MANAGED BY:
JUMAT
23 JUNI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | PEMKOT | BENUA KUTIM | OLAHRAGA | ZETIZEN | SOCIETY & LENSA

SANGATTA POST

Senin, 20 Maret 2017 16:32
Pangan Kutim Tercampakkan

Hanya Fokus di Perkebunan

PROKAL.CO, SANGATTA – Tanaman palawija maupun holtikultura di Kutim semakin terabaikan. Kutim dianggap lebih condong mengutamakan perkebunan seperti sawit dan karet. Akibatnya, Kutim mengalami krisis kedua tanaman tersebut. Padahal sebelum Kutim dimekarkan, beberapa kecamatan seperti Muara Bengkal merupakan penghasil terbesar. Hebatnya, sampai ekspor dalam negeri.

“Kita memiliki masalah pertanian pangan saat ini. Saya ingat dulu Muara Ancalong dan Muara Bengkal merupakan kawasan palawija saat masih Kutai. Panen melimpah sampai ekspor. Karena penataan masalah pangan dibidang palawija sangat diperhatikan. Sekarang kita jadi kabupaten, masalah palawija seperti kedelai hilang. Masalah  holtikultura seperti pisang mulai hilang. Jadi hampir hilang semua saat ini,” ujar Pemerhati Pertanian, Halidin Katung.

Kutim, saat ini  jauh tertinggal dengan beberapa kabupaten tertangga lainnya. Pasalnya, daerah tersebut menyeimbangkan antara tanaman pangan dengan perkebunan. Bahkan tak sedikit yang mengutamakan tanaman pangan. Sehingga, tidak mengalami krisis seperti yang dialami Kutim saat ini. “Kita tertinggal dengan Panajam, Paser Utara, Kutai Kartanegara, dan Berau,” katanya.

Dirinya meminta agar masa makmur dahulu dikembalikan lagi seperti semula. Ada beberapa upaya agar tanaman pangan Kutim kembali Berjaya. Pertama, melakukan usaha tani dengan intensifikasi. Intensifikasi merupakan pemanfaatan bibit, pupuk, pemberantasan hama dan pengairan secara tersier, sekunder, dan primer yang benar dan baik  serta menyiapkan pola bercocok tanam modern.

Kemudian, eksistensifikasi. Merupakan pemanfaatan lahan kosong yang belum dimanfaatkan semaksimal mungkin. Seperti melakukan cetak lahan sawah baru dan atau perluasan areal, pemanfaatan lahan tidur baik hutan ringan maupun utan semak. Dengan catatan, tidak menggarap hutan berat karena merupakan keseimbangan manusia.

Selanjutnya, dipersifikasi tanaman. Langkah ini dianggap perlu untuk menyeimbangkan antara tanaman pangan yang satu dengan yang lainnya. Jika tanaman ladang, tidak hanya fokus pada kedelai, akan tetapi diselingi dengan komoditi lain seperti jagung, kacang tanah, serta ubi kayu. Begitupun jika dipersawahan tidak hanya menanam padi, juga perlu ditebar ikan di areal tersebut.

Terakhir ialah Rehabilitasi. Mulai dari perbaikan saluran air, waduk, bendungan sampai perbaikan cara tanam.Kemudian, selain petani yang mendapatkan bimbingan, para penyuluh pertanian juga wajib dibina. Tak kalah penting, satu desa satu penyuluh. Hal ini dimaksud agar kinerja penyuluh lebih efesien, efektif, dan fokus dalam bekerja.

“Kenapa tidak kita benahi lagi dengan baik. Yang tua hilang yang muda lagi bergerak. Sektor pangan dikemas dengan rapi. Diprogramkan secara terpadu dan konprehensif. Sehingga semua pekerjaan dalam pertanian pangan, terkonsentrasi, terfokus, terkoordinasi, dengan baik dan terpadu. Sehingga daerah kita ini tidak hanya dilihat dari sektor kelapa sawit saja, tetapi pangan juga,” katanya.

Hal senada juga diutarakan oleh, Sekretaris Umum, DPD KNPI, Arham. Selaku pemuda dirinya menilai pemerintah mulai mengabaikan sektor tanaman pangan. Padahal, Kutim kaya dan unggul dengan daerah lain. Karena minimnya perhatian dan keseriuasan,   akhirnya Kutim tertinggal jauh dengan daerah tetangga.

“Luas sawah komoditi padi eksisting di Kutim 6.458 hektar  ditambah dengan pencadangan food estate seperti jagung, singkong dan lainnya seluas 62.634 hektar. Belum lagi ditambah dengan rehabilitasi dan penghijauan di lahan kritis. Jika potensi tersebut dimaksimalkan, seharusnya Kutim mandiri pangan. Baik berupa padi, jagung, kedelai, dan lainnya,” kata Arham yang juga merupakan alumni pertanian tersebut. (dy)


BACA JUGA

Kamis, 22 Juni 2017 00:12

Satu Pelaku Perampokan Rp 1,1 Milliar Tertangkap

SANGATTA - Satu pelaku perampokan PT PT Multy Pasific Indonesia (MPI) di Kecamatan Karangan berhasil…

Kamis, 22 Juni 2017 00:11

Izin Pelabuhan Terbit Jika Pekerjaan Selesai, Tahap Awal hanya Izin Sementara

SANGATTA - Hasil pertemuan dengan Kementerian Perhubungan terkait masalah izin operasional Pelabuhan…

Kamis, 22 Juni 2017 00:09

Layani Pemudik, Diskes Sebar Posko Kesehatan

 SANGATTA - Untuk menjaga kesehatan masyarakat saat mudik dan balik lebaran, Dinas Kesehatan (Diskes)…

Kamis, 22 Juni 2017 00:09

RSUD Diminta Standby

SANGATTA- Bupati Kutim Ismunandar meminta kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga Sangatta untuk…

Kamis, 22 Juni 2017 00:08

Marak Penggunaan Formalin, DKP Datangkan Ice Flake Machine

SANGATTA- Maraknya penggunaan formalin untuk mengawetkan ikan membuat Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP)…

Kamis, 22 Juni 2017 00:07

Yusuf Nahkodai HMI MPO Sangatta

SANGATTA - Muhammad Yusuf Arafat resmi menahkodai Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Majelis Penyelamat…

Rabu, 21 Juni 2017 00:10

‘Minta THR’, Ratusan Warga Geruduk Kantor DPRD

SANGATTA – Ratusan warga mendatangi gedung DPRD Kutim, Selasa (20/6) siang kemarin. Mereka hendak…

Rabu, 21 Juni 2017 00:09

Polisi Masih Terus Buru Perampok Rp 1,1 M

SANGATTA - Hingga, Selasa (20/6) tim operasional Reserse Kriminal Kepolisian Resort Kutai Timur (Satreskrim…

Rabu, 21 Juni 2017 00:08

Pelaku di Bawah Umur, Pengacara Minta Ringankan Hukuman

SANGATTA- Kasus pembunuhan terhadap  Muhammad Vicki Sayudi bin Zakaria yang dilakukan oleh Br (17)…

Rabu, 21 Juni 2017 00:06

Tiga Kepala OPD Dilantik 2018

SANGATTA - Tiga Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkab Kutim kemungkinan baru dilantik pada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .