MANAGED BY:
JUMAT
23 JUNI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | PEMKOT | BENUA KUTIM | OLAHRAGA | ZETIZEN | SOCIETY & LENSA

BONTANG

Senin, 20 Maret 2017 19:23
Dikukuhkan, PWSB Bersinergi dengan Pemkot
(FAHMI FAJRI/BONTANG POST) MERIAH: Penampilan komedian dari Ki Daus, Jaja dan Tatang Boncel. Ketua PWSB Yayat Ruhiat saat menerima kujang (senjata tradisional dari Jawa Barat) dari Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat dilantik di GOR Pupuk Kaltim pada Minggu (19/3) kemarin. (FAHMI FAJRI/BONTANG POST)

PROKAL.CO, BONTANG – Paguyuban Wargi Sunda Bontang (PWSB) resmi dikukuhkan Minggu, (19/3) kemarin. Tak hanya organisasinya, pengurusnya pun resmi dilantik. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni berharap program dari PWSB bisa bersinergi dengan pembangunan di Bontang.

Diawali dengan penyambutan kedatangan Neni Moerniaeni yang kental dengan adat Sunda, serta tarian tradisional Sunda, acara pengukuhan dimulai sekira pukul 10.00 Wita.

Neni yang juga berasal dari Sunda melantik pengurus PWSB yang dipimpin oleh Ketua PWSB, Yayat Ruhiat sesuai dengan Surat Keputusan  Dewan Formatur PWSB nomor SKEP-03/PWSB/XI/2016. Dengan susunan pembina yakni Neni Moerniaeni, Meizer Effendi, dan Yhenda Permana.

Serta dewan penasehat yakni Yos Yoyo Susanto, Yoyo Subagyo, Jaeni, Dadang Iskandar, Sumarno, dan Herman Turki.

Ketua panitia acara pelantikan, Rusli Sadikin menyampaikan bahwa tujuan dibentuknya PWSB adalah untuk mengumpulkan warga Sunda di perantauan. “Tentunya untuk menjalin silaturahim serta mengingat budaya di kampung halaman,” jelas Rusli di GOR Pupuk Kaltim, Minggu (19/3) kemarin.

Setelah resmi dilantik, Ketua PWSB Yayat Ruhiat mengucapkan terima kasih atas kehadiran sesepuh Sunda dari Provinsi Kaltim. Dikatakan dia, salah satu kekayaan Indonesia adalah beragam kebudayaan dan suku yang berkontribusi terhadap kemajuan Indonesia.

Kebudayaan Sunda adalah salah satu di antara banyak kebudayaan dan beragam etnis di Indonesia. Budaya Sunda sendiri, populer karena kelestarian alamnya, keseniannya, juga nilai-nilai kebudayaan, serta bahasanya. Melihat hal tersebut, ada potensi budaya Sunda berkembang di Bontang, maka terbentuklah budaya orang Sunda yang lebih dikenal PWSB.

PWSB ini, berperan memberikan wadah bagi para warga Sunda di Bontang untuk mengembangkan jati dirinya. Mengikat peran Pasundan, bukan dirasakan oleh anggota PWSB saja, tetapi oleh Pemkot Bontang, Pemprov Jawa Barat dan Banten dengan slogan ngahiji (bersatu), ngabukti (membuktikan) serta ngabakti (berbakti).

“Saya berharap, di kepemimpinan saya ini memberikan dampak positif yang membuat lebih maju dan bersinergi dengan Pemkot Bontang,” ujarnya.

Yayat juga mengajak semua masyarakat Bontang dari Sunda untuk selalu sauyunan (bersama-sama) dan sabilulungan (gotong royong). “Ayo buktikan bahwa PWSB dapat berkontribusi besar terhadap pembangunan Kota Bontang,” serunya.

Sementara itu, Yhenda Permana yang juga Direktur dan COO Badak LNG menyampaikan bahwa PWSB bukan hanya bertujuan untuk silaturahmi atau mengikat tali persaudaraan dengan warga Bontang yang merantau.

Tetapi, yang paling penting adalah semua dapat menjadi bagian dari masyarakat Bontang. Artinya, PWSB harus memberikan sesuatu, ikut serta dalam membangun Bontang. Anggota PWSB, cukup banyak di Bontang, dan telah banyak memberikan manfaat dan hasil bagi Bontang.

“Alhamdulillah, Wali Kota Bontang juga berasal dari Sunda. Oleh karena itu, support dan dukungan terhadap kegiatan PWSB perlu diberikan dengan nyata dan sebaik-baiknya agar PWSB dapat lebih berperan dan maju,” ungkapnya.

Rencana pembangunan kilang refinery pun, bukan hanya akan bermanfaat bagi PWSB, tetapi seluruh masyarakat Bontang akan terkena multiplier effect-nya.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni yang didampingi suaminya Andi Sofyan Hasdam yang menggunakan pakaian adat Sunda, kehadiran PWSB merupakan bukti peribahasa; dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung.

Sehingga, sebagai salah satu sesepuh Sunda di Bontang, Neni mengucapkan banyak terima kasih atas sabilulungan para warga Bontang yang berasal dari Sunda. “Sebelumnya memang direncanakan pelantikan PWSB ini akan dihadiri Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heriawan, namun keduanya dalam kondisi sibuk sehingga hanya menitipkan salam untuk para wargi (warga, Red.) Sunda di Bontang, dan memohon agar semua wargi Sunda silih asih, silih asah dan silih asuh (saling menyayangi, saling membelajari, saling mengayomi), ” ujarnya.

Para warga Bontang yang berasal dari Sunda juga diharapkan bisa memberikan kontribusi terhadap pembangunan di Bontang, agar jangan hanya jadi penonton. Karena, suksesnya pembangunan di Bontang merupakan suksesnya masyarakat Bontang. “Tolong bantu Pemkot Bontang, karena orang Sunda dasarnya gotong royong (sabilulungan), InsyaAllah jika bersatu akan kuat,” ungkapnya. “Buktikan warga Bontang yang berasal dari Sunda dapat memberikan karyanya untuk pembangunan Bontang,” sambungnya.

Neni juga mengatakan pihaknya tak akan membeda-bedakan semua masyarakat Bontang. Karena semua harus mendapat perhatian yang sama. Semoga saja, semua program-program di kepemimpinan Neni Moerniaeni dan Basri Rase dapat dinikmati oleh semuanya. “Doakan saja, semoga kami diberi kekuatan untuk memimpin dan memajukan Bontang, dan tolong buat program yang disinergikan dengan Pemkot Bontang,” pungkasnya.(mga)


BACA JUGA

Kamis, 22 Juni 2017 00:21

Bantuan Sekolah Gratis Disorot Dewan

BONTANG – Komitmen Pemkot  memberikan bantuan perlengkapan sekolah gratis bagi pelajar se-Bontang…

Kamis, 22 Juni 2017 00:20

Penerima Rastra di Tanjung Laut Menurun

BONTANG – Jumlah penerima beras untuk keluarga sejahtera (Rastra) di Kelurahan Tanjung Laut menurun.…

Kamis, 22 Juni 2017 00:20

Penyembelih Hewan Bakal Dibina Kemenag

BONTANG – Kementerian Agama (Kemenag) Bontang berencana akan melakukan pembinaan kepada para tukang…

Kamis, 22 Juni 2017 00:19

Kisah Inspiratif Warga Bontang: Mohammad Ayaz Dzulfikar (291); Programmer LokalBerkelas Internasional

Membanggakan, satu kata yang tersemat di hati dikarenakan terdapat putra daerah yang membawa harum bendera…

Rabu, 21 Juni 2017 00:30

Samyang Tetap Dijual Tapi.....

Beberapa Minimarket dan Swalayan di Bontang memang menjual beberapa produk mi instan merk Samyang. Namun,dari…

Rabu, 21 Juni 2017 00:29

Hasil Sidak Mi Instan Mengandung Babi, BBPOM Pastikan Bontang Aman

BONTANG – Kehadiran mi instan imporan Korea yang terdeteksi mengandung pigmen babi belakangan…

Rabu, 21 Juni 2017 00:28

Antisipasi Kasus Pencurian saat Mudik Lebaran, Polres Layani Titip Kendaraan Gratis

BONTANG - Musim mudik sudah dekat. Ribuan warga Bontang sudah mulai pulang ke daerah asal masing-masing…

Rabu, 21 Juni 2017 00:26

Negosiasi Lahan Belum Selesai, Warga Pelabuhan Loktuan Kecam Pejabat Ini

BONTANG – Sejumlah warga Pelabuhan Loktuan pemilik lahan  yang kabarnya sudah dibebaskan…

Rabu, 21 Juni 2017 00:25

Jamin Proses Pemotongan Hewan Halal

BONTANG – Kanwil Kemenag Kaltim bersama Kemenag Bontang Selasa (20/6) kemarin mengggelar monitoring…

Rabu, 21 Juni 2017 00:22

Kisah Inspiratif Warga Bontang: Muhammad Amin Nur (290); Bumbui Ceramah dengan Motivasi dan Humor

Memberikan dakwah yang sejuk kepada umat hingga menghindari bahasan yang berunsur ujaran kebencian,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .