MANAGED BY:
RABU
28 JUNI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | PEMKOT | BENUA KUTIM | OLAHRAGA | ZETIZEN | SOCIETY & LENSA

BONTANG

Sabtu, 17 Juni 2017 00:26
Kasus Dugaan Mark Up Eskalator
Terkait Pemanggilan Anggota DPRD Masih Terbentur Izin Gubernur
Kepala Kejari Bontang Mochammad Budi Setyadi

PROKAL.CO, BONTANG – Rencana Kejaksaan Negeri (Kejari) Bontang untuk memanggil sejumlah anggota DPRD yang diduga mengetahui dan terlibat kasus dugaan mark up proyek pengerjaan tangga berjalan atau eskalator di Gedung DPRD Bantang mengalami hambatan.

Pasalnya, hingga kini izin dari Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak tak kunjung terbit. Kepada Bontang Post, Kepala Kejari Bontang Mochammad Budi Setyadi mengaku, pihaknya  telah bersurat ke Kemendagri melalui Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak.

Sebab, dalam Undang-Undang Nomor 17/ 2014 Tentang MPR, DPR RI, DPD dan DPRD (MD3) secara gamblang menyebutkan, pemanggilan anggota DPRD di daerah harus melalui persetujuan pemerintah, dalam hal ini Gubernur Kaltim.

“Belum ada yang kami jadikan tersangka untuk kasus ini. Sedangkan untuk pemeriksaan anggota dewan, sesuai aturan menunggu izin Gubernur. Sampai sekarang belum turun,” ungkapnya, Jumat (16/6).

Budi menjelaskan, kasus yang sekira dua bulan sudah ditangani pihaknya ini sangat dinamis dan sesuai perkiraan di awal penyidikan, bahwa pengadaan eskalator memang bermasalah.

“Untuk penghitungan kerugian negara, info dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Kaltim baru akan dilaksanakan setelah Idulfitri,” tuturnya.

Dia memastikan, proses pengusutan kasus ini terus berjalan. Dia juga membantah beberapa statement di media sosial yang menyebutkan bahwa, pihak kejaksaan menghentikan penyidikan kasus ini. Menurutnya, hal tersebut tidak benar.

“Saya tidak punya beban untuk mengungkap kasus ini sampai tuntas. Saya janji kasus ini akan saya rampungkan pengusutannya,” tandasnya.

Budi mengatakan, pihaknya telah mengumpulkan keterangan 16 saksi yang terlibat dalam kasus ini. Mereka telah menyampaikan informasi kepada penyidik. Hanya saja, sejumlah keterangan kunci dibutuhkan terkait dugaan pelanggaran yang terjadi.

Untuk itu , selain pakar eskalator pihaknya juga mengundang Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Kaltim. Mereka diminta untuk mengkalkulasi temuan kerugian dari pengadaan tangga eskalator senilai Rp 2,9 milliar lebih ini.

“Kita sengaja menghadirkan pakar dan BPK untuk menghitung adakah kerugian negara akibat pengadaan barang ini,” katanya.

Untuk diketahui, proyek pengadaan eskalator yang menghubungkan lantai dasar dan lantai 1 di gedung DPRD Bontang menjadi temuan Kejari Bontang adanya dugaan mark up. Proyek dengan dana anggaran dari APBD Bontang Tahun Anggaran 2015 ini bernilai Rp 2,9 miliar.

Meski menggunakan APBD TA 2015, proyek tersebut baru selesai tahun 2016 awal dan dibayarkan di APBD Perubahan tahun 2016. Pengerjaan yang harusnya rampung pada 26 Desember 2015 tak bisa dipenuhi CV Etika Sejahtera selaku kontraktor.

Saat itu, kontraktor beralasan eskalator yang didatangkan dari Tiongkok itu tertahan di Pelabuhan Semayang, Balikpapan. Jadi, diberikan adendum selama 50 hari untuk merampungkan pekerjaan.

Akibatnya, meski pekerjaan selesai pada Januari 2016, eskalator yang diklaim hemat listrik itu baru bisa digunakan pada pertengahan 2016. Pasalnya, sekretariat DPRD tidak berani menggunakan sebelum adanya pembayaran kepada kontraktor. (*/nug)


BACA JUGA

Senin, 26 Juni 2017 12:25

WASPADA!!! Pencurian Modus Silaturrahmi

BONTANG - Warga Bontang tampaknya harus waspada menerima tamu yang hendak bersilaturrahmi selama lebaran.…

Minggu, 25 Juni 2017 09:31

Wow! Salat Id Membeludak, Islamic Center Tak Mampu Tampung Jemaah

SAMARINDA - Ribuan jemaah dari berbagai penjuru Kota Tepian mengikuti salat Id di Masjid Islamic Center…

Sabtu, 24 Juni 2017 20:07

Hindari Macet, ini Rute Malam Takbiran di Bontang

BONTANG  -  Perayaan malam takbiran di Bontang dipastikan bakal meriah. Bahkan, rute pawai…

Sabtu, 24 Juni 2017 19:06

WADUH!!! Akun Facebook Palsu Ketua DPRD Telan Korban

BONTANG Ketua DPRD Bontang Nursalam melakukan pelaporan atas kasus penipuan yang mengatasnamakan dirinya…

Sabtu, 24 Juni 2017 15:23

Ribuan Fakir Miskin Rela Antre Zakat

BONTANG - Ribuan fakir miskin Bontang rela mengantre untuk bisa menerima zakat fitrah, Siang ini (24/6).…

Sabtu, 24 Juni 2017 00:25
Maut di Gunung Menangis

YA ALLAH NGERINYA...!! Mobil Tabrak Pembatas Jalan, Dua Nyawa Melayang

BONTANG – Nasib tragis dialami keluarga Irmansyah dari Bengalon pada mudik Lebaran tahun ini.…

Sabtu, 24 Juni 2017 00:23

Penumpang Keluhkan Harga Tiket Yang Tak Sesuai

BONTANG – Arus mudik Lebaran melalui sektor transportasi laut ditutup pada Jumat (23/6) kemarin,…

Sabtu, 24 Juni 2017 00:22

Tinjau Gedung Pelabuhan, Wali Kota Perintahkan Pemeliharaan Gedung

BONTANG – Wali Kota Bontang Neni Moernieni setelah melepas keberangkatan penumpang KM Queen Soya…

Sabtu, 24 Juni 2017 00:21

Oknum Guru Cabul, Ini Kata Kadisdik Bontang

BONTANG – Dinas Pendidikan (Disdik) mempercayakan kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh…

Sabtu, 24 Juni 2017 00:19

Buka Bersama Akbar Dibanjiri Warga

BONTANG – Suasana ruas jalan Agus Salim, Kelurahan Berbas Pantai Jumat (23/6) sore kemarin berbeda…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .