MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | PEMKOT | BENUA KUTIM | OLAHRAGA | ZETIZEN | SOCIETY & LENSA

BONTANG

Selasa, 12 September 2017 00:17
DPRD Minta Pemkot Turun Tangan
BERI PENJELASAN: Beberapa anggota DPRD yang hadir dalam rapat dengar pendapat meminta Pemkot Bontang untuk segera turun tangan, mengingat ini merupakan masalah yang serius.(ADIEL KUNDHARA/BONTANG POST)

PROKAL.CO, PERMASALAHAN dilarangnya sopir truk melintas melalui Jalan Hauling PT Indominco Mandiri (IMM) nampaknya belum tuntas. Pada rapat dengar pendapat terakhir yang difasilitasi oleh anggota DPRD belum terjadi keputusan antara kedua belah pihak, Senin (11/9) kemarin. “Kita sepakati ini tidak ada titik temu,” ungkap pimpinan rapat, Ubaya Bengawan.

Selanjutnya, wakil rakyat yang duduk di kursi lembaga legislatif dari Partai Demokrat ini mengusulkan empat solusi atas peliknya permasalahan ini, yaitu seluruh anggota sopir truk harus melengkapi persyaratan yang berlaku saat melintas di area IMM, mencari kesepakatan waktu yang baik hari maupun jam melintas, sanksi tegas terhadap pelanggar yang tidak menepati peraturan, serta solusi jangka panjang yakni pembangunan jalan alternatif.

Di sisi lain, pria yang menjabat Ketua Komisi II ini meminta kepada Pemkot untuk lebih serius menyelesaikan permasalahan ini.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Etha Rimba Paembonan mengatakan diperlukan sikap yang bijak dalam menyikapi permasalahan ini. Ia menegaskan posisinya berada di jalur yang netral, artinya tidak memihak baik kepada PT IMM maupun perwakilan sopir truk.

Menurutnya, permasalahan ini sebenarnya bukan antara warga Bontang Lestari yang berprofesi sebagai sopir truk dengan perusahaan, ia menduga ada peran kontraktor suatu perusahaan yang membutuhkan suplai material dari sopir truk tersebut. Jikalau ini berkaitan dengan biaya operasional yang mengalami kenaikan apabila sopir truk memutar menggunakan jalur lain, maka politisi Gerindra ini meminta untuk memperhitungkan kembali harga jualnya.

“Teman-teman (sopir, Red.) sampaikan kepada sang pemilik kerjaan, harganya mohon dinaikkan,” paparnya.

Dalam rapat yang digelar di Ruang Rapat III Setwan menghasilkan keputusan yakni pertama, Pemkot Bontang segera melakukan koordinasi dengan Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kaltim. Hal ini dikarenakan untuk menampung segala masukan sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan.

Kedua, sopir truk diharapkan untuk melakukan negosiasi harga secara seksama sehingga keuntungan yang diperoleh tetap ada. Menanggapi terkait aksi demo yang hendak dilakukan oleh sopir truk, anggota DPRD sepakat tidak membatasi gerakan tersebut asalkan sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku.

JANJI GELAR AKSI PEKAN DEPAN

RAUT muka kecewa diterima oleh sopir truk warga Bontang Lestari di mana keinginan untuk melintas Jalan Hauling belum terpenuhi. Salah satu perwakilan warga, Ichal, bahkan sempat hendak melakukan aksi meninggalkan ruangan rapat tetapi diimbau oleh pimpinan rapat agar tidak melakukan hal tersebut.

“Ya jelas tanggapannya teman-teman artinya kecewa tuntutan teman-teman tidak terpenuhi,” ucapnya.

Langkah ke depan yang bakal dilakukan ialah melakukan rapat koordinasi kepada seluruh sopir truk untuk menanggapi hasil rapat. Akan tetapi, ia menegaskan akan tetap menggelar aksi demonstrasi sembari menunggu hasil koordinasi Pemkot Bontang ke Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kaltim.

“Kemungkinan besar aksi demo, rencananya besok malam (hari ini, Red.) akan rapat koordinasi menanggapi hasil keputusan tadi. Itu kan DPRD memberi deadline kepada pemerintah hari jumat dapat informasi dari provinsi, agar diberi diskresi atas aturan pertambangan,” tuturnya.

Rencananya, sopir truk akan melaksanakan aksi perjuangannya pada hari Selasa (19/9). Kendati demikian sesuai regulasi beberapa hari sebelumnya harus mengirimkan surat pemberitahuan kepada Polres Bontang.

“Demo hari Selasa, hari Kamis sudah layangkan pemberitahuan ke Polres, sambil menunggu informasi dari provinsi apabila ada keputusan yang sesuai kami tidak lanjutkan aksi kami,” tambahnya.

Langkah ini diambil dikarenakan permasalahan ini dirasa cukup panjang dilakukan pembahasan tetapi belum sesuai dengan keinginan para sopir pengangkut batu. Menurutnya, saat ini tidak ada pemasukan yang diperoleh sedangkan biaya untuk keperluan hidup keluarganya terus dibutuhkan.

“Karena kita ini sopir truk harus kerja tiap hari teman-teman cukup panjang perjuangannya, sangat menyita waktu, dan sangat merugikan. Teman-teman sudah tidak sabar,” kata Ichal.

Mengenai negoisasi harga, pria yang berdomisili di RT 10 Nyerakat Kiri ini mengatakan usulan tersebut justru berakibat bahan material yang diangkutnya tidak laku. Justru, ia berpendapat masyarakat akan merasakan dampak yang luar biasa imbas dari kenaikan material.

“Saya rasa usulan tersebut tidak masuk akal dan tidak dapat diterima nalar pikiran, karena lurah sudah menjelaskan di Bontang Lestari banyak warga miskin sehingga daya beli masyarakat tidak sanggup,” paparnya.

Ia juga menegaskan bahwa pekerjaan ini tidak ada sangkut-pautnya dengan suatu proyek, melainkan material ini untuk menyuplai kebutuhan masyarakat. Para sopir truk diucapkanya tidak melakukan pengambilan material secara intensif, tetapi rutinitas itu dikerjakan tiap dua pekan sekali.

Tak lupa, ia juga memberikan apresiasi kepada DPRD yang telah memperjuangkan aspirasinya. Namun, ia pesimis untuk mendapatkan diskresi. (*/ak)


BACA JUGA

Sabtu, 23 September 2017 00:13

Blangko KTP-el Habis Lagi

BONTANG – Seribu blangko KTP-el yang dikirim dari  Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan,…

Sabtu, 23 September 2017 00:12

Serius Sikapi Turunnya Minat Baca, GPMB Datangkan Najwa Shihab Tahun Depan

BONTANG – Untuk menggaet pengunjung perpustakaan milik Pemkot, Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca…

Sabtu, 23 September 2017 00:10

Kaligrafer Pertama yang Raih Juara di FASI Nasional

Meski meraih juara harapan II di FASI Nasional tahun ini, namun Ilham merupakan kaligrafer pertama asal…

Jumat, 22 September 2017 00:38

WADUH!!! Di Bontang, Tahun Ini Banyak Istri Minta Cerai

BONTANG –  Kasus gugatan cerai (cerai gugat) yang dilayangkan isteri terhadap suami, mendominasi …

Jumat, 22 September 2017 00:37

Cetak Uang Palsu untuk Pesta di THM

BONTANG – Mengaku tak punya uang, seorang pemuda  nekat mencetak uang sendiri dan membelanjakannya …

Jumat, 22 September 2017 00:35

Lakukan Pengerukan Tanpa Izin, PT GPK Kembali Bikin Ulah

BONTANG – Investor proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) atau Power Plant dengan…

Jumat, 22 September 2017 00:34

Dalami Regulasi TK2D Kutim, Pemkot Sebut Beberapa Poin Janggal

BONTANG – Komisi I DPRD dan Pemkot memiliki keinginan yang sama dalam memperjuangkan nasib tenaga…

Jumat, 22 September 2017 00:33

Maksimalkan Jadwal Latihan, Rajin Mengulang Hafalan

Memaksimalkan jadwal yang ada serta mengulang-ulang hafalan, menjadi kunci sukses Tsamaroh berhasil…

Kamis, 21 September 2017 00:26

Pawai Obor Sambut Tahun Baru Islam

BONTANG – Menyambut datangnya tahun baru Islam 1 Muharram 1439 Hijriah, berbagai komponen masyarakat…

Kamis, 21 September 2017 00:25

DPRD Apresiasi Polres Bontang

KETUA Komisi I DPRD Bontang Agus Haris mengapresiasi upaya Kepolisian Resort Bontang, yang berhasil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .