MANAGED BY:
KAMIS
24 MEI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN
Jumat, 16 Juni 2017 00:35
Ramadhan dan Ketakwaan
Nurul Inayah, SEI

PROKAL.CO, Oleh:

Nurul Inayah, SEI

Tenaga Kontrak Kemenag Kota Bontang

Ramadhan memang diharapkan dapat mewujudkan ketakwaan pada diri setiap Muslim dan juga menjadi momen penting untuk mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah SWT secara totalitas (kaffah).

Tidaklah hamba-Ku ber-taqarrub kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada apa yang Aku fardhukan atas dia. Hamba-Ku terus ber-taqarrub kepada-Ku dengan amal-amal nawafil hingga Aku mencintai dia” (HR al-Bukhari, Ibn Hibban dan al-Baihaqi).

Semua amal salih yang dilaksanakan selama Ramadhan haruslah bisa memupuk ketakwaan pada diri kaum Muslim. Ketakwaan itulah yang mesti diwujudkan dari ibadah selama Ramadhan, terutama ibadah puasa. Allah SWT berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa, sebagaimana puasa itu telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa.” (TQS al-Baqarah [2]: 183).

Dengan melaksanakan ibadah puasa, kaum Mukmin akan bisa memupuk ketakwaan dalam diri mereka dan di tengah-tengah mereka. Ketakwaan itu bisa direalisasikan oleh setiap individu Muslim dengan jalan senantiasa terikat dengan hukum-hukum Allah SWT di dalam kehidupannya. Menjadikan halal dan haram atau syariah Islam sebagai standar dalam menjalani aktivitas hidupnya. 

Namun, ketakwaan bukan hanya harus diwujudkan pada tataran individu, namun juga harus diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat. Allah SWT berfirman: “Jika saja penduduk negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan membukakan bagi mereka pintu-pintu keberkahan dari langit dan bumi.” (TQS al-A’raf [7]: 96).

Sayangnya, hal itu belum terealisasi saat ini. Jangankan mewujudkan ketakwaan penduduk negeri secara bersama-sama, mewujudkan ketakwaan individu-perindividu saja sangat sulit. Pasalnya, dalam kehidupan sekularistik, kapitalistik dan hedonistik seperti saat ini, pintu ketakwaan dipersempit, sementara pintu-pintu kemaksiatan dibuka lebar. Bahkan selama Ramadhan, sekularisme (pengabaian agama [syariah Islam] dari kehidupan) tetap mendominasi kehidupan kaum Muslim.

Jika ‘buah’ dari puasa adalah takwa, tentu idealnya kaum Muslim menjadi orang-orang yang taat kepada Allah SWT tidak hanya pada bulan Ramadhan saja, juga tidak hanya dalam tataran ritual dan individual semata. Ketakwaan kaum Muslim sejatinya terlihat juga di luar bulan Ramadhan sepanjang tahun, juga dalam seluruh aspek kehidupan mereka baik dalam tataran individu maupun dalam bermasyarakat.

Dengan demikian, ketakwaan, baik pada tataran individu maupun dalam kehidupan bermasyarakat, hanya akan terwujud dengan penerapan syariah Islam secara total untuk mengatur segala bentuk interaksi yang ada di tengah masyarakat.

Dengan ketakwaan pula, kemuliaan dapat diraih. Maka, hendaknya seluruh kaum Muslim, khususnya di negeri ini, menjadikan Ramadhan kali ini sebagai momentum untuk segera mengubur sekularisme, kemudian menggantinya dengan menerapkan syariah Islam secara total dalam seluruh aspek kehidupan. Itulah wujud ketakwaan hakiki. Itulah yang menunjukkan bahwa kita benar-benar sukses menjalani puasa sepanjang bulan Ramadhan.

Wallahu ‘alam. (*)


BACA JUGA

Rabu, 23 Mei 2018 00:03

Gelar Pengajian di Kolong Jembatan Taipo - Hongkong

  Oleh: H. Khumaini Rosadi, SQ, M.Pd.I  Teman  saya, yang juga seorang Dai Ambassador…

Rabu, 23 Mei 2018 00:03

Meyiapkan Generasi Berkualitas Melalui Pendidikan Keluarga

Oleh : Mujahidul wathoni, M,Pd  BANYAK para orang tua yang menyerahkan sepenuhnya pendidikan anaknya…

Senin, 21 Mei 2018 00:03

Pengaruh Surah Al-Faatihah dalam Kehidupan Manusia

Penulis: Apriliannur, S.IP, P.Ma RASULULLAH Muhammad SAW Bersabda: Tidaklah sah sholat seseorang yang…

Minggu, 20 Mei 2018 00:10

Teroris dan Ketidakadilan

Oleh: Dhedy Ketua Aliansi Jurnalis Kutai Timur (AJKT)  TAK ada asap kalau tidak ada api. …

Senin, 14 Mei 2018 20:08

Sharing Economy

Oleh: Joko Intarto (admin www.disway.id dan wakil sekretaris BP Lazismu PP Muhammadiyah) Artikel zakat…

Sabtu, 12 Mei 2018 00:00

Menunggu Malaysian Effect

Oleh: Husnun N Djuraid , dosen Universitas Muhammadiyah Malang Negeri jiran Malaysia menjadi pusat perhatian…

Jumat, 04 Mei 2018 00:02

Puasa dan Kehamilan

Oleh: dr. Fakhruzzabadi, SpOG, MKes Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Beberapa hari lagi kita…

Kamis, 03 Mei 2018 00:25

Pers Indonesia “Belum Merdeka”

EDITORIAL Oleh: Muhammad Zulfikar Akbar, Redaktur Pelaksana Bontang Post  TAK banyak yang mengetahui,…

Kamis, 03 Mei 2018 00:23

Hari Pendidikan Wadah Refleksi

Catatan Yakub Fadillah, S. IP Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Kebudayaan, DPD KNPI Kutai Timur  …

Sabtu, 28 April 2018 00:04

Paslon Tak Banyak Keluar Biaya, Semangatnya Tak Ada Korupsi

Catatan: Agus Susanto S, Hut Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bontang  Tahapan Kampanye…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .