MANAGED BY:
KAMIS
21 JUNI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN
Sabtu, 28 Oktober 2017 00:30
Jadilah ‘Pemuda Zaman Now’ yang Menginspirasi
Oleh: Muhammad Zulfikar Akbar (Redaktur Bontang Post)

PROKAL.CO, Oleh: Muhammad Zulfikar Akbar (Redaktur Bontang Post)

MUNCUL kalimat baru di kalangan generasi milenial saat ini. “Kids Zaman Now”, ibarat menggambarkan bagaimana kelakuan anak-anak atau generasi muda saat ini. Namun sayang, kalimat tersebut dominan menggambarkan sisi negatif dari mereka. Tak ayal, ketika suatu perbuatan negatif dilakukan olehnya, sontak yang lain pun akan berkata, “dasar, kids zaman now!”

Ungkapan kekesalan itu ada benarnya. Sebab, dari hari ke hari selalu ada perbuatan “aneh” yang dilakukan anak-anak muda yang mengaku generasi milenial itu. Ambil contoh berita yang heboh di seminggu terakhir ini. Kasus tersebarnya video tak senonoh yang diduga merupakan alumni salah satu kampus ternama di Indonesia, misalnya. Atau kasus yang sama namun diduga juga dilakoni oleh alumni salah satu sekolah bergengsi di ibukota Kaltim. Dua peristiwa ini jelas menggambarkan, terjadi degradasi moral dan perilaku di kalangan “kids zaman now” ini.

Dikutip dari Jurnal Pendidikan Islam Volume 7 karya Sofa Muthohar dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo Semarang, dalam karyanya yang berjudul “Antisipasi Degradasi Moral di Era Global”, ia menyebut ada beberapa faktor global penyebab degradasi moral remaja. Pertama, yakni tersebar luasnya pandangan materialistis tanpa spiritualitas. Kedua, konsep moralitas kesopanan menjadi longgar karena terpengaruh budaya barat akibat dari mudahnya mencari informasi melalui teknologi informasi. Ketiga, budaya global menawarkan kenikmatan semu melalui 3F; food, fashion, fun.

Keempat, masyarakat lebih bersifat individualistis dan kurang peduli terhadap lingkungannya, sehingga kontrol moral terutama pada remaja menjadi rendah. Kelima, keluarga kurang dapat memberi pengarahan karena orangtua sibuk dengan kegiatannya sendiri, bahkan broken home. Keenam, sebagian sekolah tidak dapat mengontrol perilaku siswa karena keterbatasan waktu, sumber daya, dan sumber dana ataupun kurang menekankan pentingnya moralitas. Ringkasnya, dalam bahasa Kartini Kartono, penulis buku Patologi Sosial tersebut menulis, pengaruh lingkungan yang buruk ditambah dengan kontrol diri dan kontrol sosial yang semakin melemah, dapat mempercepat munculnya kenakalan remaja ataupun degradasi moral remaja.

Faktor-faktor tersebut, nyatanya sudah tampak pada generasi muda saat ini. Kebergantungan dengan gadget jadi salah satunya. Mereka lebih asyik untuk hidup di dunia maya ketimbang dunia nyata. Sebagian besar waktunya pun dihabiskan di depan layar ponsel. Jika tak bisa melakukan filter terhadap konten-konten yang masuk melalui gadgetnya, maka lambat laun akan dapat mempengaruhi kejiwaan para remaja, yang notabene masih dalam kondisi labil.

Meski begitu, bukan berarti masa depan para generasi milenial ini bakal gelap. Tidak, selama mereka sendiri mau memperbaiki diri dan mencari hal-hal positif yang lebih bermanfaat. Nyatanya, banyak pemuda saat ini yang justru sudah meraih sukses di usia muda. Ada yang sudah menempati jabatan atau posisi strategis di sebuah perusahaan, mampu memulai dan mengembangkan usaha sendiri, atau para pemuda kini yang begitu peduli terhadap lingkungan sosialnya. Mereka-mereka inilah, yang saya sebut “Pemuda Zaman Now”.

Beginilah pemuda seharusnya. Mereka yang mampu berbuat positif bagi dirinya, keluarga, dan lingkungannya sesuai porsi dan kemampuannya masing-masing. Pemuda yang pantang menyerah, membawa semangat perubahan ke arah yang lebih baik. Seperti para pemuda yang dulu mencetuskan “Sumpah Pemuda”, 89 tahun silam. Meski dari berbagai suku, budaya, agama, dan bahasa yang berbeda, namun berhasil menjadi satu dan memulai perjuangan rakyat Indonesia menuju kemerdekaan.

Semangat para pemuda 89 tahun yang lalu inilah, yang harus diwariskan kepada pemuda masa kini. Pemuda yang bakal memegang estafet kepemimpinan bangsa yang besar. Pemuda yang cerdas intelektual, moral, dan spiritualitasnya, serta yang tangguh menghadapi persaingan global. Pemuda masa kini, yang mampu menginspirasi banyak orang. (***)


BACA JUGA

Kamis, 07 Juni 2018 22:50
Pilgub Kaltim 2018

KPU Siapkan Tim Pakar Hukum

SAMARINDA – Upaya antisipasi dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim dalam mengawal berbagai…

Senin, 04 Juni 2018 17:44

Mosque of Laredo

Oleh: Dahlan Iskan  Saya datang terlalu awal: pukul 8 malam. Matahari masih bersinar perkasa. Pintu…

Kamis, 31 Mei 2018 00:01

Syukuran Arab Hays

Oleh: Dahlan Iskan Saya dapat kiriman buka puasa. Dari Rochman Budiyanto. Wartawan intelektual. Humoris.…

Selasa, 29 Mei 2018 00:02

Pesantren Pertama di Amerika

Oleh: Dahlan Iskan Disway tidak mampir ke New York. Itu bukan meniru judul novel Ayu Utami: "Laela Tidak…

Jumat, 25 Mei 2018 00:02

Rahasia Hape Imam Tarawih

Oleh: Dahlan Iskan Pokoknya beres. Setelah tahu rumah itu adalah masjid, saya merasa bebas: bisa datang…

Selasa, 22 Mei 2018 19:09

Pemkot Mulai Petakan Titik Kemacetan

SAMARINDA – Upaya antisipasi mulai dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk mencegah…

Kamis, 03 Mei 2018 00:25

Obat #Stress2019 Ala Shanghai

Oleh: Dahlan Iskan  Waktu di Shanghai saya terkesima dengan berita ini: orang antre beli rumah…

Selasa, 01 Mei 2018 00:13

Ideologi Republik dari Kansas

Oleh: Dahlan Iskan  Saya lagi di negara bagian yang hampir seumur hidupnya dikuasai Partai Republik:…

Minggu, 29 April 2018 00:09

Antara TKA dan TKI

Oleh Lukman Maulana, Redaktur Bontang Post  ISU tenaga kerja asing (TKA) yang konon membeludak…

Sabtu, 28 April 2018 00:04

Lambatnya Kereta Cepat

Oleh: Dahlan Iskan Amerika sudah lebih dulu bangun kereta cepat. Rencananya. Misalnya jurusan Las Vegas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .