MANAGED BY:
JUMAT
27 APRIL
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN
Minggu, 12 Maret 2017 01:36
Berpikir Kritis, Modal Menghadapi Tantangan Abad ke-21
Oleh: Siti Nurzakiya Mahasiswa Universitas Tarunajaya

PROKAL.CO, Ali bin Abi Thalib pernah berkata, “Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup bukan di zamanmu”. Sudah kita ketahui bersama, saat ini kita berada pada Abad 21, dimana kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi memudahkan kita mengakses apa saja yang ingin kita ketahui guna berinteraksi dalam kehidupan bermasyarakat. Tak bisa dipungkiri, kemajuan teknologi berdampak besar pada kehidupan manusia khususnya generasi muda yang menjadi kekuatan bagi bangsa dan jantung di setiap peradaban.

“Generasi muda adalah sekumpulan manusia yang penuh gejolak dan semangat yang tinggi” (B.J. Habibie – Presiden ke 3 RI). Gejolak dan semangat yang tinggi itu membuat mereka ingin mengetahui banyak hal, ingin mencoba-coba apapun yang telah diinderanya, berlaku cepat tanpa memikirkan dampaknya untuk masa depan, apalagi sampai berpikir cemerlang, halal atau haram suatu perbuatan dihadapan Allah SWT. Sehingga ketika dihadapkan dengan tantangan dan dilema pada abad 21 ini, generasi muda sekarang tidak bisa bersabar dengan waktu dan proses, dan ingin mendapatkan segala sesuatu dengan mudah dan cepat, jadilah ia generasi instan. Jika hal ini terus dibiarkan, akan menghantarkan pemuda-pemudi pada perbuatan yang akan menjauhkan mereka dari agama.

Untuk itu pada Abad 21 ini diperlukan metode khusus mendidik generasi Islam. Salah satu yang dibutuhkan adalah menanamkan modal berpikir krtitis yaitu pemikiran mendalam atas suatu Persoalan, tidak boleh taqlid (sekedar mengikuti pendapat kebanyakan orang). Berpikir kritis dilakukan dengan cara menguji setiap hal yang dihadapi (fakta, informasi, pemikiran) untuk dilihat kebenarannya. Pemuda-pemudi harus dilatih berpikir kritis atas semua hal yang dihadapi dengan menguji semua informasi menggunakan standar Islam sebelum akhirnya menarik kesimpulan dan mengambil keputusan.

Contohnya saja tentang Evolusi Materi, bila dianggap peran Tuhan tidak ada karena semua benda di alam adalah hasil evolusi materi lain, termasuk manusia adalah evolusi dari primate dst, pertanyaan kritisnya, apakah bisa sebuah batu berevolusi menjadi rumah tanpa adanya tangan-tangan lain? Teori konyol ini jangan sampai membuat manusia konyol dan menafikkan keberadaaan Allah yang tak bisa dilihat mata Zatnya, namun keberadaan Allah adalah nyata dari ciptaan-ciptaanNya.

Jika pola pikir sudah terbentuk maka akan mempengaruhi pola sikap dan tutur bahasa sehingga akan menghasilkan kepribadian sesuai dengan pola pikir dan pola sikap tadi. Berpikir kritis harus diawali dengan penanaman aqidah islam sebagai landasan dalam berpikir, agar syaksiyah/kepribadian yang akan terbentuk adalah syaksiyah Islam. Untuk itu orang tua harus menjalankan perannya, khususnya ibu yang berperan sebagai pendidik pertama dan utama bagi anak-anaknya, dengan terus mengenalkan pada anak syari’at Allah dan memberi ilmu pengetahuan yang benar sesuai dengan Al-Qur’an dan as sunah. Selain itu untuk melatih kemampuan berpikir anak, cara yang paling efektif yang harus dilakukan adalah dengan banyak berkomunikasi.

Maka dari itu, untuk menghadapi tantangan pada abad 21 ini, berpikir kritis sangat dibutuhkan. Dengan berpikir kritis, generasi muda akan menjadi generasi yang mempunyai pemikiran cemerlang, tak mudah dikelabui, dan tak ikut-ikutan seperti pemuda pemudi di zaman modernisasi ini. Generasi muda yang berpikir kritis akan mampu menghadapi tantangan yang ada dan target untuk menjadi generasi Khairo Ummatin (umat terbaik) sebagaimana Firman Allah dalam QS. Ali Imron : 110 akan dapat terwujud. (*)


BACA JUGA

Sabtu, 07 April 2018 00:11

Hoaks, Bohong yang Diberitakan

Oleh N Yahya Yabo  Perkembangan dunia informasi saat ini menjadi hal yang paling utama. Arus informasi…

Senin, 02 April 2018 18:22

Melakukan Koreksi

Oleh: Purwanti Rahayu Ibu Rumah Tangga Banyak terjadi sekarang di dunia maya atau dunia nyata yang mengkritik…

Rabu, 28 Maret 2018 00:00

Buang Bayi….Kesan Umat Membuang Syariat Allah SWT

Fatmawati Thamrin Ibu Rumah Tangga  Gejala buang bayi yang semakin menjadi ‘trend’…

Rabu, 28 Maret 2018 00:00

Kacamata Islam tentang Zakat 2,5 %

Nur’Amal, S.Pd Guru Al Quran Cahaya Fikri Rencana penerbitan Perpres soal zakat ASN (Aparatur…

Jumat, 23 Maret 2018 00:19

Tahun Politik, Pertarungan Kandidat Kian Tajam

Oleh: Nur Uci RamadaniMahasiswa STIE Sangatta KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Jombang…

Rabu, 21 Maret 2018 00:18

Narkoba Ancaman Nyata

Siti Munawarah, S.E Aktivis Remaja Islam  Berbicara tentang narkoba yang tengah beredar dan merajalela…

Selasa, 27 Februari 2018 17:33

Tekanan Darah Tinggi pada Kehamilan

Penulis: dr. Deti Fitria Angka kematian ibu yang masih tinggi di Indonesia masih menjadi satu masalah…

Sabtu, 17 Februari 2018 00:13

Pilkada bagi Sang Tersangka, Adilkah?

Penulis: Yudha Pratama Putera, SH Tim Asistensi Bawaslu Kaltim 2013 - 2017  Tahapan Pilkada serentak…

Minggu, 28 Januari 2018 00:00

Urgensi Penerapan Jam Malam

Penulis: Yakub Fadillah, S.IP  SELASA 23 Januari 2018 terjadi sebuah peristiwa penting bagi gerakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .