MANAGED BY:
MINGGU
27 MEI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Sabtu, 17 Juni 2017 00:26
Kasus Dugaan Mark Up Eskalator
Terkait Pemanggilan Anggota DPRD Masih Terbentur Izin Gubernur
Kepala Kejari Bontang Mochammad Budi Setyadi

PROKAL.CO, BONTANG – Rencana Kejaksaan Negeri (Kejari) Bontang untuk memanggil sejumlah anggota DPRD yang diduga mengetahui dan terlibat kasus dugaan mark up proyek pengerjaan tangga berjalan atau eskalator di Gedung DPRD Bantang mengalami hambatan.

Pasalnya, hingga kini izin dari Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak tak kunjung terbit. Kepada Bontang Post, Kepala Kejari Bontang Mochammad Budi Setyadi mengaku, pihaknya  telah bersurat ke Kemendagri melalui Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak.

Sebab, dalam Undang-Undang Nomor 17/ 2014 Tentang MPR, DPR RI, DPD dan DPRD (MD3) secara gamblang menyebutkan, pemanggilan anggota DPRD di daerah harus melalui persetujuan pemerintah, dalam hal ini Gubernur Kaltim.

“Belum ada yang kami jadikan tersangka untuk kasus ini. Sedangkan untuk pemeriksaan anggota dewan, sesuai aturan menunggu izin Gubernur. Sampai sekarang belum turun,” ungkapnya, Jumat (16/6).

Budi menjelaskan, kasus yang sekira dua bulan sudah ditangani pihaknya ini sangat dinamis dan sesuai perkiraan di awal penyidikan, bahwa pengadaan eskalator memang bermasalah.

“Untuk penghitungan kerugian negara, info dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Kaltim baru akan dilaksanakan setelah Idulfitri,” tuturnya.

Dia memastikan, proses pengusutan kasus ini terus berjalan. Dia juga membantah beberapa statement di media sosial yang menyebutkan bahwa, pihak kejaksaan menghentikan penyidikan kasus ini. Menurutnya, hal tersebut tidak benar.

“Saya tidak punya beban untuk mengungkap kasus ini sampai tuntas. Saya janji kasus ini akan saya rampungkan pengusutannya,” tandasnya.

Budi mengatakan, pihaknya telah mengumpulkan keterangan 16 saksi yang terlibat dalam kasus ini. Mereka telah menyampaikan informasi kepada penyidik. Hanya saja, sejumlah keterangan kunci dibutuhkan terkait dugaan pelanggaran yang terjadi.

Untuk itu , selain pakar eskalator pihaknya juga mengundang Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Kaltim. Mereka diminta untuk mengkalkulasi temuan kerugian dari pengadaan tangga eskalator senilai Rp 2,9 milliar lebih ini.

“Kita sengaja menghadirkan pakar dan BPK untuk menghitung adakah kerugian negara akibat pengadaan barang ini,” katanya.

Untuk diketahui, proyek pengadaan eskalator yang menghubungkan lantai dasar dan lantai 1 di gedung DPRD Bontang menjadi temuan Kejari Bontang adanya dugaan mark up. Proyek dengan dana anggaran dari APBD Bontang Tahun Anggaran 2015 ini bernilai Rp 2,9 miliar.

Meski menggunakan APBD TA 2015, proyek tersebut baru selesai tahun 2016 awal dan dibayarkan di APBD Perubahan tahun 2016. Pengerjaan yang harusnya rampung pada 26 Desember 2015 tak bisa dipenuhi CV Etika Sejahtera selaku kontraktor.

Saat itu, kontraktor beralasan eskalator yang didatangkan dari Tiongkok itu tertahan di Pelabuhan Semayang, Balikpapan. Jadi, diberikan adendum selama 50 hari untuk merampungkan pekerjaan.

Akibatnya, meski pekerjaan selesai pada Januari 2016, eskalator yang diklaim hemat listrik itu baru bisa digunakan pada pertengahan 2016. Pasalnya, sekretariat DPRD tidak berani menggunakan sebelum adanya pembayaran kepada kontraktor. (*/nug)


BACA JUGA

Sabtu, 26 Mei 2018 00:01

Pedal Gas Dikira Rem, BRV Hantam Traffic Light

BONTANG – Sopir sebuah mobil Honda BRV menabrak tiang traffic light akibat salah menginjak pedal…

Sabtu, 26 Mei 2018 00:01
Pilgub Kaltim 2018

Logistik Pilgub Dipastikan Siap 100 Persen

BONTANG – Logistik pendukung untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim tahun 2018 penyediannya…

Sabtu, 26 Mei 2018 00:01

Insentif Ketua RT Bakal Naik

“Karena gaji guru mengaji, ustaz, pendeta, dan pemuka agama lainnya sudah dinaikkan, maka insentif…

Sabtu, 26 Mei 2018 00:01

56 Pendukung DPD Diklarifikasi

BONTANG – Sebanyak 56 pendukung Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan (dapil) Kalimantan…

Jumat, 25 Mei 2018 00:02
Pilgub Kaltim 2018

Panwaslu Siaga 1 Awasi Logistik Pilgub

Panwaslu Bontang siap mengawasi setiap tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kaltim…

Jumat, 25 Mei 2018 00:02
Pilgub Kaltim 2018

Saat Sahur, 117.090 Surat Suara Tiba di Bontang

BONTANG – Sebanyak 117.090 surat suara, yang merupakan salah satu logistik utama dalam Pemilihan…

Jumat, 25 Mei 2018 00:02

Tak Lolos Tim Paskibra, Orang Tua Kecewa

“Ini yang saya minta untuk diklarifikasi karena anak saya dinyatakan terindikasi kanker darah,…

Kamis, 24 Mei 2018 00:02

Hari Ini Beroperasi, Bandara APT Pranoto Diburu Pemudik

BONTANG – Menjelang libur Lebaran, sebagian warga Bontang mulai mencari informasi mudik. Salah…

Kamis, 24 Mei 2018 00:02

Makanan Kedaluwarsa Dipajang di Swalayan

BONTANG – Di Bulan Ramadan ini tim gabungan dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan…

Kamis, 24 Mei 2018 00:02

Dapat Sedekah 2 Ton Beras, Sehari Habiskan 700 Porsi

Sukses dijalankan tahun lalu, program buka puasa bersama gratis di Masjid Asy Syuhada Kelurahan Berbas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .