MANAGED BY:
SENIN
20 NOVEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | PEMKOT | BENUA KUTIM | OLAHRAGA | ZETIZEN | SOCIETY & LENSA

OLAHRAGA

Rabu, 15 Maret 2017 00:12
Yang Muda, Berbahaya
BERGELIMANG PRESTASI: Meski masih baru, namun Pusamania Borneo FC menjadi salah satu klub paling disegani di Indonesia. (ARIB BILLAH/KPG)

PROKAL.CO, Tahun 1994 menjadi babak baru kompetisi sepak bola Tanah Air. Pada musim itu, Liga Indonesia pertama kali digulirkan. Opsi itu merupakan penggabungan dari dua kompetisi sebelumnya, Liga Sepak Bola Utama (Galatama) dan Perserikatan. Turnamen tersebut pun berada di bawah naungan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), dengan tajuk Liga Dunhill, atau setara Divisi Utama. 

Samarinda menaruh perhatian khusus terhadap si kulit bundar, dan menjadi bagian dari kompetisi itu. Permain bintang pun sempat menghiasi Kota Tepian. Di antaranya, Peri Sandria (1994), Roger Milla (1995), dan Bambang Nurdiansyah (1994).

Meski demikian tim berjuluk Pesut Mahakam itu terbilang kahat prestasi. Peringkat delapan besar pun menjadi capaian terbaik mereka pada 1996.

“Dulu kompetisi itu dibagi dua wilayah, yakni timur dan barat. Seingat saya, 16 peserta per satu walayah. Kemudian peringkat satu sampai empat otomatis lolos dan menuju delapan besar,” kenang Zulkarnain, salah seorang wartawan senior sejak 1992 itu.

Pria yang juga ketua Humas KONI Kaltim itu menyebut, di tahun 1998 kompetisi sempat terhentikan karena situasi yang kurang kondusif lantaran demo mahasiswa Trisakti.

Memasuki musim berikutnya, Persisam Putra Samarinda justru degradasi. Penyebabnya, bertengger di peringkat 12 wilayah timur.

“Akhirnya, tim berlaga ke Divisi Satu,” Lanjut Zul, sapaan akrab Zulkarnain.

Musim-musim berikutnya, tim Samarinda itu makin terpuruk. Pada 2003 berada di papan bawah kelasemen, menyebabkan mereka akhirnya terdegradasi lagi dan berada di Divisi Dua.

Berkompetisi di kasta keempat, pada 2004 Persisam hanya bertengger di delapan besar klasemen. Namun pada periode selanjutnya, prestasi klub kebanggaan Samarinda mulai menanjak.

Meski hanya berhasil ke peringkat empat, promosi didapat. Walhasil mereka pun dikembalikan ke Divisi Utama.

Semenjak itu prestasi mereka mulai terus merangkak naik. Pada 2007, klub kebanggaan urang Samarinda itu kembali mendapat promosi karena di posisi III besar pada kasta ketiga.

Hanya memerlukan satu musim, semenjak mendapat promosi ke Divisi Utama, Pesut Mahakam pun berhasil meraih trofi tertinggi di bawah asuhan Edi Simon kala itu.

“Iya, mereka berhasil mengalahkan Persema Malang dengan skor 1-0, di Stadion Palaran, Samarinda, pada akhir Mei 2009,” imbuhnya.

Kemenangan itu sekaligus kebanggaan tertinggi untuk masyarakat ibu kota Kaltim. Karena untuk pertama kalinya berhasil mengecup turnamen profesional tertinggi Indonesia.

Berada di Liga tertinggi justru membuat prestasi mereka mengendur. Peringkat enam papan atas di 2010 menjadi capaian terbaik. Usaha mendatangkan pemain apik seperti Bayu Gatra, Cristian Gonzales, dan Muhammad Roby pun tak berefek.

KEPEMILIKAN BERGANTI

Hingga pada 2014, Persisam Putra Samarinda pun berpindah markas ke Bali. Perpindahan itu pun sekaligus bergantinya kepemilikan klub, namanya pun berubah menjadi Bali United.

Di waktu yang sama, anak dari salah seorang tokoh di Samarinda berulang tahun ke-20. Adalah Nabil Husein Saiad Amin menghendaki kado sebuah klub sepak bola.

Perseba Super Bangkalan akhirnya sukses didaratkan ke Samarinda, dengan label berkompetisi di kasta kedua tanah air. Nama Pusamania Borneo FC pun lahir sebagai pengganti Perseba Super Bangkalan.

Berkompetisi di Divisi Utama pada 2014, klub baru tersebut berhasil menjadi jawara pada laga itu. Trofi tersebut menjadi piala kedua yang diboyong ke Samarinda.

Itu pun menjadi titik awal, prestasi-prestasi gemilang lainnya untuk Kota Tepian. Sudah tiga tahun sejak didirikannya klub yang identik dengan warna oranye tersebut, beragam prestasi diraih. Pada 2015, klub tersebut berhasil menjadi semifinalis Piala Wali Kota Padang dan peringkat delapan Piala Presiden.

Memasuki 2016, mereka berhasil menjadi semifinalis Piala Jenderal Soedirman dan Juara Piala Gubernur Kaltim. Sayang pada turnamen Torabika Soccer Championship (TSC), klub tersebut hanya mampu bertengger di peringkat delapan klasemen.

Meski demikian tim berlias Pesut Etam itu berhasil mengukuhkan diri menjadi klub terbaik di Kalimantan. Setelah Mitra Kukar berada di peringkat 10, Persiba Balikpapan peringkat 13, dan Barito Putera di 16.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 00:07

Panitia Matangkan Persiapan, Porprov Diundur ke November

SANGATTA – Di tengah ketidakpastian ekonomi, pekan olah raga provinsi (porprov) Kaltim VI/2018…

Minggu, 12 November 2017 00:59

El-Classico Tersaji di Smansa Cup

BONTANG – Pertandingan sengit bertajuk el-classico Bontang tersaji dalam kompetisi basket untuk…

Sabtu, 11 November 2017 00:35

Cari Bibit Atlet Masa Depan

BONTANG – Untuk ketiga kalinya, SMAN 1 Bontang (Smansa) kembali menggelar kejuaraan bertajuk Smansa…

Selasa, 07 November 2017 00:26

Atlet Kutim Kian Matang

SANGATTA - Persiapan atlet Kutim menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang akan diselenggarakan…

Jumat, 03 November 2017 00:02

Persiapan Porprov Kaltim Tetap Jalan

SANGATTA - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memastikan persiapan pelaksanaan Pekan Olah Raga…

Selasa, 31 Oktober 2017 17:57

HEBAT!!! Panjat Tebing Bontang Juara 3 Pra Porprov

BONTANG – Dari sembilan kontingen yang mengikuti ajang Pra Porprov Panjat Tebing di Bukit Pelangi,…

Selasa, 31 Oktober 2017 17:47

Smansa Gagal Double Winner

BONTANG – Pertandingan panas tersaji dalam final kompetisi basket SMAN 2 (Smanda) Cup 2017. Mengusung…

Minggu, 22 Oktober 2017 00:12

Hari ini, Atlet Panjat Tebing Bertolak ke Sangatta

BONTANG – Sebanyak 15 atlet panjat tebing Kota Taman beserta pelatih dan official Minggu (22/10)…

Sabtu, 21 Oktober 2017 00:38

Bontang Tuan Rumah 4 Cabor di Porprov 2018

BONTANG – Bontang menjadi tuan rumah 4 cabang olahraga (cabor) dalam gelaran Pekan Olahraga Provinsi…

Jumat, 20 Oktober 2017 00:07

Tekad PSTI Pakai Atlet Lokal

SANGATTA - Beberapa club sepak takraw di Kutim menekan  Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .