MANAGED BY:
MINGGU
25 FEBRUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Senin, 16 Oktober 2017 17:11
Ditemukan 35 Sarang Badas Hitam

Konsep Jadi Wisata Terbaik se Indonesia

Ilustrasi

PROKAL.CO, SANGATTA- Dari hasil penelitian sementara, sedikitnya terdapat 35 sarang buaya badas hitam dan buaya sumpit di Danau Mesangat kecamatan Long masangat.

Hanya saja diyakini, akan lebih dari itu. Pasalnya, danau tersebut terbentang di tiga kecamatan. Yakni Long Masangat, Muara Ancalong dan Muara Bengkal.

Artinya, besar kemungkinan buaya langka di dunia ini jauh lebih banyak dari data sebelumnya. Memastikan hal itu, pihaknya akan memanfaatkan teknologi berupa drone untuk mengetahui jumlah pasti sarang buaya jinak tersebut.

 "Pemerintah masih terus melakukan pemantauan lanjutan terhadap habitat buaya badas hitam di Kutim, dengan menggunakan drone. Sampai kini telah ditemukan 35 sarang. Selanjutnya, kami merencanakan survei hingga mempelajari sifat dan perilaku buaya tersebut, dengan berbagai pola. Salah satunya dengan melalui workshop,” ujar Kabag Sumber Daya Alam (SDA) Setkab Kutim Pranowo.

 Tentu saja keberadaan buaya tersebut menjadi nilai tersendiri bagi Kutim. Pasalnya, buaya ini satu satunya berada di Kutim dan hanya beberapa di dunia. Itupun keberadaannya sudah di dalam penangkaran.

 "Pemerintah tidak merencanakan membangun penangkaran untuk buaya badas hitam ini. Sebab uniknya. Buaya tersebut berada di habitat aslinya. Makanya kami mempertahankan agar hewan hewan itu tetap berada di habitat aslinya itu. Pemerintah mendukung ini karena merupakan potensi, dan dinamakan kawasan ekosistem esensial lahan basah,” terang mantan Camat Kaliorang itu.

 Mengenai keberadaan warga yang bermukim disana, maka akan diintegrasikan dengan kearifan lokal yang ada.

“Nanti polanya agar tidak mengganggu masyarakat dan begitupun sebaliknya, akan diatur oleh para ahli yang ditunjuk atau diperbolehkan untuk menangani habitat buaya tersebut," katanya.

 Sementara itu, Bupati Kutim Ismunandar menyatakan, hal tersebut harus mendapat dukungan dari semua pihak. Karena diketahui satu satunya buaya yang tidak ada di tempat lain di Tanah Air.

“Harapan kami, lokasi ini menjadi destinasi wisata. Orang-orang nantinya kalau mau melihat buaya badas hitam harus datang ke Kutim,” kata Ismu.

 Disinggung masalah buaya muara, mantan Sekda ini mengaku akan tetap menjadi perhatian. Sebab, semua merupakan hewan yang dilindungi. Meskipun sangat melimpah.

"Kalau badas hitam langkah sekali. Kalau buaya muara memang umum. Tetapi Pemkab Kutim telah merencanakan pembangunan penangkaran buaya untuk menampung semua yang masih banyak berkeliaran di sungai. Rencana bakal dimulai pada 2018," katanya. (dy)

BUAYA BADAS HITAM 


- Crocodylus siamensis adalah sejenis buaya anggota suku Crocodylidae. Buaya ini secara alami menyebar di Indonesia (Jawa dan Kalimantan Timur). Buaya ini sekarang terancam kepunahan di wilayah-wilayah sebarannya, dan bahkan banyak yang telah punah secara lokal.

- Buaya ini relatif kecil ukurannya, dengan panjang total maksimal mencapai 4 m; akan tetapi yang umum panjang buaya ini hanya sekitar 2–3 m.

- Terdapat gigir yang memanjang, nampak jelas di antara kedua matanya, keping tabular di kepala menaik dan menonjol di bagian belakangnya. Sisik-sisik besar di belakang kepala (post-occipital scutes) 2–4 buah.

- Terdapat sejumlah sisik-sisik kecil di belakang dubur, di bawah pangkal ekor. Sisik-sisik besar di punggung (dorsal scutes) tersusun dalam 6 lajur dan 16–17 baris sampai ke belakang. Sisik perut tersusun dalam 29–33 (rata-rata 31) baris.


BACA JUGA

Sabtu, 24 Februari 2018 00:07

Pengusaha Digembleng KP2KP

SANGATTA- Meskipun pengusaha,  ternyata cukup banyak yang tidak mengetahui pasti tentang pajak.…

Jumat, 23 Februari 2018 00:10

MEMANAS!!! Mahasiswa Tuntut Transparansi Anggaran

SANGATTA - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), melakukan…

Jumat, 23 Februari 2018 00:10

WASPADA!!! Rumah Warga Terancam Longsor

SANGATTA – Sistem saluran drainase Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di kawasan Bukit Pelangi…

Jumat, 23 Februari 2018 00:09

Polres ‘Buka Lagi’ Kasus Pembantain Orang Utan 2 Tahun Lalu

  SANGATTA - Pembunuhan orang utan di Taman Nasional Kutai (TNK)  Kecamatan Teluk Pandan bergulir…

Jumat, 23 Februari 2018 00:09

Imbauan KPU Tak Digubris Paslon

SANGATTA – Imbauan Komisi Pemilihan Umum (KPU) kepada paslon agar melepas alat peraga kampanye…

Jumat, 23 Februari 2018 00:09

G 20 Mei Kutim Gugat UU APBN 2018

SANGATTA - Gerakan 20 Mei Kutim kembali dijadwalkan mengikuti sidang lanjutan di Mahkamah Konstitusi…

Kamis, 22 Februari 2018 00:28

Bapenda Ancam Segel Sarang Walet

SANGATTA - Potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD)  dari sarang walet terbilang besar. Berdasarkan…

Kamis, 22 Februari 2018 00:28

Venue Renang Ditarget Rampung Tahun Ini

SANGATTA - Cabang olahraga renang menyiapkan segala kebutuhan sebelum Pekan Olahraga Provinsi (Porprov)…

Kamis, 22 Februari 2018 00:27

Di Daerah Ini Gampang Temui Apotek Nakal

SANGATTA – Praktik jual beli obat keras tanpa resep dokter bisa terjadi karena oknum apotek nakal.…

Kamis, 22 Februari 2018 00:25

Lagi Istirahat, Motor Disikat Maling

SANGATTA- Motor milik Agus warga Jalan Loa Mali SMK Hasanuddin RT 02 Desa Sangatta langsung disikat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .