MANAGED BY:
KAMIS
18 JANUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | PEMKOT | BENUA KUTIM | OLAHRAGA | ZETIZEN | SOCIETY & LENSA

BONTANG

Minggu, 20 Agustus 2017 00:23
Soal ASN yang Terlibat Dugaan Kasus Korupsi, Neni Konsultasi ke BKPP
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni

PROKAL.CO, BONTANG – Penetapan tersangka dua Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Bontang dalam kasus dugaan mark up di Gedung DPRD, mendapat atensi khusus dari Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni. Meski begitu Neni tidak ingin buru-buru menjatuhkan sanksi.

Neni menegaskan keduanya, yakni FR dan KML masih aktif sebagai ASN. FR menjabat sebagai Sekretaris DPRD sedangkan KML kini bertugas di kantor camat. “Saat ini kami masih menyikapi dengan arif,” katanya.

Hingga saat ini pihaknya belum menerima surat pemberitahuan dari Kejari Bontang ihwal penetapan keduanya sebagai tersangka. Sehingga pemerintah kata dia, belum menggelar rapat untuk menentukan status keduanya.

“Belum, belum ada pemberitahuan dari Kejaksaan. Jadi kami belum bisa menentukan status yang bersangkutan dalam kepegawaian,” ujar Neni.

Menurut Ketua DPD Golkar Bontang ini, untuk menentukan status pegawai Sekretaris DPRD, pihaknya jelas akan mengacu pada Undang-undang ASN, dengan pembahasan bersama Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP).

Pun begitu, beberapa opsi diakuinya mulai disiapkan. Salah satunya penonaktifan yang bersangkutan sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di lingkup Pemkot Bontang.

“Yang jelas hal ini akan kami konsultasikan. Apakah di nonaktifkan dulu dan nanti jika tidak terbukti bersalah dikembalikan lagi atau bagaimana. Sebab, kalau kita lihat tugas sekwan (sekretaris DPRD, Red.) itu kan berat,” terang Wali Kota.

Sebelumnya, Sekretaris DPRD Bontang resmi ditetapkan tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan eskalator oleh Kejari Bontang, pada Jumat (11/8) lalu, bersama tiga orang lainnya. Masing – masing KML sebagai pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK), SM sebagai rekanan penyedia barang, serta NGH sebagai sub kontraktor rekanan.

Penetapan tersebut merupakan hasil ekspose tim penyidik Kejari Bontang yang dilakukan di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Kaltim, atas dugaan korupsi proyek pengadaan eskalator dengan plafon anggaran senilai Rp 2,9 miliar pada APBD tahun 2015. Dengan potensi kerugian negara mencapai Rp1,4 miliar. (*/nug)


BACA JUGA

Rabu, 17 Januari 2018 00:25

Harga Beras Naik, Pedagang Diprotes IRT dan Pemilik Warung Makan

Kalangan Ibu Rumah Tangga (IRT) dan para pedagang-pedagang rumah makan ikut merasakan dampak dari naiknya…

Rabu, 17 Januari 2018 00:24

Beras Naik, Pedagang Menjerit

BONTANG – Kenaikan harga beras yang terjadi dalam sebulan terakhir telah membuat limbung bukan…

Rabu, 17 Januari 2018 00:23

Wacana Ganti Warna Plat Nopol

BONTANG – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri berencana mengganti warna pelat kendaraan…

Rabu, 17 Januari 2018 00:22

Cegah Aksi Penyuapan, Pengadilan Negeri Bontang Luncurkan Aplikasi PTSP dan e-SKUM

BONTANG – Inovasi dilakukan oleh Pengadilan Negeri (PN) Kota Bontang berkaitan dengan segi pelayanan.…

Rabu, 17 Januari 2018 00:21

2018, Jumlah TPS Berkurang

BONTANG – Jumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Bontang pada Pilkada serentak 2018 ini akan…

Selasa, 16 Januari 2018 00:20

Sengkarut “Pindah Tangan” Yayasan Stitek

AKHIR-AKHIR ini, Sekolah Tinggi Teknologi (Stitek) Bontang diperhadapkan prahara perubahan struktur…

Selasa, 16 Januari 2018 00:18

Soal STITEK Dewan Lakukan Investigasi

KETUA Komisi I DPRD Bontang Agus Haris mengaku tidak akan terlalu masuk ke dalam permasalahan kepengurusan…

Selasa, 16 Januari 2018 00:15

Polemik STITEK Berdampak ke Mahasiswa

“Intinya dari yayasan terkesan tertutup dan tidak transparansi ke mahasiswa,” Ketua Badan…

Selasa, 16 Januari 2018 00:14

Yayasan Lama Tidak Transparan Soal Anggaran

TIDAK transparansinya pengelolaan Stitek pada struktur yayasan lama, membuat beberapa pihak menduga…

Senin, 15 Januari 2018 19:24

Bontang Siap UNBK SMP

BONTANG – Tahun ini, siswa kelas 3 SMP se-Bontang akan melaksanakan  UJian Nasional Berbasis…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .