MANAGED BY:
MINGGU
19 NOVEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | PEMKOT | BENUA KUTIM | OLAHRAGA | ZETIZEN | SOCIETY & LENSA

SANGATTA POST

Senin, 01 Mei 2017 18:50
Marak Kekerasan Seksual Anak di Pelosok, Pemerhati Minta Jadi Perhatian Serius
HARUS DIPERHATIKAN: Marniana (dua dari kanan) saat mengunjungi anak yang menjadi korban kekerasan seksual. (IST)

PROKAL.CO, SANGATTA – Kasus kekerasan seksual terhadap anak rupanya marak terjadi di kawasan pelosok. Akses informasi yang sulit membuat kasus ini tak muncul ke permukaan.

Hal ini diakui Marniana, salah seorang Pemerhati Perempuan dan Anak di Kutim. Selama ini, sosialisasi penanganan dan pencegahan terjadinya kasus kekerasan terhadap perempuan anak hanya gencar dilakukan di ibu kota. Padahal, banyak kasus  terjadi di pedalaman.

“Kekerasan perempuan dan anak justru banyak terjadi di kampung-kampung,” kata Marniana, Minggu (30/4) kemarin. 

Dia membeberkan, belum lama ini terjadi tak kurang dari empat kasus kekerasan seksual terhadap anak. Diantaranya terjadi di Rantau Pulung, Muara Bengkal, dan beberapa daerah lain.

“Dua kasus dilakukan oleh ayah kandung. Kemudian ada juga oleh ayah tiri,” jelasnya.

Melihat fenomena ini, pencegahan terhadap kasus tersebut tak bisa lagi dilakukan lewat sosialisasi yang bersifat seremonial belaka. Dia berharap instansi terkait segera turun langsung ke lapangan dan mengambil langkah strategis.

“Sosialisasi jangan hanya di Sangatta saja. Tapi juga perlu ke pedalaman. Kemudian juga perlu dilakukan pendataan terhadap pelaku,” terangnya.

Sebagai volunter bagi korban kekerasan perempuan dan anak, dia juga berharap agar petugas yang berkewajiban mengembalikan psikologis korban bisa turun langsung ke lapangan. Seringkali mental anak yang menjadi korban kekerasan seksual akan jatuh. Belum lagi dengan perlakuan lingkungan yang biasanya tak ramah dengan korban.

“Harus dilakukan pendekatan secara langsung kepada korban. Harus dicarikan solusi, jika memungkinkan anak itu dipindahkan ke daerah yang tidak tahu mengenai kasus korban,” katanya.

Layaknya kasus narkoba, dia berharap kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak bisa menjadi perhatian bersama.

“Dari data Komnas Perlindungan Anak, Kaltim di urutan 13 tertinggi kasus kekerasan terhadap anak. Makanya, persoalan ini tak bisa dianggap remeh dan harus disikapi dengan serius,” pintanya. (hd)


BACA JUGA

Jumat, 17 November 2017 00:21

Perda KTR Disosialisasikan Lebih Dulu

SANGATTA - Dengan telah disahkannya Peraturan Daerah (Perda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR) oleh Dewan Perwakilan…

Jumat, 17 November 2017 00:20

INGAT!!! Semua Pelayanan Desa Gratis

SANGATTA - Semua pelayanan di kantor desa tak satupun yang dipungut biaya. Baik pembuatan rekomendasi,…

Jumat, 17 November 2017 00:19

MERISTA..!! Kutim Ternyata Tak Punya Terminal

SANGATTA - Saat ini Kutim tak lagi memiliki terminal kota. Pasalnya, terminal yang terletak di KM 3…

Jumat, 17 November 2017 00:19

Maju di Pilgub, Mahyunadi Dapat Dukungan Warga

SANGATTA -  Mahyunadi mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat Kutim untuk bertarung dalam Pemilihan…

Jumat, 17 November 2017 00:18

Terkait Pengelolaan 15 Titik Pantau Adipura, Semua OPD Diminta Terlibat

SANGATTA - Wakil Bupati Kutai Timur (Wabup Kutim) Kasmidi Bulang meminta semua Organisasi Perangkat…

Jumat, 17 November 2017 00:17

Otak Perampokan MPI, Dibui 7,6 Tahun

  SANGATTA - Terbukti bersalah sebagai otak perampokan PT Multi Pasific Indonesia (MPI), Musliadi…

Jumat, 17 November 2017 00:14

Sarpras Sekolah di Sangsaka Masih Minim

SANGATTA – Sarana dan prasarana sekolah di Sangsaka (Sangkulirang, Sandaran, Kaubun, Kaliorang,…

Jumat, 17 November 2017 00:13

Alat Tangkap Minim, Hasil Laut Nelayan Belum Maksimal

SANGATTA – Hasil laut nelayan di Kutai Timur (Kutim) ini masih tergolong minim. Hal tersebut,…

Kamis, 16 November 2017 00:08

Jadi Jagoan Kutim, Mahyunadi Lobi Rizal ke Pilgub

SANGATTA - Ketua DPRD Kutim Mahyunadi yang belakangan viral di media sosial diisukan maju pilgub karena…

Kamis, 16 November 2017 00:07

Akhir Operasi Zebra, 1.368 Pengendara Langgar Aturan

SANGATTA - Masyarakat Kutim tampaknya masih belum memiliki kesadaran tinggi untuk menaati peraturan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .