MANAGED BY:
RABU
20 SEPTEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | PEMKOT | BENUA KUTIM | OLAHRAGA | ZETIZEN | SOCIETY & LENSA

BONTANG

Selasa, 18 Juli 2017 00:16
Pemkot Tak Ingin Berutang Lagi ke Rekanan, Klausul Baru Kontrak Antisipasi Rasionalisasi Anggaran
BERI PENJELASAN: Kabag ULP Amiruddin (paling kiri), didampingi Indra Nopika Wijaya Kasubag Pengadaan Konstruksi (tengah), dan Andi Hasanuddin Akmal Sekretaris ULP (kanan) menjelaskan klausul baru yang sempat dipersoalkan sejumlah kontraktor.(NUGRAH/BONTANG POST)

PROKAL.CO, ockquote>

“Walaupun pusat sudah keluarkan perpres (Peraturan Presiden) semisal tentang alokasi anggaran, karena kami sudah ketergantungan migas, kadang yang sudah dijanjikan ternyata realisasinya tidak sesuai,” Amiruddin , Kepala Bagian ULP Pemkot Bontang

BONTANG – Klausul baru dalam dokumen lelang bidang konstruksi di situs lpsebontangkota.go.id yang  disoal sejumlah kontraktor terjawab.  Itu dilakukan untuk mengantisipasi manakala adanya rasionalisasi anggaran atau transfer dana yang berkurang dari pusat.

Imbauan ini sejatinya memudahkan  calon penyedia jasa yang akan melakukan penawaran agar  tidak merasa dirugikan, sekaligus agar Pemkot tidak berutang ke kontraktor seperti 2016 lalu.

Kepala Bagian Unit Layanan dan Pengadaan (ULP) Pemkot Bontang Amiruddin saat ditemui di ruangannya, Senin (17/7)  menuturkan , APBD Bontang sangat tergantung dengan dana perimbangan, otomatis jalannya pembangunan sangat ditentukan dari  besar atau kecilnya kucuran dana dari pusat.

“Walaupun pusat sudah keluarkan perpres (Peraturan Presiden) semisal tentang alokasi anggaran, karena kami sudah ketergantungan migas, kadang yang sudah dijanjikan ternyata realisasinya tidak sesuai,” ungkapnya.

Paling tidak, kata dia pelelangan bidang konstruksi  dapat dilakukan terlebih dahulu minimal telah mendapat persetujuan dari DPRD walaupun belum ditetapkan dengan tenggat waktu sepuluh bulan, sembari menunggu kepastian anggaran. Namun apabila anggaran tidak tersedia praktis kegiatan tidak akan dilanjut.

“Jelas di dokumen lelang itu ada penjelasannya, tergantung  rekanan  kalau misalkan dia bersedia dan mampu ya silahkan ikut, kalau tidak ya tidak usah ikut  karena kami juga mengejar waktu,”ungkapnya.

Amir menjelaskan, apabila pekerjaan tengah berjalan seperti tahun lalu namun tiba-tiba terjadi defisit anggaran, otomatis pihaknya akan menyetop anggaran. Kontraktor pun tak memiliki kewenangan untuk menuntut. Ia mengaku dalam  dokumen klausul baru tersebut tidak menjelaskan apabila terjadi defisit anggaran.

Ada dua opsi yang bisa dilakukan, pertama Pemkot akan membayar sesuai pekerjaan yang dilakukan atau meneruskan pekerjaan tapi pembiayaan seluruhnya oleh pihak rekanan, dimana pembayaran akan dilakukan pada tahun berikut.

“Sama seperti tahun  lalu, ya kami kembalikan lagi ke OPD-nya, di ULP hanya proses lelangnya. Kami akan melakukan percepatan proses lelang. Yang dipermasalahakan oleh teman-teman kontraktor kalau seandainya proses lelang telah terjadi dan penganggaran tidak tersedia, jadi proses lelang tidak kami lanjutkan,” pungkasnya.

 Kasubbag  Pengadaan bidang konstruksi  ULP Indra Nopika Jaya menambahkan, munculnya klausul baru pihaknya berpedoman pada pengalaman tahun lalu. Proses lelang sedang berjalan tiba-tiba ada instruksi untuk rasionalisasi anggaran lantaran darurat anggaran APBN yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Berimbas ke provinsi Bankeu ini juga otomatis ke APBD yang tergantung dana bagi hasil yang terlambat transfe. Otomatis kita mengubah sistem pembiayaan pembanguan di Kota Bontang. Makanya munculnya ini sebagai antisipasi, karena kondisi anggaran kita masih bisa goyang. Karena belum ada kepastian,” terangnya.

Sementara, Andi Hasanuuddin Akmal Sekretaris ULP meminta kepada calon penyedia jasa jika merasa keberatan di penjelasan langsung menanyakan. Selama ini kata dia, calon penyedia jasa tidak pernah bertanya, lantas mengeluarkan statemen di media sosial.

“Kalau ada keberatan itu disampaikan setelah mendaftar di LPSE. Nyatanya teman-teman itu tidak ada pertanyaan sama sekali, toh pada saat kita umumkan dan tidak menerima hasil keputisan teman-teman bisa menyanggah kita kasih waktu paling lama lima hari,” ungkapnya. (*/nug)


BACA JUGA

Rabu, 20 September 2017 00:58
Dugaan Korupsi Eskalator DPRD Bontang

SUDAH KETAHUAN..!! Baru Ramai-Ramai Kembalikan Kerugian Negara

BONTANG – Satu lagi tersangka  proyek pengadaan eskalator atau tangga berjalan di Gedung…

Selasa, 19 September 2017 11:20

Akibat Birokrasi Berbelit-belit

BONTANG – Penyalahgunaan gedung Sport Centre di kelurahan Loktuan sebagai tempat berbuat mesum…

Selasa, 19 September 2017 11:18

Etha : Jangan Buru-Buru

Wakil Ketua I DPRD Bontang Etha Rimba Paembonan meminta  Pansus DPRD dan Pemkot tak buru-buru melakukan…

Selasa, 19 September 2017 11:17

Raih 9 Medali, Lima Besar di FASI Nasional

  BONTANG – Kehebatan anak-anak TKA-TPA Bontang di ajang Festival Anak Sholeh (FASI) baik…

Selasa, 19 September 2017 11:15

KIlang Tetap Dibangun di Bontang

BONTANG – Rencana untuk memuluskan mega proyek pembangunan kilang refinery di Kota Taman terus…

Selasa, 19 September 2017 11:13

Dermaga Pelabuhan Berlubang Lagi

BONTANG – Belum lagi tiga lubang di dermaga Pelabuhan Loktuan diperbaiki, kini lubang baru muncul.…

Selasa, 19 September 2017 11:11

Protes Usulan DPRD Ditolak

BONTANG – Tidak diakomodirnya usulan dari legislator terkait membuka kembali akses warga Bontang…

Selasa, 19 September 2017 11:10

Pupuk Kaltim Beprestasi di Tingkat Nasional

BONTANG - Pupuk Kaltim telah membuktikan komitmen kepada masyarakat melalui tanggung jawab sosialnya…

Senin, 18 September 2017 00:19

Darurat Narkoba, Waspada Penyalahgunaan Obat Keras

“Kami akan lebih ketatkan lagi, kasihan anak-anak kita yang begitu cerahnya, begitu semangatnya,…

Senin, 18 September 2017 00:18

Ubaya Pimpin DPC Demokrat Bontang

BONTANG – Ubaya Bengawan nakhodai Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrat Bontang pada masa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .