MANAGED BY:
KAMIS
16 AGUSTUS
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Sabtu, 02 Desember 2017 00:26
Pegawai Dilarang Pakai Tabung 'Melon'
Ilustrasi(Net)

PROKAL.CO, SANGATTA - Mulai saat ini, seluruh pegawai Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tidak diperkenankan lagi menggunakan tabung gas 'melon'. Sebab, secara resmi, Bupati Kutim Ismunandar telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 541/565/XI/2017 tentang Pengunaan LPG Tabung Ukuran 3 Kg Tepat Sasaran. Itu artinya, surat yang diterbitkan 21 November 2017 itu,  hanya berlaku untuk PNS, namun juga pegawai BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) dan BUMN (Badan Usaha Milik Negara).

Begitu juga dengan pelaku usaha selain mikro yang memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp50 Juta atau hasil penjualan tahunan lebih dari Rp300juta atau setara omset di atas Rp800 ribu perhari.

"Larangan itu sudah diberlakukan. Selama ini kami melihat banyak LPG ukuran 3 Kg dimanfaatkan pihak yang harusnya bisa menggunakan ukuran 5 atau 12 Kg,” terang Kepala Dinas Perindag Kutim Edward Azran.

Dia menerangkan, selama ini pasokan LPG 3 Kg jauh di atas kebutuhan yang direkomendasikan Pemkab Kutim. Namun kenyataannya pada waktu tertentu justru kerap langka dan harganya melonjak.

Dasar surat edaran itu mengacu pada Permen Energi dan SDM Nomor 26 Tahun 2009 tentang penyedian dan pendistribusian LPG tabung ukuran 3 Kg. Karena tabung tersebut mempunyai kekhususan seperti pengunanya, kemesan, volume dan harganya yang mendapt subsidi pemerintah. Jadi yang boleh beli hanya konsumen rumah tangga atau usaha mikro dengan kreteria tentu seperti keluarga miskin, pedagang pentol bakar keliling atau tahu tek," paparnya.

Edward mengakui, imbauan bupati ini juga merupakan langkah awal untuk melakukan pembinaan kepada agen dan pengecer LPG 3 Kg. Sehingga konsumen yang dilayani hanya kepada warga miskin, dan pedagang kecil. 

"Jadi kalau tidak bisa memperlihatkan  surat keterangan tidak mampu dari kepala desa dan lurah dilarang beli LPG melon. Dan pembeliannya pun maksimal 3 hari sekali,” ujar Edward. (aj)


BACA JUGA

Rabu, 15 Agustus 2018 21:11

Animo Tinggi, Jadwal Perintis Bakal Ditambah

SANGATTA - Melihat tingginya animo masyarakat Kutai Timur (Kutim) dalam menggunakan jasa penerbangan,…

Rabu, 15 Agustus 2018 21:08

Wabup Sentil ASN

SANGATTA – Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) merupakan kewajiban bagi Aparatur…

Rabu, 15 Agustus 2018 21:06

Deskarah Juarai Santan Cup III

SANGATTA - Deskarah FC berhasil menjadi juara I di ajang Santan Cup III, Senin (13/8). Bermain di lapangan…

Rabu, 15 Agustus 2018 21:05

DLH Temukan Terowongan “Rahasia”

SANGATTA- Hasil identifikasi Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup Daerah (PPLHD) Dinas Lingkungan Hidup…

Rabu, 15 Agustus 2018 21:03

Jelang Kurban, Seluruh Sapi Dipastikan Sehat

  SANGATTA - Seluruh sapi kurban yang datang ke Kutai Timur (Kutim) dicek kesehatannya. Mata, mulut,…

Senin, 13 Agustus 2018 18:49

Dissos Beri Bantuan 80 Lansia

SANGATTA - Dari 5.021 lansia yang tercatat di Dinas Sosial (Dissos), 80 di antaranya dimanjakan Pemkab…

Senin, 13 Agustus 2018 18:46
Kabar Haji 2018

Kondisi Terkini Calhaj Kutim Jelang Ibadah Haji

MAKKAH - Calon Jemaah Haji (Calhaj) Kutim yang tergabung dalam kloter 4 Balikpapan, mengikuti pemeriksaan…

Minggu, 12 Agustus 2018 00:22

Ladies di THM Banyak Tak Miliki KTP

SANGATTA - Banyak pekerja Tempat Hiburan Malam (THM) kerap terjaring razia yustisi yang dilakukan Satpol…

Minggu, 12 Agustus 2018 00:22
Pileg 2019

Mulai Menjamur, Panwaslu Perketat Pengawasan APK

SANGATTA - Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Kutai Timur (Panwaslu Kutim) akan memperketat pengawasan…

Minggu, 12 Agustus 2018 00:22
Pileg 2019

Bacaleg Boleh Diganti, Asal.....

SANGATTA - Sejumlah persiapan gencar dilakukan oleh KPU Kutim jelang pemilu serentak 2019 mendatang.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .