MANAGED BY:
MINGGU
23 APRIL
BONTANG | BESSAI BERINTA | KUTIM | SAMARINDA | KALTIM | OLAHRAGA | ZETIZEN | SOCIETY & LENSA

SAMARINDA

Jumat, 17 Maret 2017 00:48
Empat TNI versus Satu Peleton Musuh

Kesaksian Soetoyo, Veteran Pejuang Dwikora di Perbatasan (1)

PELAKU SEJARAH: Soetoyo mengenakan seragam Legiun Veteran. (LUKMAN/METRO SAMARINDA)

PROKAL.CO, Usianya memang senja, tangan pun mulai bergetar saat menggoreskan pena. Namun detik-detik peristiwa tepat di hari pertama tahun 1964 tidak pernah beranjak dari memorinya.

LUKMAN MAULANA, Samarinda

Soetoyo ingat jelas, tepat pukul 15.00 Wita, tentara Inggris dan Gurkha menyerang pos tempatnya berjaga di Krayan, perbatasan Kalimantan dengan Malaysia.

Soetoyo paham betul menjadi seorang pejuang mesti memiliki moral yang tinggi. Karena itu, walau empat rekannya sesama pejuang di garis depan berdarah-darah dibantai musuh, tak sedikit pun ada gentar dalam sanubarinya. Malahan semangatnya meletup-letup mempertahankan perbatasan negeri dari geliat pasukan asing.

“Jam tiga sore, terdengar suara pistol disertai lemparan granat. Salah seorang dari kami mengecek ke pos jaga dan kembali melapor. Tiga teman kami gugur, seorang lagi luka parah. Rupanya kami diserang,” kisah Soetoyo mengulas kembali baku tembak pertama dalam konfrontasi Indonesia-Malaysia di Kalimantan.

Sejak semester kedua 1963, dia bersama tujuh rekannya ditugaskan menjaga wilayah perbatasan Kaltim dengan Malaysia. Regunya berada di daerah Krayan, Nunukan, bersebelahan dengan wilayah Ba’kelalan, Serawak yang masuk wilayah Malaysia. Sebuah bukit dan tanah lapang sepanjang lima kilometer menjadi  pemisah antara Indonesia dengan negeri jiran tersebut.

Batalion tentara Inggris yang dibantu pasukan Gurkha bersiaga di Ba’kelalan. Sebuah bandara menjadi pangkalan mereka, mengancam kedaulatan Indonesia.

“Itu serangan militer pertama. Sebelum-sebelumnya hanya ketegangan antara dua negara yang dimulai dengan perobekan foto Presiden Soekarno dan diinjaknya Garuda Pancasila di Kuala Lumpur,” beber Soetoyo.

Diserang, Soetoyo dan rekan-rekannya membalas. Mereka mengejar tentara musuh hingga melewati perbatasan. Baku tembak tak terelakkan. Desingan senapan mesin jenis M43 pun tak berhenti menyentak.

Walaupun hanya terdiri dari empat prajurit, Soetoyo dan rekan-rekannya tak gentar. Sekalipun mereka menyadari tengah berhadapan dengan satu peleton prajurit musuh.

“Kami tahu mereka satu peleton karena ada suara letusan pistol. Yang membawa pistol itu hanya komandan peleton,” ujarnya dalam suara parau.

Semangat membela tanah air disertai darah muda yang menggebu-gebu membuat Soetoyo bertempur tanpa beban.

Dia masih bujang kala itu, usianya belum genap 22 tahun. Namun semakin memasuki daerah lawan artinya semakin dekat dengan maut. Pertahanan Inggris pun memberikan perlawanan. Hujan peluru membuat Soetoyo dan kawan-kawan mesti bertempur cerdas.

“Kami sadari lawan kami tidak sedikit. Apalagi kami masuk wilayah musuh. Kami sempat berlindung beberapa jam. Setelah memastikan telah mengusir prajurit musuh dari wilayah Indonesia, baru kami kembali ke pos,” tutur Soetoyo yang mengawali karier militernya di Sekolah Calon Tamtama (Secata) Jember ini.

Dia menyesalkan leher senapan mesin M43 yang terkena tembakan musuh. Sehingga tidak dapat memutar dan hanya membidik ke satu arah. Padahal dengan kemampuan menembakkan 500 peluru dalam satu rantai, pasti bisa menembak lebih banyak prajurit musuh bila dapat berputar.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 22 April 2017 00:25

Kunjungan Perdana di Lamin Pintar, Para Guru Belajar Pemilu

SAMARINDA – Rumah Pintar Pemilu (RPP) mulai difungsikan sejak diresmikan akhir Maret lalu. Jumat…

Sabtu, 22 April 2017 00:24

Lika-liku Rudiansyah Jadi Komisioner KPU Kaltim (1);Aktif Dampingi Masyarakat, Pilih Jadi Nonpartisan

Aktivitas organisasi membawa Rudiansyah perlahan melangkah menjadi komisioner Komisi Pemilihan Umum…

Jumat, 21 April 2017 00:33

PKB Hanya Usung Calon yang Daftar

SAMARINDA - Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Kaltim resmi menutup pendaftaran…

Jumat, 21 April 2017 00:26

Jaang Resmi Lamar PAN

SAMARINDA – Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang menunjukkan keseriusannya untuk menjadi calon gubernur…

Jumat, 21 April 2017 00:25

Andai Aku Jadi Gubernur, Aku Akan 'Bentuk Provinsi Baru'

Kalau saya jadi gubernur : saya akan mekarkan beberapa kabupaten di kaltim sebagai persyaratan membentuk…

Jumat, 21 April 2017 00:24

Gerakan Anti-Hoax Bakal Pecahkan Rekor

SAMARINDA - Deklarasi Gerakan Anti-Hoax Jurnalis Kaltim tinggal menghitung hari. Tepatnya Sabtu (22/4)…

Jumat, 21 April 2017 00:23

Lika-liku Viko Januardhy Jadi Komisioner KPU Kaltim (2-Habis); Daftar Seleksi Paling Akhir, Teruskan Perjuangan Sang Ayah

Sosok sang ayah punya kesan mendalam bagi Viko Januardhy, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim.…

Kamis, 20 April 2017 00:38

Parpol Harus Bersiap, Tahapan Pileg Dimulai Tahun Ini

SAMARINDA - Partai politik (parpol) yang ada di Kaltim diimbau untuk mulai bersiap dalam menyongsong…

Kamis, 20 April 2017 00:36

WASPADA!!! Kaltim Rentan Praktik Human Trafficking

SAMARINDA - Merujuk data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), hingga triwulan…

Kamis, 20 April 2017 00:33

Terkait Desa yang Terkepung Tambang, Gubernur Bentuk Tim

SAMARINDA - Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak langsung menindaklanjuti hasil kunjungannya ke Desa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .