MANAGED BY:
SELASA
17 OKTOBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | PEMKOT | BENUA KUTIM | OLAHRAGA | ZETIZEN | SOCIETY & LENSA

SANGATTA POST

Minggu, 13 Agustus 2017 00:01
Jarak Halte Bus Perusahaan Diatur Ulang

Untuk Mengurai Kemacetan di Jam Padat

DIATUR ULANG: Pengaturan ulang jarak halte bus perusahaan, sebagai solusi mengurai kemacetan di Jalan Yos Sudarso, Sangatta. (ist)

PROKAL.CO, SANGATTA - Saat jam masuk dan pulang karyawan perusahaan pertambangan, menjadi waktu yang padat di Jalan Yos Sudarso. Pasalnya puluhan kendaraan angkutan perusahaan, baik bus maupun armada lainnya berbaur dengan kendaraan umum di jalan protokol Sangatta. Tak ayal, kemacetan pun kerap terjadi, khususnya di titik-titik perhentian angkutan karyawan perusahaan itu.

Menyikapi hal itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kutai Timur (Kutim) berencana akan mengatur ulang jarak halte atau tempat perhentian angkutan karyawan tersebut.

"Saat ini kami (Dishub, Red.) tengah mengkaji kemungkinan mengatur ulang jarak antar halte perhentian bus perusahaan, yang beroperasi pada jalan protokol di Kota Sangatta. Kajian ini dilakukan setelah mendapatkan rekomendasi pada pertemuan Forum LLAJ (Lalu Lintas dan Angkutan Jalan) Kutim," ujar Kepala Dishub Kutim, Ikhsanuddin Syarpi didampingi Kabid Darat Failu.

Dia menerangkan, saat ini jarak antara halte penghentian bus perusahaan dengan halte berikutnya sekitar 400 meter hingga 500 meter. Kondisi jarak antara halte bus ini kemungkinan akan dirubah menjadi  750 meter hingga 1 kilometer. Sementara pihak PT Kaltim Prima Coal (KPC) selaku pengguna angkutan bus berkapasitas 60 kursi, mengusulkan jarak henti halte menjadi 2 kilometer. 

"Tapi kalau jaraknya diperpanjang sampai dua kilometer, tidak mungkin. Karena terlalu jauh," sebutnya.

Kendati demikian, lanjut Failu, yang menjadi permasalahan saat ini adalah kondisi jalan Yos Sudarso yang merupakan jalur protokol di Kota Sangatta, sudah cukup padat karena aktivitas masyarakat. Belum lagi berderetnya pertokoan di sepanjang jalur tersebut. Sehingga jika bus akan berhenti untuk mengangkut atau menurunkan penumpang karyawan, terkadang harus berebut area dengan parkir kendaraan pribadi dan kendaraan angkutan umum yang ada.

Hal ini tentu sangat membahayakan keselamatan jiwa pengendara maupun masyarakat pengguna jalan yang ada di sekitar lokasi penghentian bus. 

"Selain mengatur jarak halte, nanti perlu juga ada jalur alternatif untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas," ucap Failu.

Dia juga menambahkan, dengan melakukan pengaturan ulang jarak halte perhentian bus perusahaan ini, nantinya akan dibuatkan batas perhentian dan parkir yang tidak boleh digunakan untuk berhenti bahkan parkir, baik oleh kendaraan pribadi ataupun kendaraan angkutan umum masyarakat.

Tetapi hanya khusus boleh digunakan bagi bus angkutan karyawan perusahaan. Sehingga saat bus perusahaan beraktivitas menurunkan atau mengangkut karyawan tidak lagi menimbulkan kemacetan. (aj)


BACA JUGA

Senin, 16 Oktober 2017 17:03

Hanura Intai Calon Kuat

SANGATTA - Sampai saat ini Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) belum menentukan sikap terkait Pemilihan…

Minggu, 15 Oktober 2017 19:06

108 Calon Panwascam Lolos Tes Tulis

SANGATTA - Usai memeriksa perlengkapan berkas, Panwaslu Kabupaten kembali menguji peserta untuk mengikuti…

Minggu, 15 Oktober 2017 18:59

Tiga Buaya Monster Huni Folder

SANGATTA - Masyarakat Kutim khususnya Sangatta diminta untuk berhati hati pada saat berwisata di Folder…

Minggu, 15 Oktober 2017 18:54

Pemkab Buka Aplikasi Pelaporan

SANGATTA- Semua kinerja pemerintah bisa dipantau langsung oleh masyarakat. Jika tak sesuai, masyarakat…

Minggu, 15 Oktober 2017 18:51

Wabup Minta Segera Diperbaiki

SANGATTA - Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Kasmidi Bulang meminta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil…

Jumat, 13 Oktober 2017 00:09

Taklukkan Cuaca Kutim Ekstrim, 12 Penerjun Unjuk Kebolehan

SANGATTA - Ditengah kondisi cuaca yang ektrim, sebanyak 12 penerjun yang berasal dari Batalion Intai…

Jumat, 13 Oktober 2017 00:08

Dampak Defisit, Anggaran OPD Dipangkas 30 Persen

SANGATTA - Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Irawansyah menyakinkan meski tahun depan…

Jumat, 13 Oktober 2017 00:08

6 Rumah di Long Masangat Direndam Banjir

SANGATTA - Hujan deras yang mengguyur Kutim mengakibatkan satu kecamatan direndam banjir. Ialah Kecamatan…

Jumat, 13 Oktober 2017 00:07

Ayah Cabul 'Dibui' 14 Tahun

SANGATTA - Nasib, AF ayah kandung yang tega mencabuli anak kandungnya hingga melahirkan anak, akhirnya…

Jumat, 13 Oktober 2017 00:06

WADUH!!! Gas Melon Dibawa ke Pedalaman karena Harga Lebih Tinggi

SANGATTA - Tampaknya pemerintah belum mampu mengatasi masalah kelangkaan elpiji di Kutim. Pasalnya dari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .