MANAGED BY:
MINGGU
17 DESEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | PEMKOT | BENUA KUTIM | OLAHRAGA | ZETIZEN | SOCIETY & LENSA
Rabu, 21 Juni 2017 00:02
Ramadan dan Pengasuhan Anak Usia Dini
Machnun Uzni

PROKAL.CO, Oleh:

 Machnun Uzni

Sekretaris PW Pemuda Muhammadiyah Kaltim

“Dan sungguh Allah telah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun. Dan Dia memberi kamu pendengaran, pengihatan dan hati, agar kamu bersyukur.” (QS. An Nahl; 78)

Suatu hari, Sa’ad bin Abi Waqas sedang berkunjung ke rumah Rasulullah SAW. Ia terkejut mendapati kedua cucu Rasulullah SAW, Hasan dan Husein, sedang bermain di atas perut sang kakek. Sa’ad lantas bertanya kepada Rasulullah SAW apakah ia mencintai mereka. Rasulullah SAW menjawab, “Bagaimana mungkin aku tidak mencintai dua kuntum bunga raihanah ini?”

Begitu juga saat keduanya tengah bermain kuda-kudaan di punggung Rasulullah SAW yang tengah merangkak di atas tanah. Uar datang lalu berkata, “Hai Anak, alangkah indah tungganganmu.” Rasulullah SAW lantas menjawab, “Alangkah indahnya para penunggangnya!”.

Dari dua kisah diatas Nampak Rasulullah SAW mengajarkan bagaimana untuk senantiasa menyayangi anak-anak.bahkan karena anak-anak pula Rasulullah SAW pernah memendekkan Salatnya ketika mendengar tangis anak. Karena anak pula, Rasulullah SAW pernah bersujud sangat lama. Begitu lamanya beliau bersujud, sampai-sampai para sahabat mengira Rasulullah SAW sedang menerima wahyu dari Allah SWT. padahal saat itu ternyata sang cucu sedang menaiki punggungnya.

Rasulullah SAW juga pernah menggendong cucunya ketika sedang Salat. Ia adalah Umamah binti Abi Al Ash. Jika rukuk, Umamah diletakkan dan ketika bangun dari rukuk, maka Umamah diangkat kembali.

Begitulah Rasulullah SAW mencontohkan akhlak yang baik kepada anak. Behkan beliau menyerukan kepada orang tua untuk mencintai dan menyayangi anak-anak mereka, serta menepati bila berjanji. “Cintailah anak-anak dan sayangilah mereka bila menjanjikan sesuatu kepada mereka, tepatilah. Sesungguhnya yang mereka ketahui hanya kamulah yang memberi mereka rezeki”.

Secara tidak langsung, kisah-kisah Rasulullah SAW dalam menghadapi dan menangani anak-anak menunjukkan pentingnya mendidik anak sejak usia dini. Para ahli psikolohi berpendapat, bahwa rentang usia dini antara nol samaai empat tahun sebagai golden years atau masa keemasan anak. Dimana pada masa itu, tidak kurang dari 100 milyar sel otak siap untuk distimulsi agar kecerdasan seseorang dapat berkembang secara optimal dikemudian hari.

Banyak penelitian menunjukkan, bahwa kecerdasan anak usia 0-4 tahun akan mempengaruhi 50 persen dari total kecerdasan yang akan dicapai pada usia 18 tahun. Hal ii menunjukkan bahwa empat tahun pertama adalah masa-masa yang paling menentukan dalam membangun kecerdasan anak dibandingkan masa-masa sesudahnya. Jadi, jika masa-masa ini anak tidak mendapatkan rangsangan yang maksimal, maka potensi kembang anak tidak akan teraktualisasi secara optimal.

Hibana S Rahman (2005;5) menyatakan bahwa pendidikan usia dini dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan fisik dan mental, yang secara langsung maupun tidak langsung akan berdampak pada prestasi belajar, atas kerja dan produktifitas. Pada akhirnya anak akan lbih mampu mandiri dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki.

Allah SWT dengan kasih sayangNya telah memberikan modal terbaik bagi manusia saat terlahir kedunia. Potensi manusia sebagai modal ketika terlahir minimal ada lima yaitu, daya nabatiyah (RQ), daya hayawaniyah (LQ), daya bashariah (IQ), daya nafsiyah (EQ) dan daya ruhaniyah (SQ).

Ada tulisan menarik dari Ustadz Didik Purwodarsono yang kami kutipkan, dalam hal pendidikan anak-anak kita bisa melihat analogi dengan model dua buah kandang ayam, yaitu ayam kampung dan ayam pedaging. Ayam kampung membesarkan anak dengan realitas  dan ayam pedaging dibesarkan dengan fasilitas. Nak ayam kampung langsung diajak induknya menghadapi kenyataan, mengenal tantangan, menjelajahi medan dan menaklukkan setiap yang menjadi penghalang. Oleh karena itu jangan heran, meskipun harus menghadapi seleksi alam anak-anak ayam kampong sudah sejak awal mampu menunjukkan kemandirian, keberanian dan kesiapan bertahan dan bahkan menang dalam pertarungan.

Liatlah ayam pedaging, sejak kecil harus dipisah dari induknya, dikungkung dalam ruang kandang sempit dan pengap yang mengerdilkan wawasan. Semua yang dibutuhkan dan disenangi disiapkan yang tinggal dimakan. Mereka hidup dari fasiitas, diimunisasi disterilka dari tantangan. Memang hasilnya mereka Nampak bersih, kelihatan sehat, gemuk, teang da menarik. Namun, ayam pedaging dibesarkan bukan utu dilepas di alam bebas, mereka harus cepat disembelih dan dikonsumsi manusia saat masih muda. Jika dilepas kea lam bebas, jelas akan stress, bingung, canggung bahkan tidak mampu dalam mencari tempat untuk bergantung.

Bagaimana Puasa mengajarkan kecerdasan masa depan? Bukankah dalam puasa kita mengenal waktu sahur kemudian menahan rasa lapar dan dahaga hingga waktu berbuka. Jika kita dalami maka kita dapat mengambil hikmahnya. Pertama, Puasa mengajarkan sikap optimis. Bagaimana tidak, meski kita menahan rasa lapar dan dahaga sejak sesudah waktu sahur namun kita yakin dan optimis aka nada saatnya waktu berbuka.

Saat anak-anak untuk menunggu waktu berbuka perlu strategy agar ia lupa akan rasa lapar dan dahaganya. Mengajari anak berpuasa sejak dini nilah akan membentuk sikap optimis, maka bukalah sedikit hikmah puasa itu jangan sekedar ia mengikuti kebiasaan. Kedua, Puasa mengajari akan kepedulian sosial.

Dalam rasa lapar dan dahaga si anak akan faham tentang bagaimana sebuah keadaan. Maka sesekali berilah sianak untuk mengajari berinfaq, memasukkan uang ke kotak amal atau ajak si anak berbagi takjil. Disinilah rasa empaty dan peduli terekam di otak si anak.

Kelak akan mnejadikan ia orang berpribadi penolong. Tak sanggup melihat penderitaan orang lain. Ketiga, Puasa akan mengajarkan si anak lebih mengenal akan penciptanya. Bagaimana tidak, ritme waktu semuanya bernuansa ibadah tinggal kita sebagai orang tua yang harus pandai-pandai menjadikan Ramadan sebagai bulan pembentukan karakter diri yang istimewa.

Jika Puasa kita tanamkan hikmahnya sejak kecil maka yakinlah si anak akan menatap dengan cerdas masa depannya. Dan semakin kita yakin akan kekuatan doa, waj’alna lil muttaqina imama merekalah kelak yang akan menjadi pemimpin bagi kaum yang bertaqwa.(*)


BACA JUGA

Minggu, 19 November 2017 00:23

Menyelami Makna Dibalik Peristiwa

PENULIS: Nurul Inayah, SEI Tenaga Kontrak Kementerian Agama Kota Bontang  Keberhasilan dakwah tidak…

Minggu, 05 November 2017 00:21

Menjaga Bahasa Melalui Sumpah Pemuda

Oleh: N Yahya Yabo Pegiat Sastra dan Teater  Pada dasarnya setiap indivindu memiliki sifat yang…

Minggu, 15 Oktober 2017 18:45

Kaum LGBT Makin Berani

Belum hilang dari benak, ratusan pria yang ditangkap saat penggerebekan pesta seks gay  di Kompleks…

Minggu, 08 Oktober 2017 00:14

Perilaku Seks Bebas di Kalangan Remaja

Oleh: Purwanti Rahayu Ibu Rumah Tangga Masa remaja adalah masa dimana seseorang harus menghadapi tekanan-tekanan…

Sabtu, 07 Oktober 2017 00:23

Jalan Dakwah

 Oleh: Ustadz Raden Ahmad Affandi (Dai Nasional, Pengisi acara “Obral Hidayah” dan…

Kamis, 05 Oktober 2017 00:18

Darurat Narkoba, Solusinya?

Oleh: Dian Eliasari, SKM Pendidik  Saat ini Indonesia sedang disuguhi potret buram dan kelam tentang…

Selasa, 03 Oktober 2017 00:13

Bulan Kekejaman Setelah Bulan Kemerdekaan

Oleh: N Yahya Yabo Pegiat Sastra dan Teater  Sejarah pasti akan selalu diingat bahkan akan selalu…

Senin, 02 Oktober 2017 18:06

Tak Musti Tajir, Ada TKI dan Guru SLTA

BERHAJI atau pun berumrah adalah memenuhi panggilan Tuhan Yang Maha Kuasa, untuk datang ke tanah suci…

Jumat, 29 September 2017 00:22

Menyoal Bendera dengan Lafaz Tauhid

Penulis: Nurwanah Ibu Rumah Tangga  Ribuan peserta aksi dukungan terhadap Rohingya datang ke Gedung…

Rabu, 20 September 2017 00:55

Bantu Perawat Meminimalkan Medication Error

Pelayanan keperawatan merupakan bagian terbesar dari pelayanan kesehatan. Meningkatkan mutu pelayanan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .