MANAGED BY:
MINGGU
23 APRIL
BONTANG | BESSAI BERINTA | KUTIM | SAMARINDA | KALTIM | OLAHRAGA | ZETIZEN | SOCIETY & LENSA
Sabtu, 18 Maret 2017 00:14
Membongkar Kasus Mega Korupsi E-KTP
Akhmad Bangun Sujiwo S.H M.H

PROKAL.CO, Kekecewaan rakyat belum kembali pulih sejak terungkapnya kasus skandal mega korupsi century (2009) dan hambalang (2010) yang melibatkan beberapa pejabat publik (eksekutif dan legislatif). Rakyat Indonesia kembali dikejutkan dengan tontonan kasus skandal mega korupsi pengadaan E-KTP (Kartu Tanda Penduduk Elektronik).

Sepintas, rentetan skandal kasus korupsi ini menunjukan betapa rendahnya integritas dan sikap kenegarawanan pejabat publik di negara ini. Seolah-olah penegakan hukum terhadap skandal mega korupsi sebelumnya belum berhasil menjadi pembelajaran yang menimbulkan efek jera (preventif umum) kepada pejabat publik untuk tidak melakukan tindakan korupsi.

Kehebohan ini bermula ketika terungkapnya nama-nama mantan ataupun pejabat publik yang masih aktif, baik eksekutif maupun legislatif yang diduga menerima aliran dana skandal mega korupsi E- KTP. Nama-nama tersebut terungkap dalam Pembacaan surat dakwaan terhadap 2 terdakwa kasus E-KTP sebelumnyayaitu,  Irman dan Sugiharto. Keduanya merupakan mantan pejabat di Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).

Dalam dakwaan dijelaskan bahwa kerugian keuangan negara diperkirakan sebesar 2,3 triliun dari total angaran proyek sebesar Rp 5,9 Triliun. Uang Rp 2,3 Triliun ini diduga mengalir deras ke rekening oknum Anggota DPR RI  Komisi 2 bidang pemerintahan,  Ketua Fraksi Partai, dan Badan Anggaran periode 2009-2014.

Seolah tak mau kalah dengan oknum anggota dewan, para oknum pejabat publik di Kementrian dan BUMN juga diduga ikut menikmati dana haram dari mega skandal korupsi E-KTP tersebut. Dilihat dari pihak-pihak yang diduga menerima aliran dana yang dijabarkan dalam dakwaan oleh Jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terlihat dengan jelas bahwa skandal korupsi E-KTP ini direncanakan dan dilakukan secara terstruktur, masif dan sistematis oleh pelakunya.

Terhadap kejahatan yang demikan ini tentu penegak hukum harus berkerja ekstra keras untuk membongkarnya. Setidaknya ada bebrapa upaya yang dapat dilakukan oleh lembaga antirasuah –sebutan KPK-- untuk membongkar kasus skandal mega korupsi E-KTP ini sampai ke akar akarnya.

Pertama, mengabulkan permintaan kedua terdakwa Irman dan Sugiarto untuk menjadi justice collaborator(saksi pelaku yang bekerjasama dengan penegak hukum) dalam perkara E-KTP. Bila menjadikan keduanya sebagai justice collaborator, artinya keduanya mau bekerjasama dengan KPK untuk membuka perkara ini dengan terang benderang. Jika sudah demikian, maka KPK dapat dengan mudah untuk menelusuri semua pihak yang terlibat dalam skandal ini. Hal ini sejalan sebagaimana dijelaskan dalam SEMA (Surat Edaran Mahkamah Agung) No 4 Tahun 2011.

Kedua, menetapkan saksi-saksi yang terkait dengan skandal mega korupsi E-KTP ini dalam perlindungan LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban). Hal ini penting mengingat seorang penjahat, terlebih para koruptor akan selalu menghalalkan segala cara agar terlepas dari jeratan hukum termasuk mengintimidasi saksi. Selain itu juga untuk memberikan jaminan keamanan dan keselamatan para saksi, agar keterangan yang diberikan benar-benar apa yang mereka lihat, dengar dan alami sendiri tanpa intervensi atau dibawah ancaman pihak lain. Peran LPSK ini sebagaimana diatur dalam Undang-undang 12 Tahun 2006 jo Undang-undang 31 Tahun 2014 tentang Perlindungan Saksi dan Korban.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 23 Maret 2017 00:55

Sekulerisasi Merusak Pendidikan di Indonesia

Pendidikan Islam di Indonesia dihadapkan pada tantangan semakin berkembangnya model-model pendidikan…

Rabu, 22 Maret 2017 00:42

KUR dan Peran UMKM Terhadap Perekonomian Nasional

Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2017 oleh World Bank diprediksi pada kisaran 5% - 5.3%, ini dianggap…

Sabtu, 18 Maret 2017 00:19

Polymath dan Wajah Pendidikan di Indonesia

Polimatik ( Polymath) adalah seseorang yang pengetahuannya tidak terbatas hanya pada satu…

Kamis, 16 Maret 2017 00:30

Polymath dan Wajah Pendidikan di Indonesia

Polimatik ( Polymath) adalah seseorang yang pengetahuannya tidak terbatas hanya pada satu…

Selasa, 14 Maret 2017 18:15

“Andai Pemilu Tanpa Bawaslu”

Pemilihan umum (pemilu) merupakan sarana panggung pentas untuk berdemokrasi serta merebut kursi-kursi…

Minggu, 12 Maret 2017 01:36

Berpikir Kritis, Modal Menghadapi Tantangan Abad ke-21

Ali bin Abi Thalib pernah berkata, “Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka…

Sabtu, 11 Maret 2017 00:43

Melawan HOAX adalah Merawat Nalar

DALAM definisi populer HOAX kerap diterjemahkan sebagai tindakan dan atau produk untuk membenarkan suatu…

Kamis, 09 Maret 2017 01:05

Arsip Bisa Jadi Yatim Piatu

Penataan kelembagaan sebagai implementasi dari UU No 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah yang…

Minggu, 26 Februari 2017 00:15

Pendidikan Islam, Pembentuk Generasi Terbaik

Berkembangnya teknologi, berkembang pula media-media sosial. Namun, banyak pihak yang menyalahgunakan…

Kamis, 23 Februari 2017 00:45

Negara Perisai Keluarga Muslim

Membaca potret generasi muda saat ini seperti membuka lembaran-lembaran buram masa depan. Berbagai persoalan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .