MANAGED BY:
RABU
24 MEI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | PEMKOT | BENUA KUTIM | OLAHRAGA | ZETIZEN | SOCIETY & LENSA

PEMKOT

Minggu, 16 April 2017 00:52
Cerita Mutiara Jadi Sukarelawan KPAID Samarinda; Berawal dari KKN, Jadi Lebih Mensyukuri Hidup
Mutiara Muchtar (IST)

PROKAL.CO, Banyak pelajaran hidup yang didapatkan Mutiara Muchtar dari kegiatannya sebagai sukarelawan Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Samarinda. Mulai dari mengajar anak-anak jalanan serta mendampingi anak-anak yang berhadapan dengan hukum.

LUKMAN MAULANA, Samarinda

Muti, begitu sapaan akrab gadis tomboi ini, pertama kali terlibat dalam kegiatan sosial di tahun 2013. Waktu itu dia ikut terlibat dalam peringatan Walk For Autism yang digelar di Kota Tepian. Berikutnya, dia juga sempat terlibat dalam acara garapan Yayasan Pelita Bunda bekerja sama JCI, yaitu Sex Education for Child di tahun 2014.

“Dalam Sex Education for Child ini, saya ikut memberikan edukasi kepada anak-anak tentang apa itu seks dan bagaimana mereka menjaga serta merawat organ reproduksi,” kata Muti saat ditemui Metro Samarinda (Kaltim Post Group) di kediamannya, Sabtu (15/4) kemarin.

Perempuan kelahiran Samarinda, 24 tahun lalu ini baru benar-benar terjun menjadi sukarelawan saat menjalani tugas Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari kampusnya di tahun 2014. Salah satu program kerja dalam KKN mengharuskan Muti bersama rekan-rekannya melakukan pengabdian pada masyarakat. Mengajar anak-anak jalanan lantas menjadi salah satu opsi yang muncul dalam kelompok KKN-nya.

“Teman saya berkeinginan mengajar anak-anak jalanan. Saya yang bertugas mencari informasi di mana bisa memberikan pengajaran kepada anak-anak jalanan ini,” kenangnya.

Dari situ Muti mengetahui Rumah Singgah Yayasan Borneo Insan Mandiri yang dikelola Ketua KPAID Samarinda saat ini, Adji Suwignyo. Salah satu kegiatan yayasan ini yaitu memberikan pendidikan kepada anak-anak jalanan. Muti pun menyampaikan keinginan untuk ikut mengajar di Rumah Singgah teresebut. Namun Muti mendapat penolakan dari yayasan saat pertama kali mengajukan keinginan tersebut.

“Sempat ditolak. Alasannya banyak mahasiswa sebelumnya yang mengajar di sana, meninggalkan Rumah Singgah begitu saja setelah program KKN berakhir. Seakan anak-anak hanya menjadi objek dari program mahasiswa tersebut,” jelas Muti.

Namun Muti tidak menyerah. Dia terus meyakinkan yayasan tentang keseriusan mengajar anak-anak jalanan. Akhirnya Muti bersama rekan-rekannya diperbolehkan mengajar di Rumah Singgah tersebut. Pengalaman baru pun dirasakan Muti saat mengajar anak-anak jalanan. Sempat kesulitan saat pertama kali mengajar, perlahan Muti mulai menikmati kegiatannya tersebut.

“Pertama kali mengajar, saya sempat kesulitan. Karena anak-anak tidak bisa diam, sulit diatur. Bahkan ada yang kelahi. Dari situ saya belajar menghadapi mereka,” ungkapnya.

Salah satu hal yang membuat Muti kesulitan karena anak-anak yang diajarnya ternyata anak-anak berkebutuhan khusus (ABK). Dikisahkan Muti, dia belum pernah berhadapan dengan ABK sebelumnya. Dari situ dia menyadari bagaimana mendidik ABK. Dalam hal ini dia mesti sabar dan tidak boleh berlaku kasar. “Sempat terbawa emosi,” tambah Muti.

Hari demi hari lantas dilaluinya memberikan materi kepada anak-anak jalanan. Dia juga ikut mengajar anak-anak di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Pelajaran yang disampaikan merupakan pelajaran sederhana. Seperti membaca dan berhitung. Dari yang awalnya mengajar empat anak, bertambah menjadi sekira 20-an anak. Jadwalnya sepekan tiga kali. Karakter Muti yang supel dan mudah bergaul membuatnya akrab dengan anak-anak jalanan.

“Bukan hanya anak-anak jalanan, di Rumah Singgah itu saya juga mengajar anak-anak sekolah formal yang ingin belajar. Anak-anak jalanan sebenarnya sama seperti anak-anak pada umumnya. Hanya mereka butuh perhatian agar bisa tetap mendapatkan pendidikan,” sebut mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda ini.

Untuk mendukung kegiatannya, Muti mengikuti pelatihan paralegal dan penanganan ABK. Oleh yayasan, Muti lantas dipercaya memberikan pengajaran secara homeschooling pada ABK dari rumah ke rumah. Hingga kemudian saat KPAID Samarinda dibentuk tahun 2015, Muti ikut menjadi sukarelawan pada lembaga pemerhati anak-anak tersebut. Dari yang awalnya mengajar, Muti mulai memberikan pendampingan dan konseling pada anak-anak yang berhadapan dengan hukum.

“Di antaranya pendampingan saat pembuatan BAP (Berkas Acara Pemeriksaan) di kepolisian. Kasusnya bermacam-macam, termasuk persetubuhan di bawah umur. Tapi kebanyakan yang saya dampingi masalah-masalah kenakalan remaja misalnya ngelem, narkoba, dan tawuran,” paparnya.

Dalam proses pendampingan ini, Muti kerap melakukan home visitatau kunjungan ke rumah anak-anak yang didampinginya. Sehingga dia bisa mengetahui bagaimana latar belakang keluarga dan lingkungan anak tersebut. Dari pendampingan ini, biasanya diketahui informasi-informasi terkait anak yang tidak didapatkan kepolisian. Dia juga bisa mengetahui bagaimana kondisi sebenarnya dari anak tersebut.

Halaman:
BERITA TERKAIT

BACA JUGA

Selasa, 23 Mei 2017 00:31

Artahnan Pimpin Upacara Harkitnas dan Hardiknas

BONTANG - Plt Sekkot Bontang Artahnan Saidi memimpin Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas)…

Senin, 22 Mei 2017 19:07

Ribuan Peserta Ramaikan Gowes Pesona Nusantara

BONTANG – Ribuan peserta ramaikan pembukaan Gowes Pesona Nusantara 2017,  di Stadion Bessai…

Senin, 22 Mei 2017 19:06

Pemkot Dukung Gernas Manjur II

BONTANG – Dukung pola didik yang baik kepada anak usia dini, Pemkot Bontang hadiri Gerakan Nasional…

Jumat, 19 Mei 2017 00:34

Jelang Ramadan, Bunda Neni Evaluasi Harga dan Stok Komoditi

BONTANG – Jelang hadirnya bulan suci Ramadan, terdapat beberapa harga komoditi yang merangkak…

Jumat, 19 Mei 2017 00:32

Pemkot Apresiasi Simulasi Tanggap Darurat Klaster Kesehatan

BONTANG – Dalam rangka kesiapan menghadapi bencana, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (KB)…

Jumat, 19 Mei 2017 00:32

Wawali Hadiri Pelepasan TK YAPIM

BONTANG – Bertempat di Kenari Waterpark, Kamis (18/5) kemarin dilaksanakan kegiatan lepas kenang…

Jumat, 19 Mei 2017 00:29

Jangan Persulit Pelayanan, Lingkungan Pemkot Harus Bebas Pungli

Upaya meningkatkan kualitas pelayanan pegawai di Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) khususnya di bawah…

Kamis, 18 Mei 2017 00:25

Sinergi Pemerintah, Badak LNG, dan Kalapas Bontang Membina Warga Binaan

Pembinaan bagi masyarakat yang tengah berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bontang bukan…

Kamis, 18 Mei 2017 00:22

Bunda Neni Pastikan Rusunawa KS Tubun Siap Huni

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni meninjau langsung kondisi Rumah Susun Sewa Sederhana…

Kamis, 18 Mei 2017 00:21

Pemkot Dukung Kegiatan UPSK di Bontang

BONTANG - Diselenggarakannya kegiatan Unit Pelaksana Sosial Keliling (UPSK) dan Bimbingan Kewirausahaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .