MANAGED BY:
SABTU
18 NOVEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | PEMKOT | BENUA KUTIM | OLAHRAGA | ZETIZEN | SOCIETY & LENSA

SANGATTA POST

Selasa, 14 November 2017 00:37
Boarding School Dianggap Kurang Adil bagi Sekolah Lain

Boarding School Dinilai Manjakan Siswa

Herlang Mappatiti

PROKAL.CO, SANGATTA - Keberadaan Boarding School yang dijalankan SMA 2 Sangatta Utara ternyata tidak sepenuhnya dipandang positif. Bahkan justru sebaliknya, karena terkesan lebih memanjakan siswa.

Karena hampir semua ditanggung pemerintah, mulai dari pakaian dicucikan hingga disetrika, makan disiapkan serta kebutuhan lainnya. Sedangkan kualitasnya, belum ada jaminan jika lebih baik dari sekolah umum yang tidak menerapkan sistem Boarding School.

“Saya secara pribadi tidak mendukung pola sekolah boarding school. Karena itu membuat siswanya sangat manja. Padahal, seharusnya anak-anak itu didik mandiri," kata Anggota komisi D DPRD Kutim, Herlang Mappatiti.

Menurut dia, fakta membutikan kalau banyak siswa yang awalnya kesulitan, justru berhasil di sekolah umum.  Karena itu, lebih baik pembelajaran itu dilaksanakan secara merata dan berimbang. Karena penerapan boarding school hanya untuk sekolah tertentu jelas tidak adil, bagi siswa lainnya. 

“Dari proposalnya meminta dana Rp 8 mliar lebih. Saya pikir itu akan sulit dipenuhi, karena terlalu besar,” sebutnya.

Herlang pun mengakui meskipun tidak ada perlakukan khusus, namun pola pendidikan SMA 1 Sangatta Utara, sudah terbukti kualitasnya dan sudah jelas terukur.  Karena itu dirinya tidak sepakat dengan pola pendidikan seperti boarding school. 

Sebelumnya, Bupati Kutim mengakui kaget dengan anggaran SMA 2, yang menelan anggaran Rp20 juta per hari.  Karena besarnya  anggaran itu, maka Utang SMU yang berada di Jalan Soekarno-Hatta itu membengkak. Sementara kepastian pembiayaan dari provinsi pun belum jelas. Akibatnya, aktivitas siswa yang berada di sekolah unggulan tersebut terganggu. 

"Saya pernah  ke sana, saya tanya, katanya, jalan saja. Nah enggak taunya malah utang. Saya kaget juga begitu ada laporan  kalau kegiatan belajar terganggu itu, apalagi mengatakan biaya operasional mencapai Rp20 juta per hari," kata Ismunandar, minggu lalu.

Karena itu, Ismunandar mengakui, Pemkab Kutim akan melakukan evaluasi dan koordinasi terlebih dahulu dengan Provinsi Kaltim. Sebab, istilah SMA Boarding School itu tidak ada di provinsi. Sedangkan secara kewenangan, kini SMA dan SMK berada di bawah tanggungjawab provinsi.

"Infomasi yang kami terima, dalam sehari SMA Boarding itu butuh anggaran operasional Rp 20 juta. Itu, sudah untuk biaya makan, loundry serta semua kebutuhan siswa yang tinggal difasilitas itu," katanya.

Diakui, siswa yang mengenyam pendidikan di sekokah tersebut merupakan putra putri terbaik Kutim. Namun, untuk dapat menyalurkan bantuan, pihaknya harus melihat dasar aturannya terlebih dahulu. Sehingga jangan sampai kebijakan yang dilakukan justru menimbulkan masalah baru.(aj)


BACA JUGA

Jumat, 17 November 2017 00:20

INGAT!!! Semua Pelayanan Desa Gratis

SANGATTA - Semua pelayanan di kantor desa tak satupun yang dipungut biaya. Baik pembuatan rekomendasi,…

Jumat, 17 November 2017 00:19

MERISTA..!! Kutim Ternyata Tak Punya Terminal

SANGATTA - Saat ini Kutim tak lagi memiliki terminal kota. Pasalnya, terminal yang terletak di KM 3…

Jumat, 17 November 2017 00:19

Maju di Pilgub, Mahyunadi Dapat Dukungan Warga

SANGATTA -  Mahyunadi mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat Kutim untuk bertarung dalam Pemilihan…

Jumat, 17 November 2017 00:18

Terkait Pengelolaan 15 Titik Pantau Adipura, Semua OPD Diminta Terlibat

SANGATTA - Wakil Bupati Kutai Timur (Wabup Kutim) Kasmidi Bulang meminta semua Organisasi Perangkat…

Jumat, 17 November 2017 00:17

Otak Perampokan MPI, Dibui 7,6 Tahun

  SANGATTA - Terbukti bersalah sebagai otak perampokan PT Multi Pasific Indonesia (MPI), Musliadi…

Jumat, 17 November 2017 00:14

Sarpras Sekolah di Sangsaka Masih Minim

SANGATTA – Sarana dan prasarana sekolah di Sangsaka (Sangkulirang, Sandaran, Kaubun, Kaliorang,…

Jumat, 17 November 2017 00:13

Alat Tangkap Minim, Hasil Laut Nelayan Belum Maksimal

SANGATTA – Hasil laut nelayan di Kutai Timur (Kutim) ini masih tergolong minim. Hal tersebut,…

Kamis, 16 November 2017 00:08

Jadi Jagoan Kutim, Mahyunadi Lobi Rizal ke Pilgub

SANGATTA - Ketua DPRD Kutim Mahyunadi yang belakangan viral di media sosial diisukan maju pilgub karena…

Kamis, 16 November 2017 00:07

Akhir Operasi Zebra, 1.368 Pengendara Langgar Aturan

SANGATTA - Masyarakat Kutim tampaknya masih belum memiliki kesadaran tinggi untuk menaati peraturan…

Kamis, 16 November 2017 00:05

Bebani Anggaran Pemkab, 3 Ribu TK2D Bakal Dipangkas?

SANGATTA - Pemkab Kutai Timur berencana melakukan perampingan dengan memangkas TK2D. Pasalnya, jumlah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .