MANAGED BY:
MINGGU
23 APRIL
BONTANG | BESSAI BERINTA | KUTIM | SAMARINDA | KALTIM | OLAHRAGA | ZETIZEN | SOCIETY & LENSA

OLAHRAGA

Rabu, 15 Maret 2017 00:12
Yang Muda, Berbahaya
BERGELIMANG PRESTASI: Meski masih baru, namun Pusamania Borneo FC menjadi salah satu klub paling disegani di Indonesia. (ARIB BILLAH/KPG)

PROKAL.CO, Tahun 1994 menjadi babak baru kompetisi sepak bola Tanah Air. Pada musim itu, Liga Indonesia pertama kali digulirkan. Opsi itu merupakan penggabungan dari dua kompetisi sebelumnya, Liga Sepak Bola Utama (Galatama) dan Perserikatan. Turnamen tersebut pun berada di bawah naungan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), dengan tajuk Liga Dunhill, atau setara Divisi Utama. 

Samarinda menaruh perhatian khusus terhadap si kulit bundar, dan menjadi bagian dari kompetisi itu. Permain bintang pun sempat menghiasi Kota Tepian. Di antaranya, Peri Sandria (1994), Roger Milla (1995), dan Bambang Nurdiansyah (1994).

Meski demikian tim berjuluk Pesut Mahakam itu terbilang kahat prestasi. Peringkat delapan besar pun menjadi capaian terbaik mereka pada 1996.

“Dulu kompetisi itu dibagi dua wilayah, yakni timur dan barat. Seingat saya, 16 peserta per satu walayah. Kemudian peringkat satu sampai empat otomatis lolos dan menuju delapan besar,” kenang Zulkarnain, salah seorang wartawan senior sejak 1992 itu.

Pria yang juga ketua Humas KONI Kaltim itu menyebut, di tahun 1998 kompetisi sempat terhentikan karena situasi yang kurang kondusif lantaran demo mahasiswa Trisakti.

Memasuki musim berikutnya, Persisam Putra Samarinda justru degradasi. Penyebabnya, bertengger di peringkat 12 wilayah timur.

“Akhirnya, tim berlaga ke Divisi Satu,” Lanjut Zul, sapaan akrab Zulkarnain.

Musim-musim berikutnya, tim Samarinda itu makin terpuruk. Pada 2003 berada di papan bawah kelasemen, menyebabkan mereka akhirnya terdegradasi lagi dan berada di Divisi Dua.

Berkompetisi di kasta keempat, pada 2004 Persisam hanya bertengger di delapan besar klasemen. Namun pada periode selanjutnya, prestasi klub kebanggaan Samarinda mulai menanjak.

Meski hanya berhasil ke peringkat empat, promosi didapat. Walhasil mereka pun dikembalikan ke Divisi Utama.

Semenjak itu prestasi mereka mulai terus merangkak naik. Pada 2007, klub kebanggaan urang Samarinda itu kembali mendapat promosi karena di posisi III besar pada kasta ketiga.

Hanya memerlukan satu musim, semenjak mendapat promosi ke Divisi Utama, Pesut Mahakam pun berhasil meraih trofi tertinggi di bawah asuhan Edi Simon kala itu.

“Iya, mereka berhasil mengalahkan Persema Malang dengan skor 1-0, di Stadion Palaran, Samarinda, pada akhir Mei 2009,” imbuhnya.

Kemenangan itu sekaligus kebanggaan tertinggi untuk masyarakat ibu kota Kaltim. Karena untuk pertama kalinya berhasil mengecup turnamen profesional tertinggi Indonesia.

Berada di Liga tertinggi justru membuat prestasi mereka mengendur. Peringkat enam papan atas di 2010 menjadi capaian terbaik. Usaha mendatangkan pemain apik seperti Bayu Gatra, Cristian Gonzales, dan Muhammad Roby pun tak berefek.

KEPEMILIKAN BERGANTI

Hingga pada 2014, Persisam Putra Samarinda pun berpindah markas ke Bali. Perpindahan itu pun sekaligus bergantinya kepemilikan klub, namanya pun berubah menjadi Bali United.

Di waktu yang sama, anak dari salah seorang tokoh di Samarinda berulang tahun ke-20. Adalah Nabil Husein Saiad Amin menghendaki kado sebuah klub sepak bola.

Perseba Super Bangkalan akhirnya sukses didaratkan ke Samarinda, dengan label berkompetisi di kasta kedua tanah air. Nama Pusamania Borneo FC pun lahir sebagai pengganti Perseba Super Bangkalan.

Berkompetisi di Divisi Utama pada 2014, klub baru tersebut berhasil menjadi jawara pada laga itu. Trofi tersebut menjadi piala kedua yang diboyong ke Samarinda.

Itu pun menjadi titik awal, prestasi-prestasi gemilang lainnya untuk Kota Tepian. Sudah tiga tahun sejak didirikannya klub yang identik dengan warna oranye tersebut, beragam prestasi diraih. Pada 2015, klub tersebut berhasil menjadi semifinalis Piala Wali Kota Padang dan peringkat delapan Piala Presiden.

Memasuki 2016, mereka berhasil menjadi semifinalis Piala Jenderal Soedirman dan Juara Piala Gubernur Kaltim. Sayang pada turnamen Torabika Soccer Championship (TSC), klub tersebut hanya mampu bertengger di peringkat delapan klasemen.

Meski demikian tim berlias Pesut Etam itu berhasil mengukuhkan diri menjadi klub terbaik di Kalimantan. Setelah Mitra Kukar berada di peringkat 10, Persiba Balikpapan peringkat 13, dan Barito Putera di 16.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 22 April 2017 00:18

Andi Fais Resmi Pimpin Sepakbola Bontang

BONTANG –  Surat Keputusan (SK) pengukuhan kepengurusan Asosiasi Kota Persatuan Sepakbola…

Jumat, 21 April 2017 00:07

Bupati Buka Turnamen Sepakbola Antar Desa

SANGATTA - Pada kunjungan kerja di Desa Tanjung Mangkalihat, Kecamatan Sandara, Bupati Kutai Timur Ismunandar,…

Kamis, 20 April 2017 00:46

Bontang FC Gelar Pemusatan Latihan

BONTANG – Kesebelasan Bontang FC mulai menggelar pemusatan latihan untuk memantapkan persiapan…

Kamis, 20 April 2017 00:06

2.698 Nomor Dipertandingkan di Porprov 2018

SANGATTA - Pasca dikukuhkan oleh Ketua KONI Kaltim Zuhdi Yahya, Panitia Besar (PB) Pekan Olahraga Provinsi…

Rabu, 19 April 2017 00:44

Pegolf Bontang Minta Diperhatikan

BONTANG – Salah satu pegolf putri andalan Kota Taman mengeluhkan perhatian yang kurang dari pengcab…

Rabu, 19 April 2017 00:41

Pemain Muda Bontang, M Toha Resmi Dikontrak Persita

BONTANG – Pemuda asal Bontang, Muhammad Toha resmi dikontrak Persita Tanggerang. Anak pasangan…

Rabu, 19 April 2017 00:40

Persiapan Liga Nusantara 2017, 20 Pemain Ikuti Seleksi PSPU

BONTANG – Sebanyak 20 pemain mengikuti seleksi  yang digelar PSPU Bontang, di lapangan Sepak…

Selasa, 18 April 2017 01:01

Perpani Kutim Jajaki Kejuaraan Samarinda

SANGATTA - Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kutim terus menjajal kemampuan para atlet menjelang…

Senin, 17 April 2017 20:27

Wali Kota Ajak Warga Sehat , Ikut Senam CFD

    BONTANG – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengajak warga untuk selalu berolaharaga,…

Minggu, 16 April 2017 01:02

Hari Kedua Offroad Bhayangkara Cup II, Trek Makin menantang

BONTANG – Gelaran Offroad Bhayangkara Cup II 2017 di hari kedua, Sabtu (15/4) kemarin tak kalah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .