MANAGED BY:
JUMAT
28 JULI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | PEMKOT | BENUA KUTIM | OLAHRAGA | ZETIZEN | SOCIETY & LENSA
Selasa, 14 Maret 2017 18:15
“Andai Pemilu Tanpa Bawaslu”
Mahasiswa Magister Ilmu Administrasi Negara, Unmul Bag TP3 Bawaslu Kaltim(Muhammad Jabar)

PROKAL.CO, Pemilihan umum (pemilu) merupakan sarana panggung pentas untuk berdemokrasi serta merebut kursi-kursi jabatan dalam panggung politik. Pemilu di negeri ini merupakan hajatan lima tahunan yang sangat dinantikan kehadirannya oleh rakyat, terlebih oleh para elit-elit politik negeri ini.

Jika mengingat kembali sejarah pemilu di Indonesia pertama kalinya pada tahun 1955,  pemilihan umum legislatif  (pileg) untuk memilih Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) merupakan cerminan pemilu masa sekarang yang terus diperbarui melalui regulasi-regulasi yang ada.

Indonesia kita kenal memiliki beberapa jenis pemilihan seperti pileg DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi, dan DPR RI,  pemilihan presiden (pilpres), serta pemilihan kepala daerah (gubernur, bupati dan wali kota).

Namun perlu diketahui bahwa penyelenggara setiap pemilihan itu sama, yakni Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sesuai Undang-undang (UU) Nomor 15 Tahun  2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum.

Dalam catatan ini, penulis mencoba menguraikan kembali sejarah lahirnya pengawas pemilu serta peran dan kontribusi Bawaslu terhadap pelaksanaan pemilu di negeri kita tercinta.

LAHIRNYA PENGAWAS PEMILU

Pemilu pertama yang di kenal dengan pileg pada tahun 1955, yaitu memilih anggota-anggota DPR dan konstituante. Pada pemilu pertama ini belum ada badan atau lembaga khusus yang mengawasi pemilu, dikarenakan pemilu pertama masih tergolong pemilu yang demokratis, damai, serta ideal dalam pelaksanaannya.

Hal ini kemungkinan besar dikarenakan pemilu pertama yang sudah dipersiapkan oleh pemerintah pada masa itu dapat dikondisikan oleh rezim yang berkuasa. Sehingga, gesekan-gesekan antara elit politik dapat lebih ditenangkan.

Pada pemilu 1982, secara kelembagaan pengawas pemilu baru terlihat serta diakui dengan nama Panitia Pengawas Pelaksanaan Pemilihan Umum (Panwaslak Pemilu).  Lahirnya Panwaslak Pemilu tidak terlepas dari munculnya rasa ketidakpercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan pemilu yang diduga telah dikondisikan oleh rezim penguasa.

Dalam hal ini, protes-protes dari masyarakat terus berdatangan, tuntutan terhadap banyaknya pelanggaran dan manipulasi penghitungan suara yang dilakukan para petugas pemilu mulai mengemuka pada pelaksanaan pemilu 1971.

Sejarah juga mencatat bahwa pada pelaksanaan pemilu 1977, protes terhadap pelaksanaan pemilu mulai terkuak dikarenakan banyaknya kecurangan dan pelanggaran yang begitu masif. Sehingga, pemerintah dan DPR merespon untuk melakukan perbaikan dan meningkatkan kualitas pemilu yang akan dihelat tahun 1982.

Halaman:

BACA JUGA

Minggu, 23 Juli 2017 00:09

Meneguhkan Perjuangan Dakwah

oleh : Bambang Al-Fatih (Ketua BEM STIT-SYAM) Kita semua tahu, dalam menapaki perjuangan dibutuhkan…

Jumat, 07 Juli 2017 00:12

Ramadan Berlalu Raih Derajat Taqwa

Oleh: Drs. H. Syafruddin Syam, M.AP Ketua PD Muhammadiyah Kutai Timur DI tengah suasana idul fitri pada…

Sabtu, 24 Juni 2017 00:05

Ramadan dan Perilaku Konsumtif

Oleh: Hasan Basri, S.Pd Pemuda Muhammadiyah Kutai Timur. Staff Pengajar SMK Muhammadiyah 1 Sangatta …

Jumat, 23 Juni 2017 00:32

Tukang Roti yang Jadi Chef KBRI Roma

Oleh: H. Khumaini Rosadi, SQ., M.Pd.I Dai Ambassador Cordofa 2017 Kisah Inspiratif  Sahur ini selasa…

Kamis, 22 Juni 2017 00:01

Menyongsong Idulfitri dengan Tampilan Lebih Islami

Oleh: Mujahidul Wathoni, S,Ag, M,Pd. (Wk Ketua 5 PD Muhammadiyah Kutai Timur) SUDAH merupakan sunatullah,…

Kamis, 22 Juni 2017 00:01

Berdakwah dengan Pendekatan Budaya di Italia

Oleh: H. Khumaini Rosadi, SQ., M.Pd.I Dai Ambassador Cordofa 2017 ROMA -  “Dakwahkan Islam…

Rabu, 21 Juni 2017 00:02

Ramadan dan Pengasuhan Anak Usia Dini

Oleh:  Machnun Uzni Sekretaris PW Pemuda Muhammadiyah Kaltim “Dan sungguh Allah telah mengeluarkan…

Rabu, 21 Juni 2017 00:01

Jas Merah Romawi di Italia

Oleh: H. Khumaini Rosadi, SQ., M.Pd.I Dai Ambassador Cordofa 2017 Jangan sekali-kali melupakan sejarah.…

Selasa, 20 Juni 2017 00:18

Menjadi Orangtua yang Belajar

Oleh: Jamaluddin Rosyidi CEO Bimbel ME dan Penggiat Pendidikan Bontang      Kalau kita…

Selasa, 20 Juni 2017 00:04

Puasa Ramadan Sebagai Penghormatan Terhadap Alquran

oleh Yakub Fadillah, S.IP Wakil Sekretaris PD Muhammadiyah Kutai Timur  Bulan Ramadan, selain bulan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .