MANAGED BY:
JUMAT
23 JUNI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | PEMKOT | BENUA KUTIM | OLAHRAGA | ZETIZEN | SOCIETY & LENSA

BENUA KUTIM

Minggu, 19 Maret 2017 00:06
Soal USBN Rawan Bocor

Pembuatan Dadakan, Kualitas Meragukan

Ilustrasi

PROKAL.CO, JAKARTA - Namanya saja berstandar nasional. Namun kualitasnya meragukan. Itulah gambaran pelaksanaan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) perdana tahun ini.

Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim mengatakan ada banyak indikator bahwa penyelenggaraan USBN terkesan “kejar tayang”.

“Saya kumpulkan pengaduan dari anggota-anggota IGI di berbagai daerah,” katanya saat dihubungi, kemarin (18/3).

Dia mencontohkan untuk ujian yang begitu penting, karena jadi penentu kelulusan siswa, soal ujian baru rampung dan diserahkan ke sekolah lima hari jelang pelaksanaan USBN. Kemudian softcopy master soal itu dicetak sendiri oleh para wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Sejatinya jika waktu penyerahan master soal ujian agak lama, ada waktu untuk dicetak di percetakan khusus.

Dia lantas menjelaskan, kondisi diperparah dengan banyaknya soal USBN yang butuh dikoreksi. Kesalahan kecil seperti abjad pilihan ganda tidak urut, tidak menggunakan huruf kapital, serta tanpa jarak spasi dengan soal di bawahnya. “Revisi butuh waktu lama. Ini yang membuat reputasi USBN diragukan,” kata dia.

Ramli menjelaskan ada desakan dari daerah supaya USBN digelar berbasis komputer. Supaya bisa mencegah kebocoran soal ujian. Sebab dengan cara ini, soal ujian bisa langsung di-input melalui panitia tingkat provinsi. Sehingga master soal USBN tidak sampai mampir ke sekolah.

Dia mengatakan muncul desakan kepada Kemendikbud supaya USBN cukup tahun ini saja. Ke depan pemerintah fokus memperkuat ujian nasional (unas). Sementara sekolah konsentrasi mensukseskan ujian sekolah (US). Dengan berlakunya USBN, kerja sekolah bertambah. Yakni selain menyiapkan US, mereka juga harus menyelenggarakan USBN.

Pengamat Pendidikan Indra Charismiadji mengatakan Kemendikbud harus konsisten ketika menjalankan USBN. Dia menegaskan jika ada unsur “berstandar nasional” maka harus total. Kemendikbud tidak bisa sekedar menitipkan 25 persen butir soal ujian kepada daerah untuk USBN.

Banyaknya sekolah yang memilih USBN dengan kertas, merupakan indikasi minimnya peran serta Kemendikbud. Indra mengatakan panitia ujian di daerah maupun sekolah, sampai sekarang masih belum maksimal menguasai komputer untuk ujian.

“Buktinya komputer siap untuk UNBK, tapi tidak digunakan untuk USBN,” jelasnya. 

Jika ada pendampingan serius oleh Kemendikbud, sejatinya mudah melatih operator di daerah untuk memasukkan butir soal USBN ke sistem aplikasi UNBK. Tapi pada praktiknya pendampingan seperti ini tidak ada. Alasannya Kemendikbud tidak menyiapkan anggaran.

“Eman komputernya jika hanya dipakai untuk UNBK saja. Lebih bermanfaat jika setiap ujian pakai komputer juga,” urai dia.

Gerbong mutasi PNS di daerah, termasuk kepala sekolah, pada Januari 2017 lalu juga ikut andil membuyarkan rencana USBN digelar berbasis komputer. Setelah ada mutasi itu, banyak kepala sekolah baru yang ambil gampangnya. Yakni memilih menjalankan USBN berbasis kertas. Sementara komputer didiamkan sampai UNBK berlangsung.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 22 Juni 2017 00:05

Pipa PDAM Kaliorang Dirusak Perusahaan, Bupati Minta Satpol PP Ambil Tindakan Tegas

SANGATTA - Dalam rapat koordinasi di Ruang Meranti, Sekretariat Kabupaten, Senin (19/6), Bupati menginstruksikan…

Kamis, 22 Juni 2017 00:04

Penyalur LPG “Nakal” di Warning, Disperindag Siap Gelar Sidak

SANGATTA - Pemerintah Kutim kembali melakukan pertemuan guna membahas kelangkaan Liquid Petroleum Gas…

Kamis, 22 Juni 2017 00:03

Masyarakat Dihimbau Lebih Waspada

SANGATTA - Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim melalui kebijakan Bupati Ismunandar dengan tegas…

Kamis, 22 Juni 2017 00:02

Tak Ada Safari Ramadan, Bupati Keliling Sangatta

SANGATTA- Tidak adanya jadwal kegiatan safari Ramadan Pemkab Kutim 2017 ini ditiadakan, dimanfaatkan…

Selasa, 20 Juni 2017 00:05

KKN Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Dukung Kutim Laik Anak

SANGATTA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta sudah mulai…

Senin, 19 Juni 2017 16:33

Buka Bersama dan Bagi Ribuan Takjil, PPP Ajak Kader Majukan Pembangunan

SANGATTA – Mendorong akselerasi pembangunan di masyarakat telah menjadi visi dan misi tersendiri…

Sabtu, 17 Juni 2017 00:07

SKK Migas Roadshow ke Pemerintah Kutim

SANGATTA - Kegiatan roadshow kelembagaan menjadi wadah bagi SKK Migas dan PT Pertamina EP Sangatta Field…

Jumat, 16 Juni 2017 00:16

Tim PKK Kutim Pererat Kekompakan

SANGATTA - Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluaga (TP PKK) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) sejauh…

Jumat, 16 Juni 2017 00:15

Bupati Rapat Bahas Kelangkaan LPG

SANGATTA - Kelangkaan tabung Liquid Petroleum Gas (LPG) ukuran 3 kilogram (kg) di Kabupaten Kutai Timur…

Jumat, 16 Juni 2017 00:14

Pengelolaan Sampah di Bengalon Belum Maksimal

SANGATTA - Saat ini Kecamatan Bengalon tengah menghadapi permasalahan sampah. Hal itu di akibatkan pengambilan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .