MANAGED BY:
SELASA
19 JUNI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

ZETIZEN

Senin, 18 September 2017 00:11
Full Day School, Yay or Nay?
HADAPI FULL DAY SCHOOL: Siswa harus siap menghadapi FDS yang kini tengah berjalan. Tampak beberapa siswa mengikuti ujian di Smanda.(Annisa Prisilia/Zetizen Bontang Post)

PROKAL.CO, GUYS, Full Day School atau Five Day School (FDS) sudah berjalan sekira 2-3 bulan terakhir. Ternyata, banyak kesan yang didapat dari pelaksanaan program ini baik di kalangan siswa maupun guru. Seperti di SMAN 2 Bontang (Smanda) ini misalnya. Kata Ade, siswi kelas XI IPA 2 ini sampai kesusahan bagi waktu sejak diberlakukannya FDS. “Capek banget kalau full day, belum lagi tugas-tugasnya. Kadang sampai dimarahi orang tua karena bingung bagi waktunya, jadi jarang bantu orang tua,” ujarnya.

Tak hanya siswa. Pengajar seperti Dian Tari, guru seni di Smanda ini bahkan sampai sering sakit karena FDS. Jika diminta memilih, dirinya lebih menyukai dengan enam hari kerja ketimbang lima hari seperti saat ini.  “Jadi sering sakit, capek juga kan pulang sore. Belum lagi aktivitas lain-lain,” jelasnya.

Meski beberapa siswa dan guru ada yang mengalami penolakan, namun ada pula yang menyatakan persetujuannya, gengs. Sebut saja Catherina. Siswi kelas XI IPA 2 ini mengaku FDS ini seru dan mengasyikkan. “Kan Sabtunya bisa kumpul-kumpul dengan keluarga,” katanya.

Meski begitu, dia menyadari kalau tugas tak bisa lepas dari kewajibannya sebagai murid. Terkadang, sehari dalam 3-4 pelajaran selalu ada tugas. Namun Catherina pun masih menanggapinya dengan santai. Dia pun meminta guru jangan sampai begitu membebani siswa dengan tugas-tugas yang berat. “Ya nikmati aja sih, toh kalau mereka libur di Sabtu juga senang. Walaupun habis capek dengan tugasi di Senin-Jumatnya,” tambahnya.

Senada, Muhaimin yang juga pemain basket Smanda ini setuju dengan diterapkannya FDS. Sebagai pemain basket, dia bisa bermain lebih lama bersama teman-temannya. Walaupun terkadang ada kendala yang dihadapi. “Seperti pas mau latihan basket, pulang sekolah langsung latihan. Apalagi kalau mau ada pertandingan kayak sekarang (DBL, Red.). Belum lagi tugas yang harus diselesaikan,” katanya.

Muhaimin pun mengaku tetap menikmati FDS yang tengah berlangsung saat ini. “Woles saja. Mau kita ngomel, ngoceh kayak apa juga gak bakal besar pengaruhnya. Tapi sebagai pelajar di Indonesia, ya kita harus patuh sama peraturan yang ada,” tutupnya. (*/ans)


BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .