MANAGED BY:
MINGGU
26 MARET
BONTANG | BESSAI BERINTA | KUTIM | SAMARINDA | KALTIM | OLAHRAGA | ZETIZEN | SOCIETY & LENSA

SAMARINDA

Senin, 20 Maret 2017 17:41
Hadirkan Konsep Lingkungan, Awali Belajar dengan Cerita

Kisah Dennis Bangun ‘Kampung Inggris’ di Samarinda (2/habis)

BERJENJANG: Dennis punya metode tersendiri dalam proses pembelajaran di Kampung Inggris. (LUKMAN/METRO SAMARINDA)

PROKAL.CO, Meski menyandang nama sama, namun pusat pembelajaran bahasa Inggris yang dirintis Dennis Laba Kelen jauh berbeda dengan “Kampung Inggris” di Pare, Kediri. Karena memang Dennis punya konsep tersendiri yang tidak meniru pendahulunya tersebut. Bahkan pria berkulit gelap ini belum pernah sekalipun menginjakkan kakinya di Kediri.

LUKMAN MAULANA, Samarinda

Rupa-rupanya, Dennis belum melihat langsung bagaimana kondisi “Kampung Inggris” di Kediri. Dia pun tidak tahu bagaimana model pembelajaran yang diterapkan di sana. Hanya nama “Kampung Inggris” saja yang membuat English Learning Center (ELC) miliknya memiliki kesamaan. Makanya Dennis menampik bila ada yang menyebut dirinya meniru “Kampung Inggris” di Kediri.

“Saya belum pernah ke sana (Kediri, Red.) dan belum ada niat pergi ke sana. Saya pernah disuruh ke sana oleh teman, tapi buat apa? Saya punya konsep saya sendiri,” kata Dennis kepada Metro Samarinda (Bontang Post Group/Kaltim Post Group).

Konsep yang digunakan Dennis dalam “Kampung Inggris”-nya adalah pembelajaran berbasis lingkungan. Makanya pondok bahasa Inggris yang menjadi tempat belajar-mengajar dibangun dari barang-barang bekas dan bahan-bahan alami. Dia memanfaatkan botol-botol plastik bekas minuman mineral menjadi dinding pondok. Menurutnya hal ini bisa turut mengurangi sampah plastik yang tidak bisa terurai.

“Karena dindingnya dari botol, jadi anginnya sepoi-sepoi masuk ke dalam pondok. Bisa dibilang AC alami,” kelakar ayah lima anak ini.

Konsep lingkungan hidup  yang diterapkan Dennis bukan sekadar tempelan. Bukan hanya pondoknya yang dibikin ramah lingkungan, kegiatan belajar-mengajar pun secara rutin dilakukan di alam terbuka.

Oleh Dennis, para muridnya yang jumlahnya kini mendekati 50 murid diajak berkeliling lingkungan sekitar dan masuk hutan. Dalam kegiatan ini, para murid diajak menyebutkan bahasa Inggris dari benda-benda yang ditemui di sekitar mereka.

“Misalnya saat kami ke kebun melihat singkong. Saya tanya kepada mereka apa bahasa Inggrisnya singkong. Jadi sekalian mengenal lingkungan mereka,” jelasnya.

Kegiatan berkeliling lingkungan tersebut dibarengi dengan mengumpulkan sampah-sampah yang ditemui di sepanjang perjalanan. Secara rutin setiap hari Jumat, Dennis juga mengajak para muridnya melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan kampung. Kerja bakti ini diwajibkan bagi murid-murid, dengan durasinya sekitar satu jam saja.

Selain ikut membersihkan lingkungan, sampah-sampah yang terkumpul juga dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Khususnya botol-botol yang dijadikan bahan pembuat dinding pondok. Apalagi saat ini Dennis tengah membangun pondok baru yang lebih besar dan luas sebagai sarana belajar “Kampung Inggris” ke depan.

“Butuh pondok yang lebih luas karena jumlah murid saya juga semakin bertambah. Pondok yang baru ini tetap ada di lahan samping rumah saya. Seperti pondok yang pertama, nanti dinding pondok yang baru juga akan dibangun dari botol-botol plastik,” terang Dennis.

Selain pusat belajar yang terkonsentrasi di samping rumahnya, Dennis juga telah menjalin kerja sama memanfaatkan pondok milik warga sekitar yang ada lingkungan kebun di kampungnya. Pondok ini juga nantinya akan digunakan sebagai tempat belajar bahasa Inggris bernuansa alam. Keberadaan “Kampung Inggris” besutan Dennis sendiri mulai mendapatkan dukungan dari warga sekitar, hingga pemerintah setempat.

“Awalnya memang banyak yang meragukan dan bertanya-tanya tentang apa yang saya lakukan. Ada juga yang memandang sinis. Namun warga di sini perlahan mulai mengerti dengan apa yang saya lakukan,” bebernya.

Dalam menggalang “Kampung Inggris”, Dennis memang memperhatikan lingkungan sekitarnya. Yaitu Gang Mandiri RT 19 Kelurahan Mangkupalas, Samarinda Seberang. Sebelum memulai usahanya, dia sudah meminta izin pada ketua RT. Dia juga telah mendaftarkan ELC miliknya ke notaris sehingga memiliki legalitas hukum. Dennis pun membuktikan bahwa keberadaan “Kampung Inggris” berdampak positif pada lingkungan sekitar.

“Sebelumnya di sini banyak sampah dan lingkungan kotor. Tapi dengan kerja bakti yang kami lakukan, lingkungan jadi lebih bersih. Masyarakat pun perlahan tergerak untuk bersama-sama membersihkan lingkungan,” urai Dennis.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 25 Maret 2017 00:14

Komisi IV Sempat Khawatirkan Pembiayaan UNBK dan UNKP

SAMARINDA - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di Kaltim sempat dikhawatirkan akan terganggu. Baik Ujian…

Sabtu, 25 Maret 2017 00:13

Hari Ini PKS Tentukan Sikap Politik

SAMARINDA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mulai membahas Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim. Siapa…

Sabtu, 25 Maret 2017 00:10

Budidaya dan Perkenalkan Tanaman Obat Asli Kaltim

Cerita Hery Romadan, Owner CV Abihira Herba Center Hutan tropis Kaltim kaya akan beragam potensi, salah…

Jumat, 24 Maret 2017 00:28

Ujian Bisa Pakai Laptop Pinjaman

Ada sekolah yang menumpang pada sekolah lain untuk menggelar ujian nasional berbasis komputer (UNBK).…

Jumat, 24 Maret 2017 00:27

Tak Semua Sekolah Siap UNBK

Ujian nasional (UN) tinggal menghitung hari. Namun, tidak semua sekolah di Benua Etam siap menggelar…

Jumat, 24 Maret 2017 00:25

Sepakati Tarif Bersama, Tersangka OTT Minta Penangguhan

SAMARINDA - Aparat kepolisian mesti jeli dalam menjerat kasus operasi tangkap tangan (OTT) Tenaga Kerja…

Jumat, 24 Maret 2017 00:24

Khairuddin-Fakhruddin Gugur, Donna Menang sebelum Berperang

SAMARINDA - Musyawarah Provinsi (Musprov) VI Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltim yang rencananya…

Jumat, 24 Maret 2017 00:22

Dody Makan Gaji Buta, Negara Dirugikan

SAMARINDA – Terantup kasus korupsi berjemaah, Dody Rondonuwu lama bolos dari kantornya di DPRD…

Kamis, 23 Maret 2017 00:46

‘Bolos’ sejak Oktober, Batal Dieksekusi, Dody ‘Aman’ Lagi

SAMARINDA - Posisi Dody Rondonuwu sebagai wakil ketua DPRD Kaltim terancam. Musababnya, politikus PDI…

Kamis, 23 Maret 2017 00:45

Wow! Komura Punya Deposito Rp 320 M

BALIKPAPAN - Perkara pungutan liar (pungli) yang diduga dilakukan Koperasi Samudera Sejahtera (Komura)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .