MANAGED BY:
MINGGU
19 NOVEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | PEMKOT | BENUA KUTIM | OLAHRAGA | ZETIZEN | SOCIETY & LENSA

SANGATTA POST

Rabu, 17 Mei 2017 00:08
“Jangan Tugasi Siswa ke Warnet Cari Tugas Sekolah”

Internet Dianggap Biang Perilaku Negatif Anak

WARNET: Anak sekolah SD yang bolos sokolah pergi ke warnet hanya untuk bermain games.(Ilustrasi)

PROKAL.CO, SANGATTA – Internet dianggap sebagai biang melencengnya perilaku anak di zaman ini. Mulai dari berbuat mesum, perkelahian, pencabulan, pencurian, dan lainnya. Pemanfaatan internet baik di warnet maupun gadget, 100 persen merubah tingkah laku anak. Mayoritas membawa kepada hal yang negatif.

Dikatakan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A)  Kutim Aisyah, terjadinya perubahan negatif tersebut lantaran kalangan remaja merupakan masa pencarian jadi diri. Anak perumpamaan kertas kosong. Karena disuguhkan internet, maka apa yang dilihatnya  langsung direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Nah kita tau sendiri, diinternet lebih banyak dampak negatifnya ketimbang yang positif. Baru buka saja sudah disajikan foto, video yang berkonten porno. Ada juga gambar kartun yang setengah telanjang. Karena penasaran dibuka lah konten tersebut,” ujar Aisyah.

Rasa penasaran tersebut terus berlanjut. Hingga akhirnya memberanikan diri membuka situs-situs porno. Merasa ketagihan, anak tersebut memanfaatkan momen pada saat di warnet ataupun melalui gadget yang dimiliki. Pasalnya, tidak dipungkiri anak SD saat ini sudah dibekali  gadget oleh orang tuanya.

“Jadi bukan rahasia umum lagi jika anak-anak remaja mulai tingkat SD hingga SMA sudah berani membuka konten porno. Bahkan menontonnya. Parahnya, akibat perbuatannya tersebut mereka berani mempraktekkannya. Jadi internet sangat berpengaruh buruk sekali bagi anak-anak,” katanya.

Lantaran besarnya pengaruh negatif tersebut, mantan Kadiskes Kutim ini meminta kepada para guru untuk menghentikan perintah mencari materi sekolah di warnet bagi muridnya. Karena dirinya yakin, para murid lebih banyak menghabiskan waktu mencari hal-hal yang tidak dianjurkan ketimbang tugas sekolah. Mulai dari bermain games, FB, menonton film, dan lainnya.

“Jadi guru jangan suruh siswa ke warnet untuk mencari tugas sekolah. Kan banyak altenatif seperti koran, buku-buku, perpustakaan daerah, perpustakaan kecamatan dan desa. Ini juga akan membangkitkan semangat anak dalam membaca. Jadi jangan suruh cari di internet,” pintanya.

Kalaupun harus, maka wajib diberikan pendampingan oleh orang tua ataupun keluarga. Sehingga tugas utama lebih tepat sasaran. Jika dibiarkan sendirian, maka yakin akan membahayakan keberadaan dan psikologi anak.

“Jadi kalau memang perlu maka orang tua wajib damping. Tentu hal itu didahului dengan sosialisasi sekolah kepada orang tua masing-masing. Tetapi tetap dianjurkan menggunakan metode lain dalam menyelesaikan tugas sekolah ketimbang warnet,” pintanya.

Sementara itu, Kasatpol PP Muhammad Arif Yulianto menuturkan, jika pihaknya sudah memasukkan program grebek warnet. Bahkan sudah beberapa kali menggelar razia di warnet. Sasarannya ialah anak yang bolos sekolah dan larut malam nongkrong di warnet. “Bahkan hampir di setiap warnet ditempel untuk jam sekolah dilarang di warnet. Kalau kedapatan langsung kami angkut.” Kata Arif (dy)  


BACA JUGA

Jumat, 17 November 2017 00:21

Perda KTR Disosialisasikan Lebih Dulu

SANGATTA - Dengan telah disahkannya Peraturan Daerah (Perda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR) oleh Dewan Perwakilan…

Jumat, 17 November 2017 00:20

INGAT!!! Semua Pelayanan Desa Gratis

SANGATTA - Semua pelayanan di kantor desa tak satupun yang dipungut biaya. Baik pembuatan rekomendasi,…

Jumat, 17 November 2017 00:19

MERISTA..!! Kutim Ternyata Tak Punya Terminal

SANGATTA - Saat ini Kutim tak lagi memiliki terminal kota. Pasalnya, terminal yang terletak di KM 3…

Jumat, 17 November 2017 00:19

Maju di Pilgub, Mahyunadi Dapat Dukungan Warga

SANGATTA -  Mahyunadi mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat Kutim untuk bertarung dalam Pemilihan…

Jumat, 17 November 2017 00:18

Terkait Pengelolaan 15 Titik Pantau Adipura, Semua OPD Diminta Terlibat

SANGATTA - Wakil Bupati Kutai Timur (Wabup Kutim) Kasmidi Bulang meminta semua Organisasi Perangkat…

Jumat, 17 November 2017 00:17

Otak Perampokan MPI, Dibui 7,6 Tahun

  SANGATTA - Terbukti bersalah sebagai otak perampokan PT Multi Pasific Indonesia (MPI), Musliadi…

Jumat, 17 November 2017 00:14

Sarpras Sekolah di Sangsaka Masih Minim

SANGATTA – Sarana dan prasarana sekolah di Sangsaka (Sangkulirang, Sandaran, Kaubun, Kaliorang,…

Jumat, 17 November 2017 00:13

Alat Tangkap Minim, Hasil Laut Nelayan Belum Maksimal

SANGATTA – Hasil laut nelayan di Kutai Timur (Kutim) ini masih tergolong minim. Hal tersebut,…

Kamis, 16 November 2017 00:08

Jadi Jagoan Kutim, Mahyunadi Lobi Rizal ke Pilgub

SANGATTA - Ketua DPRD Kutim Mahyunadi yang belakangan viral di media sosial diisukan maju pilgub karena…

Kamis, 16 November 2017 00:07

Akhir Operasi Zebra, 1.368 Pengendara Langgar Aturan

SANGATTA - Masyarakat Kutim tampaknya masih belum memiliki kesadaran tinggi untuk menaati peraturan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .