MANAGED BY:
MINGGU
27 MEI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN
Selasa, 14 Maret 2017 18:15
“Andai Pemilu Tanpa Bawaslu”
Mahasiswa Magister Ilmu Administrasi Negara, Unmul Bag TP3 Bawaslu Kaltim(Muhammad Jabar)

PROKAL.CO, Pemilihan umum (pemilu) merupakan sarana panggung pentas untuk berdemokrasi serta merebut kursi-kursi jabatan dalam panggung politik. Pemilu di negeri ini merupakan hajatan lima tahunan yang sangat dinantikan kehadirannya oleh rakyat, terlebih oleh para elit-elit politik negeri ini.

Jika mengingat kembali sejarah pemilu di Indonesia pertama kalinya pada tahun 1955,  pemilihan umum legislatif  (pileg) untuk memilih Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) merupakan cerminan pemilu masa sekarang yang terus diperbarui melalui regulasi-regulasi yang ada.

Indonesia kita kenal memiliki beberapa jenis pemilihan seperti pileg DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi, dan DPR RI,  pemilihan presiden (pilpres), serta pemilihan kepala daerah (gubernur, bupati dan wali kota).

Namun perlu diketahui bahwa penyelenggara setiap pemilihan itu sama, yakni Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sesuai Undang-undang (UU) Nomor 15 Tahun  2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum.

Dalam catatan ini, penulis mencoba menguraikan kembali sejarah lahirnya pengawas pemilu serta peran dan kontribusi Bawaslu terhadap pelaksanaan pemilu di negeri kita tercinta.

LAHIRNYA PENGAWAS PEMILU

Pemilu pertama yang di kenal dengan pileg pada tahun 1955, yaitu memilih anggota-anggota DPR dan konstituante. Pada pemilu pertama ini belum ada badan atau lembaga khusus yang mengawasi pemilu, dikarenakan pemilu pertama masih tergolong pemilu yang demokratis, damai, serta ideal dalam pelaksanaannya.

Hal ini kemungkinan besar dikarenakan pemilu pertama yang sudah dipersiapkan oleh pemerintah pada masa itu dapat dikondisikan oleh rezim yang berkuasa. Sehingga, gesekan-gesekan antara elit politik dapat lebih ditenangkan.

Pada pemilu 1982, secara kelembagaan pengawas pemilu baru terlihat serta diakui dengan nama Panitia Pengawas Pelaksanaan Pemilihan Umum (Panwaslak Pemilu).  Lahirnya Panwaslak Pemilu tidak terlepas dari munculnya rasa ketidakpercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan pemilu yang diduga telah dikondisikan oleh rezim penguasa.

Dalam hal ini, protes-protes dari masyarakat terus berdatangan, tuntutan terhadap banyaknya pelanggaran dan manipulasi penghitungan suara yang dilakukan para petugas pemilu mulai mengemuka pada pelaksanaan pemilu 1971.

Sejarah juga mencatat bahwa pada pelaksanaan pemilu 1977, protes terhadap pelaksanaan pemilu mulai terkuak dikarenakan banyaknya kecurangan dan pelanggaran yang begitu masif. Sehingga, pemerintah dan DPR merespon untuk melakukan perbaikan dan meningkatkan kualitas pemilu yang akan dihelat tahun 1982.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 25 Mei 2018 00:02

Breakpoint Diaspora Indonesia di Hongkong

Oleh: H. Khumaini Rosadi, SQ, M.Pd.I Sabtu dan Minggu adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh para buruh…

Jumat, 25 Mei 2018 00:01

Ujian Keimanan Menuju Insan Bertaqwa

Penulis : Agusriansyah Ridwan , S.IP,M.Si Ketua Majelis Pemperdayaan Masyarakat PDM Kutai Timur …

Rabu, 23 Mei 2018 00:03

Gelar Pengajian di Kolong Jembatan Taipo - Hongkong

  Oleh: H. Khumaini Rosadi, SQ, M.Pd.I  Teman  saya, yang juga seorang Dai Ambassador…

Rabu, 23 Mei 2018 00:03

Meyiapkan Generasi Berkualitas Melalui Pendidikan Keluarga

Oleh : Mujahidul wathoni, M,Pd  BANYAK para orang tua yang menyerahkan sepenuhnya pendidikan anaknya…

Selasa, 22 Mei 2018 19:18

Semangat 15 Jam Berpuasa di Hongkong

Catatan Oleh: H. Khumaini Rosadi, SQ, M.Pd.I  Welcome to Hongkong. Huh., deg-degan juga ketika…

Senin, 21 Mei 2018 00:03

Pengaruh Surah Al-Faatihah dalam Kehidupan Manusia

Penulis: Apriliannur, S.IP, P.Ma RASULULLAH Muhammad SAW Bersabda: Tidaklah sah sholat seseorang yang…

Minggu, 20 Mei 2018 00:10

Teroris dan Ketidakadilan

Oleh: Dhedy Ketua Aliansi Jurnalis Kutai Timur (AJKT)  TAK ada asap kalau tidak ada api. …

Senin, 14 Mei 2018 20:08

Sharing Economy

Oleh: Joko Intarto (admin www.disway.id dan wakil sekretaris BP Lazismu PP Muhammadiyah) Artikel zakat…

Sabtu, 12 Mei 2018 00:00

Menunggu Malaysian Effect

Oleh: Husnun N Djuraid , dosen Universitas Muhammadiyah Malang Negeri jiran Malaysia menjadi pusat perhatian…

Jumat, 04 Mei 2018 00:02

Puasa dan Kehamilan

Oleh: dr. Fakhruzzabadi, SpOG, MKes Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Beberapa hari lagi kita…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .