MANAGED BY:
RABU
21 NOVEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Sabtu, 02 Desember 2017 00:26
Pegawai Dilarang Pakai Tabung 'Melon'
Ilustrasi(Net)

PROKAL.CO, SANGATTA - Mulai saat ini, seluruh pegawai Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tidak diperkenankan lagi menggunakan tabung gas 'melon'. Sebab, secara resmi, Bupati Kutim Ismunandar telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 541/565/XI/2017 tentang Pengunaan LPG Tabung Ukuran 3 Kg Tepat Sasaran. Itu artinya, surat yang diterbitkan 21 November 2017 itu,  hanya berlaku untuk PNS, namun juga pegawai BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) dan BUMN (Badan Usaha Milik Negara).

Begitu juga dengan pelaku usaha selain mikro yang memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp50 Juta atau hasil penjualan tahunan lebih dari Rp300juta atau setara omset di atas Rp800 ribu perhari.

"Larangan itu sudah diberlakukan. Selama ini kami melihat banyak LPG ukuran 3 Kg dimanfaatkan pihak yang harusnya bisa menggunakan ukuran 5 atau 12 Kg,” terang Kepala Dinas Perindag Kutim Edward Azran.

Dia menerangkan, selama ini pasokan LPG 3 Kg jauh di atas kebutuhan yang direkomendasikan Pemkab Kutim. Namun kenyataannya pada waktu tertentu justru kerap langka dan harganya melonjak.

Dasar surat edaran itu mengacu pada Permen Energi dan SDM Nomor 26 Tahun 2009 tentang penyedian dan pendistribusian LPG tabung ukuran 3 Kg. Karena tabung tersebut mempunyai kekhususan seperti pengunanya, kemesan, volume dan harganya yang mendapt subsidi pemerintah. Jadi yang boleh beli hanya konsumen rumah tangga atau usaha mikro dengan kreteria tentu seperti keluarga miskin, pedagang pentol bakar keliling atau tahu tek," paparnya.

Edward mengakui, imbauan bupati ini juga merupakan langkah awal untuk melakukan pembinaan kepada agen dan pengecer LPG 3 Kg. Sehingga konsumen yang dilayani hanya kepada warga miskin, dan pedagang kecil. 

"Jadi kalau tidak bisa memperlihatkan  surat keterangan tidak mampu dari kepala desa dan lurah dilarang beli LPG melon. Dan pembeliannya pun maksimal 3 hari sekali,” ujar Edward. (aj)


BACA JUGA

Selasa, 20 November 2018 18:33
Pemilu 2019

Berharap Ada Keajaiban

SANGATTA- Rendahnya angka lulusan tes standar kompetensi dasar (SKD) calon…

Selasa, 20 November 2018 18:21

Siap Cetak Pelaut Berkompetensi Internasional

SANGATTA – SMKN 2 Sangatta Utara punya fasilitas baru. Bridge…

Senin, 19 November 2018 19:08

Kendaraan “Raksasa” Bebas Melintas

SANGATTA - Pemkab Kutim terus memberikan sosialisasi kepada para sopir …

Senin, 19 November 2018 19:07

Data Warga Miskin Masih Kacau

SANGATTA - Pemkab Kutim menyadari jika selama ini bantuan untuk…

Senin, 19 November 2018 19:03

Klaim Sampah di Sungai Berkurang

SANGATTA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim, mengklaim jumlah sampah…

Senin, 19 November 2018 19:02

Museum Ditarget di 2019

SANGATTA – Meski memiliki situs budaya dan ratusan gua, ironisnya…

Senin, 19 November 2018 18:54

Kuantitasnya Lebih Banyak, Butuh Waktu Sebulan untuk Panen

SANGATTA - Sejumlah warga di Sangatta Selatan mulai membudidayakan lebah…

Sabtu, 17 November 2018 18:38

Puluhan Gua di Kutim Belum Dikenal

  SANGATTA - Puluhan gua di Kutim merupakan ciri khas…

Sabtu, 17 November 2018 18:36

Galeri Butuh Suntikan Dana

SANGATTA – Minimnya anggaran, menjadi alasan “terbengkalai”-nya galeri yang menyimpan…

Sabtu, 17 November 2018 18:33
Porprov Kaltim 2018

Atlet Pelajar Tak Ada Libur Khusus, Tetap Kerjakan Tugas usai Porprov

SANGATTA - Guna meningkatkan kemampuan untuk berlaga di Pekan Olahraga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .