MANAGED BY:
MINGGU
26 MARET
BONTANG | BESSAI BERINTA | KUTIM | SAMARINDA | KALTIM | OLAHRAGA | ZETIZEN | SOCIETY & LENSA

SAMARINDA

Jumat, 17 Maret 2017 00:48
Empat TNI versus Satu Peleton Musuh

Kesaksian Soetoyo, Veteran Pejuang Dwikora di Perbatasan (1)

PELAKU SEJARAH: Soetoyo mengenakan seragam Legiun Veteran. (LUKMAN/METRO SAMARINDA)

PROKAL.CO, Usianya memang senja, tangan pun mulai bergetar saat menggoreskan pena. Namun detik-detik peristiwa tepat di hari pertama tahun 1964 tidak pernah beranjak dari memorinya.

LUKMAN MAULANA, Samarinda

Soetoyo ingat jelas, tepat pukul 15.00 Wita, tentara Inggris dan Gurkha menyerang pos tempatnya berjaga di Krayan, perbatasan Kalimantan dengan Malaysia.

Soetoyo paham betul menjadi seorang pejuang mesti memiliki moral yang tinggi. Karena itu, walau empat rekannya sesama pejuang di garis depan berdarah-darah dibantai musuh, tak sedikit pun ada gentar dalam sanubarinya. Malahan semangatnya meletup-letup mempertahankan perbatasan negeri dari geliat pasukan asing.

“Jam tiga sore, terdengar suara pistol disertai lemparan granat. Salah seorang dari kami mengecek ke pos jaga dan kembali melapor. Tiga teman kami gugur, seorang lagi luka parah. Rupanya kami diserang,” kisah Soetoyo mengulas kembali baku tembak pertama dalam konfrontasi Indonesia-Malaysia di Kalimantan.

Sejak semester kedua 1963, dia bersama tujuh rekannya ditugaskan menjaga wilayah perbatasan Kaltim dengan Malaysia. Regunya berada di daerah Krayan, Nunukan, bersebelahan dengan wilayah Ba’kelalan, Serawak yang masuk wilayah Malaysia. Sebuah bukit dan tanah lapang sepanjang lima kilometer menjadi  pemisah antara Indonesia dengan negeri jiran tersebut.

Batalion tentara Inggris yang dibantu pasukan Gurkha bersiaga di Ba’kelalan. Sebuah bandara menjadi pangkalan mereka, mengancam kedaulatan Indonesia.

“Itu serangan militer pertama. Sebelum-sebelumnya hanya ketegangan antara dua negara yang dimulai dengan perobekan foto Presiden Soekarno dan diinjaknya Garuda Pancasila di Kuala Lumpur,” beber Soetoyo.

Diserang, Soetoyo dan rekan-rekannya membalas. Mereka mengejar tentara musuh hingga melewati perbatasan. Baku tembak tak terelakkan. Desingan senapan mesin jenis M43 pun tak berhenti menyentak.

Walaupun hanya terdiri dari empat prajurit, Soetoyo dan rekan-rekannya tak gentar. Sekalipun mereka menyadari tengah berhadapan dengan satu peleton prajurit musuh.

“Kami tahu mereka satu peleton karena ada suara letusan pistol. Yang membawa pistol itu hanya komandan peleton,” ujarnya dalam suara parau.

Semangat membela tanah air disertai darah muda yang menggebu-gebu membuat Soetoyo bertempur tanpa beban.

Dia masih bujang kala itu, usianya belum genap 22 tahun. Namun semakin memasuki daerah lawan artinya semakin dekat dengan maut. Pertahanan Inggris pun memberikan perlawanan. Hujan peluru membuat Soetoyo dan kawan-kawan mesti bertempur cerdas.

“Kami sadari lawan kami tidak sedikit. Apalagi kami masuk wilayah musuh. Kami sempat berlindung beberapa jam. Setelah memastikan telah mengusir prajurit musuh dari wilayah Indonesia, baru kami kembali ke pos,” tutur Soetoyo yang mengawali karier militernya di Sekolah Calon Tamtama (Secata) Jember ini.

Dia menyesalkan leher senapan mesin M43 yang terkena tembakan musuh. Sehingga tidak dapat memutar dan hanya membidik ke satu arah. Padahal dengan kemampuan menembakkan 500 peluru dalam satu rantai, pasti bisa menembak lebih banyak prajurit musuh bila dapat berputar.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 25 Maret 2017 00:14

Komisi IV Sempat Khawatirkan Pembiayaan UNBK dan UNKP

SAMARINDA - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di Kaltim sempat dikhawatirkan akan terganggu. Baik Ujian…

Sabtu, 25 Maret 2017 00:13

Hari Ini PKS Tentukan Sikap Politik

SAMARINDA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mulai membahas Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim. Siapa…

Sabtu, 25 Maret 2017 00:10

Budidaya dan Perkenalkan Tanaman Obat Asli Kaltim

Cerita Hery Romadan, Owner CV Abihira Herba Center Hutan tropis Kaltim kaya akan beragam potensi, salah…

Jumat, 24 Maret 2017 00:28

Ujian Bisa Pakai Laptop Pinjaman

Ada sekolah yang menumpang pada sekolah lain untuk menggelar ujian nasional berbasis komputer (UNBK).…

Jumat, 24 Maret 2017 00:27

Tak Semua Sekolah Siap UNBK

Ujian nasional (UN) tinggal menghitung hari. Namun, tidak semua sekolah di Benua Etam siap menggelar…

Jumat, 24 Maret 2017 00:25

Sepakati Tarif Bersama, Tersangka OTT Minta Penangguhan

SAMARINDA - Aparat kepolisian mesti jeli dalam menjerat kasus operasi tangkap tangan (OTT) Tenaga Kerja…

Jumat, 24 Maret 2017 00:24

Khairuddin-Fakhruddin Gugur, Donna Menang sebelum Berperang

SAMARINDA - Musyawarah Provinsi (Musprov) VI Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltim yang rencananya…

Jumat, 24 Maret 2017 00:22

Dody Makan Gaji Buta, Negara Dirugikan

SAMARINDA – Terantup kasus korupsi berjemaah, Dody Rondonuwu lama bolos dari kantornya di DPRD…

Kamis, 23 Maret 2017 00:46

‘Bolos’ sejak Oktober, Batal Dieksekusi, Dody ‘Aman’ Lagi

SAMARINDA - Posisi Dody Rondonuwu sebagai wakil ketua DPRD Kaltim terancam. Musababnya, politikus PDI…

Kamis, 23 Maret 2017 00:45

Wow! Komura Punya Deposito Rp 320 M

BALIKPAPAN - Perkara pungutan liar (pungli) yang diduga dilakukan Koperasi Samudera Sejahtera (Komura)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .