MANAGED BY:
RABU
20 JUNI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Senin, 20 Maret 2017 16:32
Pangan Kutim Tercampakkan

Hanya Fokus di Perkebunan

PROKAL.CO, SANGATTA – Tanaman palawija maupun holtikultura di Kutim semakin terabaikan. Kutim dianggap lebih condong mengutamakan perkebunan seperti sawit dan karet. Akibatnya, Kutim mengalami krisis kedua tanaman tersebut. Padahal sebelum Kutim dimekarkan, beberapa kecamatan seperti Muara Bengkal merupakan penghasil terbesar. Hebatnya, sampai ekspor dalam negeri.

“Kita memiliki masalah pertanian pangan saat ini. Saya ingat dulu Muara Ancalong dan Muara Bengkal merupakan kawasan palawija saat masih Kutai. Panen melimpah sampai ekspor. Karena penataan masalah pangan dibidang palawija sangat diperhatikan. Sekarang kita jadi kabupaten, masalah palawija seperti kedelai hilang. Masalah  holtikultura seperti pisang mulai hilang. Jadi hampir hilang semua saat ini,” ujar Pemerhati Pertanian, Halidin Katung.

Kutim, saat ini  jauh tertinggal dengan beberapa kabupaten tertangga lainnya. Pasalnya, daerah tersebut menyeimbangkan antara tanaman pangan dengan perkebunan. Bahkan tak sedikit yang mengutamakan tanaman pangan. Sehingga, tidak mengalami krisis seperti yang dialami Kutim saat ini. “Kita tertinggal dengan Panajam, Paser Utara, Kutai Kartanegara, dan Berau,” katanya.

Dirinya meminta agar masa makmur dahulu dikembalikan lagi seperti semula. Ada beberapa upaya agar tanaman pangan Kutim kembali Berjaya. Pertama, melakukan usaha tani dengan intensifikasi. Intensifikasi merupakan pemanfaatan bibit, pupuk, pemberantasan hama dan pengairan secara tersier, sekunder, dan primer yang benar dan baik  serta menyiapkan pola bercocok tanam modern.

Kemudian, eksistensifikasi. Merupakan pemanfaatan lahan kosong yang belum dimanfaatkan semaksimal mungkin. Seperti melakukan cetak lahan sawah baru dan atau perluasan areal, pemanfaatan lahan tidur baik hutan ringan maupun utan semak. Dengan catatan, tidak menggarap hutan berat karena merupakan keseimbangan manusia.

Selanjutnya, dipersifikasi tanaman. Langkah ini dianggap perlu untuk menyeimbangkan antara tanaman pangan yang satu dengan yang lainnya. Jika tanaman ladang, tidak hanya fokus pada kedelai, akan tetapi diselingi dengan komoditi lain seperti jagung, kacang tanah, serta ubi kayu. Begitupun jika dipersawahan tidak hanya menanam padi, juga perlu ditebar ikan di areal tersebut.

Terakhir ialah Rehabilitasi. Mulai dari perbaikan saluran air, waduk, bendungan sampai perbaikan cara tanam.Kemudian, selain petani yang mendapatkan bimbingan, para penyuluh pertanian juga wajib dibina. Tak kalah penting, satu desa satu penyuluh. Hal ini dimaksud agar kinerja penyuluh lebih efesien, efektif, dan fokus dalam bekerja.

“Kenapa tidak kita benahi lagi dengan baik. Yang tua hilang yang muda lagi bergerak. Sektor pangan dikemas dengan rapi. Diprogramkan secara terpadu dan konprehensif. Sehingga semua pekerjaan dalam pertanian pangan, terkonsentrasi, terfokus, terkoordinasi, dengan baik dan terpadu. Sehingga daerah kita ini tidak hanya dilihat dari sektor kelapa sawit saja, tetapi pangan juga,” katanya.

Hal senada juga diutarakan oleh, Sekretaris Umum, DPD KNPI, Arham. Selaku pemuda dirinya menilai pemerintah mulai mengabaikan sektor tanaman pangan. Padahal, Kutim kaya dan unggul dengan daerah lain. Karena minimnya perhatian dan keseriuasan,   akhirnya Kutim tertinggal jauh dengan daerah tetangga.

“Luas sawah komoditi padi eksisting di Kutim 6.458 hektar  ditambah dengan pencadangan food estate seperti jagung, singkong dan lainnya seluas 62.634 hektar. Belum lagi ditambah dengan rehabilitasi dan penghijauan di lahan kritis. Jika potensi tersebut dimaksimalkan, seharusnya Kutim mandiri pangan. Baik berupa padi, jagung, kedelai, dan lainnya,” kata Arham yang juga merupakan alumni pertanian tersebut. (dy)


BACA JUGA

Selasa, 19 Juni 2018 00:03
Pilgub Kaltim 2018

Halal Bihalal Diawasi, Hari Raya Harus Bebas Kampanye

SANGATTA - Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) dilibatkan dalam rangka pengawasan dan antisipasi…

Selasa, 19 Juni 2018 00:03
ARUS BALIK

Arus Balik Masih 'Sepi'

  SANGATTA - Operator terminal tipe B Sangatta, Tulus Widodo mengatakan bus yang melayani rute…

Selasa, 19 Juni 2018 00:03

Pemuda Ditemukan Tewas Tergantung

SANGATTA - Lemahnya iman membuat setan leluasa membujuk manusia untuk berbuat dosa.  Terus berbuat…

Selasa, 19 Juni 2018 00:03

Skill Sudah Mumpuni, Tukang Jagal Tetap Butuh Sertifikasi

SANGATTA - Pentingnya petugas pemotong hewan atau akrap disebut tukang jagal menjadi perhatian Dinas…

Selasa, 19 Juni 2018 00:03

Perusahaan Seharusnya Prioritaskan Tenaga Lokal

SANGATTA - Perusahaan yang beroperasi di Kutim diminta memprioritaskan tenaga kerja lokal. Hal tersebut…

Selasa, 19 Juni 2018 00:03

Dijadwalkan Libur Idulfitri, Pasukan Kuning Terus Bertugas Membuat Lebaran Bersih

SANGATTA - Masyarakat Kutai Timur sempat diimbau untuk tidak membuang sampah pada Idulfitri pertama…

Minggu, 17 Juni 2018 00:44

Tambah Libur, Bersiap Dipotong Gaji

SANGATTA - Libur Idulfitri 1439 H telah ditentukan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Di…

Minggu, 17 Juni 2018 00:42
ARUS MUDIK

Polres Kutim Siap Amankan Momen Mudik

SANGATTA - Menjelang Idulfitri 1439 H, Kepolisian Resort (Polres) Kutai Timur (Kutim) mendirikan pos…

Jumat, 15 Juni 2018 02:26

BPJS Peringati Faskes yang Tolak Pasien

SANGATTA-Kepala Cabang Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesahatan Sangatta, Nurlia Afyanti…

Kamis, 14 Juni 2018 02:11

Jika Nekat Mainkan Harga Pasar, Ancam Sikat Pengusaha Nakal

SANGATTA- Beberapa bahan pokok menjelang hari raya sedikit mengalami kenaikan.  Meskipun tak signifikan. …
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .