MANAGED BY:
RABU
28 JUNI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | PEMKOT | BENUA KUTIM | OLAHRAGA | ZETIZEN | SOCIETY & LENSA
Jumat, 16 Juni 2017 00:35
Ramadhan dan Ketakwaan
Nurul Inayah, SEI

PROKAL.CO, Oleh:

Nurul Inayah, SEI

Tenaga Kontrak Kemenag Kota Bontang

Ramadhan memang diharapkan dapat mewujudkan ketakwaan pada diri setiap Muslim dan juga menjadi momen penting untuk mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah SWT secara totalitas (kaffah).

Tidaklah hamba-Ku ber-taqarrub kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada apa yang Aku fardhukan atas dia. Hamba-Ku terus ber-taqarrub kepada-Ku dengan amal-amal nawafil hingga Aku mencintai dia” (HR al-Bukhari, Ibn Hibban dan al-Baihaqi).

Semua amal salih yang dilaksanakan selama Ramadhan haruslah bisa memupuk ketakwaan pada diri kaum Muslim. Ketakwaan itulah yang mesti diwujudkan dari ibadah selama Ramadhan, terutama ibadah puasa. Allah SWT berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa, sebagaimana puasa itu telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa.” (TQS al-Baqarah [2]: 183).

Dengan melaksanakan ibadah puasa, kaum Mukmin akan bisa memupuk ketakwaan dalam diri mereka dan di tengah-tengah mereka. Ketakwaan itu bisa direalisasikan oleh setiap individu Muslim dengan jalan senantiasa terikat dengan hukum-hukum Allah SWT di dalam kehidupannya. Menjadikan halal dan haram atau syariah Islam sebagai standar dalam menjalani aktivitas hidupnya. 

Namun, ketakwaan bukan hanya harus diwujudkan pada tataran individu, namun juga harus diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat. Allah SWT berfirman: “Jika saja penduduk negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan membukakan bagi mereka pintu-pintu keberkahan dari langit dan bumi.” (TQS al-A’raf [7]: 96).

Sayangnya, hal itu belum terealisasi saat ini. Jangankan mewujudkan ketakwaan penduduk negeri secara bersama-sama, mewujudkan ketakwaan individu-perindividu saja sangat sulit. Pasalnya, dalam kehidupan sekularistik, kapitalistik dan hedonistik seperti saat ini, pintu ketakwaan dipersempit, sementara pintu-pintu kemaksiatan dibuka lebar. Bahkan selama Ramadhan, sekularisme (pengabaian agama [syariah Islam] dari kehidupan) tetap mendominasi kehidupan kaum Muslim.

Jika ‘buah’ dari puasa adalah takwa, tentu idealnya kaum Muslim menjadi orang-orang yang taat kepada Allah SWT tidak hanya pada bulan Ramadhan saja, juga tidak hanya dalam tataran ritual dan individual semata. Ketakwaan kaum Muslim sejatinya terlihat juga di luar bulan Ramadhan sepanjang tahun, juga dalam seluruh aspek kehidupan mereka baik dalam tataran individu maupun dalam bermasyarakat.

Dengan demikian, ketakwaan, baik pada tataran individu maupun dalam kehidupan bermasyarakat, hanya akan terwujud dengan penerapan syariah Islam secara total untuk mengatur segala bentuk interaksi yang ada di tengah masyarakat.

Dengan ketakwaan pula, kemuliaan dapat diraih. Maka, hendaknya seluruh kaum Muslim, khususnya di negeri ini, menjadikan Ramadhan kali ini sebagai momentum untuk segera mengubur sekularisme, kemudian menggantinya dengan menerapkan syariah Islam secara total dalam seluruh aspek kehidupan. Itulah wujud ketakwaan hakiki. Itulah yang menunjukkan bahwa kita benar-benar sukses menjalani puasa sepanjang bulan Ramadhan.

Wallahu ‘alam. (*)


BACA JUGA

Rabu, 21 Juni 2017 00:02

Ramadan dan Pengasuhan Anak Usia Dini

Oleh:  Machnun Uzni Sekretaris PW Pemuda Muhammadiyah Kaltim “Dan sungguh Allah telah mengeluarkan…

Rabu, 21 Juni 2017 00:01

Jas Merah Romawi di Italia

Oleh: H. Khumaini Rosadi, SQ., M.Pd.I Dai Ambassador Cordofa 2017 Jangan sekali-kali melupakan sejarah.…

Selasa, 20 Juni 2017 00:18

Menjadi Orangtua yang Belajar

Oleh: Jamaluddin Rosyidi CEO Bimbel ME dan Penggiat Pendidikan Bontang      Kalau kita…

Selasa, 20 Juni 2017 00:04

Puasa Ramadan Sebagai Penghormatan Terhadap Alquran

oleh Yakub Fadillah, S.IP Wakil Sekretaris PD Muhammadiyah Kutai Timur  Bulan Ramadan, selain bulan…

Selasa, 20 Juni 2017 00:02

Semangat Diplomat Saat Berzakat

Oleh: H. Khumaini Rosadi, SQ., M.Pd.I Dai Ambassador Cordofa 2017 Satu persatu, hari demi hari, sedikit-sedikit…

Minggu, 18 Juni 2017 00:08

Cara Hemat Ala Mahasiswa di Italia

Oleh: H Khumaini Rosadi, SQ., M.Pd.I Ketua PPI atau persatuan pelajar Indonesia, Anas menyebutkan, ada…

Sabtu, 17 Juni 2017 00:08

Serasa di Indonesia meski di Italia

Kagum, ketika saya berhadapan dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Italia di Roma, Ibu Esti Andayani.Ternyata…

Jumat, 16 Juni 2017 00:41

Perjuangan Tri Wahyuni, Cinta dan Menulis yang Tak Akan Pupus

Oleh Hj. Muthi' Masfu'ah 'Ma'ruf' AMd (Ketua Gagas Citra Media Dan Rumah Kreatif Salsabila)  Aku…

Jumat, 16 Juni 2017 00:11

Ramadan, Bulan Penuh Berkah

Oleh  Mujahidul Wathoni, S.Ag, M,Pd (Wakil Ketua 5 PD Muhammadiyah Kutai Timur) SECARA bahasa berkah…

Jumat, 16 Juni 2017 00:09

Zikir Berjemaah Tentramkan Muslim di Roma

Sebagai muslim, hidup di dalam negara minoritas memang butuh emosional spiritual yang kuat. Salah-salah,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .