MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN
Minggu, 05 November 2017 00:21
Menjaga Bahasa Melalui Sumpah Pemuda
Oleh: N Yahya Yabo

PROKAL.CO, Oleh:

N Yahya Yabo

Pegiat Sastra dan Teater 

Pada dasarnya setiap indivindu memiliki sifat yang melekat pada dirinya. Sifat-sifat inilah yang akan muncul sebagai bentuk identitas yang ada pada diri manusia. Manusia akan selalu mempunyai bentuk dan karakteristikya. Sebagai bangsa merdeka, Indonesia  yang mempunyai bentuk dan banyak macam bahasa yang menjadi karakteristiknya harus selalu disatukan melalui bahasa.

Kehidupan suatu bahasa dan sastra daerah sangat ditentukan oleh intensitas penggunaanya di dalam masyarakat, khususnya dikalangan khusus (kelompok etnik) yang memilikinya sebagai identitas ke (suku) bangsaan (Sedyawati:2010) (baca: Budaya Indonesia). Menurutnya bahwa intensitas bahasa harus ditentukan oleh pengguna bahasa dalam kelompok masyarakat itu sendiri. Dalam kaitannya untuk penggunaan bahasa Indonesia harus mencangkup semua kalangan. Inilah bentuk identitas bahasa.

Secara garis besar, Indonesia yang memiliki banyak bahasa dan budaya (suku-suku bangsa) yang akan menjadi landasan atau dasar  untuk ada yang bisa memperkuat indentitas bahasa sebagai bahasa yang menjadi pemersatu bangsa. Para generasi terdahulu telah mempertimbangkan bahwa harus ada yang bisa menyatukan semua bentuk dan karakteristik itu dalam satu kesatuan.

Setidaknya dengan adanya bentuk ‘Sumpah Pemuda’ yang diikrarka pada 89 tahun lalu pada tanggal 28 Oktober yang berisikan pada isi bagian terakhir atau ketiga yaitu bahwa putra putri Indonesia mengakui dan menjunjung tinggi bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu ‘(kami putra putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia - isi sumpah pemuda)’.

Disinilah awal tonggak bahasa Indonesia yang dijadikan sebagai landasan identitas bangsa yang mempunyai sendiri bahasanya. Selain itu bahasa Indonesia saat itu dijadikan alat untuk menyatukan semua pemuda-pemudi dari seluruh Indonesia yang mempunyai bentuk dan karakteristik berbeda-beda.

Berangkat dari pemikiran itulah, bahwa bangsa Indonesia telah memiliki bentuk bahasanya sendiri yaitu bahasa Indonesia. Jika kita sudah mengetahui bahwa bangsa-bangsa lain juga mempunyai bahasa yang mereka miliki masing-masing, Indonesia juga memiliki identitas bahasa yang dimiliki. Penggunaan identitas inilah yang seharusnya kita jaga sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas bangsa kita sendiri melalui bahasa.

Menjaga bahasa sebagai identitas bangsa harus selalu diwujudkan dengan penerapan bahasa itu sendiri dalam kehidupan sehari-hari. Jika saja menjaga bentuk identitas bahasa kita tidak bisa, bagaimana kita bisa menjaga bangsa melalui bahasa sebagai bahasa pemersatu bangsa? (*)


BACA JUGA

Kamis, 11 Oktober 2018 00:03

Peran Ibu dalam Mencetak Generasi Peradaban

Oleh Retno Furi Handayani, A.Md ( Ibu Rumah Tangga )  Indonesia baru saja didaulat menjadi tuan…

Kamis, 06 September 2018 23:50

Medali Emas untuk Indonesia, Tambang Emas untuk Asing

Oleh: Dian Eliasari, S.KM  Usai sudah perhelatan akbar Asian Games 2018, meskipun ada duka dibalik…

Minggu, 26 Agustus 2018 00:05

Kemerdekaan Yang Tergadai

Oleh: Yusi Wulandari Ibu Rumah Tangga Agustus, bulan sakral bagi bangsa Indonesia. Karena di bulan tersebut,…

Minggu, 12 Agustus 2018 00:23

Jerat Narkoba di Kota Taman

Oleh: Dian Eliasari, S.KM Pendidik. Ibnu Taimiyah ra. berkata, "Narkoba sama halnya dengan zat yang…

Minggu, 22 Juli 2018 00:20

Aplikasi Tik Tok, Potret Generasi Alay yang Abai

Oleh Nurul Inayah, SEI (Tenaga Kontrak Kementerian Agama Kota Bontang)  Para pegiat dunia maya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .