MANAGED BY:
MINGGU
24 SEPTEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | PEMKOT | BENUA KUTIM | OLAHRAGA | ZETIZEN | SOCIETY & LENSA
Sabtu, 18 Maret 2017 00:14
Membongkar Kasus Mega Korupsi E-KTP
Akhmad Bangun Sujiwo S.H M.H

PROKAL.CO, Kekecewaan rakyat belum kembali pulih sejak terungkapnya kasus skandal mega korupsi century (2009) dan hambalang (2010) yang melibatkan beberapa pejabat publik (eksekutif dan legislatif). Rakyat Indonesia kembali dikejutkan dengan tontonan kasus skandal mega korupsi pengadaan E-KTP (Kartu Tanda Penduduk Elektronik).

Sepintas, rentetan skandal kasus korupsi ini menunjukan betapa rendahnya integritas dan sikap kenegarawanan pejabat publik di negara ini. Seolah-olah penegakan hukum terhadap skandal mega korupsi sebelumnya belum berhasil menjadi pembelajaran yang menimbulkan efek jera (preventif umum) kepada pejabat publik untuk tidak melakukan tindakan korupsi.

Kehebohan ini bermula ketika terungkapnya nama-nama mantan ataupun pejabat publik yang masih aktif, baik eksekutif maupun legislatif yang diduga menerima aliran dana skandal mega korupsi E- KTP. Nama-nama tersebut terungkap dalam Pembacaan surat dakwaan terhadap 2 terdakwa kasus E-KTP sebelumnyayaitu,  Irman dan Sugiharto. Keduanya merupakan mantan pejabat di Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).

Dalam dakwaan dijelaskan bahwa kerugian keuangan negara diperkirakan sebesar 2,3 triliun dari total angaran proyek sebesar Rp 5,9 Triliun. Uang Rp 2,3 Triliun ini diduga mengalir deras ke rekening oknum Anggota DPR RI  Komisi 2 bidang pemerintahan,  Ketua Fraksi Partai, dan Badan Anggaran periode 2009-2014.

Seolah tak mau kalah dengan oknum anggota dewan, para oknum pejabat publik di Kementrian dan BUMN juga diduga ikut menikmati dana haram dari mega skandal korupsi E-KTP tersebut. Dilihat dari pihak-pihak yang diduga menerima aliran dana yang dijabarkan dalam dakwaan oleh Jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terlihat dengan jelas bahwa skandal korupsi E-KTP ini direncanakan dan dilakukan secara terstruktur, masif dan sistematis oleh pelakunya.

Terhadap kejahatan yang demikan ini tentu penegak hukum harus berkerja ekstra keras untuk membongkarnya. Setidaknya ada bebrapa upaya yang dapat dilakukan oleh lembaga antirasuah –sebutan KPK-- untuk membongkar kasus skandal mega korupsi E-KTP ini sampai ke akar akarnya.

Pertama, mengabulkan permintaan kedua terdakwa Irman dan Sugiarto untuk menjadi justice collaborator(saksi pelaku yang bekerjasama dengan penegak hukum) dalam perkara E-KTP. Bila menjadikan keduanya sebagai justice collaborator, artinya keduanya mau bekerjasama dengan KPK untuk membuka perkara ini dengan terang benderang. Jika sudah demikian, maka KPK dapat dengan mudah untuk menelusuri semua pihak yang terlibat dalam skandal ini. Hal ini sejalan sebagaimana dijelaskan dalam SEMA (Surat Edaran Mahkamah Agung) No 4 Tahun 2011.

Kedua, menetapkan saksi-saksi yang terkait dengan skandal mega korupsi E-KTP ini dalam perlindungan LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban). Hal ini penting mengingat seorang penjahat, terlebih para koruptor akan selalu menghalalkan segala cara agar terlepas dari jeratan hukum termasuk mengintimidasi saksi. Selain itu juga untuk memberikan jaminan keamanan dan keselamatan para saksi, agar keterangan yang diberikan benar-benar apa yang mereka lihat, dengar dan alami sendiri tanpa intervensi atau dibawah ancaman pihak lain. Peran LPSK ini sebagaimana diatur dalam Undang-undang 12 Tahun 2006 jo Undang-undang 31 Tahun 2014 tentang Perlindungan Saksi dan Korban.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 20 September 2017 00:55

Bantu Perawat Meminimalkan Medication Error

Pelayanan keperawatan merupakan bagian terbesar dari pelayanan kesehatan. Meningkatkan mutu pelayanan…

Sabtu, 16 September 2017 00:26

Duka Rohingya, Duka Kita Juga

Oleh: Wardatil Hayati, S.Pd Pengajar  Aliansi Bontang Peduli, Ikatan Pemuda Baiturrahman (Idaman)…

Sabtu, 02 September 2017 00:12

Solusi Pembantaian Muslim Rohingya, Perlu Tindakan Nyata

Penulis:  Nurul Inayah, SEI Tenaga Kontrak Kementerian Agama Kota Bontang  Konflik berdarah…

Rabu, 30 Agustus 2017 00:05

Jangan Biarkan Bangsaku Krisis Arsip di Era Kemerdekaan

Kebebasan berpendapat merupakan hak asasi setiap manusia. Inilah yang selalu didengungkan, sekaligus…

Minggu, 27 Agustus 2017 00:09

Permasalahan Kulit dan Jagal

Penulis: Ust Habib Alma'ruf Mubalig Muhammadiyah  Status panitia maupun tukang jagal dalam pengurusan…

Jumat, 25 Agustus 2017 00:25

Qurban Jangan Kau Tinggalkan, Itu Ada di Al-Qur’an dan Sunnah !

Allah telah mengingatkan kita tentang ni’mat-ni’mat yang Allah karuniakan kepada seorang…

Selasa, 22 Agustus 2017 00:12

Karena Ayahku Seorang Veteran

Oleh: Muthi' Masfu'ah 'Ma'ruf' Amd (Ketua Gagas Citra Media dan Rumah Kreatif Salsabila)  Alhamdulillah,…

Jumat, 04 Agustus 2017 00:13

Apa Realisasi Pemerintah Jalankan Program Terkait Visi Misi ?

Bangga rasanya menjadi seorang putra daerah di salah satu kota kecil di Kalimantan timur. Lahir, besar…

Minggu, 23 Juli 2017 00:09

Meneguhkan Perjuangan Dakwah

oleh : Bambang Al-Fatih (Ketua BEM STIT-SYAM) Kita semua tahu, dalam menapaki perjuangan dibutuhkan…

Jumat, 07 Juli 2017 00:12

Ramadan Berlalu Raih Derajat Taqwa

Oleh: Drs. H. Syafruddin Syam, M.AP Ketua PD Muhammadiyah Kutai Timur DI tengah suasana idul fitri pada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .