MANAGED BY:
MINGGU
23 APRIL
BONTANG | BESSAI BERINTA | KUTIM | SAMARINDA | KALTIM | OLAHRAGA | ZETIZEN | SOCIETY & LENSA
Selasa, 14 Maret 2017 18:15
“Andai Pemilu Tanpa Bawaslu”
Mahasiswa Magister Ilmu Administrasi Negara, Unmul Bag TP3 Bawaslu Kaltim(Muhammad Jabar)

PROKAL.CO, Pemilihan umum (pemilu) merupakan sarana panggung pentas untuk berdemokrasi serta merebut kursi-kursi jabatan dalam panggung politik. Pemilu di negeri ini merupakan hajatan lima tahunan yang sangat dinantikan kehadirannya oleh rakyat, terlebih oleh para elit-elit politik negeri ini.

Jika mengingat kembali sejarah pemilu di Indonesia pertama kalinya pada tahun 1955,  pemilihan umum legislatif  (pileg) untuk memilih Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) merupakan cerminan pemilu masa sekarang yang terus diperbarui melalui regulasi-regulasi yang ada.

Indonesia kita kenal memiliki beberapa jenis pemilihan seperti pileg DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi, dan DPR RI,  pemilihan presiden (pilpres), serta pemilihan kepala daerah (gubernur, bupati dan wali kota).

Namun perlu diketahui bahwa penyelenggara setiap pemilihan itu sama, yakni Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sesuai Undang-undang (UU) Nomor 15 Tahun  2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum.

Dalam catatan ini, penulis mencoba menguraikan kembali sejarah lahirnya pengawas pemilu serta peran dan kontribusi Bawaslu terhadap pelaksanaan pemilu di negeri kita tercinta.

LAHIRNYA PENGAWAS PEMILU

Pemilu pertama yang di kenal dengan pileg pada tahun 1955, yaitu memilih anggota-anggota DPR dan konstituante. Pada pemilu pertama ini belum ada badan atau lembaga khusus yang mengawasi pemilu, dikarenakan pemilu pertama masih tergolong pemilu yang demokratis, damai, serta ideal dalam pelaksanaannya.

Hal ini kemungkinan besar dikarenakan pemilu pertama yang sudah dipersiapkan oleh pemerintah pada masa itu dapat dikondisikan oleh rezim yang berkuasa. Sehingga, gesekan-gesekan antara elit politik dapat lebih ditenangkan.

Pada pemilu 1982, secara kelembagaan pengawas pemilu baru terlihat serta diakui dengan nama Panitia Pengawas Pelaksanaan Pemilihan Umum (Panwaslak Pemilu).  Lahirnya Panwaslak Pemilu tidak terlepas dari munculnya rasa ketidakpercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan pemilu yang diduga telah dikondisikan oleh rezim penguasa.

Dalam hal ini, protes-protes dari masyarakat terus berdatangan, tuntutan terhadap banyaknya pelanggaran dan manipulasi penghitungan suara yang dilakukan para petugas pemilu mulai mengemuka pada pelaksanaan pemilu 1971.

Sejarah juga mencatat bahwa pada pelaksanaan pemilu 1977, protes terhadap pelaksanaan pemilu mulai terkuak dikarenakan banyaknya kecurangan dan pelanggaran yang begitu masif. Sehingga, pemerintah dan DPR merespon untuk melakukan perbaikan dan meningkatkan kualitas pemilu yang akan dihelat tahun 1982.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 19 April 2017 00:36

Kearsipan Tidak Monoton, Tetapi Memerlukan Inovasi dan Kreatifitas

Registrasi arsip surat menyurat dalam sebuah organisasi merupakan bagian awal dalam sebuah organisasi.…

Selasa, 11 April 2017 00:41

Khilafah adalah Janji Allah

Assalamu alaikum wr. wb.  Kaum muslimin yang dirahmati Allah. Istilah khilafah untuk sebagian kaum…

Kamis, 30 Maret 2017 01:11

Mengenali Tanda Bahaya Kehamilan

Kematian ibu hamil merupakan salah satu parameter kesehatan suatu negara. Semakin tinggi angka kematian…

Kamis, 23 Maret 2017 00:55

Sekulerisasi Merusak Pendidikan di Indonesia

Pendidikan Islam di Indonesia dihadapkan pada tantangan semakin berkembangnya model-model pendidikan…

Rabu, 22 Maret 2017 00:42

KUR dan Peran UMKM Terhadap Perekonomian Nasional

Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2017 oleh World Bank diprediksi pada kisaran 5% - 5.3%, ini dianggap…

Sabtu, 18 Maret 2017 00:19

Polymath dan Wajah Pendidikan di Indonesia

Polimatik ( Polymath) adalah seseorang yang pengetahuannya tidak terbatas hanya pada satu…

Sabtu, 18 Maret 2017 00:14

Membongkar Kasus Mega Korupsi E-KTP

Kekecewaan rakyat belum kembali pulih sejak terungkapnya kasus skandal mega korupsi century…

Kamis, 16 Maret 2017 00:30

Polymath dan Wajah Pendidikan di Indonesia

Polimatik ( Polymath) adalah seseorang yang pengetahuannya tidak terbatas hanya pada satu…

Minggu, 12 Maret 2017 01:36

Berpikir Kritis, Modal Menghadapi Tantangan Abad ke-21

Ali bin Abi Thalib pernah berkata, “Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka…

Sabtu, 11 Maret 2017 00:43

Melawan HOAX adalah Merawat Nalar

DALAM definisi populer HOAX kerap diterjemahkan sebagai tindakan dan atau produk untuk membenarkan suatu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .