MANAGED BY:
MINGGU
26 MARET
BONTANG | BESSAI BERINTA | KUTIM | SAMARINDA | KALTIM | OLAHRAGA | ZETIZEN | SOCIETY & LENSA

OLAHRAGA

Rabu, 15 Maret 2017 00:12
Yang Muda, Berbahaya
BERGELIMANG PRESTASI: Meski masih baru, namun Pusamania Borneo FC menjadi salah satu klub paling disegani di Indonesia. (ARIB BILLAH/KPG)

PROKAL.CO, Tahun 1994 menjadi babak baru kompetisi sepak bola Tanah Air. Pada musim itu, Liga Indonesia pertama kali digulirkan. Opsi itu merupakan penggabungan dari dua kompetisi sebelumnya, Liga Sepak Bola Utama (Galatama) dan Perserikatan. Turnamen tersebut pun berada di bawah naungan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), dengan tajuk Liga Dunhill, atau setara Divisi Utama. 

Samarinda menaruh perhatian khusus terhadap si kulit bundar, dan menjadi bagian dari kompetisi itu. Permain bintang pun sempat menghiasi Kota Tepian. Di antaranya, Peri Sandria (1994), Roger Milla (1995), dan Bambang Nurdiansyah (1994).

Meski demikian tim berjuluk Pesut Mahakam itu terbilang kahat prestasi. Peringkat delapan besar pun menjadi capaian terbaik mereka pada 1996.

“Dulu kompetisi itu dibagi dua wilayah, yakni timur dan barat. Seingat saya, 16 peserta per satu walayah. Kemudian peringkat satu sampai empat otomatis lolos dan menuju delapan besar,” kenang Zulkarnain, salah seorang wartawan senior sejak 1992 itu.

Pria yang juga ketua Humas KONI Kaltim itu menyebut, di tahun 1998 kompetisi sempat terhentikan karena situasi yang kurang kondusif lantaran demo mahasiswa Trisakti.

Memasuki musim berikutnya, Persisam Putra Samarinda justru degradasi. Penyebabnya, bertengger di peringkat 12 wilayah timur.

“Akhirnya, tim berlaga ke Divisi Satu,” Lanjut Zul, sapaan akrab Zulkarnain.

Musim-musim berikutnya, tim Samarinda itu makin terpuruk. Pada 2003 berada di papan bawah kelasemen, menyebabkan mereka akhirnya terdegradasi lagi dan berada di Divisi Dua.

Berkompetisi di kasta keempat, pada 2004 Persisam hanya bertengger di delapan besar klasemen. Namun pada periode selanjutnya, prestasi klub kebanggaan Samarinda mulai menanjak.

Meski hanya berhasil ke peringkat empat, promosi didapat. Walhasil mereka pun dikembalikan ke Divisi Utama.

Semenjak itu prestasi mereka mulai terus merangkak naik. Pada 2007, klub kebanggaan urang Samarinda itu kembali mendapat promosi karena di posisi III besar pada kasta ketiga.

Hanya memerlukan satu musim, semenjak mendapat promosi ke Divisi Utama, Pesut Mahakam pun berhasil meraih trofi tertinggi di bawah asuhan Edi Simon kala itu.

“Iya, mereka berhasil mengalahkan Persema Malang dengan skor 1-0, di Stadion Palaran, Samarinda, pada akhir Mei 2009,” imbuhnya.

Kemenangan itu sekaligus kebanggaan tertinggi untuk masyarakat ibu kota Kaltim. Karena untuk pertama kalinya berhasil mengecup turnamen profesional tertinggi Indonesia.

Berada di Liga tertinggi justru membuat prestasi mereka mengendur. Peringkat enam papan atas di 2010 menjadi capaian terbaik. Usaha mendatangkan pemain apik seperti Bayu Gatra, Cristian Gonzales, dan Muhammad Roby pun tak berefek.

KEPEMILIKAN BERGANTI

Hingga pada 2014, Persisam Putra Samarinda pun berpindah markas ke Bali. Perpindahan itu pun sekaligus bergantinya kepemilikan klub, namanya pun berubah menjadi Bali United.

Di waktu yang sama, anak dari salah seorang tokoh di Samarinda berulang tahun ke-20. Adalah Nabil Husein Saiad Amin menghendaki kado sebuah klub sepak bola.

Perseba Super Bangkalan akhirnya sukses didaratkan ke Samarinda, dengan label berkompetisi di kasta kedua tanah air. Nama Pusamania Borneo FC pun lahir sebagai pengganti Perseba Super Bangkalan.

Berkompetisi di Divisi Utama pada 2014, klub baru tersebut berhasil menjadi jawara pada laga itu. Trofi tersebut menjadi piala kedua yang diboyong ke Samarinda.

Itu pun menjadi titik awal, prestasi-prestasi gemilang lainnya untuk Kota Tepian. Sudah tiga tahun sejak didirikannya klub yang identik dengan warna oranye tersebut, beragam prestasi diraih. Pada 2015, klub tersebut berhasil menjadi semifinalis Piala Wali Kota Padang dan peringkat delapan Piala Presiden.

Memasuki 2016, mereka berhasil menjadi semifinalis Piala Jenderal Soedirman dan Juara Piala Gubernur Kaltim. Sayang pada turnamen Torabika Soccer Championship (TSC), klub tersebut hanya mampu bertengger di peringkat delapan klasemen.

Meski demikian tim berlias Pesut Etam itu berhasil mengukuhkan diri menjadi klub terbaik di Kalimantan. Setelah Mitra Kukar berada di peringkat 10, Persiba Balikpapan peringkat 13, dan Barito Putera di 16.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 25 Maret 2017 00:22

Kutim Optimistis Dapat Rp 40 M untuk Porprov

SANGATTA – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim optimis Pemprov Kaltim akan mengucurkan bantuan…

Jumat, 24 Maret 2017 00:51

Terpilih Aklamasi, Andi Faisal Pimpin PSSI Bontang

BONTANG – Andi Faisal Hasdam terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Asosiasi Kota Persatuan Sepakbola…

Kamis, 23 Maret 2017 01:00

Karetaker Gelar Ramah Tamah, Ajak Pemilik Klub Satukan Aspirasi

BONTANG – Karetaker Asosiasi Kota Persatuan Sepak Bola Indonesia (Askot PSSI) Bontang menggelar…

Kamis, 23 Maret 2017 00:59

Bila Menjabat Ketua Askot PSSI Bontang dan Program Tak Jalan, Dua Calon Siap Mundur

BONTANG – Bila dalam setahun program Asosiasi Kota Persatuan Sepakbola seluruh Indonesia (Askot…

Rabu, 22 Maret 2017 00:39

Wawali Lepas Tim Sofbol Bontang

BONTANG – Wakil Wali  (Wawali) Kota Bontang Basri Rase melepas Tim Sofbol Bontang, di Rumah…

Rabu, 22 Maret 2017 00:38

Andi Faisal Dapat Dukungan Untuk Maju Jadi Ketua Askot PSSI Bontang

BONTANG –  Letta FC mendukung Andi Faisal Hasdam maju menjadi Ketua Asosiasi Kota Persatuan…

Selasa, 21 Maret 2017 00:23

Hari Ketiga, Baru Dua Pendaftar Calon Ketua PSSI Bontang

BONTANG – Pada hari ketiga pendaftaran calon ketua Asoasiasi Kota Persatuan Sepak Bola Indonesia…

Selasa, 21 Maret 2017 00:16

Jika hanya Diguyur Rp 10 M dari Pemprov, Panitia Porprov Bisa Kewalahan

SANGATTA – Sudah kebiasaan Pemprov Kaltim hanya mengguyur dana hibah Rp 10 miliar untuk pelaksanaan…

Selasa, 21 Maret 2017 00:14

SK PB Porprov Terbit, Pekan Ini Pengukuhan

SANGATTA - Surat Keputusan Panitia Besar (PB) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim VI 2018 telah…

Selasa, 21 Maret 2017 00:05

Zuhdi Layak Pimpin KONI

SAMARINDA - Musyawarah Provinsi (Musprov) KONI Kaltim untuk pemilihan ketua bakal digelar 7-8 April…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .