MANAGED BY:
MINGGU
26 MARET
BONTANG | BESSAI BERINTA | KUTIM | SAMARINDA | KALTIM | OLAHRAGA | ZETIZEN | SOCIETY & LENSA

KUTIM

Senin, 20 Maret 2017 16:32
Pangan Kutim Tercampakkan

Hanya Fokus di Perkebunan

PROKAL.CO, SANGATTA – Tanaman palawija maupun holtikultura di Kutim semakin terabaikan. Kutim dianggap lebih condong mengutamakan perkebunan seperti sawit dan karet. Akibatnya, Kutim mengalami krisis kedua tanaman tersebut. Padahal sebelum Kutim dimekarkan, beberapa kecamatan seperti Muara Bengkal merupakan penghasil terbesar. Hebatnya, sampai ekspor dalam negeri.

“Kita memiliki masalah pertanian pangan saat ini. Saya ingat dulu Muara Ancalong dan Muara Bengkal merupakan kawasan palawija saat masih Kutai. Panen melimpah sampai ekspor. Karena penataan masalah pangan dibidang palawija sangat diperhatikan. Sekarang kita jadi kabupaten, masalah palawija seperti kedelai hilang. Masalah  holtikultura seperti pisang mulai hilang. Jadi hampir hilang semua saat ini,” ujar Pemerhati Pertanian, Halidin Katung.

Kutim, saat ini  jauh tertinggal dengan beberapa kabupaten tertangga lainnya. Pasalnya, daerah tersebut menyeimbangkan antara tanaman pangan dengan perkebunan. Bahkan tak sedikit yang mengutamakan tanaman pangan. Sehingga, tidak mengalami krisis seperti yang dialami Kutim saat ini. “Kita tertinggal dengan Panajam, Paser Utara, Kutai Kartanegara, dan Berau,” katanya.

Dirinya meminta agar masa makmur dahulu dikembalikan lagi seperti semula. Ada beberapa upaya agar tanaman pangan Kutim kembali Berjaya. Pertama, melakukan usaha tani dengan intensifikasi. Intensifikasi merupakan pemanfaatan bibit, pupuk, pemberantasan hama dan pengairan secara tersier, sekunder, dan primer yang benar dan baik  serta menyiapkan pola bercocok tanam modern.

Kemudian, eksistensifikasi. Merupakan pemanfaatan lahan kosong yang belum dimanfaatkan semaksimal mungkin. Seperti melakukan cetak lahan sawah baru dan atau perluasan areal, pemanfaatan lahan tidur baik hutan ringan maupun utan semak. Dengan catatan, tidak menggarap hutan berat karena merupakan keseimbangan manusia.

Selanjutnya, dipersifikasi tanaman. Langkah ini dianggap perlu untuk menyeimbangkan antara tanaman pangan yang satu dengan yang lainnya. Jika tanaman ladang, tidak hanya fokus pada kedelai, akan tetapi diselingi dengan komoditi lain seperti jagung, kacang tanah, serta ubi kayu. Begitupun jika dipersawahan tidak hanya menanam padi, juga perlu ditebar ikan di areal tersebut.

Terakhir ialah Rehabilitasi. Mulai dari perbaikan saluran air, waduk, bendungan sampai perbaikan cara tanam.Kemudian, selain petani yang mendapatkan bimbingan, para penyuluh pertanian juga wajib dibina. Tak kalah penting, satu desa satu penyuluh. Hal ini dimaksud agar kinerja penyuluh lebih efesien, efektif, dan fokus dalam bekerja.

“Kenapa tidak kita benahi lagi dengan baik. Yang tua hilang yang muda lagi bergerak. Sektor pangan dikemas dengan rapi. Diprogramkan secara terpadu dan konprehensif. Sehingga semua pekerjaan dalam pertanian pangan, terkonsentrasi, terfokus, terkoordinasi, dengan baik dan terpadu. Sehingga daerah kita ini tidak hanya dilihat dari sektor kelapa sawit saja, tetapi pangan juga,” katanya.

Hal senada juga diutarakan oleh, Sekretaris Umum, DPD KNPI, Arham. Selaku pemuda dirinya menilai pemerintah mulai mengabaikan sektor tanaman pangan. Padahal, Kutim kaya dan unggul dengan daerah lain. Karena minimnya perhatian dan keseriuasan,   akhirnya Kutim tertinggal jauh dengan daerah tetangga.

“Luas sawah komoditi padi eksisting di Kutim 6.458 hektar  ditambah dengan pencadangan food estate seperti jagung, singkong dan lainnya seluas 62.634 hektar. Belum lagi ditambah dengan rehabilitasi dan penghijauan di lahan kritis. Jika potensi tersebut dimaksimalkan, seharusnya Kutim mandiri pangan. Baik berupa padi, jagung, kedelai, dan lainnya,” kata Arham yang juga merupakan alumni pertanian tersebut. (dy)


BACA JUGA

Minggu, 26 Maret 2017 00:45

Lalulintas Kutim Padat, Dishub Wacanakan Pakai Sistem Pengendali Lalin Terpadu

SANGATTA - Meski tergolong kota kecil, namun siapa sangka kepadatan arus lalulintas  (Lalin) di…

Minggu, 26 Maret 2017 00:44

IDIH!!! WC Kantor Bupati Jorok

SANGATTA –Beberapa pengunjung Kantor Bupati mengeluh atas buruknya perawatan WC di Pemkab Kutim.…

Minggu, 26 Maret 2017 00:43

Uang Pengganti Korupsi Paramotor, Baru Rp 50 Juta Masuk Kas Daerah

SANGATTA - Meski telah divonis bersalah dan menjalani hukuman di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Tenggarong,…

Minggu, 26 Maret 2017 00:43

Marak Depot Tak laik, DPRD Kawal Perda

SANGATTA - Demi menjamin kualitas air galon yang dijual pengusaha depot di Kutim,…

Minggu, 26 Maret 2017 00:41

Persiapan MTQ Kutim Capai 99 Persen

SANGATTA – Setelah terkendala berbagai persiapan teknis, kini persiapan Teluk Pandan sebagai…

Sabtu, 25 Maret 2017 00:25

Gara-Gara Alat Rusak, Perbaikan Jalan Ranpul Tertunda

SANGATTA - Perbaikan Jalan Sangatta Rantau Pulung yang mengalami kerusakan, Selasa (21/3) lalu akan…

Sabtu, 25 Maret 2017 00:24

WADUH!!! Baru Dibangun, Parit Ambruk

SANGATTA - Meski baru selesai di bangun tahun lalu, namun kondisi drainase atau parit di belakang kantor…

Sabtu, 25 Maret 2017 00:23

Polisi Amankan 30 Unit BB Curanmor Sejak 2016

SANGATTA - Bagi warga Kutai Timur (Kutim) khususnya Sangatta yang merasa kehilangan sepeda motor miliknya…

Sabtu, 25 Maret 2017 00:20

Dua RS di Kutim Jajaki Kerja Sama dengan BPJS

SANGATTA – Keluhan masyarakat mengenai minimnya jumlah Rumah Sakit (RS) di Kutim yang bekerjasama…

Jumat, 24 Maret 2017 00:39

RSUD AWS: Usus Nurul Dikeluarkan Sesuai dengan Penanganan Medis

SANGATTA – Usus terurai dari perut balita 3 tahun Nurul dikatakan bukan kesalahan pihak Rumah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .