MANAGED BY:
MINGGU
23 APRIL
BONTANG | BESSAI BERINTA | KUTIM | SAMARINDA | KALTIM | OLAHRAGA | ZETIZEN | SOCIETY & LENSA

KUTIM

Senin, 20 Maret 2017 16:32
Pangan Kutim Tercampakkan

Hanya Fokus di Perkebunan

PROKAL.CO, SANGATTA – Tanaman palawija maupun holtikultura di Kutim semakin terabaikan. Kutim dianggap lebih condong mengutamakan perkebunan seperti sawit dan karet. Akibatnya, Kutim mengalami krisis kedua tanaman tersebut. Padahal sebelum Kutim dimekarkan, beberapa kecamatan seperti Muara Bengkal merupakan penghasil terbesar. Hebatnya, sampai ekspor dalam negeri.

“Kita memiliki masalah pertanian pangan saat ini. Saya ingat dulu Muara Ancalong dan Muara Bengkal merupakan kawasan palawija saat masih Kutai. Panen melimpah sampai ekspor. Karena penataan masalah pangan dibidang palawija sangat diperhatikan. Sekarang kita jadi kabupaten, masalah palawija seperti kedelai hilang. Masalah  holtikultura seperti pisang mulai hilang. Jadi hampir hilang semua saat ini,” ujar Pemerhati Pertanian, Halidin Katung.

Kutim, saat ini  jauh tertinggal dengan beberapa kabupaten tertangga lainnya. Pasalnya, daerah tersebut menyeimbangkan antara tanaman pangan dengan perkebunan. Bahkan tak sedikit yang mengutamakan tanaman pangan. Sehingga, tidak mengalami krisis seperti yang dialami Kutim saat ini. “Kita tertinggal dengan Panajam, Paser Utara, Kutai Kartanegara, dan Berau,” katanya.

Dirinya meminta agar masa makmur dahulu dikembalikan lagi seperti semula. Ada beberapa upaya agar tanaman pangan Kutim kembali Berjaya. Pertama, melakukan usaha tani dengan intensifikasi. Intensifikasi merupakan pemanfaatan bibit, pupuk, pemberantasan hama dan pengairan secara tersier, sekunder, dan primer yang benar dan baik  serta menyiapkan pola bercocok tanam modern.

Kemudian, eksistensifikasi. Merupakan pemanfaatan lahan kosong yang belum dimanfaatkan semaksimal mungkin. Seperti melakukan cetak lahan sawah baru dan atau perluasan areal, pemanfaatan lahan tidur baik hutan ringan maupun utan semak. Dengan catatan, tidak menggarap hutan berat karena merupakan keseimbangan manusia.

Selanjutnya, dipersifikasi tanaman. Langkah ini dianggap perlu untuk menyeimbangkan antara tanaman pangan yang satu dengan yang lainnya. Jika tanaman ladang, tidak hanya fokus pada kedelai, akan tetapi diselingi dengan komoditi lain seperti jagung, kacang tanah, serta ubi kayu. Begitupun jika dipersawahan tidak hanya menanam padi, juga perlu ditebar ikan di areal tersebut.

Terakhir ialah Rehabilitasi. Mulai dari perbaikan saluran air, waduk, bendungan sampai perbaikan cara tanam.Kemudian, selain petani yang mendapatkan bimbingan, para penyuluh pertanian juga wajib dibina. Tak kalah penting, satu desa satu penyuluh. Hal ini dimaksud agar kinerja penyuluh lebih efesien, efektif, dan fokus dalam bekerja.

“Kenapa tidak kita benahi lagi dengan baik. Yang tua hilang yang muda lagi bergerak. Sektor pangan dikemas dengan rapi. Diprogramkan secara terpadu dan konprehensif. Sehingga semua pekerjaan dalam pertanian pangan, terkonsentrasi, terfokus, terkoordinasi, dengan baik dan terpadu. Sehingga daerah kita ini tidak hanya dilihat dari sektor kelapa sawit saja, tetapi pangan juga,” katanya.

Hal senada juga diutarakan oleh, Sekretaris Umum, DPD KNPI, Arham. Selaku pemuda dirinya menilai pemerintah mulai mengabaikan sektor tanaman pangan. Padahal, Kutim kaya dan unggul dengan daerah lain. Karena minimnya perhatian dan keseriuasan,   akhirnya Kutim tertinggal jauh dengan daerah tetangga.

“Luas sawah komoditi padi eksisting di Kutim 6.458 hektar  ditambah dengan pencadangan food estate seperti jagung, singkong dan lainnya seluas 62.634 hektar. Belum lagi ditambah dengan rehabilitasi dan penghijauan di lahan kritis. Jika potensi tersebut dimaksimalkan, seharusnya Kutim mandiri pangan. Baik berupa padi, jagung, kedelai, dan lainnya,” kata Arham yang juga merupakan alumni pertanian tersebut. (dy)


BACA JUGA

Minggu, 23 April 2017 00:22

Waspada Kejahatan Seksual Pada Anak,Polres Sudah Terima 10 Laporan

SANGATTA - Para orang tua, kini harus lebih bersungguh-sungguh dalam mengawasi buah hatinya, agar jangan…

Minggu, 23 April 2017 00:21

WADUH!!! Gepeng dan Anjal ‘Serbu’ Sangatta

SANGATTA - Tingginya tingkat ekonomi di Sangatta yang merupakan ibukota Kabupaten Kutai Timur (Kutim)…

Minggu, 23 April 2017 00:20

Untuk Kurangi Peningkatan Produksi Sampah, DLH Imbau Masyarakat Terapkan Pola 4R

SANGATTA - Tingginya produksi sampah rumah tangga yang dibuang ke Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Batota…

Minggu, 23 April 2017 00:11

Kejar Adiwiyata, SD DDI Tanam Pohon

SANGATTA – SD DDI bekerja sama dengan SD 001 Sangatta Utara menggelar bakti sosial Adiwiyata.…

Minggu, 23 April 2017 00:10

Ceria Kartini Cilik, Semarakkan Hari Lahir Tokoh Emansipasi Wanita

IBU kita Kartini putri sejati putri Indonesia harum namanya. Ibu kita Kartini pendekar bangsa pendekar…

Minggu, 23 April 2017 00:09

100 Pohon untuk Bumi, Camat Minta Setiap Rumah Wajib Punya Pohon

SANGATTA – Kwaran Pramuka Sangatta Selatan merayakan Hari Bumi Sedunia. Kegiatan yang diikuti…

Minggu, 23 April 2017 00:06

Peringati Hari Kartini, SDN OO7 Sangatta Kenalkan Budaya hingga Makanan Tradisional

SANGATTA - Peringatan hari Kartini setiap tanggal 21 April menjadi salah satu momen bagi SDN 007 Sangatta…

Sabtu, 22 April 2017 00:12

Isu Penculikan Gegerkan Warga, Polisi Pastikan Informasi Hoax

SANGATTA – Sudah hampir sepekan kabar maraknya penculikan di Kutim bertebaran di lini masa media…

Sabtu, 22 April 2017 00:10

Jalan Poros Rusak Parah, Usul Pembangunan Jembatan Timbang

SANGATTA - Untuk mengatasi kerusakan jalan lintas daerah, keberadaan jembatan timbang memang menjadi…

Sabtu, 22 April 2017 00:09

WADUH!!! Akibat Pipa Tersier Bocor, Air PDAM Berwarna Hitam

SANGATTA - Setelah sempat tak mengalir beberapa hari, tiba-tiba kondisi air yang disalurkan Perusahaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .