MANAGED BY:
JUMAT
14 DESEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Selasa, 21 Maret 2017 00:13
Modus Baru, Sabu Disimpan dalam Bohlam
TERTANGKAP: Tersangka AS diamankan pihak kepolisian. (IST)

PROKAL.CO, SANGATTA - Banyak cara baru dilakukan pengedar untuk menyelundupkan narkoba ke wilayah Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Seperti kasus pengungkapan yang dilakukan jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Kepolisian Resort (Polres) Kutim, Minggu (19/3) dini hari sekitar pukul 03.30 Wita. Untuk mengelabui petugas, narkoba jenis sabu dikemas rapi dalam bohlam lampu  yang kemudian dimasukan lagi dalam kaleng rokok. Pelakunya adalah AS (33) warga Karang Jati Balikpapan Tengah, yang berprofesi sebagai supir taksi gelap.

Informasi yang dihimpun, pengungkapan berawal dari laporan warga, bahwa akan ada transaksi narkoba dalam jumlah besar dari Samarinda dengan tujuan Muara Wahau, pada Minggu (19/3). Penyelidikan pun langsung dilakukan. Rupanya pengiriman narkoba sebanyak satu ball yang diperkirakan seberat 50 gram tersebut batal. Namun, penyelidikan petugas pun tidak berhenti.

Akhirnya, pada Minggu (19/3) dini hari sekitar pukul 03.30 wita, tim Opsnal menerima informasi kembali bahwa ada paket narkoba yang masuk ke wilayah Kutim melalui jalur darat dan sudah berada di kilometer 1 Sangatta Selatan. Setelah melakukan penyekatan, kemudian polisi menemukan ciri-ciri kendaraan yang dimaksud. Tak mau buruannya kabur, mobil bermerk Xenia itu pun langsung dihentikan dan dilakukan penggeledahan. Hasilnya, paket sabu ukuran sedang seberat 4,08 gram tersimpan rapi dalam bola lampu di dalam kaleng rokok ditemukan petugas. Kini tersangka AS beserta barang bukti narkoba sabu, 1 unit mobil Xenia, 2 unit HP langsung diamankan.

"Jadi modus ini tergolong baru. Makanya jadi kehati-hatian kami untuk mencegah peredaran narkoba masuk Kutim," ucap Kapolres Kutai Timur AKBP Rino Eko melalui Kasat Reskoba Iptu Abdul Rauf, Senin (20/3) kemarin.

Dia mengakui, sampai saat ini pihaknya masih terus melakukan pengembangan terkait pengungkapan kasus ini. Sebab, tidak menutup kemungkinan, pelaku memiliki jaringan yang lebih luas.

"Sebelumnya, kami juga pernah mengungkap kasus sabu yang disembunyikan dalam mainan anak-anak. Jadi, pola yang dilakukan kini macam-macam," sebutnya.

Atas perbuatannya, kata Rauf, AS terancam dijerat dengan Pasal 112 dan Pasal 114 Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman pidananya pun tidak main-main, yakni minimal 5 tahun kurungan penjara.

"Lagi-lagi kami himbau masyarakat untuk pro aktif melaporkan ke polisi. Jika mengetahui ada peredaran narkoba di wilayahnya. Karena, kami tidak ingin, makin banyak generasi muda yang teracuni dan rusak masa depannya karena narkoba," harap Rauf. (aj)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 01:35

Tuntaskan Kemiskinan Lewat Pemberdayaan Potensi

<p style="text-align: justify;"><strong>&nbsp;</strong></p> <p…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .