MANAGED BY:
RABU
18 JULI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN
Jumat, 01 Desember 2017 01:06
Fokus COP23: Tekan Jumlah Emisi Berarti Menekan Gas Rumah Kaca

Catatan dr H Sofyan Hasdam Sps, Tentang COP23, di Bonn, Jerman (3/Habis)

PEDULI LINGKUNGAN: Sofyan Hasdam berfoto bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.(Dokumen pribadi)

PROKAL.CO, Efek rumah kaca yang menjadi pokok utama bahasan pertemuan COP23 tidak lepas dari kacamata Sofyan Hasdam yang analisanya dituangkan dalam catatannya.

 

SUMBER utama emisi yang akan menjadi gas rumah kaca adalah industri, sektor transportasi, energi listrik, aktivitas pertanian dan lain-lain. Dalam hal ini terutama berasal dari hasil pembakaran sumber energi fosil (minyak bumi, gas, dan batubara). Artinya, setiap terjadi pembakaran dari sumber energi tersebut, apakah dari proses industri, energi listrik, transportasi , akan dihasilkan gas yang menjadi sumber utama gas rumah kaca seperti CO2, CH4 dan N20. Sementara gas rumah kaca yang lain seperti HFCs, PFCs, SF6 dihasilkan terutama dari industry pendingin, aerosol, hanya menyumbang kurang dari 1 persen dari total emisi gas rumah kaca.

Lalu mengapa disebut gas rumah kaca? Apakah ada kaitannya dengan rumah yang dindingnya terbuat dari kaca? Ya, tidak jauh beda. Contoh yang lebih pas, pada negara dengan musim dingin, jika ingin tanamannya mendapatkan cahaya dan panas, tanaman tersebut ditempatkan didalam rumah kaca. Jika ada cahaya matahari, selain memberikan cahaya, panasnya juga akan tertahan di dalam rumah kaca ini.

Untuk memberi contoh yang lebih mudah dipahami, kita perhatikan ketika kita parkir mobil di bawah terik matahari dan kaca-kaca mobil semua kita tutup dengan rapat. Begitu kita buka dan masuk ke dalam mobil, akan terasa sangat panas dan panas di dalam mobil melebih panas diluar mobil. Hal itu terjadi karena panas matahari yang masuk kedalam mobil selama kita parkir, tidak bisa terlepas keluar dan terjebak di dalam mobil oleh dinding-dinding kaca.

Gambaran seperti inilah yang terjadi di bumi kita. Enam jenis gas yang disebutkan di atas jika terlepas ke udara maka akan berkumpul  menjadi suatu lapisan di atmosfer yang disebut gas rumah kaca. Dalam keadaan normal, panas matahari yang tiba dipermukaan bumi akan diserap oleh bumi , dalam hal ini tanah, air , pohon, dan lain-lain. Namun, tidak semua panas matahari tersebut bisa terserap. Kelebihan panas yang tidak terserap  kembali dipantulkan ke atas dan menembus atmosfer melalui gas rumah kaca. Jika gas rumah kacanya tebal, akan sulit ditembus oleh panas matahari yang dipantulkan oleh bumi . Akibatnya, panas tersebut akan dipantulkan kembali ke bumi sehingga suhu bumi akan semakin tinggi.

Dengan kata lain, semakin tebal gas rumah kaca, semakin banyak panas yang dipantulkan ke bumi sehingga suhu bumi semakin tinggi. Peninggian panas bumi inilah yang disebut sebagai pemanasan global (global warming). Jika terjadi kenaikan suhu bumi 4 derajat, dampaknya sangat dahsyat dan akan menimbulkan kesengsaraan pada umat manusia.

Oleh karena itu, dalam komitmen Paris (Paris Agreement) juga ditekankan perlunya membantu negara-negara yang rentan, dalam hal ini negara yang akan mengalami dampak yang lebih berat seperti negara kepulauan dan negara-negara miskin yang tidak mampu berbuat apa-apa ketika permukaan air laut meningkat. Mereka hanya mampu mengungsikan penduduknya ke kawasan yang lebih tinggi.

Kini, kenaikan panas bumi betul-betul telah terjadi. Pemanasan global adalah persoalan semua penduduk bumi. Harus ada kesadaran bersama untuk mengurangi gas rumah kaca terutama bagi negara-negara industri penyumbang emisi terbesar dunia seperti Amerika Serikat, Kanada, Jerman , Inggris, dan Jepang. Namun bukan berarti bahwa negara yang emisi karbonnya lebih rendah seperti Indonesia tidak perlu berbuat apa-apa. Kita pun harus bekerja keras, utamanya memperbaiki perilaku, karena Indonesa adalah  negara kepulauan yang garis pantainya mencapai lebih dari 8000 km. Jika terjadi kenaikan permukaan laut, maka kita akan menjadi negara yang sangat terdampak.

Sekarang nasib lingkungan serta keberlangsungan alam semesta tempat kita hidup ini berada di tangan seluruh masyarakat dunia karena segala program yang telah dirumuskan dan dilaksanakan oleh pemerintah termasuk hasil pertemuan COP23 ini hasil akhirnya ditentukan oleh peran aktif seluruh masyarakat dunia, saatnya kita mengambil keputusan merubah pola pikir terhadap pentingnya pelestarian lingkungan yang tidak bisa ditunda-tunda lagi. (andiyusrianto). (habis)


BACA JUGA

Senin, 25 Juni 2018 00:05

Dinamika Pemilihan Kepala Daerah di Kaltim

Oleh: Rajja “Kekacauan, kecurangan, kurang pengawasan, keterpurukan, karut-marut, dan lain-lain…

Minggu, 17 Juni 2018 00:34

Berakhirnya Madrasah Ramadan

Oleh Lukman M, Redaktur Metro Samarinda  SEMARAK hari raya Idulfitri dirayakan umat Islam di manapun…

Minggu, 27 Mei 2018 00:01

Gelar Pengajian di Kolong Jembatan Taipo Hongkong

Oleh: H. Khumaini Rosadi, SQ, M.Pd.I Teman  saya, yang juga seorang Dai Ambassador pada tahun 2017…

Minggu, 27 Mei 2018 00:01

Ketika Allah Menyempurnakan Manusia

Oleh:Apriliannur, S.IP, P.MaSekretaris Pimpinan Daerah 223 Tapak Suci Putera Muhammadiyah-Kab Kutai…

Jumat, 25 Mei 2018 00:02

Breakpoint Diaspora Indonesia di Hongkong

Oleh: H. Khumaini Rosadi, SQ, M.Pd.I Sabtu dan Minggu adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh para buruh…

Jumat, 25 Mei 2018 00:01

Ujian Keimanan Menuju Insan Bertaqwa

Penulis : Agusriansyah Ridwan , S.IP,M.Si Ketua Majelis Pemperdayaan Masyarakat PDM Kutai Timur …

Rabu, 23 Mei 2018 00:03

Gelar Pengajian di Kolong Jembatan Taipo - Hongkong

  Oleh: H. Khumaini Rosadi, SQ, M.Pd.I  Teman  saya, yang juga seorang Dai Ambassador…

Rabu, 23 Mei 2018 00:03

Meyiapkan Generasi Berkualitas Melalui Pendidikan Keluarga

Oleh : Mujahidul wathoni, M,Pd  BANYAK para orang tua yang menyerahkan sepenuhnya pendidikan anaknya…

Selasa, 22 Mei 2018 19:18

Semangat 15 Jam Berpuasa di Hongkong

Catatan Oleh: H. Khumaini Rosadi, SQ, M.Pd.I  Welcome to Hongkong. Huh., deg-degan juga ketika…

Senin, 21 Mei 2018 00:03

Pengaruh Surah Al-Faatihah dalam Kehidupan Manusia

Penulis: Apriliannur, S.IP, P.Ma RASULULLAH Muhammad SAW Bersabda: Tidaklah sah sholat seseorang yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .