MANAGED BY:
KAMIS
18 JANUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | PEMKOT | BENUA KUTIM | OLAHRAGA | ZETIZEN | SOCIETY & LENSA

BONTANG

Kamis, 14 September 2017 00:30
Pertanyakan Fasilitas Penunjang, Komisi III Panggil DPKPP
PERTANYAKAN: Komisi III DPRD mempertanyakan fasilitas penunjang Rusunawa serta criteria calon penghuni yang mengaturnya.(ADIEL KUNDHARA/BONTANG POST)

PROKAL.CO, BONTANG – Komisi III DPRD memanggil DPKPP, Selasa (12/9) lalu, terkait hasil sidak ke Rusunawa Loktuan beberapa waktu lalu. Di sana tidak ditemukan beberapa fasilitas penunjang seperti furnitur dan lift.

Ketua Komisi III Rustam HS mempertanyakan kondisi tersebut, apakah terjadi perubahan dalam draft kontrak mengingat tidak mungkin calon penghuni membawa sendiri beberapa furnitur seperti kasur, lemari, meja, dan kursi. Selain itu, tidak adanya lift juga dipersoalkannya, mengingat regulasi mengatur bangunan empat lantai ke atas wajib menggunakan sarana penunjang tersebut.

“Tolong dijelaskan pak Maksi apakah memang nantinya tidak ada furnitur dan lift,” tanya Rustam.

Berbeda, Ketua Fraksi ADPS Ridwan justru menyoroti perihal kriteria calon penghuni sehubungan dengan adanya aturan bahwa satu unit diisi oleh 4 orang. Ia menilai dengan ukuran kamar kecil maka dirasa tidaklah cukup.

Pertanyaan tajam terlontar dari anggota Komisi III dari fraksi Hanura Perjuangan Rusli, ia berpendapat peraturan bahwa calon penghuni diperbolehkan bagi orang berstatus lajang dapat berdampak ke hal negatif. Situasi tersebut jikalau tidak didukung oleh keamanan yang sigap maka akan berimbas kepada ketertiban komplek hunian berkonsep twin block itu sendiri.

“Tiap hari ada pemuda tersangkut narkoba, jangan sampai Rusunawa jadi tempat transaksi,” ungkapnya.

Menanggapi beberapa hal tersebut, Plh DPKPP Maksi Dwiyanto menuturkan, tidak adanya furnitur dan lift akibat penyesuaian kontrak yang dilakukan oleh Kementerian PUPR. Oleh karena itu sebagai prioritas yang dikejar terlebih dahulu ialah pembangunan fisik Rusunawa.

“Tingkat pelaksanaan itu akhirnya bergerak hal-hal yang sifatnya penyesuaian daripada kontrak, dalam arti kata bangunan fisik harus selesai dulu, sehingga kementerian tidak bisa memberikan dana untuk furnitur itu karena banyak pengurangan APBN,” tuturnya.

Sedangkan persoalan satu unit untuk empat orang itu merupakan konsep satu keluarga dimana terdiri dari dua orang tua dan dua anak. Jikalau nanti anak sudah dapat mandiri, maka harus mencari tempat baru.

Kriteria dimana status lajang dapat menempati unit di hunian yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), ia berpendapat itu merupakan teknis pengaturan saja. Akan tetapi prioritas utama yang penghuni Rusunawa ialah pasangan suami-istri.

“Jelek-jeleknya gini mereka tanda tangani dulu pernyataan, jadi kalau terjadi apa-apa pemerintah tidak disalahkan, mereka yang harus menanggung hukumnya,” tukasnya. (*/ak)


BACA JUGA

Rabu, 17 Januari 2018 00:25

Harga Beras Naik, Pedagang Diprotes IRT dan Pemilik Warung Makan

Kalangan Ibu Rumah Tangga (IRT) dan para pedagang-pedagang rumah makan ikut merasakan dampak dari naiknya…

Rabu, 17 Januari 2018 00:24

Beras Naik, Pedagang Menjerit

BONTANG – Kenaikan harga beras yang terjadi dalam sebulan terakhir telah membuat limbung bukan…

Rabu, 17 Januari 2018 00:23

Pelat Nomor Kendaraan Ganti Warna

BONTANG – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri berencana mengganti warna pelat kendaraan…

Rabu, 17 Januari 2018 00:22

Cegah Aksi Penyuapan, Pengadilan Negeri Bontang Luncurkan Aplikasi PTSP dan e-SKUM

BONTANG – Inovasi dilakukan oleh Pengadilan Negeri (PN) Kota Bontang berkaitan dengan segi pelayanan.…

Rabu, 17 Januari 2018 00:21

2018, Jumlah TPS Berkurang

BONTANG – Jumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Bontang pada Pilkada serentak 2018 ini akan…

Selasa, 16 Januari 2018 00:20

Sengkarut “Pindah Tangan” Yayasan Stitek

AKHIR-AKHIR ini, Sekolah Tinggi Teknologi (Stitek) Bontang diperhadapkan prahara perubahan struktur…

Selasa, 16 Januari 2018 00:18

Soal STITEK Dewan Lakukan Investigasi

KETUA Komisi I DPRD Bontang Agus Haris mengaku tidak akan terlalu masuk ke dalam permasalahan kepengurusan…

Selasa, 16 Januari 2018 00:15

Polemik STITEK Berdampak ke Mahasiswa

“Intinya dari yayasan terkesan tertutup dan tidak transparansi ke mahasiswa,” Ketua Badan…

Selasa, 16 Januari 2018 00:14

Yayasan Lama Tidak Transparan Soal Anggaran

TIDAK transparansinya pengelolaan Stitek pada struktur yayasan lama, membuat beberapa pihak menduga…

Senin, 15 Januari 2018 19:24

Bontang Siap UNBK SMP

BONTANG – Tahun ini, siswa kelas 3 SMP se-Bontang akan melaksanakan  UJian Nasional Berbasis…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .