MANAGED BY:
RABU
21 NOVEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Kamis, 26 Oktober 2017 00:09
Usulkan Buaya Tetap di Habitatnya

Nilai Obyek Wisata Dinilai Lebih Besar

POTENSI WISATA: Seekor buaya yang ditangkap warga.(Dok/Sangatta Post)

PROKAL.CO, KUTIM terkenal akan sebutan kota buaya. Nama ini seakan melekat di benak wisatawan mancanegara, nasional terlebih lokal itu sendiri.

Banyak jenis buaya di Kutim. Mulai dari buaya muara, rawa, hingga yang tengah naik daun yakni badas hitam di danau Long Masangat serta di sepanjang sungai Muara Ancalong dan Muara Bengkal.

Saking uniknya, buaya di Kutim tak pandang tempat. Hampir disemua lokasi ada. Laut, sungai, muara, danau, rawa, maupun di parit hingga di perumahan warga.

Sungguh ini semua merupakan potensi yang luar biasa. Sangat disayangkan jika kesempatan emas tersebut tidak dimanfaatkan sebaik mungkin.

Seharusnya, ketenaran nama yang di sandangkan ke Kutim dijadikan hal yang bernilai tinggi. Yakni, daerah yang di juluki Kota Singa ini disulap menjadi kota wisata buaya.

Satu catatan, agar wisata tersebut menarik dan menjadi andalan, buaya tidak dimasukkan dalam penangkaran. Akan tetapi dibiarkan bebas di habitatnya yakni sungai.

Pasalnya, jika buaya tersebut di tangkarkan, maka nilai wisata dan kesannya terbilang biasa. Sebab, hampir semua daerah wisata buayanya di tangkarkan.

Paling terbaik ialah, keberadaan buaya tetap pada habitatnya. Sehingga terdapat beberapa kesan yang ditangkap wisatawan saat berkunjung. Mulai dari keindahan sungai, hutan, serta alam.

"Kutim ini banyak sekali khasnya. Ada orang utan, ulin, tambang, dan banyak lagi. Sedikit menarik buaya. Banyak sekali buaya di Kutim. Makanya Kutim dikenal kota buaya. Nah karena ini, Kutim peluang menjadi wisata buaya. Tapi wisata buaya yang langsung di habitatnya bukan penangkaran. Kalau di daerah lain orang lihat buaya di penangkaran, tapi kalau di Kutim langsung di habitatnya," ujar Kadis Periwisata Provinsi Safruddin Pernyata.

Memang lanjut Safruddin, keberadaan buaya di sungai cukup membahayakan manusia. Tetapi apa di kata, sungai memang merupakan habitat buaya sejak awal sebelum hadirinya manusia. Seharusnya manusia yang menjaga diri dan tidak mengganggu keberadaan buaya di habitatnya.

"Jadi dilihat sisi lainnya. Ini merupakan potensi yang sangat luar biasa. Usul saja kepada Pemkab Kutim, kelola ini dengan baik. Agar tidak menyebar keman mana dan buaya berkumpul, maka di tentukan beberapa titik wadah kumpul buaya. Caranya rutin diberikan makan di tempat tersebut," kata Safruddin.

Saran lainnya ialah, ponton penyebrangan agar dapat direnovasi. Karena konsepnya, khusus Sangatta ponton itulah yang akan menjadi transportasi wisata.

"Intinya untuk menjaga keamanan wisatawan juga. Wisata ada, fasilitas memadai. Mudahan saja semua harapan ini bisa terpenuhi," harapnya. (dy)


BACA JUGA

Selasa, 20 November 2018 18:33
Pemilu 2019

Berharap Ada Keajaiban

SANGATTA- Rendahnya angka lulusan tes standar kompetensi dasar (SKD) calon…

Selasa, 20 November 2018 18:21

Siap Cetak Pelaut Berkompetensi Internasional

SANGATTA – SMKN 2 Sangatta Utara punya fasilitas baru. Bridge…

Senin, 19 November 2018 19:08

Kendaraan “Raksasa” Bebas Melintas

SANGATTA - Pemkab Kutim terus memberikan sosialisasi kepada para sopir …

Senin, 19 November 2018 19:07

Data Warga Miskin Masih Kacau

SANGATTA - Pemkab Kutim menyadari jika selama ini bantuan untuk…

Senin, 19 November 2018 19:03

Klaim Sampah di Sungai Berkurang

SANGATTA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim, mengklaim jumlah sampah…

Senin, 19 November 2018 19:02

Museum Ditarget di 2019

SANGATTA – Meski memiliki situs budaya dan ratusan gua, ironisnya…

Senin, 19 November 2018 18:54

Kuantitasnya Lebih Banyak, Butuh Waktu Sebulan untuk Panen

SANGATTA - Sejumlah warga di Sangatta Selatan mulai membudidayakan lebah…

Sabtu, 17 November 2018 18:38

Puluhan Gua di Kutim Belum Dikenal

  SANGATTA - Puluhan gua di Kutim merupakan ciri khas…

Sabtu, 17 November 2018 18:36

Galeri Butuh Suntikan Dana

SANGATTA – Minimnya anggaran, menjadi alasan “terbengkalai”-nya galeri yang menyimpan…

Sabtu, 17 November 2018 18:33
Porprov Kaltim 2018

Atlet Pelajar Tak Ada Libur Khusus, Tetap Kerjakan Tugas usai Porprov

SANGATTA - Guna meningkatkan kemampuan untuk berlaga di Pekan Olahraga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .