahan mengakses internet diklaim telah banyak membawa perubahan dalam berbagai lini kehidupan kita, baik positif maupun sebaliknya. Tentu kita sangat berharap, kemajuan teknologi dan pengetahuan akan berbanding lurus dengan semakin baiknya kualitas hidup manusia serta lingkungannya.

Memperhatikan kondisi saat ini, kemudahan mengakses internet banyak sedikit telah mempengaruhi perilaku penggunannya baik dalam dunia maya maupun dunia nyatanya. Internet dan media sosial kini telah berperan menjadi media alternatif berdampingan dengan media-media mainstream yang ada. Sehingga cukup sulit untuk memvalidasi dan memfilter informasi yang akan dan telah beredar olehnya. Sayangnya buah manis kemajuan zaman ini kerap disalahgunakan oleh sebagian pihak untuk menciptakan dan menyebarkan informasi-berita bohong serta menyesatkan ke khalayak ramai, ini jelas dengan tujuan jahat.

Dan kita tidak boleh kompromi atas hal itu. Tentu dengan banyaknya beredar isu seperti ini menjadi potensi besar dalam merusak nalar penggunanya hingga pada kerawanan kehidupan berbangsa. Bagaimana tidak, isu-isu yang sengaja dilemparkan ke ranah publik kerap bersinggungan dengan sentimen nilai pengetahuan dan keyakinan yang dipegang oleh masyarakat, sehingga ampuh memancing luapan emosional yang kerap melumpuhkan kecerdasan intelektual manusia.

Akumulasi dari situasi ini seperti menyimpan bom waktu yang dapat meledak tanpa dapat diprediksi waktunya. Maka sudah sewajarnya jika semua anak bangsa menyatakan perang terhadap HOAX dan sejenisnya, membiarkannya sama dengan memelihara duri dalam diri dan kehidupan berbangsa yang sewaktu-waktu pasti ada yang tersakiti.

Pengawasan dan kebijaksanaan bersama para pengguna menjadi dasar penting agar tidak tergilas oleh kemajuan zaman dan produk-produknya.

Setidaknya ada catatan penting dalam memanfaatkan internet dan media sosial serta sejenisnya, pertama, melakukan kroscek berulang atas informasi yang diperoleh, pastikan tingkat kredibilitas sumber informasi tersebut. Kejernihan pikiran serta ketelitian menjadi penting dalam mengkonsumsi informasi apapun, mengingat hal ini dapat mempengaruhi dalam pembentukkan watak kita kedepan.

Kedua, jika telah terbukti dan teruji kebenarannya, langkah selanjutnya adalah memastikan nilai manfaat jika informasi tersebut disebarkan ke khlayak ramai. Apakah informasi tersebut mampu meningkatkan kualitas diri dan lingkungan, mempererat persaudaraan dan memperkokoh kebersamaan, atau malah sebaliknya dapat melahirkan polemik yang hanya menghabiskan energi saja.

Ketepatan keputusan untuk mengkonsumsi sendiri atau disebarkan juga tidak kalah penting. Dan ketiga, pastikan kita berada pada barisan yang mengutamakan kepentingan bersama, kebaikan untuk semua. Kita bisa memulainya dengan ajakan-seruan yang mencerdaskan, kita harus ambil bagian menawarkan solusi dalam kehidupan bersama.

Mengakui keberagaman dengan kejernihan nalar dan kepedulian sesama adalah salah satu cara mensyukuri Anugrah Tuhan YME atas kebesaran bangsa dan negara ini. (*)


BACA JUGA

Minggu, 12 Maret 2017 01:36

Berpikir Kritis, Modal Menghadapi Tantangan Abad ke-21

Ali bin Abi Thalib pernah berkata, “Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka…

Kamis, 09 Maret 2017 01:05

Arsip Bisa Jadi Yatim Piatu

Penataan kelembagaan sebagai implementasi dari UU No 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah yang…

Minggu, 26 Februari 2017 00:15

Pendidikan Islam, Pembentuk Generasi Terbaik

Berkembangnya teknologi, berkembang pula media-media sosial. Namun, banyak pihak yang menyalahgunakan…

Kamis, 23 Februari 2017 00:45

Negara Perisai Keluarga Muslim

Membaca potret generasi muda saat ini seperti membuka lembaran-lembaran buram masa depan. Berbagai persoalan…

Rabu, 22 Februari 2017 00:57

Strategi Pemasaran Bisnis bagi Pelaku Usaha

“Good marketing makes the company look smart. Great marketing makes the customer feel smart.”…

Selasa, 21 Februari 2017 01:11

Penggunaan dan Cara Mengatasi Kebocoran Gas Tabung LPG

Untuk memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2017 yang diperingati setiap…

Senin, 20 Februari 2017 19:47

Negara Perisai Keluarga Muslim

Membaca potret generasi muda saat ini seperti membuka lembaran-lembaran buram masa depan. Berbagai persoalan…

Minggu, 19 Februari 2017 00:37

Modul Pembelajaran ‘Islam Damai’

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meresmikan modul pembelajaran Islam damai untuk siswa sekolah umum…

Sabtu, 18 Februari 2017 00:22

Pandangan Muhammadiyah tentang Orthodonti dan Pemasangan Kawat Gigi

Manusia sejak lahir telah diberi karunia oleh Allah berbagai kelebihan, baik kelebihan dalam aspek pikiran,…

Rabu, 15 Februari 2017 01:42

Aman dengan IUD Pasca Salin

Periode 6 minggu pertama setelah melahirkan merupakan masa penyesuaian di mana tubuh ibu seutuhnya kembali…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .