MANAGED BY:
MINGGU
25 FEBRUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Selasa, 12 September 2017 00:17
DPRD Minta Pemkot Turun Tangan
BERI PENJELASAN: Beberapa anggota DPRD yang hadir dalam rapat dengar pendapat meminta Pemkot Bontang untuk segera turun tangan, mengingat ini merupakan masalah yang serius.(ADIEL KUNDHARA/BONTANG POST)

PROKAL.CO, PERMASALAHAN dilarangnya sopir truk melintas melalui Jalan Hauling PT Indominco Mandiri (IMM) nampaknya belum tuntas. Pada rapat dengar pendapat terakhir yang difasilitasi oleh anggota DPRD belum terjadi keputusan antara kedua belah pihak, Senin (11/9) kemarin. “Kita sepakati ini tidak ada titik temu,” ungkap pimpinan rapat, Ubaya Bengawan.

Selanjutnya, wakil rakyat yang duduk di kursi lembaga legislatif dari Partai Demokrat ini mengusulkan empat solusi atas peliknya permasalahan ini, yaitu seluruh anggota sopir truk harus melengkapi persyaratan yang berlaku saat melintas di area IMM, mencari kesepakatan waktu yang baik hari maupun jam melintas, sanksi tegas terhadap pelanggar yang tidak menepati peraturan, serta solusi jangka panjang yakni pembangunan jalan alternatif.

Di sisi lain, pria yang menjabat Ketua Komisi II ini meminta kepada Pemkot untuk lebih serius menyelesaikan permasalahan ini.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Etha Rimba Paembonan mengatakan diperlukan sikap yang bijak dalam menyikapi permasalahan ini. Ia menegaskan posisinya berada di jalur yang netral, artinya tidak memihak baik kepada PT IMM maupun perwakilan sopir truk.

Menurutnya, permasalahan ini sebenarnya bukan antara warga Bontang Lestari yang berprofesi sebagai sopir truk dengan perusahaan, ia menduga ada peran kontraktor suatu perusahaan yang membutuhkan suplai material dari sopir truk tersebut. Jikalau ini berkaitan dengan biaya operasional yang mengalami kenaikan apabila sopir truk memutar menggunakan jalur lain, maka politisi Gerindra ini meminta untuk memperhitungkan kembali harga jualnya.

“Teman-teman (sopir, Red.) sampaikan kepada sang pemilik kerjaan, harganya mohon dinaikkan,” paparnya.

Dalam rapat yang digelar di Ruang Rapat III Setwan menghasilkan keputusan yakni pertama, Pemkot Bontang segera melakukan koordinasi dengan Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kaltim. Hal ini dikarenakan untuk menampung segala masukan sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan.

Kedua, sopir truk diharapkan untuk melakukan negosiasi harga secara seksama sehingga keuntungan yang diperoleh tetap ada. Menanggapi terkait aksi demo yang hendak dilakukan oleh sopir truk, anggota DPRD sepakat tidak membatasi gerakan tersebut asalkan sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku.

JANJI GELAR AKSI PEKAN DEPAN

RAUT muka kecewa diterima oleh sopir truk warga Bontang Lestari di mana keinginan untuk melintas Jalan Hauling belum terpenuhi. Salah satu perwakilan warga, Ichal, bahkan sempat hendak melakukan aksi meninggalkan ruangan rapat tetapi diimbau oleh pimpinan rapat agar tidak melakukan hal tersebut.

“Ya jelas tanggapannya teman-teman artinya kecewa tuntutan teman-teman tidak terpenuhi,” ucapnya.

Langkah ke depan yang bakal dilakukan ialah melakukan rapat koordinasi kepada seluruh sopir truk untuk menanggapi hasil rapat. Akan tetapi, ia menegaskan akan tetap menggelar aksi demonstrasi sembari menunggu hasil koordinasi Pemkot Bontang ke Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kaltim.

“Kemungkinan besar aksi demo, rencananya besok malam (hari ini, Red.) akan rapat koordinasi menanggapi hasil keputusan tadi. Itu kan DPRD memberi deadline kepada pemerintah hari jumat dapat informasi dari provinsi, agar diberi diskresi atas aturan pertambangan,” tuturnya.

Rencananya, sopir truk akan melaksanakan aksi perjuangannya pada hari Selasa (19/9). Kendati demikian sesuai regulasi beberapa hari sebelumnya harus mengirimkan surat pemberitahuan kepada Polres Bontang.

“Demo hari Selasa, hari Kamis sudah layangkan pemberitahuan ke Polres, sambil menunggu informasi dari provinsi apabila ada keputusan yang sesuai kami tidak lanjutkan aksi kami,” tambahnya.

Langkah ini diambil dikarenakan permasalahan ini dirasa cukup panjang dilakukan pembahasan tetapi belum sesuai dengan keinginan para sopir pengangkut batu. Menurutnya, saat ini tidak ada pemasukan yang diperoleh sedangkan biaya untuk keperluan hidup keluarganya terus dibutuhkan.

“Karena kita ini sopir truk harus kerja tiap hari teman-teman cukup panjang perjuangannya, sangat menyita waktu, dan sangat merugikan. Teman-teman sudah tidak sabar,” kata Ichal.

Mengenai negoisasi harga, pria yang berdomisili di RT 10 Nyerakat Kiri ini mengatakan usulan tersebut justru berakibat bahan material yang diangkutnya tidak laku. Justru, ia berpendapat masyarakat akan merasakan dampak yang luar biasa imbas dari kenaikan material.

“Saya rasa usulan tersebut tidak masuk akal dan tidak dapat diterima nalar pikiran, karena lurah sudah menjelaskan di Bontang Lestari banyak warga miskin sehingga daya beli masyarakat tidak sanggup,” paparnya.

Ia juga menegaskan bahwa pekerjaan ini tidak ada sangkut-pautnya dengan suatu proyek, melainkan material ini untuk menyuplai kebutuhan masyarakat. Para sopir truk diucapkanya tidak melakukan pengambilan material secara intensif, tetapi rutinitas itu dikerjakan tiap dua pekan sekali.

Tak lupa, ia juga memberikan apresiasi kepada DPRD yang telah memperjuangkan aspirasinya. Namun, ia pesimis untuk mendapatkan diskresi. (*/ak)


BACA JUGA

Sabtu, 24 Februari 2018 00:33

AKHIRNYA!!! 600 Honorer Bakal Diangkat CPNS

BONTANG –Sebanyak 600 an pegawai Non PNS atau Honorer akan diusulkan sebagai CPNS atau minimal…

Sabtu, 24 Februari 2018 00:32

PENGUMUMAN!!! Besok, WTP Eks Bhayangkara Shutdown

“Perawatan dilakukan supaya kinerja WTP maksimal dan kualitas pelayanan distribusi aman,”…

Sabtu, 24 Februari 2018 00:30

Bonceng Anak Tanpa Gunakan Helm, Satlantas Tegur 100 Pengendara

BONTANG – Sebanyak 100 pengendara motor yang kedapatan membonceng anak di bawah umur dengan tidak…

Sabtu, 24 Februari 2018 00:28

HARUS KERJA KERAS...!! Pilgub Kaltim Hanya Satu Putaran

“Pemenang itu siapa yang tertinggi, hanya DKI Jakarta dengan undang-undang kekhususannya yang…

Jumat, 23 Februari 2018 00:21

Neni Ajukan Dua Rusunawa Lagi

BONTANG – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni kembali mengajukan dua unit Rumah Susun Sederhana…

Jumat, 23 Februari 2018 00:20

Mau Pesta Ganja, Tujuh Pemuda Digerebek

  BONTANG – Sebanyak tujuh orang pemuda yang hendak berpesta ganja diamankan oleh Sat Resnarkoba…

Jumat, 23 Februari 2018 00:16

Satu ASN di Bontang Diperiksa Panwaslu

BONTANG – Salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkot Bontang diperiksa oleh Panwaslu…

Kamis, 22 Februari 2018 00:44

TNK Akan Update Data Warga Perambah

BONTANG – Taman Nasional Kutai (TNK) akan mendata warga yang sudah merambah wilayah TNK. Hal tersebut,…

Kamis, 22 Februari 2018 00:43

Haru Menghiasi Perpisahan Tersangka dan Keluarga

MESKI sempat dibuat geram dengan perbuatan tersangka yang telah menembak orang utan hingga menyebabkan…

Kamis, 22 Februari 2018 00:42

SADIS!!! Ditembak Bergiliran dan Membabi Buta

BONTANG – Sebanyak 26 adegan rekonstruksi dilakukan oleh empat tersangka penembak orang utan hingga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .