MANAGED BY:
MINGGU
26 MARET
BONTANG | BESSAI BERINTA | KUTIM | SAMARINDA | KALTIM | OLAHRAGA | ZETIZEN | SOCIETY & LENSA

KALTIM

Minggu, 19 Maret 2017 00:06
Soal USBN Rawan Bocor

Pembuatan Dadakan, Kualitas Meragukan

Ilustrasi

PROKAL.CO, JAKARTA - Namanya saja berstandar nasional. Namun kualitasnya meragukan. Itulah gambaran pelaksanaan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) perdana tahun ini.

Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim mengatakan ada banyak indikator bahwa penyelenggaraan USBN terkesan “kejar tayang”.

“Saya kumpulkan pengaduan dari anggota-anggota IGI di berbagai daerah,” katanya saat dihubungi, kemarin (18/3).

Dia mencontohkan untuk ujian yang begitu penting, karena jadi penentu kelulusan siswa, soal ujian baru rampung dan diserahkan ke sekolah lima hari jelang pelaksanaan USBN. Kemudian softcopy master soal itu dicetak sendiri oleh para wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Sejatinya jika waktu penyerahan master soal ujian agak lama, ada waktu untuk dicetak di percetakan khusus.

Dia lantas menjelaskan, kondisi diperparah dengan banyaknya soal USBN yang butuh dikoreksi. Kesalahan kecil seperti abjad pilihan ganda tidak urut, tidak menggunakan huruf kapital, serta tanpa jarak spasi dengan soal di bawahnya. “Revisi butuh waktu lama. Ini yang membuat reputasi USBN diragukan,” kata dia.

Ramli menjelaskan ada desakan dari daerah supaya USBN digelar berbasis komputer. Supaya bisa mencegah kebocoran soal ujian. Sebab dengan cara ini, soal ujian bisa langsung di-input melalui panitia tingkat provinsi. Sehingga master soal USBN tidak sampai mampir ke sekolah.

Dia mengatakan muncul desakan kepada Kemendikbud supaya USBN cukup tahun ini saja. Ke depan pemerintah fokus memperkuat ujian nasional (unas). Sementara sekolah konsentrasi mensukseskan ujian sekolah (US). Dengan berlakunya USBN, kerja sekolah bertambah. Yakni selain menyiapkan US, mereka juga harus menyelenggarakan USBN.

Pengamat Pendidikan Indra Charismiadji mengatakan Kemendikbud harus konsisten ketika menjalankan USBN. Dia menegaskan jika ada unsur “berstandar nasional” maka harus total. Kemendikbud tidak bisa sekedar menitipkan 25 persen butir soal ujian kepada daerah untuk USBN.

Banyaknya sekolah yang memilih USBN dengan kertas, merupakan indikasi minimnya peran serta Kemendikbud. Indra mengatakan panitia ujian di daerah maupun sekolah, sampai sekarang masih belum maksimal menguasai komputer untuk ujian.

“Buktinya komputer siap untuk UNBK, tapi tidak digunakan untuk USBN,” jelasnya. 

Jika ada pendampingan serius oleh Kemendikbud, sejatinya mudah melatih operator di daerah untuk memasukkan butir soal USBN ke sistem aplikasi UNBK. Tapi pada praktiknya pendampingan seperti ini tidak ada. Alasannya Kemendikbud tidak menyiapkan anggaran.

“Eman komputernya jika hanya dipakai untuk UNBK saja. Lebih bermanfaat jika setiap ujian pakai komputer juga,” urai dia.

Gerbong mutasi PNS di daerah, termasuk kepala sekolah, pada Januari 2017 lalu juga ikut andil membuyarkan rencana USBN digelar berbasis komputer. Setelah ada mutasi itu, banyak kepala sekolah baru yang ambil gampangnya. Yakni memilih menjalankan USBN berbasis kertas. Sementara komputer didiamkan sampai UNBK berlangsung.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 25 Maret 2017 00:17

Terkait Abdul Gafur, Golkar Kaltim Lapor Pusat

SAMARINDA - DPD I Golkar Kaltim mengklaim sudah memberi toleransi untuk Rahmad Mas'ud terkait status…

Sabtu, 25 Maret 2017 00:16

Demokrat-Golkar Memanas, Hinca Panjaitan Ultimatum Rita Widyasari

“Saya minta saudari Rita Widyasari tidak mencampuri urusan rumah tangga Partai Demokrat dan berpolitiklah…

Sabtu, 25 Maret 2017 00:11

Pemilu Meksiko Lebih Maju

JAKARTA - Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-undang (RUU) Penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu)…

Senin, 20 Maret 2017 23:33

SMAIT Nurul Ilmi Gelar Try Out UBK

TENGGARONG – Hari pertama gelaran try out ujian berbasis komputer (UBK) di Sekolah Menengah Atas…

Kamis, 16 Maret 2017 00:15

Rahmad Ketua Golkar, Abdulloh Walk Out

BALIKPAPAN - Musda (Musyawarah Daerah) Golkar Balikpapan berjalan lancar. Rahmad Mas’ud, …

Selasa, 14 Maret 2017 18:27

Rapat Tanpa Hasil, Pilgub Terancam Molor

SAMARINDA - Nasib Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018 masih terkatung-katung. Kejelasan kucuran…

Selasa, 14 Maret 2017 18:21

Besok Musda Golkar Balikpapan Digelar

BALIKPAPAN - Musda Golkar Balikpapan dipastikan berlangsung Rabu (15/3) besok. Ketua DPD I Golkar Kaltim,…

Senin, 13 Maret 2017 00:51

Musda Golkar Digelar Rabu,Rahmad-Abdulloh Punya Komitmen Sama

SAMARINDA - Pelaksana tugas (plt) ketua DPD II Golkar Balikpapan, Abdul Kadir meyakini, jadwal pelaksanaan…

Rabu, 08 Maret 2017 00:39

Mesranya Yusran-Hadi, Isyaratkan Koalisi Merah-Putih Kaltim

PENAJAM - Utak-atik soal siapa berpasangan dengan siapa pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018…

Jumat, 03 Maret 2017 00:16

Untuk Memulai Tahapan Pilgub Tahun Ini, KPU Butuh Rp 70 M

Badai defisit menimbulkan prahara. Semua sektor terdampak. Bahkan, kenduri demokrasi terbesar di Benua…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .