MANAGED BY:
MINGGU
23 JULI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | PEMKOT | BENUA KUTIM | OLAHRAGA | ZETIZEN | SOCIETY & LENSA

BONTANG

Selasa, 13 Juni 2017 00:54
Kisah Inspirasi Warga Bontang: Ummy Evania/Muhammad Afifush Sidiq (282); Sugar Rush Lahir dari Biaya Urus SIM A
ENERGIK DAN KRATIF: Kakak beradik Muhammad Afifus Shidiq dan Ummy Evania perintis usaha Sugar Rush.(Foto: Ahmad Nugraha/bontang post)

PROKAL.CO, Ada kalanya mulut ingin sekali mengunyah makanan manis dengan cita rasa yang khas. Bukan cuma itu, suasana saat melumat makanan pun menjadi pertimbangan berikutnya. Sebab, tentu tak enak jika menyantap makanan lezat tapi tempatnya tidak nyaman. Intinya, butuh kelezatan plus kenyamanan.

Ahmad Nugraha, Bontang 

Di Jalan Pattimura, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, tak jauh dari Gedung Nahdatul Ulama (NU) Bontang, terdapat sebuah pastry cake yang sudah tak asing di telinga warga Bontang dan sekitarnya. Ya, Sugar Rush, sebuah cafe yang mengusung konsep modern cake bisa jadi tujuan wisata kuliner cake.

Lahir di penghujung tahun 2014, Sugar Rush perlahan namun pasti telah memikat hati warga Bontang. Betapa tidak, varian rasa yang ditawarkan sangat beragam. Belum lagi suasana di dalam kafe yang dikemas dengan konsep modern dengan warna-warna cerah, dihiasi pernak-perniknya yang pas untuk berselfie ria.

Tak banyak yang tahu jika Sugar Rush, dirintis oleh kakak beradik; Ummy Evania (25)  dan Muhammad Afifus Shidiq (21).

Muda, enerjik dan  kreatif. Itulah yang tergambarkan dari dua saudara pengusaha muda Bontang sukses ini. Saat ditemui Bontang Post, mereka tak segan menceritakan kisah awal mula merintis usaha yang telah berjalan selama 3 tahun tersebut.

Usai menamatkan bangku kuliahnya medio Mei 2014 silam di Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Ummy  Evania yang akrab disapa Eva, kembali ke Kota Taman. Berbekal ijazah S1, sembari wara-wiri mencari pekerjaan dan mengisi waktu yang kosong, Eva mencoba memulai usaha rumahan.

“Pas awal kembali ke Bontang, saya perhatikan usaha apa nih kira-kira yang pas di Bontang dan belum ada yang geluti. Akhirnya saya memberanikan diri buka usah kecil-kecilan, waktu itu jar cake, buatnya masih di rumah,” kenangnya.

Uniknya, modal awal untuk memulai usaha, Eva menggunakan uang untuk biaya mengurus SIM A yang diberikan ayahnya sebesar Rp 300 ribu. Uang itu kemudian ia pakai sebagai modal untuk membeli bahan serta peralatan untuk membuat kue tart.

“Modal nekat saja ini. Makanya sampai sekarang saya enggak punya SIM A,” ucapnya seraya tertawa mengingat masa-masa ia merintis kala itu.

Bahkan Eva mengaku, ia tak memiliki bakat ataupun pernah mengikuti kursus, semuanya ia peroleh secara otodidak.

“Kebetulan setiap Lebaran di rumah sering bikin kue, nah dari situ mulai tertariknya. Bisa dibilang saya belajar memanfaatkan kecanggihan teknologi yang ada, nonton youtube untuk menambah pengetahuan dan referensi,” ungkapnya.

Lambat laun, kue tart dan jar cake hasil kreasinya mulai diminati. Ia pun  mantap ingin mengembangkan bisnis cake modern, ketika melihat segmentasi usaha di bidang ini belum banyak yang menggelutinya.

Dari rumah, Eva yang dibantu adiknya Afif kemudian mencoba memasarkan produknya di warung bakso milik kakaknya. Di samping itu, ia juga  memasarkan produknya hingga ke Kota Samarinda menggunakan jasa reseller.

“Istilahnya numpak produk di warung kakak, lumayan enggak butuh modal yang begitu besar kalau sewa tempat. Selain itu kami juga getol promosikan melalui instagram, istilahnya media sosial sangat bermanfaat jika kita pergunakan secara positif. Dibanding kita cuman pakai buat scrool doang,” terang Afif menambahkan.

Kesempatan Eva dan Afif mulai terbuka lebar untuk mengembangkan bisnis kuliner cake, kala warung bakso milik kakaknya tutup. Keduanya mulai memberanikan diri membuka pastry cake yang khusus menjual produk kue tart, jar cake serta berbagai macam produk cake modern. Saat itu, nama sugar rush belum dipergunakan.

“Namanya masih pake nama kakak, seingat saya namanya Evania Cakes,” ujar Afif.

Merasa bisnis yang mereka rintis prospektif, usai lulus dari bangku SMA, Afif tak lantas melanjutkan kuliah seperti teman-teman sebayanya. Ia lebih tertarik melanjutkan pendidikannya di bidang kuliner. Melihat keinginan adiknya begitu kuat untuk terjun ke dunia kuliner, Eva kemudian mendaftarkan Afif di International Education – IONS Cullinary Academy.

Selama setahun Afif menimba ilmu di kota pelajar, di sana ia ditempa bagaimana menjadi juru masak yang andal, serta bagaimana mamanage hasil produk, dan ilmu seputar dunia kuliner. Usai mengantongi sertifikasi, ia bahkan sempat mendapat tawaran bekerja di salah satu restoran tempat ia magang.

Namun lantaran tekat untuk mengembangkan usaha kuliner cake  bersama kakaknya begitu kuat, ia menolak tawaran tersebut dan kembali ke Bontang. Ilmu yang ia peroleh selama di Jogja lantas ia pergunakan untuk mengembangkan pastry cake yang kini bernama Sugar Rush.

Dijelaskan Eva, nama Sugar Rush sendiri ia pilih lantaran nama tersebut sangat melekat dengan usaha yang mereka dirikan. “Enggak ada makna filosofis dari nama itu, cuman identik sama usaha kami yang melekat dengan yang manis-manis,” tuturnya.

Inovasi tiada henti, tak hanya mempersolek suasana dalam kafe, namun mereka juga mulai menjual makanan berat, mulai dari burger, pasta hingga menu lain yang bisa memanjakan lidah pengunjung.

“Kami sengaja buat konsep seperti ini, jadi semisal orang mau cari makanan ringan bergaya western dan modern di Bontang, yang ada di benak orang yang di Sugar Rush,” terang Afif.

Selama merintis usaha, keduanya sempat mengalami kejadian yang tak dapat mereka lupakan. Medio 2015 lalu, Sugar Rush sempat mengalami insiden yang membuat mereka down, akibat tabrakan yang dilakukan oleh seorang pengendara mobil. Akibatnya bagian depan gerai mengalami kerusakan yang parah.

“Di situ kaget betul. Pas kami datang eh tahu-tahu sudah ada polisi dan warga yang berkumpul depan kafe. Sempat kepikiran usaha ini mau dilanjut apa enggak. Setelah kami diskusi dengan orang tua, ya udah kami sepakat untuk melanjutkan, dengan konsekuensi Sugar Rush tutup selama seminggu sampai selesai direnovasi. Agak berat juga. Ditutup itu kan lagi ramai-ramainya waktu itu,” kenang Eva.

Masalah itu pun menjadikan pengalaman yang membuat mereka semakin kuat untuk mengembangkan bisnis tersebut. Tahun  berganti tahun, Sugar Rush yang dulunya hanya memiliki satu orang karyawan kini telah mempekerjakan karyawan sebanyak 21 orang. Hebatnya, mereka merekrut tenaga-tenaga kerja lokal yang fresh graduate.

“Kita berdayakan orang Bontang mas. Lagian kualitas orang Bontang bagus-bagus, semuanya kami terima tanpa basic, asal mereka mau belajar dan tekun pasti bisa,” ujar Afif.

Disinggung soal omzet per bulan, keduanya tak ingin buka-bukaan. Di akhir wawancara, keduanya berpesan kepada seluruh pemuda Bontang. Baik yang belum membuka usaha maupun akan memulai usaha agar termotivasi dengan kisah inspiratif mereka berdua.

Bahwa mulailah membuka usaha, jangan takut mencoba dan belajar, dan  jangan takut bersaing. (**)

BIODATA

Nama Lengkap : Ummy Evania/Muhammad Afifush Sidiq

Panggilan Eva  : Eva/Afif

TTL                  : Bontang 23 September 1991/Bontang 28 Februari 1996

Hobi             : Travelling/ Sepakbola

Pendidikan Terakhir : S1 Fakultas Teknik Industri UGM Yogyakarta 2014/Ions Cullinaru Academy (D1) 2015

Nama Orang Tua : Supriadi dan Mutmainah

BERITA TERKAIT

BACA JUGA

Minggu, 23 Juli 2017 00:16

Lurah Jamin Data Penerima BSPS Valid

Lurah Berbas Tengah Usman HM menyambut positif program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang…

Minggu, 23 Juli 2017 00:14

Untuk Penerima BSPS, Beli Material Harus Sesuai Regulasi

BONTANG – Bagi penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) harus berhati-hati untuk membeli…

Minggu, 23 Juli 2017 00:13

6 Besar Calon Panwaslu Didominasi Wajah Baru

SAMARINDA – Proses seleksi calon anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) kabupaten kota sudah…

Minggu, 23 Juli 2017 00:12

Tanah Bermasalah, Jembatan Rusak Tak Masuk Wilayah RT 11

BONTANG - Lurah Tanjung Laut Indah Rosianton Herlambat menyebut, jika jembatan rusak yang dikeluhkan…

Minggu, 23 Juli 2017 00:11

Terkait PKH yang Bermasalah, Lurah Ngaku Tidak Dilibatkan

BONTANG – Program Keluarga Harapan (PKH) yang masih menyisakan masalah ternyata tidak melibatkan…

Sabtu, 22 Juli 2017 00:26

Terkait Jembatan Rusak, Lurah Belum Terima Laporan

Dikeluhkannya kondisi jembatan yang rusak parah, Lurah Tanjung Laut Indah Rosianton Herlambang menyebut,…

Sabtu, 22 Juli 2017 00:25

Jembatan RT 11 Rusak Parah, Warga Ngaku Sering Terjatuh

BONTANG – Beberapa jembatan penghubung ke area pemukiman warga di wilayah RT 11 Kelurahan Tanjung…

Sabtu, 22 Juli 2017 00:24

Hasil Rembuk, Warga Tanjung Laut Indah Tolak Gabung Bontang Timur

BONTANG – Penolakan sejumlah 22 RT Kelurahan Tanjung Laut Indah terhadap rencana pemekaran, disanggah…

Sabtu, 22 Juli 2017 00:23

Setelah Disahkannya RUU Pemilu, Bawaslu Kota Permanen 5 Tahun

BONTANG – Tidak hanya Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten kota yang permanen. Panitia Pengawas…

Sabtu, 22 Juli 2017 00:21

Omzet Rp 1 Juta Per Bulan, Restoran Wajib Bayar Pajak

BONTANG – Lima Fraksi di DPRD Bontang sepakat pajak restoran dikenakan bagi pengusaha kuliner…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .