MANAGED BY:
MINGGU
19 NOVEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | PEMKOT | BENUA KUTIM | OLAHRAGA | ZETIZEN | SOCIETY & LENSA

SANGATTA POST

Senin, 15 Mei 2017 00:07
Maraknya ‘Ngoteng’ dan Mesum di Kutim Membuat Bupati Prihatin

Bupati Sebut Orang Tua Benteng Utama

Foto: Ismunandar

PROKAL.CO, SANGATTA – Maraknya anak di bawah umur yang melenceng dari fitrah seperti mengkonsumsi miras oplosan, yakni campuran komix dan kratingdaeng dan mesum membuat Bupati Kutim Ismunandar angkat bicara. Ia mengaku prihatin dengan keadaan remaja di zaman ini. Seharusnya belajar untuk meraih masa depan setinggi mungkin, tetapi malah dihabiskan berbuat hal yang negatif.

Dirinya menilai ada beberapa faktor yang mempengaruhi kepribadian anak. Paling utama ialah minimnya pendidikan keluarga. Padahal itu merupakan benteng utama untuk mencegah anak agar terhindar dari perbuatan negatif. Pasalnya,  sebaik-baiknya pengajaran ialah dilakukan oleh keluarga. “Orang tua berikan pendidikan di rumah. Karena pendidikan di rumah itu lebih penting dan utama dari yang lain,” ujar Bupati Ismu.

Kemudian pendidikan sekolah dan lingkungan. Hal inilah turut menentukan arah pikir anak ke depan. Keduanya pun harus seimbang. Jika tidak maka berpotensi mengubah arah tujuan dari yang positif menuju negatif.

“Makanya diperlukan pendidikan keluarga sejak dini. Sejak dalam perut hingga dewasa. Karena pendidikan sekolah saja tidak cukup. Apalagi ditopang lingkungan yang buruk. Karenanya diupayakan ketiga hal itu wajib seimbang beriringan. Pendidikan keluarga baik, pendidikan sekolah yang tepat dan lingkungan mendukung,” katanya.

Tak kalah penting ialah pendidikan agama. Pendidikan agama merupakan ilmu yang wajib dituntut siapapun. Semua perkara tercakup dalam ajaran agama. Mulai dari pergaulan, akhlak, dan etika, dan lainnya. Karenanya tak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Khususnya bagi generasi muda saat ini dan akan datang.

“Agama yang benar akan menjadi benteng bagi anak-anak kita. Untuk itu ajari anak agama yang benar sehingga bisa membedakan mana yang baik dan buruk. Agama apapun itu,” katanya.

Tentu semua itu harus ditopang oleh pemerintah. Pemerintah wajib berkecimpung dan ikut campur tangan dalam mengatur aktifitas anak sehari-hari. Ini bertujuan untuk mengcegah hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kemarin kami pernah buat Perbup wajib belajar dan larangan keluar malam diluar dari semestinya, tetapi malah dianggap melanggar HAM. Kalau dianggap langgar HAM seperti apa kami amankan anak-anak. Buat Perbup saja tidak boleh. Padahal Perbup bertujuan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Karena kalau himbauan saja susah,” katanya. 

Meskipun begitu, Pemerintah tidak berputus asa. Banyak cara untuk mengontrol aktivitas anak yang melenceng dari koridor. Diantaranya mengerahkan Satpol PP agar gencar menggelar razia. “Satpol PP kami minta untuk aktif menggelar razia malam. Jika ditemukan anak yang melenceng maka langsung diberikan pembinaan,” katanya. (dy)


BACA JUGA

Jumat, 17 November 2017 00:21

Perda KTR Disosialisasikan Lebih Dulu

SANGATTA - Dengan telah disahkannya Peraturan Daerah (Perda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR) oleh Dewan Perwakilan…

Jumat, 17 November 2017 00:20

INGAT!!! Semua Pelayanan Desa Gratis

SANGATTA - Semua pelayanan di kantor desa tak satupun yang dipungut biaya. Baik pembuatan rekomendasi,…

Jumat, 17 November 2017 00:19

MERISTA..!! Kutim Ternyata Tak Punya Terminal

SANGATTA - Saat ini Kutim tak lagi memiliki terminal kota. Pasalnya, terminal yang terletak di KM 3…

Jumat, 17 November 2017 00:19

Maju di Pilgub, Mahyunadi Dapat Dukungan Warga

SANGATTA -  Mahyunadi mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat Kutim untuk bertarung dalam Pemilihan…

Jumat, 17 November 2017 00:18

Terkait Pengelolaan 15 Titik Pantau Adipura, Semua OPD Diminta Terlibat

SANGATTA - Wakil Bupati Kutai Timur (Wabup Kutim) Kasmidi Bulang meminta semua Organisasi Perangkat…

Jumat, 17 November 2017 00:17

Otak Perampokan MPI, Dibui 7,6 Tahun

  SANGATTA - Terbukti bersalah sebagai otak perampokan PT Multi Pasific Indonesia (MPI), Musliadi…

Jumat, 17 November 2017 00:14

Sarpras Sekolah di Sangsaka Masih Minim

SANGATTA – Sarana dan prasarana sekolah di Sangsaka (Sangkulirang, Sandaran, Kaubun, Kaliorang,…

Jumat, 17 November 2017 00:13

Alat Tangkap Minim, Hasil Laut Nelayan Belum Maksimal

SANGATTA – Hasil laut nelayan di Kutai Timur (Kutim) ini masih tergolong minim. Hal tersebut,…

Kamis, 16 November 2017 00:08

Jadi Jagoan Kutim, Mahyunadi Lobi Rizal ke Pilgub

SANGATTA - Ketua DPRD Kutim Mahyunadi yang belakangan viral di media sosial diisukan maju pilgub karena…

Kamis, 16 November 2017 00:07

Akhir Operasi Zebra, 1.368 Pengendara Langgar Aturan

SANGATTA - Masyarakat Kutim tampaknya masih belum memiliki kesadaran tinggi untuk menaati peraturan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .