MANAGED BY:
SENIN
23 JULI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Senin, 11 September 2017 18:46
DPRD Minta Bentuk UPTD
Anggota Komisi II DPRD Bontang, Bakhtiar Wakkang,

PROKAL.CO, Permasalahan terbesar dalam pengelolaan parkir adalah terjadinya kebocoran retribusi parkir. Akibatnya uang yang masuk ke kas daerah dari sektor parkir tidak sesuai potensi yang sebenarnya.

“Potensi pendapatan parkir di Bontang sangat banyak. Maka dari itu perlu dilakukan upaya terobosan agar potensi parkir itu tergarap maksimal,” ujar Anggota Komisi II DPRD Bontang, Bakhtiar Wakkang, Minggu (10/9) lalu.

Padahal ada banyak titik parkir yang ada dan saat ini jumlah kendaraan pun semakin pesat. Sejumlah titik parkir berada di Jalan Ahmad Yani, Jalan R Soeprapto, dan Jalan masuk permukiman kampung pesisir Bontang Kuala.

 “Untuk itu perlu evaluasi lagi dalam hal ini. Intinya pendapatan dari sektor parkir masih sangat jauh,” tuturnya.

Politisi Nasdem itu mengasumsikan bila melihat kendaraan di Bontang yang berjumlah puluhan ribu seharusnya sudah bisa menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) di angka Rp 1-2 miliar lebih per tahun.

Hal ini bukan tanpa sebab, bila melihat acuan Perda parkir. Bila seluruh kendaraan parkir sekali saja dalam satu hari dengan tarif Rp 1.000. Meskipun satu kendaraan bisa parkir berkali-kali dengan tarif Rp 2.000.

“Ini hitungannya hanya satu kali parkir dengan biaya Rp 1.000 per kendaraan kali banyak tentu saja akan lebih banyak,” sebut BW—begitu sapaan akrabnya.

Karenanya, Pemkot Bontang harus serius menangani masalah parkir ini. “Sektor paling besar tingkat kebocorannya adalah retribusi parkir. Makanya harus ada solusi,” tegasnya.

Ia mengusulkan untuk segera membentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) parkir. “Saya melihat daerah lain, potensi PAD salah satunya adalah adanya UPTD parkiran seperti di daerah lain di luar Kaltim,” ungkapnya.

Dengan dibentuknya UPTD maka ia berharap ada lembaga yang concern perihal parkir. Selain itu, ia juga meminta adanya inventarisir daerah-daerah yang dapat menjadi kantong parkir baru, yang menggunakan median jalan yang tidak melanggar regulasi yang ada. “Hal tersebut merupakan sebuah inovasi baru guna mendongkrak PAD yang ada,” ujarnya.

Terpisah, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan pembentukan UPTD parkir ialah keinginan dari anggota DPRD. Akan tetapi pembentukan tersebut harus tidak memberatkan masyarakat.

“OPD terkait lah untuk meningkatkan PAD, sebenarnya Perda itu dibuat kan bukan untuk menyusahkan masyarakat, tetapi untuk membantu masyarakat. Kalau untuk menyusahkan masyarakat untuk apa kita bikin Perda,” tukasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bontang, Basri Rase menilai perlu dilakukan penertiban berkaitan dengan fenomena maraknya jukir liar. Akan tetapi perlu pembuatan regulasi terlebih dahulu sehingga pemerintah mempunyai dasar yang kuat sebelum melakukan kegiatan penertiban.

“Kami akan melakukan penertiban, cuma persoalannya kami kan peraturan yang mengatur nanti. Pemerintah tidak boleh langsung melakukan penindakan, sekarang sedang dikaji masalah aturannya dulu. Ini sedang dikaji mungkin melalui Perwali saja,” ungkapnya.

Ia mengatakan, perumusan regulasi harus dilakukan secara cepat. Hal ini dilakukan supaya beberapa keluhan warga terkait masalah parkir segera teratasi sehingga terciptanya iklim nyaman sesuai dengan semboyan Bontang, mengingat oknum jukir liar ini bukan aparat dari pemerintah daerah yang melakukan.

“Secepatnya, karena bagaimanapun itu kan aset kita dan masyarakat kita semuanya harus diatur supaya tidak menganggu,” tambahnya.

Pentingnya akan penyedian lahan parkir juga perlu dilakukan apabila ingin menjadikan sektor ini sebagai penyumbang PAD. Sampai sejauh ini hanya 5 titik parkir di Kota Taman selain pasar yang sudah dikelola oleh Pemkot Bontang.

“Ya harus menyediakan tempat parkir khusus, kalau kita mau narik ya harus seperti itu dengan pelayanan, seluruh parkiran seharusnya diambil oleh pemerintah karena itu sumber dari PAD,” tuturnya.

Dalam regulasi tersebut nantinya juga akan ditunjuk siapa yang bertugas mengelola parkir. Apakah Pemkot akan mempercayakan kepada Perusda AUJ atau dengan membentuk UPTD sendiri. (*/nug/*/ak)

 

 


BACA JUGA

Minggu, 22 Juli 2018 00:23

Mahal Banget, ATCS Dibanderol Rp 954 Juta

BONTANG – Pengadaan Area Traffic Control System (ATCS) sudah masuk tahapan evaluasi dokumen…

Minggu, 22 Juli 2018 00:21
Kabar Haji 2018

BUAT JAMAAH HAJI..!! Ini Nih Pesan Penting selama di Tanah Suci

Tidak dipungkiri, berbagai permasalahan dan kendala kerap menghampiri jemaah selama pelaksanaan ibadah…

Sabtu, 21 Juli 2018 00:23

Wali Kota Wacanakan Mutasi Jilid III

MENINGAT masih adanya beberapa posisi yang kosong untuk Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT), Wali Kota Bontang…

Sabtu, 21 Juli 2018 00:22

Gerbong Mutasi Bergerak Lagi

BONTANG – Mutasi pejabat kembali terjadi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang. Sebanyak…

Sabtu, 21 Juli 2018 00:21

Wali Kota Larang Penggunaan Pekerja Asing Tanpa Keahlian

“Dengan hadirnya TKA di Bontang, harus ada transfer pengetahuan. Oleh karena itu yang dikirim…

Sabtu, 21 Juli 2018 00:20

Hindari Perselisihan, Kejari Gelar Mediasi Antara Muhammadiyah dan Ahli Waris

BONTANG – Agar persoalan di masjid Al-Ikhlas yang terjadi antara pihak ahli waris dan Muhammadiyah…

Sabtu, 21 Juli 2018 00:19

Berawal dari Hobi, Berbuah Inovasi

Berkarya dan berinovasi itulah yang harus melekat di tubuh generasi muda zaman milenial ini untuk meraih…

Jumat, 20 Juli 2018 00:09

Tergiur Ayam Murah, Rp 44 Juta Raib

BONTANG – Nasib sial dialami seorang pedagang ayam potong di salah satu pasar di Bontang. Ia kehilangan…

Jumat, 20 Juli 2018 00:09

Data TKA Proyek PLTU Teluk Kadere Simpang Siur

BONTANG – Jumlah tenaga kerja asing (TKA) di proyek pembangunan PLTU berkapasitas 2x100 MW, Teluk…

Jumat, 20 Juli 2018 00:09

Minimarket Bertambah, Asosiasi Pedagang Marah

BONTANG – Kehadiran minimarket di Bontang dianggap Asosiasi Pedagang Kota Bontang (APKB) mematikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .