MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | PEMKOT | BENUA KUTIM | OLAHRAGA | ZETIZEN | SOCIETY & LENSA

BONTANG

Senin, 11 September 2017 18:53
Bayaran Tak Sesuai, Pengendara Mengeluh

Jukir Liar Bikin Resah

Divisi kreativ Bontang Post

PROKAL.CO, Fenomena juru parkir (jukir) liar di Kota Taman memang kerap menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat. Selain tidak memberikan karcis resmi kepada pengendara, terkadang mereka juga memaksa para pengendara agar dibayar sesuai dengan tarif buatan mereka sendiri. Contohnya, apabila pengendara motor membayar jukir dengan harga Rp 1.000 sesuai dengan Perda nomor 10 tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Usaha, namun jukir liar justru tidak mau jika tidak diberi Rp 2.000.

“Kadang marah kalau tidak dikasih sesuai maunya mereka. Padahal karcisnya juga tidak ada. Pasti uangnya masuk kantong pribadi itu, tidak masuk ke pemerintah,” keluh Sari, salah satu pengunjung pasar malam di Kelurahan Berbas Pantai, saat diwawancarai usai berbelanja.

Dia mempertanyakan, mengapa kejadian seperti ini terus dibiarkan oleh pemerintah maupun aparat terkait? Seharusnya kata dia, pihak berwenang berani menertibkan. Sehingga masyarakat bisa merasa aman dan nyaman. Apalagi, jika uang retribusi parkir bisa digunakan untuk pembangunan.

Lah ini kalau ada barang hilang di motor jukirnya gak mau tanggung jawab. Tahunya hanya memalak orang lain saja,” kesalnya.

Yang lebih parahnya lagi, di lokasi yang sama Bontang Post juga pernah menemukan fenomena anak di bawah umur yang dipekerjakan oleh oknum jukir liar tak bertanggung jawab. Tugas anak tersebut memungut retribusi dari setiap pengendara yang parkir dan setelah hasilnya terkumpul, anak di bawah umur tersebut diwajibkan untuk menyetor kepada oknum jukir liar tadi.

“Saya hanya disuruh om. Tapi nanti saya dikasih uang juga dari om yang suruh saya tadi,” kata anak tersebut saat dimintai keterangan oleh wartawan.

Karena terpaksa dan butuh uang, anak ini pun mengaku hanya bisa pasrah atas apa yang diperintahkan kepada dia. Karena dengan itulah, salah satu cara dia agar bisa mendapatkan uang.

Pekerjaan sebagai jukir di Bontang memang cukup menggiurkan. Hanya bermodal peluit, mereka bisa meraup keuntungan cukup besar setiap bulannya.

Sementara itu di lokasi lainnya, di salah satu pusat perbelanjaan Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, tampak terlihat beberapa jukir sedang membantu setiap pengunjung yang ingin mengeluarkan motornya. Sebut saja Mursidin (bukan nama sebenarnya) pria yang cukup lama menjadi tukang parkir ini mengaku dalam seharinya mampu mengumpulkan  uang parkir dari pengunjung hingga Rp 200 ribu.

Namun ditambahkan dia, penghasilan yang diperolehnya itu tak menentu, tergantung jumlah pengunjung yang mendatangi tempat itu. Apalagi, ketika di hari besar seperti menjelang puasa, Lebaran, dan Natal, dia mengaku bisa meraup Rp 300 ribu lebih sehari.

“Kalau Lebaran atau Natal, penghasilan saya lumayan, bisa tembus sampai Rp 300 ribu, tapi kalau lagi sepi hanya Rp 150 ribu,” beber dia.

Saat disinggung, soal keberadaan jukir yang tidak resmi, ia sedikit menghela napas. Sejatinya, dia berharap Pemkot dapat mengiventarisir semua jukir, untuk di pekerjakan secara resmi.

“Yang penting kami ini bekerja dengan jujur dan ikhlas, kalau soal dikasih atau tidak (uang parkir) kami juga tidak ingin memaksakan apalagi dengan cara-cara kekerasan,” pungkasnya. (bbg/*/nug)

 


BACA JUGA

Sabtu, 23 September 2017 00:13

Blangko KTP-el Habis Lagi

BONTANG – Seribu blangko KTP-el yang dikirim dari  Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan,…

Sabtu, 23 September 2017 00:12

Serius Sikapi Turunnya Minat Baca, GPMB Datangkan Najwa Shihab Tahun Depan

BONTANG – Untuk menggaet pengunjung perpustakaan milik Pemkot, Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca…

Sabtu, 23 September 2017 00:10

Kaligrafer Pertama yang Raih Juara di FASI Nasional

Meski meraih juara harapan II di FASI Nasional tahun ini, namun Ilham merupakan kaligrafer pertama asal…

Jumat, 22 September 2017 00:38

WADUH!!! Di Bontang, Tahun Ini Banyak Istri Minta Cerai

BONTANG –  Kasus gugatan cerai (cerai gugat) yang dilayangkan isteri terhadap suami, mendominasi …

Jumat, 22 September 2017 00:37

Cetak Uang Palsu untuk Pesta di THM

BONTANG – Mengaku tak punya uang, seorang pemuda  nekat mencetak uang sendiri dan membelanjakannya …

Jumat, 22 September 2017 00:35

Lakukan Pengerukan Tanpa Izin, PT GPK Kembali Bikin Ulah

BONTANG – Investor proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) atau Power Plant dengan…

Jumat, 22 September 2017 00:34

Dalami Regulasi TK2D Kutim, Pemkot Sebut Beberapa Poin Janggal

BONTANG – Komisi I DPRD dan Pemkot memiliki keinginan yang sama dalam memperjuangkan nasib tenaga…

Jumat, 22 September 2017 00:33

Maksimalkan Jadwal Latihan, Rajin Mengulang Hafalan

Memaksimalkan jadwal yang ada serta mengulang-ulang hafalan, menjadi kunci sukses Tsamaroh berhasil…

Kamis, 21 September 2017 00:26

Pawai Obor Sambut Tahun Baru Islam

BONTANG – Menyambut datangnya tahun baru Islam 1 Muharram 1439 Hijriah, berbagai komponen masyarakat…

Kamis, 21 September 2017 00:25

DPRD Apresiasi Polres Bontang

KETUA Komisi I DPRD Bontang Agus Haris mengapresiasi upaya Kepolisian Resort Bontang, yang berhasil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .