MANAGED BY:
MINGGU
17 DESEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | PEMKOT | BENUA KUTIM | OLAHRAGA | ZETIZEN | SOCIETY & LENSA
Jumat, 16 Juni 2017 00:14
Pengelolaan Sampah di Bengalon Belum Maksimal

DPU Akan Bantu Pengerasan Jalan ke TPA

SAMPAIKAN LAPORAN: Sekcam Ernawati (berdiri) saat melaporkan kendala sampah di Kecamatanya.(SYAHID/HUMAS PEMKAB KUTIM)

PROKAL.CO, SANGATTA - Saat ini Kecamatan Bengalon tengah menghadapi permasalahan sampah. Hal itu di akibatkan pengambilan sampah yang belum maksimal serta terjadi penumpukan karena fungsi tempat pembuangan akhir (TPA) tak optimal. Persoalan ini disampaikan oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Ernawati kepada Wakil Bupati dalam rapat koordinasi di Ruang Meranti beberapa waktu lalu.

Dihadapan Sekretaris Kabupaten (Seskab) Irawansyah dan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hadir, Erna mengungkap bahwa sistem pengelolaan sampah yang mandiri atau dilakukan sendiri-sendiri membuat sampah tidak terkelola dengan baik dan menumpuk.

Dengan hanya menggunakan satu unit armada sampah yang tersedia, menyebabkan pola pengambilan sampah tidak teratur hingga ke tempat pembuangan akhir atau TPA. “Pengumpul dan pengantar sampah secara perorangan membuat sampah tidak terkelola dengan baik,” ungkap Erna menegaskan.

Selain itu pihaknya juga sedang menghadapi permasalahan lainnya yakni TPA di block Beruang, Desa Sepaso Timur dengan luas lahan kurang lebih 2 hektare kodisi jalan ke lokasi ikut rusak. Akibatnya warga menumpuk sampah di depan area (muara) TPA.

Sedangkan lokasi itu berada di area konsesi sejumlah perusahaan. Sehingga pihak perusahaan akhirnya meminta tumpukan sampah ditempatkan ditempat yang semestinya. “Jalan masuk TPA  sepanjang 1,3 kilometer rusak, sampah yang ditumpuk masuk juga di konsesi PT PIK dan PT KPC,” tuturnya.

Menanggapi persoalan jalan ke lokasi TPA yang rusak, Kepala Dinas PU Aswandini Eka Titra menyarankan untuk sementara dapat dilakukan pengerasan di badan jalan. Tapi untuk ke lokasi TPA belum bisa karena harus ada kejelasan dari status lahan hibah itu sendiri. “Status lahan hibahnya belum ada, takut di komplain pemilik lahan,” kata Aswan kepada peserta rapat. (hms7/drh)


BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .