MANAGED BY:
SENIN
18 DESEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | PEMKOT | BENUA KUTIM | OLAHRAGA | ZETIZEN | SOCIETY & LENSA

SANGATTA POST

Jumat, 13 Oktober 2017 00:06
WADUH!!! Gas Melon Dibawa ke Pedalaman karena Harga Lebih Tinggi

Elpiji Melon Kosong Langka Sangatta Selatan

Ilustrasi

PROKAL.CO, SANGATTA - Tampaknya pemerintah belum mampu mengatasi masalah kelangkaan elpiji di Kutim. Pasalnya dari penelusuran media ini, Kutim masih mengalami kelangkaan elpiji. Tentu saja realita ini membantah jika pasokan elpiji sesuai dengan kebutuhan warga Kutim. 

Sangatta Selatan salah satunya, tak satupun agen, pangkalan, dan bahkan pengecer yang menjual elpiji. Semua terlihat kosong. Warga banyak yang mencari. Putar sana dan sini akan tetapi tak mendapatkannya. Tak sedikit mereka harus lari ke Sangatta Utara. Peristiwa serupapun terjadi. Tentu saja hal ini menjadi beban tersendiri bagi warga. 

"Kalau di Sangatta Selatan saya keliling tidak satupun yang menjual. Terpaksa saya cari di Sangatta Utara. Saya mendapatkan di pengecer. Itupun tinggal sisa saja lagi. Kalau lambat tidak dapat" ujar Ardi warga Sangatta Selatan.

Kejadian ini sudah terjadi sejak sepekan lalu. Ardi mendapatkan informasi dari tetangga sebelahnya. Jika diminta secepatnya untuk mencari elpiji. Hanya saja pesan tersebut diabaikan. Ternyata benar, saat gas elpijinya habis, ia kewalahan mencari kesana kemari. Beruntung masih menjumpai. Satu temannya yang juga mencari beriringan belum mendapatkan tabung gas.

"Kalau yang besar banyak dijual. Yang kecil saja tidak ada. Saya tidak tau kenapa. Katanya tetangga saya sudah beberapa hari lalu langkahnya. Bahkan sebelumnya juga sudah sangat susah mendapatkan elpiji. Kalaupun ada harganya sangat mahal. Dari Rp25 hingga Rp30 ribu," katanya.

Salah seorang pengecer H. Pian warga Sangatta Selatan membenarkan hal itu. Dirinya mengatakan jika sudah beberapa hari terakhir ini elpiji hilang diperedaran. Semua agen kosong. Sehingga dirinya serta pengecer lainnya tidak mendapatkan jatah. Dari informasi yang beredar, elpiji diborong untuk daerah pedalaman. Salah satunya Kecamatan Muara Wahau. Hal ini dilakukan lantaran didaerah pedalaman memiliki harga yang lebih tinggi. Sehingga keuntungan penjual berlipat.

"Dari info beredar, jatah Sangatta dilarikan di pedalaman. Jadi Sangatta tidak dapat. Kalau dijual di pedalaman bisa untung banyak. Kalau di harga normal pengecer hanya Rp23 ribu. Kalau dipedalaman jauh lebih tinggi," katanya.

Tentu saja hal ini menjadi masalah bagi masyarakat. Pemerintah harus bersikap. Masyarakat semakin bingung atas masalah ini. Pasalnya,  bukan masalah harga yang terberat saat ini, akan tetapi masalah kelangkaan. 

"Harga tinggi masih bisa dipikirkan. Tetapi kalau langkah kayak apa orang mau masak. Kasihan juga kita. Seharusnya carikan solusi," pintanya. (dy)


BACA JUGA

Sabtu, 16 Desember 2017 00:10

Hasbullah: Teladani Sifat Rasul untuk Kehidupan Bermasyarakat

  SANGATTA – Lebih dari seribu warga terlihat berbondong-bondong memasuki Gang Mandiri 1,…

Jumat, 15 Desember 2017 00:10

SADIS!!! Diduga Selingkuh, Isteri Ditikam lalu Dibacok hingga Tewas

SANGATTA - Peristiwa berdarah terjadi di lokasi perkebunan PT Fairco, Kaliorang. Seorang pria membunuh…

Jumat, 15 Desember 2017 00:08

Kutim Baru Dapat Bankeu Rp 10 M

SANGATTA - Setelah cukup lama bersabar, Pemerintah Kabupaten Kutai PTimur (Pemkab Kutim), kini akhirnya…

Jumat, 15 Desember 2017 00:07

Cemburu, Pacar Ditikam Hingga Tewas

SANGATTA - Penyekatan dan pengejaran yang dilakukan jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian…

Jumat, 15 Desember 2017 00:04

Buron 3 Tahun, Mantan Kades Akhirnya Ditangkap

SANGATTA - Pelarian yang dilakukan Agus mantan Kepala Desa Sepaso Timur selama tiga tahun dari jeratan…

Jumat, 15 Desember 2017 00:03

Pemkab Fokus Tingkatkan PAD dari PBB

SANGATTA - Di tengah keadaan defisit fiskal, pemkab terus mengupayakan menggenjot pendapatan daerah…

Jumat, 15 Desember 2017 00:02

DSN Group Beri Modal Investasi Rp 64,5 M

SANGATTA – PT Dewata Sawit Nusantara dan PT Dharma Agrotama Nusantara memberikan dukungan modal…

Kamis, 14 Desember 2017 00:12

Ditikam Pacar di Cafe, Herliana Tewas

SANGATTA - Wanita muda bernama Herlina (26) tewas di cafe Jalan Poros Sangatta Bengalon, Rabu (12/12)…

Kamis, 14 Desember 2017 00:11

Kelangkaan Tabung Melon Kian Parah

SANGATTA- Masyarakat menilai dinas perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Kutim tak cukup serius…

Kamis, 14 Desember 2017 00:09

Otak Perampokan Tolak Peragakan Aksinya

SANGATTA - Kepolisian Sektor (Polsek) Sangatta, Selasa (12/12) menggelar proses rekonstruksi kasus perampokan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .