MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | PEMKOT | BENUA KUTIM | OLAHRAGA | ZETIZEN | SOCIETY & LENSA

SANGATTA POST

Senin, 04 September 2017 17:18
Wajib Terus Waspada Malaria, Pemkab Bagikan Kelambu

Kutim Kini Zona Hijau Malaria

ilustrasi

PROKAL.CO, SANGATTA - Malaria merupakan salah satu penyakit mematikan di dunia. Kutim menjadi salah satu daerah endemik penyakit berbahaya tersebut.

Salah satu faktor pemicu adalah gencarnya pembukaan lahan. Bahkan Kutim sempat berada di zona merah kawasan endemik. Namun predikat itu telah berubah, kini Kutim menjadi zona hijau berkat beberapa program pencegahan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes). 

Sekretaris Dinkes Haryati mengatakan, untuk mencegah merebaknya malaria, pihaknya berencana menjalankan program pembagian kelambu bagi masyarakat, khususnya di daerah yang dinilai masih rawan. Diantaranya, Kecamatan Busang, Batu Ampar, dan Sandaran. 

"Kawasan yang disasar untuk program ini memang yang dianggap masih cukup rawan," kata Haryati.
Kata dia, rencana program tersebut telah berupaya dimatangkan melalui forum diskusi. Baru-baru ini pihaknya menggelar panduan pelaksanaan pekan kelambu massal fokus anti nyamuk. Kegiatan tersebut untuk menginformasikan tahapan pelaksanaan dan membuat rencana pembiayaan pendistribusian ke masyarakat.

"Melalui perencanaan itu, kebutuhan kader dan kebutuhan biaya pelaksanaan pekan kelambu massal fokus dapat terlaksana sesuai rancangan," katanya.

"Ini menjadi proses pengendalian maria menuju tahap eliminasi," sambung dia.

Sementara itu, Project Officer Program Malaria Muhammad Mudin mengatakan Kutim termasuk salah satu kabupaten dengan endemis tinggi penyebaran malaria.
"Karena pembukaan lahan yang sempat gencar," katanya. 

Kendati saat ini Kutim masuk zona hijau endemik malaria, namun proses pencegahan wajib terus dilakukan. Sehingga penyebaran penyakit ini kian termininalisir.
"Makanya kita harus terus waspada, khususnya di desa yang berpotensi menjadi sumber penyebaran," ujarnya. 

Salah satu langkah pencegahan adalah dengan menghilangkan kontak nyamuk dengan manusia. Caranya dengan penggunaan kelambu.
"Kalau tidak ada gigitan nyamuk, maka tidak akan ada malaria," terangnya.

Mudin menambahkan, nantinya ada mekanisme kelompok tidur. Yakni setiap dua orang mendapatkan satu kelambu di satu kamar. Biasanya perlu dua kelambu dalam satu rumah. Pendistribusian kelambu akan dilaksanakan serentak di 10 desa. Dinkes bersama camat dan petugas puskesmas berperan besar dalam memaksimalkan program ini. "Lintas sektor ini menjadi motor penggerak masyararakat. Orang kesehatan tidak bisa bekerja sendiri jadi harus didukung," tambahnya. (hd)


BACA JUGA

Jumat, 22 September 2017 00:24

Gelar Pelatihan Jurnalistik Pelajar, PWI Kutim Gandeng Disdik

SANGATTA - Kepala Dinas Pendidikan Kutim, Akhmadi Baharuddin mendukung program kerja Persatuan Wartawan…

Kamis, 21 September 2017 00:19

KUPA-PPAS APBD Perubahan Diketok, APBD Diproyeksikan Turun Rp 78 M

SANGATTA – Rancangan kebijakan umum perubahan anggaran (KUPA) dan prioritas plafon anggaran sementara…

Kamis, 21 September 2017 00:18

Pungutan RT akan Diambil Alih

SANGATTA - Pungutan sampah yang diterapkan sebagain RT kepada warganya kemungkinan akan diambilalih…

Kamis, 21 September 2017 00:17

Pajak Menunggak, Kendaraan Ditilang

SANGATTA - Masyarakat Kutim yang belum membayar pajak kendaraan mati, maka segera mengurusnya. Pasalnya,…

Kamis, 21 September 2017 00:16

Kutim Belum Memiliki Terminal Umum, Bus Nongkrongnya di Sini....

SANGATTA - Terpaksa bus angkutan umum yang melayani beberapa rute di Kutim memarkir kendaraannya di…

Rabu, 20 September 2017 00:53

WADUH..!! Hutan Mangrove Dibabat untuk Sawit

SANGATTA - Berubahnya lahan produktif menjadi kebun kelapa sawit di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bukan…

Rabu, 20 September 2017 00:52

Gara-Gara Pejabat Malas Pimpin Apel, Banyak PNS Belum Disiplin

SANGATTA - Sorotan masyarakat terkait masih banyaknya Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang belum bisa menjalankan…

Rabu, 20 September 2017 00:51

Sudah Final, Ini Nama Resmi Masjid Agung Sangatta

SANGATTA - Setelah sekian lama menunggu nama Masjid Agung Sangatta yang berlokasi di Perkantoran Bukit…

Rabu, 20 September 2017 00:50

Banyak Sekolah Kekurangan SDM

SANGATTA - Sekolah tingkat SMA/SMK di Kutim kian marak yang kekurangan tenaga pengajar. Terlebih, sejak…

Rabu, 20 September 2017 00:49

Sistem Penilaian Umum, Kuota Khusus TK2D Minim

SANGATTA – Pemkab Kutim mengaku tak dapat berbuat banyak agar pegawai TK2D yang sudah lama mengabdi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .