MANAGED BY:
RABU
21 NOVEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Senin, 16 Oktober 2017 17:11
Ditemukan 35 Sarang Badas Hitam

Konsep Jadi Wisata Terbaik se Indonesia

Ilustrasi

PROKAL.CO, SANGATTA- Dari hasil penelitian sementara, sedikitnya terdapat 35 sarang buaya badas hitam dan buaya sumpit di Danau Mesangat kecamatan Long masangat.

Hanya saja diyakini, akan lebih dari itu. Pasalnya, danau tersebut terbentang di tiga kecamatan. Yakni Long Masangat, Muara Ancalong dan Muara Bengkal.

Artinya, besar kemungkinan buaya langka di dunia ini jauh lebih banyak dari data sebelumnya. Memastikan hal itu, pihaknya akan memanfaatkan teknologi berupa drone untuk mengetahui jumlah pasti sarang buaya jinak tersebut.

 "Pemerintah masih terus melakukan pemantauan lanjutan terhadap habitat buaya badas hitam di Kutim, dengan menggunakan drone. Sampai kini telah ditemukan 35 sarang. Selanjutnya, kami merencanakan survei hingga mempelajari sifat dan perilaku buaya tersebut, dengan berbagai pola. Salah satunya dengan melalui workshop,” ujar Kabag Sumber Daya Alam (SDA) Setkab Kutim Pranowo.

 Tentu saja keberadaan buaya tersebut menjadi nilai tersendiri bagi Kutim. Pasalnya, buaya ini satu satunya berada di Kutim dan hanya beberapa di dunia. Itupun keberadaannya sudah di dalam penangkaran.

 "Pemerintah tidak merencanakan membangun penangkaran untuk buaya badas hitam ini. Sebab uniknya. Buaya tersebut berada di habitat aslinya. Makanya kami mempertahankan agar hewan hewan itu tetap berada di habitat aslinya itu. Pemerintah mendukung ini karena merupakan potensi, dan dinamakan kawasan ekosistem esensial lahan basah,” terang mantan Camat Kaliorang itu.

 Mengenai keberadaan warga yang bermukim disana, maka akan diintegrasikan dengan kearifan lokal yang ada.

“Nanti polanya agar tidak mengganggu masyarakat dan begitupun sebaliknya, akan diatur oleh para ahli yang ditunjuk atau diperbolehkan untuk menangani habitat buaya tersebut," katanya.

 Sementara itu, Bupati Kutim Ismunandar menyatakan, hal tersebut harus mendapat dukungan dari semua pihak. Karena diketahui satu satunya buaya yang tidak ada di tempat lain di Tanah Air.

“Harapan kami, lokasi ini menjadi destinasi wisata. Orang-orang nantinya kalau mau melihat buaya badas hitam harus datang ke Kutim,” kata Ismu.

 Disinggung masalah buaya muara, mantan Sekda ini mengaku akan tetap menjadi perhatian. Sebab, semua merupakan hewan yang dilindungi. Meskipun sangat melimpah.

"Kalau badas hitam langkah sekali. Kalau buaya muara memang umum. Tetapi Pemkab Kutim telah merencanakan pembangunan penangkaran buaya untuk menampung semua yang masih banyak berkeliaran di sungai. Rencana bakal dimulai pada 2018," katanya. (dy)

BUAYA BADAS HITAM 


- Crocodylus siamensis adalah sejenis buaya anggota suku Crocodylidae. Buaya ini secara alami menyebar di Indonesia (Jawa dan Kalimantan Timur). Buaya ini sekarang terancam kepunahan di wilayah-wilayah sebarannya, dan bahkan banyak yang telah punah secara lokal.

- Buaya ini relatif kecil ukurannya, dengan panjang total maksimal mencapai 4 m; akan tetapi yang umum panjang buaya ini hanya sekitar 2–3 m.

- Terdapat gigir yang memanjang, nampak jelas di antara kedua matanya, keping tabular di kepala menaik dan menonjol di bagian belakangnya. Sisik-sisik besar di belakang kepala (post-occipital scutes) 2–4 buah.

- Terdapat sejumlah sisik-sisik kecil di belakang dubur, di bawah pangkal ekor. Sisik-sisik besar di punggung (dorsal scutes) tersusun dalam 6 lajur dan 16–17 baris sampai ke belakang. Sisik perut tersusun dalam 29–33 (rata-rata 31) baris.


BACA JUGA

Selasa, 20 November 2018 18:33
Pemilu 2019

Berharap Ada Keajaiban

SANGATTA- Rendahnya angka lulusan tes standar kompetensi dasar (SKD) calon…

Selasa, 20 November 2018 18:21

Siap Cetak Pelaut Berkompetensi Internasional

SANGATTA – SMKN 2 Sangatta Utara punya fasilitas baru. Bridge…

Senin, 19 November 2018 19:08

Kendaraan “Raksasa” Bebas Melintas

SANGATTA - Pemkab Kutim terus memberikan sosialisasi kepada para sopir …

Senin, 19 November 2018 19:07

Data Warga Miskin Masih Kacau

SANGATTA - Pemkab Kutim menyadari jika selama ini bantuan untuk…

Senin, 19 November 2018 19:03

Klaim Sampah di Sungai Berkurang

SANGATTA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim, mengklaim jumlah sampah…

Senin, 19 November 2018 19:02

Museum Ditarget di 2019

SANGATTA – Meski memiliki situs budaya dan ratusan gua, ironisnya…

Senin, 19 November 2018 18:54

Kuantitasnya Lebih Banyak, Butuh Waktu Sebulan untuk Panen

SANGATTA - Sejumlah warga di Sangatta Selatan mulai membudidayakan lebah…

Sabtu, 17 November 2018 18:38

Puluhan Gua di Kutim Belum Dikenal

  SANGATTA - Puluhan gua di Kutim merupakan ciri khas…

Sabtu, 17 November 2018 18:36

Galeri Butuh Suntikan Dana

SANGATTA – Minimnya anggaran, menjadi alasan “terbengkalai”-nya galeri yang menyimpan…

Sabtu, 17 November 2018 18:33
Porprov Kaltim 2018

Atlet Pelajar Tak Ada Libur Khusus, Tetap Kerjakan Tugas usai Porprov

SANGATTA - Guna meningkatkan kemampuan untuk berlaga di Pekan Olahraga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .