MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Sabtu, 02 Desember 2017 00:24
“Kami Belum Bisa Berbuat Lebih”

Pemkab Beri Sembako Banjir Bengalon

TINJAU BANJIR: Mewakili Pemkab Kutim, Sekda Irawansyah meninjau lokasi banjir di Kecamatan Bengalon.(IST)

PROKAL.CO, SANGATTA – Banjir di Desa Sepaso Selatan, Bengalon, masih menyita perhatian masyarakat Kutim. Banjir tersebut dianggap bakal terus hadir, dan merupakan kejadian rutin. Sejauh ini, Pemkab Kutim hanya sebatas bisa membantu lewat sembako.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kutim Irawansyah mengatakan, musibah banjir yang terjadi di wilayah Desa Sepaso tersebut merupakan luapan air hulu Mahakam. Sementara kawasan tersebut merupakan dataran yang tergolong rendah, sehingga ketika hujan deras datang banjir tak dapat terhindarkan.

“Kami tidak bisa berbuat jauh saat ini. Di sana (Sepaso Selatan) merupakan salah satu kawasan yang rawan banjir di Kutim. Bila datang musimnya, maka banjir bisa lama merendam permukiman warga. Itu terjadi tiap tahun, kami sudah tahu,” ungkap Irawansyah saat ditemui, Kamis (30/11).

Lantas, lanjut mantan sekretaris DPRD Kutim itu, pihak pemkab hanya bisa membantu memberi sembako kepada para korban. Hal itu memang yang paling dibutuhkan para korban banjir, sebab sembako sulit didapat bila warga terpenjara oleh banjir.

Diketahui, banjir belum menunjukkan indikasi mereda sejak sepekan terakhir. Di Bengalon, Desa Sepaso Selatan merupakan kawasan yang paling parah terdampak banjir. Yakni, hingga ketinggian pinggang orang dewasa.

Tercatat sekira lima RT dari 80 rumah warga yang terdampak banjir.  Lokasi bencana tersebar di Jalan M Yusuf, Jalan Pemuda, Jalan Sebangkok, Jalan 10 November, Sei Aji, Sei Kacong dan wilayah lainnya.

Ancaman lainnya, yakni serangan buaya dan material berbahaya yang hanyut dibawa arus banjir. Seperti yang dilaporkan Kepala Markas PMI Kutim, Wilhelmus, seorang bocah 11 tahun sempat tertusuk besi pada bagian kaki ketika bermain di depan rumahnya yang hanyut.

“Kena saat mencari ikan di depan rumah, ada besi yang tidak terlihat. Maka kami berikan pertolongan pertama lalu dibawa ke puskesmas untuk penanganan lebih lanjut,” terang lelaki yang karib disapa Ewil itu.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim bersama PMI Kutim telah berkoordinasi ditambah tim dari Dinas Kesehatan dalam penanganan bencana banjir.

BPBD Kutim tiba dengan perlengkapan musibah banjir seperti dua unit perahu karet untuk membantu evakuasi warga yang terkepung banjir. Perahu karet juga digunakan untuk membantu mobilisasi warga dalam keperluan sehari-hari yang mendesak.

Camat Bengalon, Ahmad mengatakan, kebutuhan mendesak warga selain obat-obatan ialah sembako. Banjir nyaris merendam seluruh harta benda sehingga hanya baju di badan yang bisa dibawa.

“Kalau ingin membantu, sembako menjadi yang paling kita butuhkan saat ini. Pemerintah maupun lembaga masih terus memantau pergerakan banjir di Bengalon,” ujar dia.

Ia menjelaskan, bencana banjir yang melanda Bengalon khususnya Desa Sepaso Selatan bukan kali pertama. Pemandangan banjir yang diterangarai berasal dari luapan Sungai Sangatta akibat tak mampu menampung air hujan kerap terjadi setiap tahunnya. (hd)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 01:35

Tuntaskan Kemiskinan Lewat Pemberdayaan Potensi

<p style="text-align: justify;"><strong>&nbsp;</strong></p> <p…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .