MANAGED BY:
MINGGU
24 SEPTEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | PEMKOT | BENUA KUTIM | OLAHRAGA | ZETIZEN | SOCIETY & LENSA

PEMKOT

Jumat, 17 Maret 2017 00:48
Empat TNI versus Satu Peleton Musuh

Kesaksian Soetoyo, Veteran Pejuang Dwikora di Perbatasan (1)

PELAKU SEJARAH: Soetoyo mengenakan seragam Legiun Veteran. (LUKMAN/METRO SAMARINDA)

PROKAL.CO, Usianya memang senja, tangan pun mulai bergetar saat menggoreskan pena. Namun detik-detik peristiwa tepat di hari pertama tahun 1964 tidak pernah beranjak dari memorinya.

LUKMAN MAULANA, Samarinda

Soetoyo ingat jelas, tepat pukul 15.00 Wita, tentara Inggris dan Gurkha menyerang pos tempatnya berjaga di Krayan, perbatasan Kalimantan dengan Malaysia.

Soetoyo paham betul menjadi seorang pejuang mesti memiliki moral yang tinggi. Karena itu, walau empat rekannya sesama pejuang di garis depan berdarah-darah dibantai musuh, tak sedikit pun ada gentar dalam sanubarinya. Malahan semangatnya meletup-letup mempertahankan perbatasan negeri dari geliat pasukan asing.

“Jam tiga sore, terdengar suara pistol disertai lemparan granat. Salah seorang dari kami mengecek ke pos jaga dan kembali melapor. Tiga teman kami gugur, seorang lagi luka parah. Rupanya kami diserang,” kisah Soetoyo mengulas kembali baku tembak pertama dalam konfrontasi Indonesia-Malaysia di Kalimantan.

Sejak semester kedua 1963, dia bersama tujuh rekannya ditugaskan menjaga wilayah perbatasan Kaltim dengan Malaysia. Regunya berada di daerah Krayan, Nunukan, bersebelahan dengan wilayah Ba’kelalan, Serawak yang masuk wilayah Malaysia. Sebuah bukit dan tanah lapang sepanjang lima kilometer menjadi  pemisah antara Indonesia dengan negeri jiran tersebut.

Batalion tentara Inggris yang dibantu pasukan Gurkha bersiaga di Ba’kelalan. Sebuah bandara menjadi pangkalan mereka, mengancam kedaulatan Indonesia.

“Itu serangan militer pertama. Sebelum-sebelumnya hanya ketegangan antara dua negara yang dimulai dengan perobekan foto Presiden Soekarno dan diinjaknya Garuda Pancasila di Kuala Lumpur,” beber Soetoyo.

Diserang, Soetoyo dan rekan-rekannya membalas. Mereka mengejar tentara musuh hingga melewati perbatasan. Baku tembak tak terelakkan. Desingan senapan mesin jenis M43 pun tak berhenti menyentak.

Walaupun hanya terdiri dari empat prajurit, Soetoyo dan rekan-rekannya tak gentar. Sekalipun mereka menyadari tengah berhadapan dengan satu peleton prajurit musuh.

“Kami tahu mereka satu peleton karena ada suara letusan pistol. Yang membawa pistol itu hanya komandan peleton,” ujarnya dalam suara parau.

Semangat membela tanah air disertai darah muda yang menggebu-gebu membuat Soetoyo bertempur tanpa beban.

Dia masih bujang kala itu, usianya belum genap 22 tahun. Namun semakin memasuki daerah lawan artinya semakin dekat dengan maut. Pertahanan Inggris pun memberikan perlawanan. Hujan peluru membuat Soetoyo dan kawan-kawan mesti bertempur cerdas.

“Kami sadari lawan kami tidak sedikit. Apalagi kami masuk wilayah musuh. Kami sempat berlindung beberapa jam. Setelah memastikan telah mengusir prajurit musuh dari wilayah Indonesia, baru kami kembali ke pos,” tutur Soetoyo yang mengawali karier militernya di Sekolah Calon Tamtama (Secata) Jember ini.

Dia menyesalkan leher senapan mesin M43 yang terkena tembakan musuh. Sehingga tidak dapat memutar dan hanya membidik ke satu arah. Padahal dengan kemampuan menembakkan 500 peluru dalam satu rantai, pasti bisa menembak lebih banyak prajurit musuh bila dapat berputar.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 13 September 2017 17:49

Dokter Cilik Pion Kesehatan di Sekolah

BONTANG - Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni secara resmi membuka Lomba Dokter Cilik Tingkat Kota Bontang…

Rabu, 13 September 2017 17:47

Jaga Persatuan, Kesatuan dan Tolak Berita Hoax

BONTANG- Komitmen untuk menggiatkan salat subuh berjemaah di masjid terus dilakukan oleh Wali kota Bontang…

Rabu, 13 September 2017 17:44

Wawali Hadiri HUT ke-58 PEPABRI

BONTANG-  Syukuran Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58  Persatuan Purnawirawan Angkatan…

Senin, 11 September 2017 17:09

Wali Kota Pantau Penataan Wisata Mangrove

BONTANG – Kegiatan Jumat Bersih kembali diadakan di daerah Kelurahan Berbas Pantai, Jumat (8/9)…

Senin, 11 September 2017 17:07

Neni Apresiasi Kerja Tim

BONTANG – Hari ketiga pendistribusian gas elpiji 3 kilogram  dengan harga jual Rp 18 ribu…

Jumat, 08 September 2017 00:12

Kemenag-Pemkot Imbau Keluarga Tak Jemput Jemaah Haji di Balikpapan

BONTANG – Tak lama lagi, jemaah haji Bontang akan kembali ke tanah air. Untuk itu, Kementerian…

Jumat, 08 September 2017 00:09

Neni Buka Rapat Koordinasi TIM PORA

BONTANG – Rapat Koordinasi Tim Pengawas Orang Asing (TIM PORA) tingkat Bontang tahun 2017 digelar,…

Jumat, 08 September 2017 00:08

Wali Kota Kukuhkan Pengurus Pelita

BONTANG – Kemarin (7/9), Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengukuhkan 18 orang yang tergabung…

Kamis, 07 September 2017 18:41

Pemkot Tata Wisata Kuliner Berbas Pantai

Warung-warung wisata kuliner Sarabba yang berlokasi di Kelurahan Berbas Pantai Minggu (3/9) kamarin…

Kamis, 07 September 2017 18:39

KUPA-PPAS Perubahan APBD Resmi Disepakati

BONTANG - Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .