MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | PEMKOT | BENUA KUTIM | OLAHRAGA | ZETIZEN | SOCIETY & LENSA

BONTANG

Kamis, 14 September 2017 00:30
Pertanyakan Fasilitas Penunjang, Komisi III Panggil DPKPP
PERTANYAKAN: Komisi III DPRD mempertanyakan fasilitas penunjang Rusunawa serta criteria calon penghuni yang mengaturnya.(ADIEL KUNDHARA/BONTANG POST)

PROKAL.CO, BONTANG – Komisi III DPRD memanggil DPKPP, Selasa (12/9) lalu, terkait hasil sidak ke Rusunawa Loktuan beberapa waktu lalu. Di sana tidak ditemukan beberapa fasilitas penunjang seperti furnitur dan lift.

Ketua Komisi III Rustam HS mempertanyakan kondisi tersebut, apakah terjadi perubahan dalam draft kontrak mengingat tidak mungkin calon penghuni membawa sendiri beberapa furnitur seperti kasur, lemari, meja, dan kursi. Selain itu, tidak adanya lift juga dipersoalkannya, mengingat regulasi mengatur bangunan empat lantai ke atas wajib menggunakan sarana penunjang tersebut.

“Tolong dijelaskan pak Maksi apakah memang nantinya tidak ada furnitur dan lift,” tanya Rustam.

Berbeda, Ketua Fraksi ADPS Ridwan justru menyoroti perihal kriteria calon penghuni sehubungan dengan adanya aturan bahwa satu unit diisi oleh 4 orang. Ia menilai dengan ukuran kamar kecil maka dirasa tidaklah cukup.

Pertanyaan tajam terlontar dari anggota Komisi III dari fraksi Hanura Perjuangan Rusli, ia berpendapat peraturan bahwa calon penghuni diperbolehkan bagi orang berstatus lajang dapat berdampak ke hal negatif. Situasi tersebut jikalau tidak didukung oleh keamanan yang sigap maka akan berimbas kepada ketertiban komplek hunian berkonsep twin block itu sendiri.

“Tiap hari ada pemuda tersangkut narkoba, jangan sampai Rusunawa jadi tempat transaksi,” ungkapnya.

Menanggapi beberapa hal tersebut, Plh DPKPP Maksi Dwiyanto menuturkan, tidak adanya furnitur dan lift akibat penyesuaian kontrak yang dilakukan oleh Kementerian PUPR. Oleh karena itu sebagai prioritas yang dikejar terlebih dahulu ialah pembangunan fisik Rusunawa.

“Tingkat pelaksanaan itu akhirnya bergerak hal-hal yang sifatnya penyesuaian daripada kontrak, dalam arti kata bangunan fisik harus selesai dulu, sehingga kementerian tidak bisa memberikan dana untuk furnitur itu karena banyak pengurangan APBN,” tuturnya.

Sedangkan persoalan satu unit untuk empat orang itu merupakan konsep satu keluarga dimana terdiri dari dua orang tua dan dua anak. Jikalau nanti anak sudah dapat mandiri, maka harus mencari tempat baru.

Kriteria dimana status lajang dapat menempati unit di hunian yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), ia berpendapat itu merupakan teknis pengaturan saja. Akan tetapi prioritas utama yang penghuni Rusunawa ialah pasangan suami-istri.

“Jelek-jeleknya gini mereka tanda tangani dulu pernyataan, jadi kalau terjadi apa-apa pemerintah tidak disalahkan, mereka yang harus menanggung hukumnya,” tukasnya. (*/ak)


BACA JUGA

Sabtu, 23 September 2017 00:13

Blangko KTP-el Habis Lagi

BONTANG – Seribu blangko KTP-el yang dikirim dari  Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan,…

Sabtu, 23 September 2017 00:12

Serius Sikapi Turunnya Minat Baca, GPMB Datangkan Najwa Shihab Tahun Depan

BONTANG – Untuk menggaet pengunjung perpustakaan milik Pemkot, Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca…

Sabtu, 23 September 2017 00:10

Kaligrafer Pertama yang Raih Juara di FASI Nasional

Meski meraih juara harapan II di FASI Nasional tahun ini, namun Ilham merupakan kaligrafer pertama asal…

Jumat, 22 September 2017 00:38

WADUH!!! Di Bontang, Tahun Ini Banyak Istri Minta Cerai

BONTANG –  Kasus gugatan cerai (cerai gugat) yang dilayangkan isteri terhadap suami, mendominasi …

Jumat, 22 September 2017 00:37

Cetak Uang Palsu untuk Pesta di THM

BONTANG – Mengaku tak punya uang, seorang pemuda  nekat mencetak uang sendiri dan membelanjakannya …

Jumat, 22 September 2017 00:35

Lakukan Pengerukan Tanpa Izin, PT GPK Kembali Bikin Ulah

BONTANG – Investor proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) atau Power Plant dengan…

Jumat, 22 September 2017 00:34

Dalami Regulasi TK2D Kutim, Pemkot Sebut Beberapa Poin Janggal

BONTANG – Komisi I DPRD dan Pemkot memiliki keinginan yang sama dalam memperjuangkan nasib tenaga…

Jumat, 22 September 2017 00:33

Maksimalkan Jadwal Latihan, Rajin Mengulang Hafalan

Memaksimalkan jadwal yang ada serta mengulang-ulang hafalan, menjadi kunci sukses Tsamaroh berhasil…

Kamis, 21 September 2017 00:26

Pawai Obor Sambut Tahun Baru Islam

BONTANG – Menyambut datangnya tahun baru Islam 1 Muharram 1439 Hijriah, berbagai komponen masyarakat…

Kamis, 21 September 2017 00:25

DPRD Apresiasi Polres Bontang

KETUA Komisi I DPRD Bontang Agus Haris mengapresiasi upaya Kepolisian Resort Bontang, yang berhasil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .