MANAGED BY:
SELASA
19 DESEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | PEMKOT | BENUA KUTIM | OLAHRAGA | ZETIZEN | SOCIETY & LENSA

BONTANG

Jumat, 11 Agustus 2017 00:08
Era Pasca Migas, Bontang Sudah Siap
Ilustrasi

PROKAL.CO, BONTANG – Iklim investasi di Bontang diprediksi  akan semakin mengggeliat. Ini dibuktikan dengan sejumlah akses kemudahan  yang sudah dilakukan Pemkot Bontang.

Seperti adanya regulasi yang mengatur secara eksplisit tentang kemudahan bagi pelaku usaha mengurus perizanan yang diatur dalam Perda Pemberian Insentif dan Kemudahan Penanaman Modal.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan, menghadapi era pasca migas mendatang, setiap daerah kabupaten/kota  di Kaltim yang selama ini bergantung pada dana bagi hasil minyak dan batu bara, perlu menyiapkan penopang pemasukan lain.

Salah satunya, dengan menangkap peluang investasi yang disesuaikan dengan kebutuhan, yang akan berdampak pada pemasukan daerah.

“Hampir semua industri di Kaltim khususnya di Bontang berasal dari sektor hulu yang bersifat unrenewable resources artinya tidak dapat diperbaharui. Nah hanya Kutim di Kaltim yang memiliki SDA yang dapat diperbaharui salah satunya kelapa sawit.

Ini tantangan bagi kita, bagaimana kemudian menciptakan inovasi agar bisa mandiri, salah satunya memberikan kemudahan investasi,” ungkap Neni saat membuka Rapat Koordinasi Penanaman Modal dan Sinkronisasi data LKPM Triwulan II Tahun 2017 se-Kalimantan Timur serta Dialog Peluang Investasi di Daerah, Kamis (10/8) kemarin di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota.

Kemudahan investasi ini, sebut Neni dimulai dari seberapa besar kemauan pemerintah daerah memberikan kesempatan pada pemodal untuk berinvesti. Semisal regulasi yang sudah dilakukan Pemkot Bontang, ini sebagai bukti keseriusan Pemkot menarik para pemodal.

Disamping itu, infrastruktur tak dapat dimungkiri menjadi salah satu faktor pemicu bagi calon investor untuk menanamkan modal di daerah. Melihat potensi yang dimiliki Kaltim sangat besar, Neni berharap proyek jalan tol Balikpapan – Samarinda bisa segera terealiasasi. Sehingga bisa merangsang pertumbuhan ekonomi dan mengatasi kesenjangan antar daerah di Kaltim.

“JIka ini terealisasi, kami yakin ke depan pertumbuhan ekonomi antar kabupaten-kota di Kaltim bisa membaik. Calon investor juga tidak akan banyak pertimbangan jika sarana dan prasarana antar kota sudah memadai,” tuturnya.

Sejauh ini  untuk di Bontang sendiri, Pemkot di bawah komandonya tengah menyiapkan kawasan industri baru. Ke depan lokasi ini akan menggantikan lokasi Kawan Industrial Estate (KIE) milik Pupuk Kaltim. Lokasinya berada di Kelurahan Bontang Lestari. Di kawasan tersebut segala macam sektor industri akan terbuka lebar bagi calon investor untuk membangun.

“Kawasan Industri lama kan di areal PKT. Yang di Bontang Lestari kami rencanakan jadi kawasan industri baru. Kami sudah lakukan pengkajian tentang master plan-nya seperti apa. Kami dan DPRD juga sedang berusaha melakukan revisi terhadap Perda RDTR dan Perda RTRW sebagai acuan kami dalam melakukan zonasi,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalimantan Timur Diddy Rusdianysah  yang hadir sebagai pembicara, mengatakan, Kaltim rupanya masih menarik perhatian investor.

Sampai dengan Triwulan I 2017, terdapat 10 proyek melalui investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) yang diterbitkan izinnya oleh Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim.

Kesepuluh proyek ini merealisasikan investasi senilai Rp 4,88 triliun dan menyerap 1.010 tenaga kerja. Sebaran lokasi proyek terdapat di Samarinda, Bontang, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Berau, Paser, dan Kutai Barat.

“Perizinan penanaman modal diberikan untuk sektor usaha seperti pertanian, industri, dan lain-lain," ucap Diddy dalam keterangan persnya.

Diperinci menurut subsektor usaha, industri pupuk kimia di Bontang memberikan kontribusi tertinggi bagi pemasukan investasi Kaltim dari sisi PMDN. Nilainya sekitar Rp 3,39 triliun.

Menurut Diddy, kebutuhan pupuk memang diprediksi bakal terus meningkat. Terutama untuk wilayah Indonesia bagian tengah dan timur. Proyek ini juga diyakini amat strategis untuk mendukung ketahanan pangan dan upaya mewujudkan swasembada pangan.

“Kebutuhan pupuk pasti meningkat di tengah gencarnya pemerintah menambah luas lahan. Baik pertanian maupun perkebunan. Peluang ini yang dilihat investor bergegas menambah produksi," jelasnya.

Pada posisi kedua penyumbang PMDN  masih dari sektor pertambangan. Ada tiga proyek yang disiapkan. Proyek pertama bernilai Rp 280 miliar, kedua Rp 250 miliar, dan ketiga Rp 2,14 miliar. Subsektor tanaman pangan, perkebunan, dan industri pengolahan pangan juga telah dilirik investor.

Pada triwulan I terdapat dua proyek dengan total Rp 206,72 miliar. Disusul subsektor kehutanan dengan dua proyek yang dikerjakan masing-masing bernilai Rp 32,13 miliar dan Rp 12 miliar.

“Sebenarnya untuk sektor tersier seperti infrastruktur listrik, gas, dan air investasinya sudah direalisasikan. Namun, karena nilainya belum dilaporkan berapa yang terserap di proyek ini. Jadi belum tercatat dalam pembukuan kami," terangnya. (*/nug)


BACA JUGA

Senin, 18 Desember 2017 18:37

Jelang NATARU Penumpang Kapal Wisata Diprediksi Melonjak

BONTANG – Wisatawan yang akan menuju Pulau Beras Basah diprediksi meningkat pekan depan. Hal ini…

Senin, 18 Desember 2017 18:36

Pukul Kakek 76 Tahun, Lansia Dibui

BONTANG – Seorang Lansia harus berurusan dengan aparat kepolisian di masa tuanya. Pasalnya, dirinya…

Senin, 18 Desember 2017 18:35

NU Dorong Pemerintah Revisi KUHP

BONTANG – Terkait putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak mengadili gugatan soal Lesbian,…

Senin, 18 Desember 2017 18:34

Verifikasi Faktual, 2 Parpol Cabut Nomor

BONTANG – Dua partai politik baru yang lolos tahapan penelitian administrasi akan segera mengikuti…

Minggu, 17 Desember 2017 00:33

Tim Gabungan Polres Bontang Grebek Pesta Narkoba di Loktuan

BONTANG – Tim gabungan dari Sat Reskrim Polres Bontang dan Polsek Bontang Utara belum lama ini…

Minggu, 17 Desember 2017 00:32

Furnitur Rusunawa Diakomodir

“Usulan pengadaan properti di rusunawa sudah mendapat respon dari pemerintah pusat,” Maksi…

Minggu, 17 Desember 2017 00:31

HORE!!! 100 Rumah Dapat Bantuan Stimulan

BONTANG – Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tidak hanya mandek di tahun ini saja.…

Minggu, 17 Desember 2017 00:30

Fasilitasi Warga Operasi Katarak dan Bibir Sumbing

Di puncak hari Juang Kartika yang jatuh pada 15 Desember lalu, Kodim 0908/BTG turut membantu meringankan…

Sabtu, 16 Desember 2017 08:55

Jelang Pilkada 2018, IKP Jadi Peringatan Dini  Potensi Pelanggaran

Oleh: Galeh Akbar Tanjung, Anggota Bawaslu Provinsi Kaltim, Koordinator Divisi Pencegahan, Hubungan…

Sabtu, 16 Desember 2017 00:43

Jadi Plt Ketua DPD Golkar Kaltim, Sofyan Hasdam Gerak Cepat

BONTANG – Andi Sofyan Hasdam, Mantan Wali Kota Bontang dua periode,  didapuk menjadi Plt…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .