MANAGED BY:
KAMIS
18 JANUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | PEMKOT | BENUA KUTIM | OLAHRAGA | ZETIZEN | SOCIETY & LENSA
Minggu, 15 Oktober 2017 18:45
Kaum LGBT Makin Berani
Penulis: Nurul Inayah, SEI Tenaga Kontrak Kementerian Agama Kota Bontang

PROKAL.CO, Belum hilang dari benak, ratusan pria yang ditangkap saat penggerebekan pesta seks gay  di Kompleks Ruko Kokan Permata Blok B 15-16 Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, Senin (22/5). Terjadi lagi, Polres Metro Jakarta Pusat menggerebek pesta gay disalah satu tempat Spa bernama Jakarta Sauna di daerah Harmoni, Jakarta Pusat pada Jum’at (6/10).

Dari hasil penggerebekan, polisi menangkap 51 orang berjenis kelamin laki-laki saat pesta berlangsung. Saat diciduk, polisi menemukan fakta bahwa mereka tengah melangsungkan pesta seks sesama jenis (gay). Dari puluhan orang yang digerebek, terdapat juga empat warga China, seorang warga Thailand, seorang warga Malaysia dan seorang warga Singapura.

Pada kasus pesta seks gay di Jakarta Utara, dari 141 pria yang diciduk, hanya 10 orang yang dijadikan sebagai tersangka. Begitu pun dalam kasus pesta seks gay yang baru terjadi di Jakarta Pusat, dari 51 orang yang diamankan, hanya 6 orang yang dijadikan sebagai tersangka.

Melihat kasus pesta gay yang kembali terjadi dalam waktu yang relative dekat, membuktikan bahwa sanksi yang diberikan pada pelaku penyimpangan seksual, tidak memberikan efek jera. Ditambah, dukungan dari berbagai pihak yang memiliki jabatan, legitimasi dan pembenaran atas perilaku LGBT ini yang begitu masif nampak seolah membela mereka. Bahkan, perangkat peradaban kapitalis seperti PBB, perusahaan raksasa dan media sangat sistematis menopang kampanye LGBT dengan dana yang begitu besar.

Selain itu, tidak adanya ketegasan dari pemerintah dalam mengatur kebijakan. Bukannya membasmi secara tuntas, malah terkesan memfasilitasi budaya liberalisasi dan hedonisme Barat tumbuh subur di dalam negeri.

Pemerintah seharusnya tegas membuat aturan yang mampu mencegah bibit-bibit homoseksual dan penyimpangan seksual lainnya jika tidak ingin negara ini hancur. Sebab, mereka telah menciptakan dekadensi moral ditengah-tengah umat, sebagai bangsa yang menjunjung tinggi budaya, akhlak dan agama, perilaku menyimpang kaum Nabi Luth ini telah mencoreng wajah bangsa Indonesia. Dan akan mengundang murka Allah sebagaimana kaum Nabi Luth yang telah dibinasakan.

Di dalam Islam, perilaku menyimpang seperti LGBT dianggap hina lagi menjijikkan. Allah SWT berfirman dalam surat Al-A’raaf ayat 80 yang artinya, “Dan (Kami juga telah mengutus Nabi) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: ‘ Mengapa kalian mengerjakan perbuatan yang sangat hina itu, yang belum pernah dilakukan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelum kalian?’”   

Dan pelakunya pun dilaknat oleh Allah SWT. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Ibnu Abbas ra. bahwa Nabi SAW bersabda: “ Allah melaknat siapa saja yang berbuat seperti perbuatan kaum Nabi Luth. Allah melaknat siapa saja yang berbuat seperti perbuatan kaum Nabi Luth, beliau sampaikan sampai tiga kali.” [ Dihasankan Syaikh Syu’ aib Al-Arna’uth].

Islam pun tidak membiarkan sama sekali pelaku penyimpangan seperti LGBT bebas. Apalagi sampai membiarkan mereka tumbuh subur ditengah umat. Mereka akan ditindak dengan tegas. Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang kalian dapati melakukan perbuatan kaum Nabi Luth, maka bunuhlah pelaku dan pasangannya.” (HR Tirmidzi dan yang lainnya, dishahihkan Syaikh Al-Albani)

Sodomi (liwath) adalah salah satu bentuk kriminal yang paling berat dan termasuk dosa yang paling menjijikkan serta salah satu dosa besar, sehingga Allah pun menyiksa pelakunya dengan siksaan yang tidak ditimpakan kepada umat manapun (Q.S al Hijr[15]: 73-77). Sodomi (liwath) merupakan penyakit yang menyimpang dari fitroh yang lurus, menunjukkan ketidakberesan akal pelakunya, lemahnya keimanannya dan dimurkai oleh Rabbul ‘alamin.

Inilah yang terjadi jika kita biarkan ide rusak pemisahan agama dalam kehidupan (Sekularisme), terus bercokol dalam kehidupan. Paham rusak ini telah menjadikan hawa nafsu dan kesenangan dunia sebagai kendali bagi manusia. Oleh karenanya, tidak ada kemaslahatan apapun yang akan diperoleh selama membiarkan paham rusak sekularisme sebagai landasan dalam kehidupan. Kecuali menggantinya dengan penerapan syariah Allah yang syamil dan kamil. Karena hanya dengan syariatnya saja kita bisa bebas dari penyakit LGBT dan ‘penyakit’ lainnya, hidup mulia dan sejahtera.

Wallahu a’lam bi ashawab. (*)

 

loading...

BACA JUGA

Senin, 08 Januari 2018 19:21

HIV/AIDS: Ujian atau Azab

Oleh:  Dian Eliasari, S.Km Pendidik Judul unik di atas terinspirasi dari pertanyaan salah seorang…

Minggu, 07 Januari 2018 00:50

Jahiliah Zaman Now

Oleh: Nurul Inayah, SEI Tenaga Kontrak Kementerian Agama Kota Bontang  Istilah Jahiliah zaman now…

Sabtu, 06 Januari 2018 00:47

dengan Cooperative Learning Tipe TPS (Thing, Pair, Share)

Catatan:  Titik Sudarmini, S.Pd SMA N 1 Bontang - Kalimantan Timur Jl. DI Panjaitan Gg Piano 11…

Jumat, 05 Januari 2018 00:05

Susahnya Mahasiswa Jaman Now

Oleh: Nur 'Aini Mahasiswi Jurusan Tarbiya Prodi PAI   Ketika harga cabe naik, solusi yang ditawarkan…

Sabtu, 23 Desember 2017 23:06

“Zaman Now VS Zaman Batu”

Oleh: Nur’Amal Guru Al-Quran Cahaya Fikri Bontang Polemik negeri ini kian hari semakin melemahkan…

Sabtu, 23 Desember 2017 00:01

Selamat Hari Ibu

Catatan  Oleh: Lisnawati Ketua Kohati Badko Kaltimtara SUATU budaya patriarki, banyak beranggapan…

Jumat, 08 Desember 2017 00:38

Pentingnya MCU bagi Karyawan

Penulis: Dr Yunita Kabid Pelayanan RS Amalia   Medical Check Up (MCU) adalah pemeriksaan kesehatan…

Jumat, 01 Desember 2017 01:06

Fokus COP23: Tekan Jumlah Emisi Berarti Menekan Gas Rumah Kaca

Efek rumah kaca yang menjadi pokok utama bahasan pertemuan COP23 tidak lepas dari kacamata Sofyan Hasdam…

Jumat, 01 Desember 2017 01:01

Terima Kasih, Guru

Oleh: N Yahya Yabo  Sejati dalam pekerjaan yang paling mulia dan berjasa adalah guru. Pintu gerbang…

Kamis, 30 November 2017 00:18

Mengapa COP21 Lebih Populer dan Pengaruh Kemenangan Donal Trump

Banyak konsep telah dirumuskan di setiap pertemuan COP. Tapi menurut Sofyan Hasdam yang dijabarkan dalam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .