MANAGED BY:
KAMIS
19 OKTOBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | PEMKOT | BENUA KUTIM | OLAHRAGA | ZETIZEN | SOCIETY & LENSA

BONTANG

Sabtu, 12 Agustus 2017 00:08
Keluarga Punya Firasat Aneh, Suami Masih Shock

Duka Keluarga Syarifah, Korban Kecelakaan Maut

PROKAL.CO, Nasib naas dialami keluarga Bayu (37) warga Desa Suka Rahmat. Betapa tidak, hendak memeriksa jenis kelamin calon buah hatinya yang ketiga di Klinik An’am, tak disangka Tuhan berkata lain dengan menjemput sang istri Syarifah AW (28) dan janinnya.

 ADIEL KUNDHARA,BONTANG 

Ratapan tangis pecah di tempat pemakaman umum (TPU) desa Suka Rahmat Kutai Timur dimana dalam liang lahat itulah tertidur ibu beserta anaknya untuk selamanya. Kedua jenazah tersebut adalah korban kecelakaan beruntun yang terjadi di simpang tiga RSUD Taman Husada.

Baca Juga: TRAGIS!!! Tabrakan Beruntun Tewaskan Ibu dan Janin di Perutnya

Parakkasi, kakak korban Syarifah AW, menceritakan bahwa adiknya merantau ke pulau Kalimantan pada tahun 2007. Saat itu korban sudah menikah dengan Bayu dan dikaruniai anak pertama Anugrah (11) dan Aliyyah (3). “Tujuannya untuk mencari nafkah dan ikut dengan saudaranya,” ungkap Parakkasi. Suaminya Bayu bekerja serabutan. Seperti menjadi tukang dan buruh panen kelapa sawit.

Sementara Syarifah, anak kelima dari sembilan bersaudara dari pasangan Pallaloui (57) dengan Isa Aminah (58) hanyalah ibu rumah tangga. “Sebulan mereka dapat penghasilan sekitar Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta per bulan,” tambahnya.

Sebelum kejadian, keluarga sudah mendapat firasat yakni tingkah laku Syarifah tidak seperti biasanya. Ia seharian penuh menghubungi tetangga dan keluarganya.

“Satu hari ia menelpon seharian, baik itu orang dekat, tetangga maupun keluarganya yang ada di Sulawesi. Padahal biasanya ia tidak seperti itu,” ujarnya.

Pada Kamis (10/8) Bayu mengantarkan sang istri untuk melakukan USG bersama buah hatinya kedua Nurhafiza Aliyyah ke Klinik An’am. Namun sesampainya di pertigaan RSUD, mereka ditabrak oleh truk Mitsubishi yang pengemudinya masih dalam kejaran aparat kepolisian Polres Bontang. “Kata dia (Syarifah, Red.) kayaknya ada suara tabrakan, tahunya tak lama kena dirinya dan suaminya juga,” tuturnya.

Kedua penumpang yakni Bayu dan Aliyyah terlempar ke sebelah kiri kendaraan, sementara Syarifah terseret sepeda motor yang digunakannya yakni Yamaha Jupiter MX dengan plat nomor KT 6753 RW.

Sang suami masih dapat melihat istrinya walaupun kondisinya juga terkapar. Tetapi Syarifah seketika langsung keluar darah dari mulut dan matanya. Hal tersebut memantik respons warga sekitar untuk membawanya ke IGD RSUD Taman Husada.

Dokter segera melakukan tindakan medis dan diketahui bahwa kondisi janin sudah meninggal dunia. Lantas tim medis segera melakukan beberapa langkah yang harus dilakukan.

“Tetapi dokter memberikan informasi kepada kami (keluarga, Red.) bahwa peluang hidup Syarifah sangat tipis,” paparnya.

Namun keluarga berkendak untuk tetap melakukan tindakan yakni pengangkatan rahim dan perbaikan tulang panggul. Situasi tersebut diperparah dengan pendarahan yang keluar secara terus-menerus.

“Sebenarnya pasokan darah dari PMI sudah cukup dari delapan kantong darah tiga tidak terpakai. Namun di satu sisi darah juga terus menerus keluar,” katanya.

Tak kunjung membaik kondisinya, akhirnya pada 16.30 Wita Syarifah menghembuskan nafas terakhir. Kemudian tepat pada pukul 17.30 Wita keluarga membawa jenazah ke rumah duka.

Berkaitan dengan pembiayaan, Parakkasi yang juga Kepala Desa Suka Rahmat mengatakan, biaya rumah sakit cukup besar. Biaya tersebut hanya untuk keperluan beberapa item yang harus dilakukan pembayaran segera yakni biaya pembelian obat dengan tunai, biaya untuk keperluan konsumsi pendonor, dan transportasi.

“Dari Rp 10 juta, yang saya bawa hanya sisa Rp 800 ribu. Itupun belum termasuk pengobatan dan perawatan beberapa yang sekarang masih belum tahu berapa totalnya,” ungkapnya.

Oleh karena itu ia berharap mendapat bantuan dari PT Jasa Raharja. Hal ini dikarenakan kecelakaan terjadi dengan menggunakan moda transportasi dan berlokasi di jalan raya.

Sehubungan dengan pengemudi truk yang melarikan diri, ia beserta keluarga hanya mempercayakan kepada aparat kepolisian. Pintu maaf juga terbuka apabila di kemudian hari pengendara tersebut ingin bersilaturahmi. “Intinya kami tidak ingin membawa ke ranah hukum, jika ada inisiatif mengadakan silahturahmi ya kami menerimanya,” tuturnya.

Ditemui oleh awak media Bontang Post di TPU anak kedua dari Bayu dan Syarifah ini dalam kondisi psikis yang tenang. Kendati terdapat luka di bagian telapak kaki sehingga tidak dapat melakukan tumpuan terlalu lama. “Itu ibu tidur di sini sekarang, jangan dicari lagi,” tandas Alliyah.

Kondisi suami korban, Bayu saat ini sedang mengalami shock. Hal itu ditunjukkan dengan keadaan fisiknya yang masih terlalu lemah sehingga tidak bisa berdiri dan berbicara. (*/ak) 


BACA JUGA

Kamis, 19 Oktober 2017 00:26

Diduga Akibat Korsleting, Rumah Dua Lantai Hangus Terbakar

BONTANG – Diduga akibat korsleting, sebuah rumah dua lantai milik warga bernama Fatma (31) di…

Kamis, 19 Oktober 2017 00:25

Hari Ini Tani Gunung Kempeng Adat Bersatu Bontang Temui Kanwil BPN

Mediasi yang dilakukan oleh kedua pihak yakni Kelompok Tani Gunung Kempeng Adat Bersatu Bontang dengan…

Kamis, 19 Oktober 2017 00:24

Mediasi Berujung Deadlock, Kelompok Tani Kukuh Tuntut Pengembalian Lahan

BONTANG - Aksi unjuk rasa yang dilakukan para anggota dari Kelompok Tani Gunung Kempeng Adat Bersatu-Bontang…

Kamis, 19 Oktober 2017 00:23

Overlay KS Tubun Hanya Perencanaan

BONTANG – Jalan KS Tubun terutama di depan pasar sementara Rawa Indah serta pertigaan bangunan…

Kamis, 19 Oktober 2017 00:22

Diamputasi karena Diabetes, Semangat Ingin Lanjutkan Usaha

Diamputasi lantaran penyakit diabetes yang menggerogoti sebagian kaki kirinya, tak membuat Wotin patah…

Rabu, 18 Oktober 2017 00:34

17 Parpol Dinyatakan Lengkap Dokumen

BONTANG – Sebanyak 17 Parpol peserta Pemilu telah mendapat tanda terima kelengkapan dokumen dari…

Rabu, 18 Oktober 2017 00:32

Diringkus di Hotel, Pengedar Narkoba Coba Kelabuhi Petugas, Begini Caranya...!

BONTANG – Berbagai cara dilakukan pria berinisial K saat digerebek Sat Reskoba Polres Bontang…

Rabu, 18 Oktober 2017 00:31

WADUH!!! Di Daerah Ini Tiap Hari Ada Saja Pemuda Mabuk

BONTANG - Setiap hari, petugas Babinkamtibmas sering menemukan pemuda yang melakukan aktifitas negatif…

Rabu, 18 Oktober 2017 00:30

HARUS SESUAI ATURAN

MUNCULNYA kembali tuntutan sengketa Tanah Adat Kesultanan Kutai Kartanegara yang akan dilakukan dengan…

Rabu, 18 Oktober 2017 00:28

Dapat Bantuan Kursi Roda, Berharap Segera Sembuh

Cepat sembuh dari penyakit yang dideritanya, itulah yang diharapkan Sudirman beserta keluarganya. Bantuan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .