MANAGED BY:
MINGGU
24 SEPTEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | PEMKOT | BENUA KUTIM | OLAHRAGA | ZETIZEN | SOCIETY & LENSA

PEMKOT

Senin, 20 Maret 2017 17:41
Hadirkan Konsep Lingkungan, Awali Belajar dengan Cerita

Kisah Dennis Bangun ‘Kampung Inggris’ di Samarinda (2/habis)

BERJENJANG: Dennis punya metode tersendiri dalam proses pembelajaran di Kampung Inggris. (LUKMAN/METRO SAMARINDA)

PROKAL.CO, Meski menyandang nama sama, namun pusat pembelajaran bahasa Inggris yang dirintis Dennis Laba Kelen jauh berbeda dengan “Kampung Inggris” di Pare, Kediri. Karena memang Dennis punya konsep tersendiri yang tidak meniru pendahulunya tersebut. Bahkan pria berkulit gelap ini belum pernah sekalipun menginjakkan kakinya di Kediri.

LUKMAN MAULANA, Samarinda

Rupa-rupanya, Dennis belum melihat langsung bagaimana kondisi “Kampung Inggris” di Kediri. Dia pun tidak tahu bagaimana model pembelajaran yang diterapkan di sana. Hanya nama “Kampung Inggris” saja yang membuat English Learning Center (ELC) miliknya memiliki kesamaan. Makanya Dennis menampik bila ada yang menyebut dirinya meniru “Kampung Inggris” di Kediri.

“Saya belum pernah ke sana (Kediri, Red.) dan belum ada niat pergi ke sana. Saya pernah disuruh ke sana oleh teman, tapi buat apa? Saya punya konsep saya sendiri,” kata Dennis kepada Metro Samarinda (Bontang Post Group/Kaltim Post Group).

Konsep yang digunakan Dennis dalam “Kampung Inggris”-nya adalah pembelajaran berbasis lingkungan. Makanya pondok bahasa Inggris yang menjadi tempat belajar-mengajar dibangun dari barang-barang bekas dan bahan-bahan alami. Dia memanfaatkan botol-botol plastik bekas minuman mineral menjadi dinding pondok. Menurutnya hal ini bisa turut mengurangi sampah plastik yang tidak bisa terurai.

“Karena dindingnya dari botol, jadi anginnya sepoi-sepoi masuk ke dalam pondok. Bisa dibilang AC alami,” kelakar ayah lima anak ini.

Konsep lingkungan hidup  yang diterapkan Dennis bukan sekadar tempelan. Bukan hanya pondoknya yang dibikin ramah lingkungan, kegiatan belajar-mengajar pun secara rutin dilakukan di alam terbuka.

Oleh Dennis, para muridnya yang jumlahnya kini mendekati 50 murid diajak berkeliling lingkungan sekitar dan masuk hutan. Dalam kegiatan ini, para murid diajak menyebutkan bahasa Inggris dari benda-benda yang ditemui di sekitar mereka.

“Misalnya saat kami ke kebun melihat singkong. Saya tanya kepada mereka apa bahasa Inggrisnya singkong. Jadi sekalian mengenal lingkungan mereka,” jelasnya.

Kegiatan berkeliling lingkungan tersebut dibarengi dengan mengumpulkan sampah-sampah yang ditemui di sepanjang perjalanan. Secara rutin setiap hari Jumat, Dennis juga mengajak para muridnya melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan kampung. Kerja bakti ini diwajibkan bagi murid-murid, dengan durasinya sekitar satu jam saja.

Selain ikut membersihkan lingkungan, sampah-sampah yang terkumpul juga dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Khususnya botol-botol yang dijadikan bahan pembuat dinding pondok. Apalagi saat ini Dennis tengah membangun pondok baru yang lebih besar dan luas sebagai sarana belajar “Kampung Inggris” ke depan.

“Butuh pondok yang lebih luas karena jumlah murid saya juga semakin bertambah. Pondok yang baru ini tetap ada di lahan samping rumah saya. Seperti pondok yang pertama, nanti dinding pondok yang baru juga akan dibangun dari botol-botol plastik,” terang Dennis.

Selain pusat belajar yang terkonsentrasi di samping rumahnya, Dennis juga telah menjalin kerja sama memanfaatkan pondok milik warga sekitar yang ada lingkungan kebun di kampungnya. Pondok ini juga nantinya akan digunakan sebagai tempat belajar bahasa Inggris bernuansa alam. Keberadaan “Kampung Inggris” besutan Dennis sendiri mulai mendapatkan dukungan dari warga sekitar, hingga pemerintah setempat.

“Awalnya memang banyak yang meragukan dan bertanya-tanya tentang apa yang saya lakukan. Ada juga yang memandang sinis. Namun warga di sini perlahan mulai mengerti dengan apa yang saya lakukan,” bebernya.

Dalam menggalang “Kampung Inggris”, Dennis memang memperhatikan lingkungan sekitarnya. Yaitu Gang Mandiri RT 19 Kelurahan Mangkupalas, Samarinda Seberang. Sebelum memulai usahanya, dia sudah meminta izin pada ketua RT. Dia juga telah mendaftarkan ELC miliknya ke notaris sehingga memiliki legalitas hukum. Dennis pun membuktikan bahwa keberadaan “Kampung Inggris” berdampak positif pada lingkungan sekitar.

“Sebelumnya di sini banyak sampah dan lingkungan kotor. Tapi dengan kerja bakti yang kami lakukan, lingkungan jadi lebih bersih. Masyarakat pun perlahan tergerak untuk bersama-sama membersihkan lingkungan,” urai Dennis.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 13 September 2017 17:49

Dokter Cilik Pion Kesehatan di Sekolah

BONTANG - Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni secara resmi membuka Lomba Dokter Cilik Tingkat Kota Bontang…

Rabu, 13 September 2017 17:47

Jaga Persatuan, Kesatuan dan Tolak Berita Hoax

BONTANG- Komitmen untuk menggiatkan salat subuh berjemaah di masjid terus dilakukan oleh Wali kota Bontang…

Rabu, 13 September 2017 17:44

Wawali Hadiri HUT ke-58 PEPABRI

BONTANG-  Syukuran Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58  Persatuan Purnawirawan Angkatan…

Senin, 11 September 2017 17:09

Wali Kota Pantau Penataan Wisata Mangrove

BONTANG – Kegiatan Jumat Bersih kembali diadakan di daerah Kelurahan Berbas Pantai, Jumat (8/9)…

Senin, 11 September 2017 17:07

Neni Apresiasi Kerja Tim

BONTANG – Hari ketiga pendistribusian gas elpiji 3 kilogram  dengan harga jual Rp 18 ribu…

Jumat, 08 September 2017 00:12

Kemenag-Pemkot Imbau Keluarga Tak Jemput Jemaah Haji di Balikpapan

BONTANG – Tak lama lagi, jemaah haji Bontang akan kembali ke tanah air. Untuk itu, Kementerian…

Jumat, 08 September 2017 00:09

Neni Buka Rapat Koordinasi TIM PORA

BONTANG – Rapat Koordinasi Tim Pengawas Orang Asing (TIM PORA) tingkat Bontang tahun 2017 digelar,…

Jumat, 08 September 2017 00:08

Wali Kota Kukuhkan Pengurus Pelita

BONTANG – Kemarin (7/9), Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengukuhkan 18 orang yang tergabung…

Kamis, 07 September 2017 18:41

Pemkot Tata Wisata Kuliner Berbas Pantai

Warung-warung wisata kuliner Sarabba yang berlokasi di Kelurahan Berbas Pantai Minggu (3/9) kamarin…

Kamis, 07 September 2017 18:39

KUPA-PPAS Perubahan APBD Resmi Disepakati

BONTANG - Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .