MANAGED BY:
JUMAT
17 AGUSTUS
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Jumat, 13 Oktober 2017 00:06
WADUH!!! Gas Melon Dibawa ke Pedalaman karena Harga Lebih Tinggi

Elpiji Melon Kosong Langka Sangatta Selatan

Ilustrasi

PROKAL.CO, SANGATTA - Tampaknya pemerintah belum mampu mengatasi masalah kelangkaan elpiji di Kutim. Pasalnya dari penelusuran media ini, Kutim masih mengalami kelangkaan elpiji. Tentu saja realita ini membantah jika pasokan elpiji sesuai dengan kebutuhan warga Kutim. 

Sangatta Selatan salah satunya, tak satupun agen, pangkalan, dan bahkan pengecer yang menjual elpiji. Semua terlihat kosong. Warga banyak yang mencari. Putar sana dan sini akan tetapi tak mendapatkannya. Tak sedikit mereka harus lari ke Sangatta Utara. Peristiwa serupapun terjadi. Tentu saja hal ini menjadi beban tersendiri bagi warga. 

"Kalau di Sangatta Selatan saya keliling tidak satupun yang menjual. Terpaksa saya cari di Sangatta Utara. Saya mendapatkan di pengecer. Itupun tinggal sisa saja lagi. Kalau lambat tidak dapat" ujar Ardi warga Sangatta Selatan.

Kejadian ini sudah terjadi sejak sepekan lalu. Ardi mendapatkan informasi dari tetangga sebelahnya. Jika diminta secepatnya untuk mencari elpiji. Hanya saja pesan tersebut diabaikan. Ternyata benar, saat gas elpijinya habis, ia kewalahan mencari kesana kemari. Beruntung masih menjumpai. Satu temannya yang juga mencari beriringan belum mendapatkan tabung gas.

"Kalau yang besar banyak dijual. Yang kecil saja tidak ada. Saya tidak tau kenapa. Katanya tetangga saya sudah beberapa hari lalu langkahnya. Bahkan sebelumnya juga sudah sangat susah mendapatkan elpiji. Kalaupun ada harganya sangat mahal. Dari Rp25 hingga Rp30 ribu," katanya.

Salah seorang pengecer H. Pian warga Sangatta Selatan membenarkan hal itu. Dirinya mengatakan jika sudah beberapa hari terakhir ini elpiji hilang diperedaran. Semua agen kosong. Sehingga dirinya serta pengecer lainnya tidak mendapatkan jatah. Dari informasi yang beredar, elpiji diborong untuk daerah pedalaman. Salah satunya Kecamatan Muara Wahau. Hal ini dilakukan lantaran didaerah pedalaman memiliki harga yang lebih tinggi. Sehingga keuntungan penjual berlipat.

"Dari info beredar, jatah Sangatta dilarikan di pedalaman. Jadi Sangatta tidak dapat. Kalau dijual di pedalaman bisa untung banyak. Kalau di harga normal pengecer hanya Rp23 ribu. Kalau dipedalaman jauh lebih tinggi," katanya.

Tentu saja hal ini menjadi masalah bagi masyarakat. Pemerintah harus bersikap. Masyarakat semakin bingung atas masalah ini. Pasalnya,  bukan masalah harga yang terberat saat ini, akan tetapi masalah kelangkaan. 

"Harga tinggi masih bisa dipikirkan. Tetapi kalau langkah kayak apa orang mau masak. Kasihan juga kita. Seharusnya carikan solusi," pintanya. (dy)


BACA JUGA

Kamis, 16 Agustus 2018 17:57

Pasca Disorot Terkait Limbah Oli, RSUD Bersih-Bersih Parit

SANGATTA – Seusai kebakaran beberapa waktu lalu, RSUD Kudungga segera ambil tindakan. Parit yang…

Kamis, 16 Agustus 2018 17:56

Cegah Penyakit Sapi, Vaksinasi Tiap Tahun

SANGATTA - Hasil dari pemeriksaan kesehatan sapi di sejumlah penjual hewan kurban Sangatta, dipastikan…

Rabu, 15 Agustus 2018 21:11

Animo Tinggi, Jadwal Penerbangan Perintis Bakal Ditambah

SANGATTA - Melihat tingginya animo masyarakat Kutai Timur (Kutim) dalam menggunakan jasa penerbangan,…

Rabu, 15 Agustus 2018 21:08

Wabup Kutai Timur Sentil ASN, Soal Apa?

SANGATTA – Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) merupakan kewajiban bagi Aparatur…

Rabu, 15 Agustus 2018 21:06

Deskarah Juarai Santan Cup III

SANGATTA - Deskarah FC berhasil menjadi juara I di ajang Santan Cup III, Senin (13/8). Bermain di lapangan…

Rabu, 15 Agustus 2018 21:05

DLH Temukan Terowongan “Rahasia”

SANGATTA- Hasil identifikasi Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup Daerah (PPLHD) Dinas Lingkungan Hidup…

Rabu, 15 Agustus 2018 21:03

Jelang Kurban, Seluruh Sapi Dipastikan Sehat

  SANGATTA - Seluruh sapi kurban yang datang ke Kutai Timur (Kutim) dicek kesehatannya. Mata, mulut,…

Selasa, 14 Agustus 2018 00:05

DLH Masih Tunggu Hasil Tim di Lapangan

SANGATTA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim ogah memberikan tanggapan jauh terkait tumpahan oli di…

Selasa, 14 Agustus 2018 00:04

RSUD Kudungga Bantah Buang Limbah Oli ke Parit Sekitar

SANGATTA - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga Sangatta membantah jika limbah oli yang berada jauh…

Selasa, 14 Agustus 2018 00:04

Minim Pengelolaan Sampah, Kutim Tak Raih Adipura

SANGATTA - Tahun ini, Kutim dipastikan belum meraih Adipura. Hal ini disebabkan oleh masih minimnya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .