MANAGED BY:
SABTU
18 AGUSTUS
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Kamis, 26 Oktober 2017 00:09
Usulkan Buaya Tetap di Habitatnya

Nilai Obyek Wisata Dinilai Lebih Besar

POTENSI WISATA: Seekor buaya yang ditangkap warga.(Dok/Sangatta Post)

PROKAL.CO, KUTIM terkenal akan sebutan kota buaya. Nama ini seakan melekat di benak wisatawan mancanegara, nasional terlebih lokal itu sendiri.

Banyak jenis buaya di Kutim. Mulai dari buaya muara, rawa, hingga yang tengah naik daun yakni badas hitam di danau Long Masangat serta di sepanjang sungai Muara Ancalong dan Muara Bengkal.

Saking uniknya, buaya di Kutim tak pandang tempat. Hampir disemua lokasi ada. Laut, sungai, muara, danau, rawa, maupun di parit hingga di perumahan warga.

Sungguh ini semua merupakan potensi yang luar biasa. Sangat disayangkan jika kesempatan emas tersebut tidak dimanfaatkan sebaik mungkin.

Seharusnya, ketenaran nama yang di sandangkan ke Kutim dijadikan hal yang bernilai tinggi. Yakni, daerah yang di juluki Kota Singa ini disulap menjadi kota wisata buaya.

Satu catatan, agar wisata tersebut menarik dan menjadi andalan, buaya tidak dimasukkan dalam penangkaran. Akan tetapi dibiarkan bebas di habitatnya yakni sungai.

Pasalnya, jika buaya tersebut di tangkarkan, maka nilai wisata dan kesannya terbilang biasa. Sebab, hampir semua daerah wisata buayanya di tangkarkan.

Paling terbaik ialah, keberadaan buaya tetap pada habitatnya. Sehingga terdapat beberapa kesan yang ditangkap wisatawan saat berkunjung. Mulai dari keindahan sungai, hutan, serta alam.

"Kutim ini banyak sekali khasnya. Ada orang utan, ulin, tambang, dan banyak lagi. Sedikit menarik buaya. Banyak sekali buaya di Kutim. Makanya Kutim dikenal kota buaya. Nah karena ini, Kutim peluang menjadi wisata buaya. Tapi wisata buaya yang langsung di habitatnya bukan penangkaran. Kalau di daerah lain orang lihat buaya di penangkaran, tapi kalau di Kutim langsung di habitatnya," ujar Kadis Periwisata Provinsi Safruddin Pernyata.

Memang lanjut Safruddin, keberadaan buaya di sungai cukup membahayakan manusia. Tetapi apa di kata, sungai memang merupakan habitat buaya sejak awal sebelum hadirinya manusia. Seharusnya manusia yang menjaga diri dan tidak mengganggu keberadaan buaya di habitatnya.

"Jadi dilihat sisi lainnya. Ini merupakan potensi yang sangat luar biasa. Usul saja kepada Pemkab Kutim, kelola ini dengan baik. Agar tidak menyebar keman mana dan buaya berkumpul, maka di tentukan beberapa titik wadah kumpul buaya. Caranya rutin diberikan makan di tempat tersebut," kata Safruddin.

Saran lainnya ialah, ponton penyebrangan agar dapat direnovasi. Karena konsepnya, khusus Sangatta ponton itulah yang akan menjadi transportasi wisata.

"Intinya untuk menjaga keamanan wisatawan juga. Wisata ada, fasilitas memadai. Mudahan saja semua harapan ini bisa terpenuhi," harapnya. (dy)


BACA JUGA

Jumat, 17 Agustus 2018 00:29

Awas Tertipu, Jangan Tergoda DP Murah

SANGATTA - Pemkab Kutim melalui Dinas Pemukiman dan Kawasan Perumahan (Perkim) Kutim, terus melakukan…

Kamis, 16 Agustus 2018 18:01

Akhir Agustus, Bapenda Yakin PAD Capai Target

SANGATTA - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kutim, laik diapresiasi. Pasalnya, di bawah kepemimpinan…

Kamis, 16 Agustus 2018 17:59

Oknum ASN Abaikan Instruksi Bupati

SANGATTA – Masih saja ada ASN (Aparatur Sipil Negara) yang mengabaikan instruksi Bupati Kutim.…

Kamis, 16 Agustus 2018 17:58

ASN Dilarang Terlibat Politik Praktis

SANGATTA - Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di lingkungan Kutim, dilarang keras terlibat…

Kamis, 16 Agustus 2018 17:57
Porprov 2018

Belum Setor Berkas, 16 Cabor Terancam Tidak Dapat Dana

SANGATTA - Sekretaris Daerah (Sekda) Kutim, Irawansyah mengatakan, dana Pekan Olahraga Provinsi (Porprov)…

Kamis, 16 Agustus 2018 17:57

Pasca Disorot Terkait Limbah Oli, RSUD Bersih-Bersih Parit

SANGATTA – Seusai kebakaran beberapa waktu lalu, RSUD Kudungga segera ambil tindakan. Parit yang…

Kamis, 16 Agustus 2018 17:56

Cegah Penyakit Sapi, Vaksinasi Tiap Tahun

SANGATTA - Hasil dari pemeriksaan kesehatan sapi di sejumlah penjual hewan kurban Sangatta, dipastikan…

Rabu, 15 Agustus 2018 21:11

Animo Tinggi, Jadwal Penerbangan Perintis Bakal Ditambah

SANGATTA - Melihat tingginya animo masyarakat Kutai Timur (Kutim) dalam menggunakan jasa penerbangan,…

Rabu, 15 Agustus 2018 21:08

Wabup Kutai Timur Sentil ASN, Soal Apa?

SANGATTA – Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) merupakan kewajiban bagi Aparatur…

Rabu, 15 Agustus 2018 21:06

Deskarah Juarai Santan Cup III

SANGATTA - Deskarah FC berhasil menjadi juara I di ajang Santan Cup III, Senin (13/8). Bermain di lapangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .