MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | PEMKOT | BENUA KUTIM | OLAHRAGA | ZETIZEN | SOCIETY & LENSA

BONTANG

Kamis, 14 September 2017 00:34
CATAT..!! Pengusaha Walet Wajib Bayar Pajak

Tak Pernah Sumbang PAD, Proses Pendataan Rampung Tahun Ini

Sosialisasi: BPKD saat menggelar sosialisasi terkait pemungutan pajak kepada perwakilan pengusaha burung walet di Kantor BPKD, Rabu (13/9) kemarin.(Nugrah/Bontang Post)

PROKAL.CO, BONTANG – Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) berupaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dengan memungut pajak bisnis sarang burung walet sebesar 10 persen, dari hasil total produksi pengusaha walet di Kota Taman. Langkah ini sekaligus memberi sinyal kuat Pemkot bakal serius menerapkan regulasi tentang bisnis  walet yang dianggap mandul selama ini.

Penarikan pajak sarang burung walet yang ditetapkan sekitar 10 persen dari hasil produksi tersebut, bertujuan meningkatkan PAD dari sektor pajak, khususnya dari aktivitas usaha sarang burung walet yang hingga kini masih belum memberikan sumbangsih  apapun terhadap pemasukan daerah.

“Kalau mengacu pada Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang pajak kemudian turunannya  Peraturan Daerah Kota Bontang Nomor 9 Tahun 2010 tentang Pajak Daerah didalamnya mengatur tentang pajak daerah seharusnya sudah sejak tahun 2010 kami lakukan pungutan. Dengan era pasca migas sekarang, Bontang dituntut untuk meningkatkan PAD salah satunya pajak daerah didalamnya mengatur pajak sarang burung walet,” kata Kepala Bidang Pendapatan BPKD Yessy Waspo Prasetyo, saat menggelar sosialisasi terkait pemungutan pajak kepada perwakilan pengusaha burung walet, di Kantor BPKD Rabu (13/9) kemarin.

Dia menjelaskan, potensi pajak sarang burung walet di wilayah Bontang  cukup besar namun belum tergali secara maksimal. Saat ini ada sekitar ratusan petani dan pengusaha walet  yang tersebar di tiga kecamatan. Menurut ia, belum maksimalnya pemungutan pajak sarang burung walet karena sistem monitoring terhadap laporan produksi sarang walet dari masing-masing petani dan pengusaha walet sering tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

Yessy memastikan proses pendataan masih berlangsung dan ditarget rampung pada 2017 ini. Baru setelahnya akan dilakukan penarikan pajak agar bisa menambah pundi-pundi PAD Bontang. "Untuk jumlahnya kami belum bisa menyebutkan, karena masih dilakukan pendataan," ungkapnya.

Selama ini, pihaknya tidak mengetahui secara pasti omzet yang didapat dari pelaku usaha sarang burung walet di wilayah Bontang. Diharapkan dengan pendataan ini akan menghasilkan data yang valid sehingga bisa menjadi database untuk mendongkrak PAD di sektor ini.

Disinggung apakah sarang walet di Bontang sudah mengantongi izin  semuanya, dirinya tidak bisa memberikan jawaban mengenai hal tersebut. Karena bukan merupakan wewenangnya. Meskipun demikian, antara berizin atau tidak, pihaknya tetap melakukan pungutan pajak.

“Silahkan dicek, memang dalam  aturan, tidak ada yang menyebutkan bahwa usaha walet harus mempunyai izin dulu baru bisa dilakukan penarikan pajak," tutupnya.

Lebih lanjut, ia berharap para pelaku bisnis usaha sarang burung walet dapat memahami kebijakan yang bakal dilakukan Pemkot. (*/nug)

 

PAJAK  BISNIS SARANG BURUNG WALET

-  Dasar Pengenaan pajak adalah nilai jual sarang burung walet

-         Nilai jual sarang burung walet dihitung berdasarkan perkalian antara harga pasaran umum sarang burung walet yang berlaku di wilayah Kota Bontang dengan volume sarang burung walet

-         Tarif pajak sarang burung walet ditetapkan sebesar 10 persen

-         Besaran pokok pajak sarang burung walet yang terutang dihitung dengan cara mengalikan tariff pajak sarang burung walet 10 persen dengan dasar pengenaan pajak.


BACA JUGA

Sabtu, 23 September 2017 00:13

Blangko KTP-el Habis Lagi

BONTANG – Seribu blangko KTP-el yang dikirim dari  Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan,…

Sabtu, 23 September 2017 00:12

Serius Sikapi Turunnya Minat Baca, GPMB Datangkan Najwa Shihab Tahun Depan

BONTANG – Untuk menggaet pengunjung perpustakaan milik Pemkot, Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca…

Sabtu, 23 September 2017 00:10

Kaligrafer Pertama yang Raih Juara di FASI Nasional

Meski meraih juara harapan II di FASI Nasional tahun ini, namun Ilham merupakan kaligrafer pertama asal…

Jumat, 22 September 2017 00:38

WADUH!!! Di Bontang, Tahun Ini Banyak Istri Minta Cerai

BONTANG –  Kasus gugatan cerai (cerai gugat) yang dilayangkan isteri terhadap suami, mendominasi …

Jumat, 22 September 2017 00:37

Cetak Uang Palsu untuk Pesta di THM

BONTANG – Mengaku tak punya uang, seorang pemuda  nekat mencetak uang sendiri dan membelanjakannya …

Jumat, 22 September 2017 00:35

Lakukan Pengerukan Tanpa Izin, PT GPK Kembali Bikin Ulah

BONTANG – Investor proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) atau Power Plant dengan…

Jumat, 22 September 2017 00:34

Dalami Regulasi TK2D Kutim, Pemkot Sebut Beberapa Poin Janggal

BONTANG – Komisi I DPRD dan Pemkot memiliki keinginan yang sama dalam memperjuangkan nasib tenaga…

Jumat, 22 September 2017 00:33

Maksimalkan Jadwal Latihan, Rajin Mengulang Hafalan

Memaksimalkan jadwal yang ada serta mengulang-ulang hafalan, menjadi kunci sukses Tsamaroh berhasil…

Kamis, 21 September 2017 00:26

Pawai Obor Sambut Tahun Baru Islam

BONTANG – Menyambut datangnya tahun baru Islam 1 Muharram 1439 Hijriah, berbagai komponen masyarakat…

Kamis, 21 September 2017 00:25

DPRD Apresiasi Polres Bontang

KETUA Komisi I DPRD Bontang Agus Haris mengapresiasi upaya Kepolisian Resort Bontang, yang berhasil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .