MANAGED BY:
SABTU
18 NOVEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | PEMKOT | BENUA KUTIM | OLAHRAGA | ZETIZEN | SOCIETY & LENSA

BONTANG

Sabtu, 17 Juni 2017 00:26
Kasus Dugaan Mark Up Eskalator
Terkait Pemanggilan Anggota DPRD Masih Terbentur Izin Gubernur
Kepala Kejari Bontang Mochammad Budi Setyadi

PROKAL.CO, BONTANG – Rencana Kejaksaan Negeri (Kejari) Bontang untuk memanggil sejumlah anggota DPRD yang diduga mengetahui dan terlibat kasus dugaan mark up proyek pengerjaan tangga berjalan atau eskalator di Gedung DPRD Bantang mengalami hambatan.

Pasalnya, hingga kini izin dari Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak tak kunjung terbit. Kepada Bontang Post, Kepala Kejari Bontang Mochammad Budi Setyadi mengaku, pihaknya  telah bersurat ke Kemendagri melalui Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak.

Sebab, dalam Undang-Undang Nomor 17/ 2014 Tentang MPR, DPR RI, DPD dan DPRD (MD3) secara gamblang menyebutkan, pemanggilan anggota DPRD di daerah harus melalui persetujuan pemerintah, dalam hal ini Gubernur Kaltim.

“Belum ada yang kami jadikan tersangka untuk kasus ini. Sedangkan untuk pemeriksaan anggota dewan, sesuai aturan menunggu izin Gubernur. Sampai sekarang belum turun,” ungkapnya, Jumat (16/6).

Budi menjelaskan, kasus yang sekira dua bulan sudah ditangani pihaknya ini sangat dinamis dan sesuai perkiraan di awal penyidikan, bahwa pengadaan eskalator memang bermasalah.

“Untuk penghitungan kerugian negara, info dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Kaltim baru akan dilaksanakan setelah Idulfitri,” tuturnya.

Dia memastikan, proses pengusutan kasus ini terus berjalan. Dia juga membantah beberapa statement di media sosial yang menyebutkan bahwa, pihak kejaksaan menghentikan penyidikan kasus ini. Menurutnya, hal tersebut tidak benar.

“Saya tidak punya beban untuk mengungkap kasus ini sampai tuntas. Saya janji kasus ini akan saya rampungkan pengusutannya,” tandasnya.

Budi mengatakan, pihaknya telah mengumpulkan keterangan 16 saksi yang terlibat dalam kasus ini. Mereka telah menyampaikan informasi kepada penyidik. Hanya saja, sejumlah keterangan kunci dibutuhkan terkait dugaan pelanggaran yang terjadi.

Untuk itu , selain pakar eskalator pihaknya juga mengundang Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Kaltim. Mereka diminta untuk mengkalkulasi temuan kerugian dari pengadaan tangga eskalator senilai Rp 2,9 milliar lebih ini.

“Kita sengaja menghadirkan pakar dan BPK untuk menghitung adakah kerugian negara akibat pengadaan barang ini,” katanya.

Untuk diketahui, proyek pengadaan eskalator yang menghubungkan lantai dasar dan lantai 1 di gedung DPRD Bontang menjadi temuan Kejari Bontang adanya dugaan mark up. Proyek dengan dana anggaran dari APBD Bontang Tahun Anggaran 2015 ini bernilai Rp 2,9 miliar.

Meski menggunakan APBD TA 2015, proyek tersebut baru selesai tahun 2016 awal dan dibayarkan di APBD Perubahan tahun 2016. Pengerjaan yang harusnya rampung pada 26 Desember 2015 tak bisa dipenuhi CV Etika Sejahtera selaku kontraktor.

Saat itu, kontraktor beralasan eskalator yang didatangkan dari Tiongkok itu tertahan di Pelabuhan Semayang, Balikpapan. Jadi, diberikan adendum selama 50 hari untuk merampungkan pekerjaan.

Akibatnya, meski pekerjaan selesai pada Januari 2016, eskalator yang diklaim hemat listrik itu baru bisa digunakan pada pertengahan 2016. Pasalnya, sekretariat DPRD tidak berani menggunakan sebelum adanya pembayaran kepada kontraktor. (*/nug)


BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 00:14

Senin,Polres Bontang Uji Coba Tilang dengan CCTv

BONTANG - Polantas Polres Bontang akan menerapkan sistem pemantauan arus lalu-lintas dengan bantuan…

Sabtu, 18 November 2017 00:12

Penerima PKH Berpotensi Bertambah

BONTANG – Berdasarkan data Basis Data Terpadu (BDT) tahun 2015 maka akan terjadi penambahan calon…

Jumat, 17 November 2017 00:35

Dituding Jadi Penyebab Turunnya Kualitas PDAM, Ini Kata Kontraktor Jargas

BONTANG - PT. Kaltim Citra Nusantara (KCN) selaku kontraktor pelaksana penggalian pipa jaringan gas…

Jumat, 17 November 2017 00:34

Lima Kecelakaan Terjadi, Satu Meninggal

BONTANG - Selama operasi zebra berlangsung, terdapat lima kecelakaan yang terjadi. Hal itu berakibat…

Jumat, 17 November 2017 00:33

WOW!!! Ada 683 Penindakan selama Operasi Zebra

BONTANG – Usai sudah pelaksanaan operasi zebra yang digelar oleh Satlantas Polres Bontang. Total…

Kamis, 16 November 2017 00:19

Maling Solar Cell Kembali Diciduk

BONTANG – Salah satu komplotan pencuri solar cell dan accu milik Vico Indonesia yang masuk daftar…

Kamis, 16 November 2017 00:18

Hujan Deras, Rawan Banjir, BMKG Imbau Warga Waspada

BONTANG – Akibat hujan deras pada Selasa (14/11) lalu, beberapa wilayah di Bontang mengalami banjir.…

Kamis, 16 November 2017 00:18

Dandim Gunawan Rayakan HUT Bontang Post

BONTANG – Di tengah padatnya kesibukan, Dandim 0908/BTG Letkol Arh Gunawan Wibisono Selasa (14/11)…

Kamis, 16 November 2017 00:17

Tas dan Sepatu di Perbatasan Masih Tertahan

BONTANG – Hingga kini, distribusi tas dan sepatu sekolah di daerah Sidrap dan Simpang Sangatta…

Kamis, 16 November 2017 00:16

Disdamkartan Dituntut Selalu Siap, Mulai Kebakaran hingga Evakuasi Sarang Tawon

Selasa (14/11) lalu menjadi hari yang cukup menyibukkan bagi petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .