MANAGED BY:
SELASA
11 DESEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Selasa, 14 November 2017 00:36
Banyak Siswa Butuh Bantuan, Para Pejabat di Minta Peka
BUTUH BANTUAN: Mahyuddin memasangkan sepatu salah seorang siswa.(DEDY SANGATTA POST)

PROKAL.CO, SANGATTA - Di Sangatta masih banyak  anak sekolah yang miskin. Terlebih di Kutim. Ini terbukti dari pantauan Wakil Ketua MPR-RI Mahyuddin. Dari beberapa sekolah yang di kunjunginya, masih banyak anak anak yang menggunakan sepatu bocor dan tas yang rusak, serta baju yang kuning. Semua sudah tak laik pakai.

Seperti SD Pilial dan SD 007 Sangatta Selatan. Untuk SD 007 Sangatta Selatan saja terdapat 170 anak yang tidak mampu. Perlengkapan sekolah mereka tak laik. Paling dominan sepatu dan tas.

Tentu saja hal ini menjadi perhatian serius bagi mantan Bupati Kutim itu. Bekerja sama dengan komunitas peduli pelajar, ia memberikan bantuan uang, baju, tas, dan sepatu. Anak-anak mendapatkan bantuan dadakan tersebut.

Kaus kaki dan sepatu langsung dipasangakan. Mahyudin langsung yang membantu memasangkan sepatu tersebut. Turut pula Ketua DPRD Mahyunadi dan perwakilan dari Dinas Pendidikan.

"Indonesia teringgal 40 tahun pendidikannya  dari negara lain.  Cina bisa maju karena SDM diutamakan. Kita malah lebih utamakan infrastruktur. Seharusnya pendidikan lebih diutamakan," ujar Mahyuddin saat menyambangi SD 007.

Melihat fenomena ini, pemerintah wajib turun tangan. Begitupun bagi para pejabat yang memiliki kelebihan untuk membantu anak anak sekolah yang membutuhkan perhatian lebih.

"Mereka (komunitas peduli pelajar) saja anak muda yang tidak bersentuhan langsung dengan pendidikan peduli anak sekolah. Mereka swadaya. Kita yang mempunya rezeki banyak seharusnya membantu. Para pejabat, pengusaha. Bantu mereka semua. Karena kita tak menginginkan anak anak kita sekolah menggunakan sepatu bolong, tas rusak dan lainnya," katanya.

Disamping itu juga, dirinya juga meminta dapat memperhatikan kesejahteraan para pendidik. Pasalnya, mereka semua tiang kesuksesan anak. Bagi para guru juga dituntut untuk memberikan semua ilmuanya kepada murid. Tidak hanya mengajar akan tetapi mendidik.

"Para guru dituntut mendidik, bukan mengajar saja. Faktanya sekarang, masih ada para guru yang belum berfikir anak didiknya akan diarahkan kemana. Seharusnya diberikan potensi mereka masing masing. Siapa tau mereka jadi menteri, anggota DPR dan lainya," katanya.

Megawati, Ketua Peduli Pelajar Sangatta mengaku prihatin dengan keadaan  anak pelajar di Kutim. Sebab dari hasil pantauannya di lapangan masih banyak siswa yang belum memiliki perlengkapan sekolah yang laik.

"Memang paling banyak kami dapati sepatu mereka pada robek semua. Itu yang dominan. Karena itulah kami bentuk kominitas peduli pelajar," katanya. (dy)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 01:35

Tuntaskan Kemiskinan Lewat Pemberdayaan Potensi

<p style="text-align: justify;"><strong>&nbsp;</strong></p> <p…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .