MANAGED BY:
RABU
24 MEI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | PEMKOT | BENUA KUTIM | OLAHRAGA | ZETIZEN | SOCIETY & LENSA

SANGATTA POST

Senin, 20 Maret 2017 16:32
Pangan Kutim Tercampakkan

Hanya Fokus di Perkebunan

PROKAL.CO, SANGATTA – Tanaman palawija maupun holtikultura di Kutim semakin terabaikan. Kutim dianggap lebih condong mengutamakan perkebunan seperti sawit dan karet. Akibatnya, Kutim mengalami krisis kedua tanaman tersebut. Padahal sebelum Kutim dimekarkan, beberapa kecamatan seperti Muara Bengkal merupakan penghasil terbesar. Hebatnya, sampai ekspor dalam negeri.

“Kita memiliki masalah pertanian pangan saat ini. Saya ingat dulu Muara Ancalong dan Muara Bengkal merupakan kawasan palawija saat masih Kutai. Panen melimpah sampai ekspor. Karena penataan masalah pangan dibidang palawija sangat diperhatikan. Sekarang kita jadi kabupaten, masalah palawija seperti kedelai hilang. Masalah  holtikultura seperti pisang mulai hilang. Jadi hampir hilang semua saat ini,” ujar Pemerhati Pertanian, Halidin Katung.

Kutim, saat ini  jauh tertinggal dengan beberapa kabupaten tertangga lainnya. Pasalnya, daerah tersebut menyeimbangkan antara tanaman pangan dengan perkebunan. Bahkan tak sedikit yang mengutamakan tanaman pangan. Sehingga, tidak mengalami krisis seperti yang dialami Kutim saat ini. “Kita tertinggal dengan Panajam, Paser Utara, Kutai Kartanegara, dan Berau,” katanya.

Dirinya meminta agar masa makmur dahulu dikembalikan lagi seperti semula. Ada beberapa upaya agar tanaman pangan Kutim kembali Berjaya. Pertama, melakukan usaha tani dengan intensifikasi. Intensifikasi merupakan pemanfaatan bibit, pupuk, pemberantasan hama dan pengairan secara tersier, sekunder, dan primer yang benar dan baik  serta menyiapkan pola bercocok tanam modern.

Kemudian, eksistensifikasi. Merupakan pemanfaatan lahan kosong yang belum dimanfaatkan semaksimal mungkin. Seperti melakukan cetak lahan sawah baru dan atau perluasan areal, pemanfaatan lahan tidur baik hutan ringan maupun utan semak. Dengan catatan, tidak menggarap hutan berat karena merupakan keseimbangan manusia.

Selanjutnya, dipersifikasi tanaman. Langkah ini dianggap perlu untuk menyeimbangkan antara tanaman pangan yang satu dengan yang lainnya. Jika tanaman ladang, tidak hanya fokus pada kedelai, akan tetapi diselingi dengan komoditi lain seperti jagung, kacang tanah, serta ubi kayu. Begitupun jika dipersawahan tidak hanya menanam padi, juga perlu ditebar ikan di areal tersebut.

Terakhir ialah Rehabilitasi. Mulai dari perbaikan saluran air, waduk, bendungan sampai perbaikan cara tanam.Kemudian, selain petani yang mendapatkan bimbingan, para penyuluh pertanian juga wajib dibina. Tak kalah penting, satu desa satu penyuluh. Hal ini dimaksud agar kinerja penyuluh lebih efesien, efektif, dan fokus dalam bekerja.

“Kenapa tidak kita benahi lagi dengan baik. Yang tua hilang yang muda lagi bergerak. Sektor pangan dikemas dengan rapi. Diprogramkan secara terpadu dan konprehensif. Sehingga semua pekerjaan dalam pertanian pangan, terkonsentrasi, terfokus, terkoordinasi, dengan baik dan terpadu. Sehingga daerah kita ini tidak hanya dilihat dari sektor kelapa sawit saja, tetapi pangan juga,” katanya.

Hal senada juga diutarakan oleh, Sekretaris Umum, DPD KNPI, Arham. Selaku pemuda dirinya menilai pemerintah mulai mengabaikan sektor tanaman pangan. Padahal, Kutim kaya dan unggul dengan daerah lain. Karena minimnya perhatian dan keseriuasan,   akhirnya Kutim tertinggal jauh dengan daerah tetangga.

“Luas sawah komoditi padi eksisting di Kutim 6.458 hektar  ditambah dengan pencadangan food estate seperti jagung, singkong dan lainnya seluas 62.634 hektar. Belum lagi ditambah dengan rehabilitasi dan penghijauan di lahan kritis. Jika potensi tersebut dimaksimalkan, seharusnya Kutim mandiri pangan. Baik berupa padi, jagung, kedelai, dan lainnya,” kata Arham yang juga merupakan alumni pertanian tersebut. (dy)


BACA JUGA

Selasa, 23 Mei 2017 00:29

Marak Prostitusi Terselung, THM Wajib Tutup Permanen

SANGATTA - Assisten 1 Pemkab Kutim Mugeni meminta semua Tempat Hiburan Malam (THM) segera ditutup permanen. Perintah…

Selasa, 23 Mei 2017 00:28

Sekolah Dilarang Keluarkan Siswa yang Hamil Luar Nikah

SANGATTA - Kepala Dinas Pemberdayaan Wanita dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutim Aisyah, meminta sekolah…

Selasa, 23 Mei 2017 00:27

Pemkab Kutim Tetap Perjuangkan Pemekaran Kutara

SANGATTA - Pelaksanaan otonomi daerah saat ini jauh berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya. Sebab,…

Selasa, 23 Mei 2017 00:26

Pemetaan Wisata, jadi Rujukan di Masa Depan

SANGATTA – Daya dukung leading sektor atau sektor utama dalam pembangunan perekonomian masyarakat…

Selasa, 23 Mei 2017 00:19

Hasil Tes Seleksi Kadis Segera Diumumkan

SANGATTA - Setelah melalui berbagai proses dan tahapan, seleksi terbuka Jabatan Pejabat Tinggi (JPT)…

Selasa, 23 Mei 2017 00:19

Bupati Minta IKA Stiper Tanam Singkong

SANGATTA - Bupati Kutim Ismunandar meminta kepada Ikatan Keluarga Alumni Sekolah Tinggi Pertanian (IKA…

Selasa, 23 Mei 2017 00:17

174 Pelajar Terjaring Razia Operasi Mahakam

SANGATTA - Operasi Patuh Mahakam 2017 yang dilaksanakan sejak tanggal 9-22 Mei benar-benar cukup ampuh…

Senin, 22 Mei 2017 18:57

Pengurus Perhapi Kutim Resmi Dilantik, Siap Majukan Industri Pertambangan

SANGATTA - Memajukan industri pertambangan adalah salah satu keinginan dari pengurus Perhimpunan Ahli…

Senin, 22 Mei 2017 18:54

Ngoteng, 12 Pelajar dan Dua Gepeng Lansia Diamankan

SANGATTA – Bukannya belajar, para pelajar ini justru melakukan perilaku negatif. Beramai-ramai…

Senin, 22 Mei 2017 18:53

HEBAT!!! Wakili Indonesia, Siswa Kutim Go Asia

TABINA Nur Romondang (11) dan Muhammad Rafi Hartono (11) laik kiranya mendapatkan apresiasi. Pasalnya,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .