MANAGED BY:
SENIN
21 AGUSTUS
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | PEMKOT | BENUA KUTIM | OLAHRAGA | ZETIZEN | SOCIETY & LENSA

BONTANG

Jumat, 11 Agustus 2017 00:08
Era Pasca Migas, Bontang Sudah Siap
Ilustrasi

PROKAL.CO, BONTANG – Iklim investasi di Bontang diprediksi  akan semakin mengggeliat. Ini dibuktikan dengan sejumlah akses kemudahan  yang sudah dilakukan Pemkot Bontang.

Seperti adanya regulasi yang mengatur secara eksplisit tentang kemudahan bagi pelaku usaha mengurus perizanan yang diatur dalam Perda Pemberian Insentif dan Kemudahan Penanaman Modal.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan, menghadapi era pasca migas mendatang, setiap daerah kabupaten/kota  di Kaltim yang selama ini bergantung pada dana bagi hasil minyak dan batu bara, perlu menyiapkan penopang pemasukan lain.

Salah satunya, dengan menangkap peluang investasi yang disesuaikan dengan kebutuhan, yang akan berdampak pada pemasukan daerah.

“Hampir semua industri di Kaltim khususnya di Bontang berasal dari sektor hulu yang bersifat unrenewable resources artinya tidak dapat diperbaharui. Nah hanya Kutim di Kaltim yang memiliki SDA yang dapat diperbaharui salah satunya kelapa sawit.

Ini tantangan bagi kita, bagaimana kemudian menciptakan inovasi agar bisa mandiri, salah satunya memberikan kemudahan investasi,” ungkap Neni saat membuka Rapat Koordinasi Penanaman Modal dan Sinkronisasi data LKPM Triwulan II Tahun 2017 se-Kalimantan Timur serta Dialog Peluang Investasi di Daerah, Kamis (10/8) kemarin di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota.

Kemudahan investasi ini, sebut Neni dimulai dari seberapa besar kemauan pemerintah daerah memberikan kesempatan pada pemodal untuk berinvesti. Semisal regulasi yang sudah dilakukan Pemkot Bontang, ini sebagai bukti keseriusan Pemkot menarik para pemodal.

Disamping itu, infrastruktur tak dapat dimungkiri menjadi salah satu faktor pemicu bagi calon investor untuk menanamkan modal di daerah. Melihat potensi yang dimiliki Kaltim sangat besar, Neni berharap proyek jalan tol Balikpapan – Samarinda bisa segera terealiasasi. Sehingga bisa merangsang pertumbuhan ekonomi dan mengatasi kesenjangan antar daerah di Kaltim.

“JIka ini terealisasi, kami yakin ke depan pertumbuhan ekonomi antar kabupaten-kota di Kaltim bisa membaik. Calon investor juga tidak akan banyak pertimbangan jika sarana dan prasarana antar kota sudah memadai,” tuturnya.

Sejauh ini  untuk di Bontang sendiri, Pemkot di bawah komandonya tengah menyiapkan kawasan industri baru. Ke depan lokasi ini akan menggantikan lokasi Kawan Industrial Estate (KIE) milik Pupuk Kaltim. Lokasinya berada di Kelurahan Bontang Lestari. Di kawasan tersebut segala macam sektor industri akan terbuka lebar bagi calon investor untuk membangun.

“Kawasan Industri lama kan di areal PKT. Yang di Bontang Lestari kami rencanakan jadi kawasan industri baru. Kami sudah lakukan pengkajian tentang master plan-nya seperti apa. Kami dan DPRD juga sedang berusaha melakukan revisi terhadap Perda RDTR dan Perda RTRW sebagai acuan kami dalam melakukan zonasi,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalimantan Timur Diddy Rusdianysah  yang hadir sebagai pembicara, mengatakan, Kaltim rupanya masih menarik perhatian investor.

Sampai dengan Triwulan I 2017, terdapat 10 proyek melalui investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) yang diterbitkan izinnya oleh Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim.

Kesepuluh proyek ini merealisasikan investasi senilai Rp 4,88 triliun dan menyerap 1.010 tenaga kerja. Sebaran lokasi proyek terdapat di Samarinda, Bontang, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Berau, Paser, dan Kutai Barat.

“Perizinan penanaman modal diberikan untuk sektor usaha seperti pertanian, industri, dan lain-lain," ucap Diddy dalam keterangan persnya.

Diperinci menurut subsektor usaha, industri pupuk kimia di Bontang memberikan kontribusi tertinggi bagi pemasukan investasi Kaltim dari sisi PMDN. Nilainya sekitar Rp 3,39 triliun.

Menurut Diddy, kebutuhan pupuk memang diprediksi bakal terus meningkat. Terutama untuk wilayah Indonesia bagian tengah dan timur. Proyek ini juga diyakini amat strategis untuk mendukung ketahanan pangan dan upaya mewujudkan swasembada pangan.

“Kebutuhan pupuk pasti meningkat di tengah gencarnya pemerintah menambah luas lahan. Baik pertanian maupun perkebunan. Peluang ini yang dilihat investor bergegas menambah produksi," jelasnya.

Pada posisi kedua penyumbang PMDN  masih dari sektor pertambangan. Ada tiga proyek yang disiapkan. Proyek pertama bernilai Rp 280 miliar, kedua Rp 250 miliar, dan ketiga Rp 2,14 miliar. Subsektor tanaman pangan, perkebunan, dan industri pengolahan pangan juga telah dilirik investor.

Pada triwulan I terdapat dua proyek dengan total Rp 206,72 miliar. Disusul subsektor kehutanan dengan dua proyek yang dikerjakan masing-masing bernilai Rp 32,13 miliar dan Rp 12 miliar.

“Sebenarnya untuk sektor tersier seperti infrastruktur listrik, gas, dan air investasinya sudah direalisasikan. Namun, karena nilainya belum dilaporkan berapa yang terserap di proyek ini. Jadi belum tercatat dalam pembukuan kami," terangnya. (*/nug)


BACA JUGA

Minggu, 20 Agustus 2017 00:25

Serunya Peringatan HUT RI Ala Bontang Post

Semarak peringatan  HUT Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-72 di berbagi tempat di Kota Taman,…

Minggu, 20 Agustus 2017 00:23

Soal ASN yang Terlibat Dugaan Kasus Korupsi, Neni Konsultasi ke BKPP

BONTANG – Penetapan tersangka dua Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Bontang dalam kasus dugaan…

Minggu, 20 Agustus 2017 00:10

Gema Selawat di Lapangan Monamas

BONTANG – Lantunan zikir dan selawat kembali bergema di Kota Taman. Kali ini, selawat akbar garapan…

Minggu, 20 Agustus 2017 00:08

Calhaj Diminta Patuhi Jadwal Larangan Lempar Jamarat

BONTANG – Waktu larangan melempar jamarat bagi calon jemaah haji (calhaj) Indonesia termasuk Bontang…

Sabtu, 19 Agustus 2017 00:51

Terpidana Kasus Pengadaan Layanan Internet 2012 Dieksekusi

SAMARINDA – Rumah dua lantai Blok ES di Kompleks Citra Garden City bercat abu-abu dengan pagar…

Sabtu, 19 Agustus 2017 00:17

Pengurus DPD Ikapakarti Dikukuhkan

BONTANG – Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Ikatan Keluarga Paguyuban Tanah Jawi (Ikapakarti)…

Sabtu, 19 Agustus 2017 00:12

Napi Dilarang Pegang Uang Tunai

BONTANG - Lembaga Pemasyarakatan Klas III Bontang, melarang peredaran uang tunai di dalam lingkungan…

Sabtu, 19 Agustus 2017 00:11

Bakal Ada Tersangka Baru Kasus Proyek Pengadaan Eskalator di Gedung DPRD

BONTANG – Jumlah tersangka kasus mark up pengadaan eskalator di gedung DPRD Bontang bakal bertambah.…

Sabtu, 19 Agustus 2017 00:09

Calhaj Lihat Proses Pemotongan Hewan Dam Sekaligus Ziarah ke Beberapa Tempat Suci di Makkah

BONTANG – Sembari menunggu puncak pelaksanaan ibadah haji, calon jemaah haji (Calhaj) Bontang…

Jumat, 18 Agustus 2017 00:42

Walau Diguyur Hujan, Warga Tetap Antusias Saksikan Pengibaran Bendara

Derasnya hujan yang mengguyur Stadion Bessai Berinta, tak menyurutkan antusiasme masyarakat Kota Taman…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .