MANAGED BY:
RABU
20 JUNI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Selasa, 12 September 2017 00:17
DPRD Minta Pemkot Turun Tangan
BERI PENJELASAN: Beberapa anggota DPRD yang hadir dalam rapat dengar pendapat meminta Pemkot Bontang untuk segera turun tangan, mengingat ini merupakan masalah yang serius.(ADIEL KUNDHARA/BONTANG POST)

PROKAL.CO, PERMASALAHAN dilarangnya sopir truk melintas melalui Jalan Hauling PT Indominco Mandiri (IMM) nampaknya belum tuntas. Pada rapat dengar pendapat terakhir yang difasilitasi oleh anggota DPRD belum terjadi keputusan antara kedua belah pihak, Senin (11/9) kemarin. “Kita sepakati ini tidak ada titik temu,” ungkap pimpinan rapat, Ubaya Bengawan.

Selanjutnya, wakil rakyat yang duduk di kursi lembaga legislatif dari Partai Demokrat ini mengusulkan empat solusi atas peliknya permasalahan ini, yaitu seluruh anggota sopir truk harus melengkapi persyaratan yang berlaku saat melintas di area IMM, mencari kesepakatan waktu yang baik hari maupun jam melintas, sanksi tegas terhadap pelanggar yang tidak menepati peraturan, serta solusi jangka panjang yakni pembangunan jalan alternatif.

Di sisi lain, pria yang menjabat Ketua Komisi II ini meminta kepada Pemkot untuk lebih serius menyelesaikan permasalahan ini.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Etha Rimba Paembonan mengatakan diperlukan sikap yang bijak dalam menyikapi permasalahan ini. Ia menegaskan posisinya berada di jalur yang netral, artinya tidak memihak baik kepada PT IMM maupun perwakilan sopir truk.

Menurutnya, permasalahan ini sebenarnya bukan antara warga Bontang Lestari yang berprofesi sebagai sopir truk dengan perusahaan, ia menduga ada peran kontraktor suatu perusahaan yang membutuhkan suplai material dari sopir truk tersebut. Jikalau ini berkaitan dengan biaya operasional yang mengalami kenaikan apabila sopir truk memutar menggunakan jalur lain, maka politisi Gerindra ini meminta untuk memperhitungkan kembali harga jualnya.

“Teman-teman (sopir, Red.) sampaikan kepada sang pemilik kerjaan, harganya mohon dinaikkan,” paparnya.

Dalam rapat yang digelar di Ruang Rapat III Setwan menghasilkan keputusan yakni pertama, Pemkot Bontang segera melakukan koordinasi dengan Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kaltim. Hal ini dikarenakan untuk menampung segala masukan sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan.

Kedua, sopir truk diharapkan untuk melakukan negosiasi harga secara seksama sehingga keuntungan yang diperoleh tetap ada. Menanggapi terkait aksi demo yang hendak dilakukan oleh sopir truk, anggota DPRD sepakat tidak membatasi gerakan tersebut asalkan sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku.

JANJI GELAR AKSI PEKAN DEPAN

RAUT muka kecewa diterima oleh sopir truk warga Bontang Lestari di mana keinginan untuk melintas Jalan Hauling belum terpenuhi. Salah satu perwakilan warga, Ichal, bahkan sempat hendak melakukan aksi meninggalkan ruangan rapat tetapi diimbau oleh pimpinan rapat agar tidak melakukan hal tersebut.

“Ya jelas tanggapannya teman-teman artinya kecewa tuntutan teman-teman tidak terpenuhi,” ucapnya.

Langkah ke depan yang bakal dilakukan ialah melakukan rapat koordinasi kepada seluruh sopir truk untuk menanggapi hasil rapat. Akan tetapi, ia menegaskan akan tetap menggelar aksi demonstrasi sembari menunggu hasil koordinasi Pemkot Bontang ke Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kaltim.

“Kemungkinan besar aksi demo, rencananya besok malam (hari ini, Red.) akan rapat koordinasi menanggapi hasil keputusan tadi. Itu kan DPRD memberi deadline kepada pemerintah hari jumat dapat informasi dari provinsi, agar diberi diskresi atas aturan pertambangan,” tuturnya.

Rencananya, sopir truk akan melaksanakan aksi perjuangannya pada hari Selasa (19/9). Kendati demikian sesuai regulasi beberapa hari sebelumnya harus mengirimkan surat pemberitahuan kepada Polres Bontang.

“Demo hari Selasa, hari Kamis sudah layangkan pemberitahuan ke Polres, sambil menunggu informasi dari provinsi apabila ada keputusan yang sesuai kami tidak lanjutkan aksi kami,” tambahnya.

Langkah ini diambil dikarenakan permasalahan ini dirasa cukup panjang dilakukan pembahasan tetapi belum sesuai dengan keinginan para sopir pengangkut batu. Menurutnya, saat ini tidak ada pemasukan yang diperoleh sedangkan biaya untuk keperluan hidup keluarganya terus dibutuhkan.

“Karena kita ini sopir truk harus kerja tiap hari teman-teman cukup panjang perjuangannya, sangat menyita waktu, dan sangat merugikan. Teman-teman sudah tidak sabar,” kata Ichal.

Mengenai negoisasi harga, pria yang berdomisili di RT 10 Nyerakat Kiri ini mengatakan usulan tersebut justru berakibat bahan material yang diangkutnya tidak laku. Justru, ia berpendapat masyarakat akan merasakan dampak yang luar biasa imbas dari kenaikan material.

“Saya rasa usulan tersebut tidak masuk akal dan tidak dapat diterima nalar pikiran, karena lurah sudah menjelaskan di Bontang Lestari banyak warga miskin sehingga daya beli masyarakat tidak sanggup,” paparnya.

Ia juga menegaskan bahwa pekerjaan ini tidak ada sangkut-pautnya dengan suatu proyek, melainkan material ini untuk menyuplai kebutuhan masyarakat. Para sopir truk diucapkanya tidak melakukan pengambilan material secara intensif, tetapi rutinitas itu dikerjakan tiap dua pekan sekali.

Tak lupa, ia juga memberikan apresiasi kepada DPRD yang telah memperjuangkan aspirasinya. Namun, ia pesimis untuk mendapatkan diskresi. (*/ak)


BACA JUGA

Selasa, 19 Juni 2018 00:09

Anak di Bawah Umur Diculik dan Dicabuli

BONTANG – Aksi seorang pemuda berinisial SD (18) ini tergolong bejat. Untuk melampiaskan nafsunya,…

Selasa, 19 Juni 2018 00:09

Ditinggal Mandi, Dua HP Raib

BONTANG – Seorang warga di Jalan Ahmad Yani Gunung Sari, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang…

Selasa, 19 Juni 2018 00:09
Kabar Haji

Manasik Haji Digelar Awal Juli

BONTANG – Kementerian Agama (Kemenag) Bontang menjadwalkan, pelaksanaan manasik haji bagi calon…

Selasa, 19 Juni 2018 00:09

AKHIRNYA!!! Dualisme IMI Bontang Berakhir

BONTANG – Usai sudah polemik yang ada di tubuh pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bontang.…

Selasa, 19 Juni 2018 00:09

Guru di Bontang Libur Panjang

BONTANG – Para guru di Bontang tahun ini mendapat libur panjang hingga 16 Juli. Libur panjang…

Senin, 18 Juni 2018 17:44

Pelabuhan Loktuan Bakal Dikeruk

BONTANG –Pelabuhan Loktuan direncakan akan dilakukan pengerukan. Hal tersebut demi pengembangan…

Senin, 18 Juni 2018 17:42

PPDB, Daya Tampung SD Meningkat

BONTANG – Akhir bulan ini, penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk tingkat sekolah dasar (SD)…

Senin, 18 Juni 2018 17:42

Pasar Citra Mas Didesain 2 Lantai

BONTANG – Pasar Citra Mas Loktuan akan didesain menjadi bangunan 2 lantai. Mengingat Pasar Taman…

Senin, 18 Juni 2018 17:40
Pilgub Kaltim 2018

Lapas Bontang Kebagian 2 TPS

BONTANG – Sebanyak 2 Tempat Pemungutan Suara (TPS) akan ditempatkan di dalam Lapas Kelas III Bontang.…

Senin, 18 Juni 2018 17:32
Pilgub Kaltim 2018

Semua Paslon Jamin Tak Ada Politik Uang

DALAM deklarasi beberapa waktu lalu, empat pasangan calon (paslon) dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .