MANAGED BY:
SABTU
18 AGUSTUS
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Senin, 16 Oktober 2017 17:11
Ditemukan 35 Sarang Badas Hitam

Konsep Jadi Wisata Terbaik se Indonesia

Ilustrasi

PROKAL.CO, SANGATTA- Dari hasil penelitian sementara, sedikitnya terdapat 35 sarang buaya badas hitam dan buaya sumpit di Danau Mesangat kecamatan Long masangat.

Hanya saja diyakini, akan lebih dari itu. Pasalnya, danau tersebut terbentang di tiga kecamatan. Yakni Long Masangat, Muara Ancalong dan Muara Bengkal.

Artinya, besar kemungkinan buaya langka di dunia ini jauh lebih banyak dari data sebelumnya. Memastikan hal itu, pihaknya akan memanfaatkan teknologi berupa drone untuk mengetahui jumlah pasti sarang buaya jinak tersebut.

 "Pemerintah masih terus melakukan pemantauan lanjutan terhadap habitat buaya badas hitam di Kutim, dengan menggunakan drone. Sampai kini telah ditemukan 35 sarang. Selanjutnya, kami merencanakan survei hingga mempelajari sifat dan perilaku buaya tersebut, dengan berbagai pola. Salah satunya dengan melalui workshop,” ujar Kabag Sumber Daya Alam (SDA) Setkab Kutim Pranowo.

 Tentu saja keberadaan buaya tersebut menjadi nilai tersendiri bagi Kutim. Pasalnya, buaya ini satu satunya berada di Kutim dan hanya beberapa di dunia. Itupun keberadaannya sudah di dalam penangkaran.

 "Pemerintah tidak merencanakan membangun penangkaran untuk buaya badas hitam ini. Sebab uniknya. Buaya tersebut berada di habitat aslinya. Makanya kami mempertahankan agar hewan hewan itu tetap berada di habitat aslinya itu. Pemerintah mendukung ini karena merupakan potensi, dan dinamakan kawasan ekosistem esensial lahan basah,” terang mantan Camat Kaliorang itu.

 Mengenai keberadaan warga yang bermukim disana, maka akan diintegrasikan dengan kearifan lokal yang ada.

“Nanti polanya agar tidak mengganggu masyarakat dan begitupun sebaliknya, akan diatur oleh para ahli yang ditunjuk atau diperbolehkan untuk menangani habitat buaya tersebut," katanya.

 Sementara itu, Bupati Kutim Ismunandar menyatakan, hal tersebut harus mendapat dukungan dari semua pihak. Karena diketahui satu satunya buaya yang tidak ada di tempat lain di Tanah Air.

“Harapan kami, lokasi ini menjadi destinasi wisata. Orang-orang nantinya kalau mau melihat buaya badas hitam harus datang ke Kutim,” kata Ismu.

 Disinggung masalah buaya muara, mantan Sekda ini mengaku akan tetap menjadi perhatian. Sebab, semua merupakan hewan yang dilindungi. Meskipun sangat melimpah.

"Kalau badas hitam langkah sekali. Kalau buaya muara memang umum. Tetapi Pemkab Kutim telah merencanakan pembangunan penangkaran buaya untuk menampung semua yang masih banyak berkeliaran di sungai. Rencana bakal dimulai pada 2018," katanya. (dy)

BUAYA BADAS HITAM 


- Crocodylus siamensis adalah sejenis buaya anggota suku Crocodylidae. Buaya ini secara alami menyebar di Indonesia (Jawa dan Kalimantan Timur). Buaya ini sekarang terancam kepunahan di wilayah-wilayah sebarannya, dan bahkan banyak yang telah punah secara lokal.

- Buaya ini relatif kecil ukurannya, dengan panjang total maksimal mencapai 4 m; akan tetapi yang umum panjang buaya ini hanya sekitar 2–3 m.

- Terdapat gigir yang memanjang, nampak jelas di antara kedua matanya, keping tabular di kepala menaik dan menonjol di bagian belakangnya. Sisik-sisik besar di belakang kepala (post-occipital scutes) 2–4 buah.

- Terdapat sejumlah sisik-sisik kecil di belakang dubur, di bawah pangkal ekor. Sisik-sisik besar di punggung (dorsal scutes) tersusun dalam 6 lajur dan 16–17 baris sampai ke belakang. Sisik perut tersusun dalam 29–33 (rata-rata 31) baris.


BACA JUGA

Jumat, 17 Agustus 2018 00:29

Awas Tertipu, Jangan Tergoda DP Murah

SANGATTA - Pemkab Kutim melalui Dinas Pemukiman dan Kawasan Perumahan (Perkim) Kutim, terus melakukan…

Kamis, 16 Agustus 2018 18:01

Akhir Agustus, Bapenda Yakin PAD Capai Target

SANGATTA - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kutim, laik diapresiasi. Pasalnya, di bawah kepemimpinan…

Kamis, 16 Agustus 2018 17:59

Oknum ASN Abaikan Instruksi Bupati

SANGATTA – Masih saja ada ASN (Aparatur Sipil Negara) yang mengabaikan instruksi Bupati Kutim.…

Kamis, 16 Agustus 2018 17:58

ASN Dilarang Terlibat Politik Praktis

SANGATTA - Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di lingkungan Kutim, dilarang keras terlibat…

Kamis, 16 Agustus 2018 17:57
Porprov 2018

Belum Setor Berkas, 16 Cabor Terancam Tidak Dapat Dana

SANGATTA - Sekretaris Daerah (Sekda) Kutim, Irawansyah mengatakan, dana Pekan Olahraga Provinsi (Porprov)…

Kamis, 16 Agustus 2018 17:57

Pasca Disorot Terkait Limbah Oli, RSUD Bersih-Bersih Parit

SANGATTA – Seusai kebakaran beberapa waktu lalu, RSUD Kudungga segera ambil tindakan. Parit yang…

Kamis, 16 Agustus 2018 17:56

Cegah Penyakit Sapi, Vaksinasi Tiap Tahun

SANGATTA - Hasil dari pemeriksaan kesehatan sapi di sejumlah penjual hewan kurban Sangatta, dipastikan…

Rabu, 15 Agustus 2018 21:11

Animo Tinggi, Jadwal Penerbangan Perintis Bakal Ditambah

SANGATTA - Melihat tingginya animo masyarakat Kutai Timur (Kutim) dalam menggunakan jasa penerbangan,…

Rabu, 15 Agustus 2018 21:08

Wabup Kutai Timur Sentil ASN, Soal Apa?

SANGATTA – Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) merupakan kewajiban bagi Aparatur…

Rabu, 15 Agustus 2018 21:06

Deskarah Juarai Santan Cup III

SANGATTA - Deskarah FC berhasil menjadi juara I di ajang Santan Cup III, Senin (13/8). Bermain di lapangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .