MANAGED BY:
MINGGU
25 FEBRUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN
Minggu, 12 Maret 2017 01:36
Berpikir Kritis, Modal Menghadapi Tantangan Abad ke-21
Oleh: Siti Nurzakiya Mahasiswa Universitas Tarunajaya

PROKAL.CO, Ali bin Abi Thalib pernah berkata, “Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup bukan di zamanmu”. Sudah kita ketahui bersama, saat ini kita berada pada Abad 21, dimana kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi memudahkan kita mengakses apa saja yang ingin kita ketahui guna berinteraksi dalam kehidupan bermasyarakat. Tak bisa dipungkiri, kemajuan teknologi berdampak besar pada kehidupan manusia khususnya generasi muda yang menjadi kekuatan bagi bangsa dan jantung di setiap peradaban.

“Generasi muda adalah sekumpulan manusia yang penuh gejolak dan semangat yang tinggi” (B.J. Habibie – Presiden ke 3 RI). Gejolak dan semangat yang tinggi itu membuat mereka ingin mengetahui banyak hal, ingin mencoba-coba apapun yang telah diinderanya, berlaku cepat tanpa memikirkan dampaknya untuk masa depan, apalagi sampai berpikir cemerlang, halal atau haram suatu perbuatan dihadapan Allah SWT. Sehingga ketika dihadapkan dengan tantangan dan dilema pada abad 21 ini, generasi muda sekarang tidak bisa bersabar dengan waktu dan proses, dan ingin mendapatkan segala sesuatu dengan mudah dan cepat, jadilah ia generasi instan. Jika hal ini terus dibiarkan, akan menghantarkan pemuda-pemudi pada perbuatan yang akan menjauhkan mereka dari agama.

Untuk itu pada Abad 21 ini diperlukan metode khusus mendidik generasi Islam. Salah satu yang dibutuhkan adalah menanamkan modal berpikir krtitis yaitu pemikiran mendalam atas suatu Persoalan, tidak boleh taqlid (sekedar mengikuti pendapat kebanyakan orang). Berpikir kritis dilakukan dengan cara menguji setiap hal yang dihadapi (fakta, informasi, pemikiran) untuk dilihat kebenarannya. Pemuda-pemudi harus dilatih berpikir kritis atas semua hal yang dihadapi dengan menguji semua informasi menggunakan standar Islam sebelum akhirnya menarik kesimpulan dan mengambil keputusan.

Contohnya saja tentang Evolusi Materi, bila dianggap peran Tuhan tidak ada karena semua benda di alam adalah hasil evolusi materi lain, termasuk manusia adalah evolusi dari primate dst, pertanyaan kritisnya, apakah bisa sebuah batu berevolusi menjadi rumah tanpa adanya tangan-tangan lain? Teori konyol ini jangan sampai membuat manusia konyol dan menafikkan keberadaaan Allah yang tak bisa dilihat mata Zatnya, namun keberadaan Allah adalah nyata dari ciptaan-ciptaanNya.

Jika pola pikir sudah terbentuk maka akan mempengaruhi pola sikap dan tutur bahasa sehingga akan menghasilkan kepribadian sesuai dengan pola pikir dan pola sikap tadi. Berpikir kritis harus diawali dengan penanaman aqidah islam sebagai landasan dalam berpikir, agar syaksiyah/kepribadian yang akan terbentuk adalah syaksiyah Islam. Untuk itu orang tua harus menjalankan perannya, khususnya ibu yang berperan sebagai pendidik pertama dan utama bagi anak-anaknya, dengan terus mengenalkan pada anak syari’at Allah dan memberi ilmu pengetahuan yang benar sesuai dengan Al-Qur’an dan as sunah. Selain itu untuk melatih kemampuan berpikir anak, cara yang paling efektif yang harus dilakukan adalah dengan banyak berkomunikasi.

Maka dari itu, untuk menghadapi tantangan pada abad 21 ini, berpikir kritis sangat dibutuhkan. Dengan berpikir kritis, generasi muda akan menjadi generasi yang mempunyai pemikiran cemerlang, tak mudah dikelabui, dan tak ikut-ikutan seperti pemuda pemudi di zaman modernisasi ini. Generasi muda yang berpikir kritis akan mampu menghadapi tantangan yang ada dan target untuk menjadi generasi Khairo Ummatin (umat terbaik) sebagaimana Firman Allah dalam QS. Ali Imron : 110 akan dapat terwujud. (*)


BACA JUGA

Minggu, 28 Januari 2018 00:00

Urgensi Penerapan Jam Malam

Penulis: Yakub Fadillah, S.IP  SELASA 23 Januari 2018 terjadi sebuah peristiwa penting bagi gerakan…

Senin, 08 Januari 2018 19:21

HIV/AIDS: Ujian atau Azab

Oleh:  Dian Eliasari, S.Km Pendidik Judul unik di atas terinspirasi dari pertanyaan salah seorang…

Minggu, 07 Januari 2018 00:50

Jahiliah Zaman Now

Oleh: Nurul Inayah, SEI Tenaga Kontrak Kementerian Agama Kota Bontang  Istilah Jahiliah zaman now…

Sabtu, 06 Januari 2018 00:47

dengan Cooperative Learning Tipe TPS (Thing, Pair, Share)

Catatan:  Titik Sudarmini, S.Pd SMA N 1 Bontang - Kalimantan Timur Jl. DI Panjaitan Gg Piano 11…

Jumat, 05 Januari 2018 00:05

Susahnya Mahasiswa Jaman Now

Oleh: Nur 'Aini Mahasiswi Jurusan Tarbiya Prodi PAI   Ketika harga cabe naik, solusi yang ditawarkan…

Sabtu, 23 Desember 2017 23:06

“Zaman Now VS Zaman Batu”

Oleh: Nur’Amal Guru Al-Quran Cahaya Fikri Bontang Polemik negeri ini kian hari semakin melemahkan…

Sabtu, 23 Desember 2017 00:01

Selamat Hari Ibu

Catatan  Oleh: Lisnawati Ketua Kohati Badko Kaltimtara SUATU budaya patriarki, banyak beranggapan…

Jumat, 08 Desember 2017 00:38

Pentingnya MCU bagi Karyawan

Penulis: Dr Yunita Kabid Pelayanan RS Amalia   Medical Check Up (MCU) adalah pemeriksaan kesehatan…

Jumat, 01 Desember 2017 01:06

Fokus COP23: Tekan Jumlah Emisi Berarti Menekan Gas Rumah Kaca

Efek rumah kaca yang menjadi pokok utama bahasan pertemuan COP23 tidak lepas dari kacamata Sofyan Hasdam…

Jumat, 01 Desember 2017 01:01

Terima Kasih, Guru

Oleh: N Yahya Yabo  Sejati dalam pekerjaan yang paling mulia dan berjasa adalah guru. Pintu gerbang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .