MANAGED BY:
RABU
23 MEI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Kamis, 26 Oktober 2017 00:09
Usulkan Buaya Tetap di Habitatnya

Nilai Obyek Wisata Dinilai Lebih Besar

POTENSI WISATA: Seekor buaya yang ditangkap warga.(Dok/Sangatta Post)

PROKAL.CO, KUTIM terkenal akan sebutan kota buaya. Nama ini seakan melekat di benak wisatawan mancanegara, nasional terlebih lokal itu sendiri.

Banyak jenis buaya di Kutim. Mulai dari buaya muara, rawa, hingga yang tengah naik daun yakni badas hitam di danau Long Masangat serta di sepanjang sungai Muara Ancalong dan Muara Bengkal.

Saking uniknya, buaya di Kutim tak pandang tempat. Hampir disemua lokasi ada. Laut, sungai, muara, danau, rawa, maupun di parit hingga di perumahan warga.

Sungguh ini semua merupakan potensi yang luar biasa. Sangat disayangkan jika kesempatan emas tersebut tidak dimanfaatkan sebaik mungkin.

Seharusnya, ketenaran nama yang di sandangkan ke Kutim dijadikan hal yang bernilai tinggi. Yakni, daerah yang di juluki Kota Singa ini disulap menjadi kota wisata buaya.

Satu catatan, agar wisata tersebut menarik dan menjadi andalan, buaya tidak dimasukkan dalam penangkaran. Akan tetapi dibiarkan bebas di habitatnya yakni sungai.

Pasalnya, jika buaya tersebut di tangkarkan, maka nilai wisata dan kesannya terbilang biasa. Sebab, hampir semua daerah wisata buayanya di tangkarkan.

Paling terbaik ialah, keberadaan buaya tetap pada habitatnya. Sehingga terdapat beberapa kesan yang ditangkap wisatawan saat berkunjung. Mulai dari keindahan sungai, hutan, serta alam.

"Kutim ini banyak sekali khasnya. Ada orang utan, ulin, tambang, dan banyak lagi. Sedikit menarik buaya. Banyak sekali buaya di Kutim. Makanya Kutim dikenal kota buaya. Nah karena ini, Kutim peluang menjadi wisata buaya. Tapi wisata buaya yang langsung di habitatnya bukan penangkaran. Kalau di daerah lain orang lihat buaya di penangkaran, tapi kalau di Kutim langsung di habitatnya," ujar Kadis Periwisata Provinsi Safruddin Pernyata.

Memang lanjut Safruddin, keberadaan buaya di sungai cukup membahayakan manusia. Tetapi apa di kata, sungai memang merupakan habitat buaya sejak awal sebelum hadirinya manusia. Seharusnya manusia yang menjaga diri dan tidak mengganggu keberadaan buaya di habitatnya.

"Jadi dilihat sisi lainnya. Ini merupakan potensi yang sangat luar biasa. Usul saja kepada Pemkab Kutim, kelola ini dengan baik. Agar tidak menyebar keman mana dan buaya berkumpul, maka di tentukan beberapa titik wadah kumpul buaya. Caranya rutin diberikan makan di tempat tersebut," kata Safruddin.

Saran lainnya ialah, ponton penyebrangan agar dapat direnovasi. Karena konsepnya, khusus Sangatta ponton itulah yang akan menjadi transportasi wisata.

"Intinya untuk menjaga keamanan wisatawan juga. Wisata ada, fasilitas memadai. Mudahan saja semua harapan ini bisa terpenuhi," harapnya. (dy)


BACA JUGA

Selasa, 22 Mei 2018 18:02
Porprov Kaltim 2018

Isu Kutim Tak Siap Gelar Porprov Merebak

SANGATTA - Segala persiapan Kutai Timur selaku tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan…

Selasa, 22 Mei 2018 17:53
Hari Kebangkitan Nasional

Rasa Nasionalisme Semakin Terkikis

SANGATTA - Di dalam sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Menkominfo RI),…

Selasa, 22 Mei 2018 17:49
Pemkab Kutim

Bupati Beri Bantuan Rp 100 Juta

SANGATTA -  Bupati Kutim Ismunandar mengatakan, pembangunan Balai Adat sudah berdiri megah. Berbeda…

Selasa, 22 Mei 2018 17:48
Pemkab Kutim

Dalam Kunjungan Kerja di Kongbeng dan Muara Wahau, Bupati Serahkan 80 KTP-el

SANGATTA - Sebanyak 80 Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) diserahkan Bupati Kutai Timur (Kutim)…

Selasa, 22 Mei 2018 17:44
Pemkab Kutim

Ramadan, Coffee Morning Tetap Dilaksanakan

SANGATTA- Coffee Morning yang diikuti seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kepala bagian,…

Selasa, 22 Mei 2018 17:44
Pemkab Kutim

Wabup Pimpin Upacara Harkitnas

SANGATTA-Wakil Bupati Kutai Timur (Wabup Kutim) Kasmidi Bulang memimpin upacara Hari Kebangkitan Nasional…

Senin, 21 Mei 2018 00:03

Causeway Tak Kunjung Dilelang

SANGATTA - Begitu lamban progres pembangunan Pelabuhan Kenyamukan Sangatta, Kutim. Anggaran pembangunannya…

Senin, 21 Mei 2018 00:03
Sidrap

Begini Cara Kutim 'Buktikan Perhatian' ke Sidrap

SANGATTA-Dinas Pertanian Kutim berencana membuat program rumah pangan lestari hingga ternak ayam di…

Senin, 21 Mei 2018 00:03

Hingga Siang Tak Diangkut Petugas, Sampah Berserakan di Sangsel

SANGATTA- Pemandangan tak menyenangkan terjadi di Sangatta Selatan. Ya, dibeberapa titik jalan terdapat…

Senin, 21 Mei 2018 00:03
Pilgub Kaltim 2018

Pendatang Jadi Ancamam Golput

SANGATTA- Warga pendatang yang sudah berdomisili di Kutim, ternyata menjadi ancaman terbesar bagi kelancaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .