MANAGED BY:
MINGGU
26 MARET
BONTANG | BESSAI BERINTA | KUTIM | SAMARINDA | KALTIM | OLAHRAGA | ZETIZEN | SOCIETY & LENSA

SAMARINDA

Sabtu, 18 Maret 2017 00:07
Tolak Jadi Pengawal Presiden demi Anak

Kesaksian Soetoyo, Veteran Pejuang Dwikora di Perbatasan (2/Habis)

Soetoyo (LUKMAN/METRO SAMARINDA)

PROKAL.CO, Bagi Soetoyo, pangkat tinggi bukanlah tujuan. Bisa mengabdi kepada negera dan memberikan kebaikan pada keluarga adalah kebahagiaan utama. Baginya perjuangan seorang veteran baru akan berhenti saat napas terakhir diembuskan.

LUKMAN MAULANA, Samarinda

Rabu (15/3) lalu, pria tua berseragam hijau dan berbaret kuning emas duduk tenang di kursi panjang ruang sidang eksternal DPRD Kaltim. Dia Soetoyo, veteran pejuang Dwi Komando Rakyat (Dwikora) yang jauh-jauh datang dari Lempake, Samarinda Utara demi menghadiri undangan Sidang Paripurna DPRD Kaltim Karang Paci, sebutan gedung DPRD Kaltim.

Soetoyo duduk seorang diri dalam barisan kursi panjang itu. Diikutinya sidang paripurna DPRD Kaltim dengan begitu serius. Satu per satu penjabaran para wakil rakyat diikuti dengan seksama. Bukan sekadar hadir, Soetoyo paham benar apa yang dipermasalahkan dalam sidang tersebut. Hujan interupsi dari para legislator pun disimaknya dengan tersenyum penuh arti.

“Keputusan dari dewan itu tidak mengikat. Sifatnya hanya rekomendasi kepada pemerintah. Yang mengikat itu keputusan hukum,” urai Soetoyo menanggapi perdebatan yang terjadi di tengah para wakil rakyat tersebut.

Sudah sejak pagi dia tiba di Karang Paci demi memenuhi undangan menghadiri sidang paripurna. Bukan kali ini dia datang ke sana, melainkan sudah beberapa kali kehadirannya di sana mewakili para pejuang. Sebagai perwakilan Legiun Veteran Kaltim yang berada di Samarinda, dia memang diminta datang. Seorang diri, karena hanya dia pengurus Legiun Veteran Kaltim yang ada di Kota Tepian.

“Kalau teman-teman veteran di Samarinda ini banyak. Tapi hanya saya yang datang ke sini karena hanya saya yang mendapat mandat dari markas veteran Kaltim yang ada di Balikpapan. Kebetulan saya pengurus di DPD Legiun Veteran Kaltim, sebagai sekretaris II,” jelasnya.

Dengan seragam kebanggaan Legiun Veteran, kehadiran Soetoyo menjadi perhatian banyak orang. Tak jarang yang meminta untuk berfoto bersama dengan lelaki kelahiraan Kediri, 75 tahun lalu ini. Soetoyo menanggapinya dengan ramah. Sosoknya yang bersahaja, tak lupa memberikan nasihat kepada siapa saja yang ditemuinya, khususnya para pemuda.

Menurutnya perjuangan para pahlawan pejuang mesti diteruskan generasi muda dengan mengisi kemerdekaan, melakukan pembangunan.

“Dulu kami susah. Mau bertani susah karena kondisinya perang. Makan hanya jagung rebus. Bahkan makanan kuda juga dimakan. Sekarang sudah merdeka, tinggal mengisi saja untuk mencapai tujuan masyarakat adil dan makmur. Dengan tidak meninggalkan semangat 45,” papar Soetoyo.

Terkait keberadaan Legiun Veteran, dia menjelaskan masih banyak masyarakat yang tidak paham apa makna veteran. Karena veteran bukan sekadar tentara atau mereka yang bertempur mengangkat senjata.

Menurutnya, veteran adalah pejuang yang bertempur melawan penjajah asing. Bukan hanya dari militer, melainkan siapa saja yang terlibat dalam pertempuran melawan pihak asing dalam merebut kemerdekaan dan mempertahankan kedaulatan negera.

“Kalau melawan bangsa sendiri misalnya pemberontakan-pemberontakan di daerah, itu tidak bisa jadi veteran. Karena yang dihadapi bukan pihak asing. Tentara sekalipun kalau dia tidak pernah bertempur melawan asing, tidak bisa menjadi veteran,” ungkap kakek 19 cucu ini.

Lebih lanjut dijelaskan, setidaknya ada lima kelompok pejuang yang bisa menjadi veteran. Pertama yaitu para pejuang kemerdekaan Indonesia yang bertempur dalam rentang 1945-1949. Kedua pejuang pembela Tri Komando Rakyat (Trikora) yang bertempur dalam pembebasan Papua dalam rentang 1961-1963.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 25 Maret 2017 00:14

Komisi IV Sempat Khawatirkan Pembiayaan UNBK dan UNKP

SAMARINDA - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di Kaltim sempat dikhawatirkan akan terganggu. Baik Ujian…

Sabtu, 25 Maret 2017 00:13

Hari Ini PKS Tentukan Sikap Politik

SAMARINDA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mulai membahas Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim. Siapa…

Sabtu, 25 Maret 2017 00:10

Budidaya dan Perkenalkan Tanaman Obat Asli Kaltim

Cerita Hery Romadan, Owner CV Abihira Herba Center Hutan tropis Kaltim kaya akan beragam potensi, salah…

Jumat, 24 Maret 2017 00:28

Ujian Bisa Pakai Laptop Pinjaman

Ada sekolah yang menumpang pada sekolah lain untuk menggelar ujian nasional berbasis komputer (UNBK).…

Jumat, 24 Maret 2017 00:27

Tak Semua Sekolah Siap UNBK

Ujian nasional (UN) tinggal menghitung hari. Namun, tidak semua sekolah di Benua Etam siap menggelar…

Jumat, 24 Maret 2017 00:25

Sepakati Tarif Bersama, Tersangka OTT Minta Penangguhan

SAMARINDA - Aparat kepolisian mesti jeli dalam menjerat kasus operasi tangkap tangan (OTT) Tenaga Kerja…

Jumat, 24 Maret 2017 00:24

Khairuddin-Fakhruddin Gugur, Donna Menang sebelum Berperang

SAMARINDA - Musyawarah Provinsi (Musprov) VI Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltim yang rencananya…

Jumat, 24 Maret 2017 00:22

Dody Makan Gaji Buta, Negara Dirugikan

SAMARINDA – Terantup kasus korupsi berjemaah, Dody Rondonuwu lama bolos dari kantornya di DPRD…

Kamis, 23 Maret 2017 00:46

‘Bolos’ sejak Oktober, Batal Dieksekusi, Dody ‘Aman’ Lagi

SAMARINDA - Posisi Dody Rondonuwu sebagai wakil ketua DPRD Kaltim terancam. Musababnya, politikus PDI…

Kamis, 23 Maret 2017 00:45

Wow! Komura Punya Deposito Rp 320 M

BALIKPAPAN - Perkara pungutan liar (pungli) yang diduga dilakukan Koperasi Samudera Sejahtera (Komura)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .