MANAGED BY:
MINGGU
23 JULI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | PEMKOT | BENUA KUTIM | OLAHRAGA | ZETIZEN | SOCIETY & LENSA

BONTANG

Selasa, 14 Maret 2017 19:39
Akhir Maret, PNS Terima Rp 18,6 Juta

Sinkronisasi Data Usai, BNI Life Siap Dicairkan

ILUSTRASI PNS

PROKAL.CO, BONTANG – Penantian serta keresahan para PNS dan Non PNS terkait pencairan BNI Life akhirnya mendapat titik temu. Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bontang dan BNI Life telah mencocokkan data. Sehingga, sekitar minggu ketiga bulan Maret, BNI Life siap dicairkan.

Kabid Pembinaan, Dokumentasi dan Informasi BKPP Bontang, Sigit Alfian mengatakan tahap validasi data sudah berakhir. Semua data dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sudah diserahkan ke BKPP untuk selanjutnya disinkronkan dengan data di BNI Life.

“Alhamdulillah semua lancar, data dari kami (BKPP, Red.) dan data BNI Life sudah sinkron, hari ini (kemarin, Red) sampai kami maraton rapat di dua tempat, bersama Wali Kota dan DPRD Bontang dengan dihadiri dari pihak BNI Life,” jelas Sigit saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (13/3) kemarin.

Tahapan selanjutnya, diterangkan Sigit ialah membalas surat BNI Life terkait pengakhiran kepesertaan BNI Life. Hal tersebut tertuang dalam Perjanjian Kerjasama antara Pemkot Bontang dengan PT BNI Life tentang Pengelolaan Program Tabungan Kesejahteraan Purna Tugas pada Pasal 6 dan Pasal 13.

Disebutkan bahwa perjanjian bisa diakhiri jika kondisi mendesak. Dalam kata lain, karena setoran BNI Life para PNS diambil dari tunjangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), sementara saat ini kondisi keuangan daerah sedang mengalami defisit dan mengakibatkan TPP dipotong. “Dengan terpaksa BNI Life diakhiri dan pihak BNI Life menyetujuinya. Untuk surat pengakhiran pun sudah dibuat, 10 hari kerja dari hari ini (kemarin, Red.). Setelah administrasi lengkap, BNI Life akan dicairkan kepada peserta,” bebernya.

Dalam perjanjian bersama BNI Life, Sigit menyatakan terhitung sejak awal hingga Desember 2016 yakni selama 93 bulan. Para PNS masing-masing akan mendapat Rp 18,6 juta yang merupakan tabungan pokok, sementara dengan pengembangan akan dapat sekira Rp 25.010.700.

Sementara bagi para non PNS untuk tabungannya dapat Rp 9,3 juta, jika dengan manfaatnya akan mendapat Rp 12,5 juta. Total dana yang dicairkan sebesar Rp 63 miliar.

Namun ada yang sudah diklaim bagi mereka yang pensiun sehingga, akhir Maret ini akan dicairkan Rp 58 miliar. “Itu untuk jumlah PNS sebanyak 3.293 serta non PNS sebanyak 965 peserta,” ujarnya.

Untuk proses pencairannya, Sigit mengatakan akan dikembalikan ke masing-masing OPD. Sebab, dari BNI Life akan langsung masuk ke rekening giro Pemkot Bontang.

Oleh karena itu, OPD yang akan mencairkan sesuai pegawainya dan langsung masuk rekening. “Nanti diberikan surat edaran agar para pegawai membuat rekening BNI, namun jika ditransfer ke rekening BPD Kaltim bisa dengan catatan biaya transfer antar bank ditanggung sendiri,” pungkasnya.

DEWAN AKAN TETAP MENGAWASI

Ketua Komisi I DPRD Bontang, Agus Haris menyatakan pihaknya akan tetap mengawasi bila ada dari OPD yang pegawainya tidak terdata.

Namun demikian, pihaknya sudah memastikan kepada tim BNI Life dari pemerintah bahwa tak ada lagi data yang tertinggal.

“Insya Allah yang dikhawatirkan seperti biaya buka rekening tidak dibebankan, hanya saja jika rekening ingin ditutup ada pembiayaan Rp 10 ribu,” ungkapnya.

Total yang akan dicarikan memang Rp 58 miliar, karena Rp 5 miliar sudah diklaim oleh 400-an pegawai yang pensiun.

Ketua Fraksi Golkar, yang juga anggota Komisi I DPRD Bontang, Muslimin menyatakan bahwa pada prinsipnya data dari Pemkot Bontang dan BNI Life sudah tidak ada masalah.

Karena tahap rekonsiliasi data atau sinkronisasi data sudah rampung semua. “Sebenarnya kemarin sempat terkendala pemecahan dan peleburan OPD baru, tetapi semua sudah clear,” ujarnya.

Pencairan pun diharapkan semua membuka rekening BNI karena diberi kebijakan tidak dipungut biaya. “Semua tidak masalah, tinggal menunggu proses pencairan, yang diusahakan pada akhir bulan ini,” tutupnya.(mga)


BACA JUGA

Minggu, 23 Juli 2017 00:16

Lurah Jamin Data Penerima BSPS Valid

Lurah Berbas Tengah Usman HM menyambut positif program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang…

Minggu, 23 Juli 2017 00:14

Untuk Penerima BSPS, Beli Material Harus Sesuai Regulasi

BONTANG – Bagi penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) harus berhati-hati untuk membeli…

Minggu, 23 Juli 2017 00:13

6 Besar Calon Panwaslu Didominasi Wajah Baru

SAMARINDA – Proses seleksi calon anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) kabupaten kota sudah…

Minggu, 23 Juli 2017 00:12

Tanah Bermasalah, Jembatan Rusak Tak Masuk Wilayah RT 11

BONTANG - Lurah Tanjung Laut Indah Rosianton Herlambat menyebut, jika jembatan rusak yang dikeluhkan…

Minggu, 23 Juli 2017 00:11

Terkait PKH yang Bermasalah, Lurah Ngaku Tidak Dilibatkan

BONTANG – Program Keluarga Harapan (PKH) yang masih menyisakan masalah ternyata tidak melibatkan…

Sabtu, 22 Juli 2017 00:26

Terkait Jembatan Rusak, Lurah Belum Terima Laporan

Dikeluhkannya kondisi jembatan yang rusak parah, Lurah Tanjung Laut Indah Rosianton Herlambang menyebut,…

Sabtu, 22 Juli 2017 00:25

Jembatan RT 11 Rusak Parah, Warga Ngaku Sering Terjatuh

BONTANG – Beberapa jembatan penghubung ke area pemukiman warga di wilayah RT 11 Kelurahan Tanjung…

Sabtu, 22 Juli 2017 00:24

Hasil Rembuk, Warga Tanjung Laut Indah Tolak Gabung Bontang Timur

BONTANG – Penolakan sejumlah 22 RT Kelurahan Tanjung Laut Indah terhadap rencana pemekaran, disanggah…

Sabtu, 22 Juli 2017 00:23

Setelah Disahkannya RUU Pemilu, Bawaslu Kota Permanen 5 Tahun

BONTANG – Tidak hanya Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten kota yang permanen. Panitia Pengawas…

Sabtu, 22 Juli 2017 00:21

Omzet Rp 1 Juta Per Bulan, Restoran Wajib Bayar Pajak

BONTANG – Lima Fraksi di DPRD Bontang sepakat pajak restoran dikenakan bagi pengusaha kuliner…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .