MANAGED BY:
MINGGU
20 AGUSTUS
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | PEMKOT | BENUA KUTIM | OLAHRAGA | ZETIZEN | SOCIETY & LENSA

SANGATTA POST

Senin, 19 Juni 2017 16:47
WADUH!!! Beri Pengemis, Denda Rp 50 Juta

Pasang Himbauan Larangan Meminta dan Memberi

AWAS DIDENDA: Satpol PP Kutim menginterogasi beberapa pengemis. (DOK)

PROKAL.CO, SANGATTA - Dinas Sosial (Dissos) memberikan peringatan keras kepada masyarakat yang doyan memanjakan pengemis dengan memberi uang. Ancaman tersebut berupa kurungan penjara selama tiga bulan dan denda Rp 50 juta rupiah. 

Dikatakan Kadissos Kutim Jamiatul Khair Daik didampingi Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Ernata Hadi Sujito, larangan tersebut termuat dalam Perda Daerah Kaltim Nomor 03 Tahun 2016 tentang Penanganan dan Pemberdayaan Penyandang Masalah Kesejahteraan. 

Pada pasal 49 ayat b menyatakan, dilarang memberikan sejumlah uang dan atau barang kepada anak, orang atau kelompok yang mengemis, mengamen, pedagang asongan, penjual koran, gelandangan dan kegiatan sejenis lainnya di jalan umum. 

Pada pasal 51 poin 1 juga menyatakan jika setiap orang atau pengguna jalan dilarang memberi uang dan atau barang kepada balita, anak, disabilitas, Lansia, yang mengemis, mengamen, berdagang asongan, penjual koran, gelandangan, atau mengatasnamakan lembaga sosial, panti asuhan, atau kegiatan sejenis lainnya di jalan umum. 

"Jadi pemberi, penerima maupun yang memfasilitasi,  semua terkena ancaman. Baik kurungan 3 bulan maupun denda Rp50 juta. Jadi kami minta untuk memberi, meminta terlebih memfasilitasi," pinta Ernata. 

Pasal ini diterapkan lantaran dianggap jitu ketimbang metode razia. Karena dari pengalaman, para Gepeng dan semisalnya tak kunjung sadar. Meskipun setelah ditangkap diberikan peringatan keras dan surat pernyataan. 

"Jadi kami akan mengutamakan imbauan nyata kepada masyarakat secara langsung. Yakni dengan pemasangan baleho di beberapa lokasi strategis. Yang baru dipasang itu di Jembatan Pinang. Tetapi razia tetap kami lakukan. Jadi tetap jalan secara bersamaan," kata Ernata. 

Mantan pegawai Diskes itu yakin metode tersebut akan ampuh.  Hanya membutuhkan waktu yang relatif singkat Gepeng akan hilang dengan sendirinya. 

"Dengan analogi sederhana saja, jika warga Kutim tidak ada lagi yang memberi Gepeng, maka mereka enggak mau lagi ke Kutim. Jadi kami harap jangan lagi berfikir kasihan, tetapi ini merupakan aturan. Ada sanksi yang akan menjerat jika tetap melanggar. Mudahan saja masyarakat Kutim bisa bekerjasama," harapnya. (dy)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Agustus 2017 23:59

Upaya Tangani Kasus Kenakalan Remaja, Pemkab Bentuk Tim Terpadu

SANGATTA - Kasus kenakalan pelajar usia remaja di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), kini cukup memprihatikan.…

Sabtu, 19 Agustus 2017 00:05

Semangat Merah Putih di Teluk Perancis

SANGATTA – Semangat merah putih berkibar hingga ke Pantai Teluk Perancis, Kutim. Semangat itu…

Sabtu, 19 Agustus 2017 00:04

Pinjaman Rp 350 Miliar ke BPD, Jangan Dipakai Menggaji TK2D

SANGATTA - DPRD Kutim tak begitu saja merestui peminjaman uang Rp 350 miliar Pemkab Kutim dari pemerintah…

Sabtu, 19 Agustus 2017 00:02

Tak Ajukan Banding, Pembantai Istri dan Anak Terima Putusan Hakim

SANGATTA - Didi Sumardi alias  Didi alias Tingai, akhirnya resmi berstatus terpidana. Ya, pria…

Sabtu, 19 Agustus 2017 00:00

Prioritaskan Infrastruktur Dasar, Pemkab Sepakati Pandangan DPRD Kutim

SANGATTA – Pemkab akhirnya menanggapi pemandangan umum fraksi-fraksi di DPRD Kutim mengenai rancangan…

Jumat, 18 Agustus 2017 23:59

Pasar Sangsel Bakal Dipindah

Sangatta - Berbagai upaya sudah dilakukan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) untuk memfungsikan…

Jumat, 18 Agustus 2017 00:28

Kutim Masih 'Terjajah'

SANGATTA - Siapa bilang Kutim sudah merdeka. Kota Singa ini nyatanya masih “terjajah”. …

Jumat, 18 Agustus 2017 00:26

Program Hilirisasi, Tunggu Maloy Rapung

SANGATTA - Bupati Kutai Timur (Kutim) Ismunandar ingin agar pengembangan industri hilir dari perkebunan…

Jumat, 18 Agustus 2017 00:26

Kesadaran Kurang, Banyak Warga Tak Pasang Bendera

"Saya rasa kesadaran masyarakat masih kurang. Masih perlu sosialisasi secara mendalam tentang pentingnya…

Jumat, 18 Agustus 2017 00:25

Cegah Kesalahan, Bupati Minta APIP Diaktifkan

SANGATTA - Adanya beberapa saran perbaikan dalam Laporan Hasil Pertanggungjawaban (LHP) yang diberijan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .