MANAGED BY:
RABU
21 NOVEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN
Rabu, 06 Desember 2017 00:12
Basri Rase Hadiri Rembuk Integritas Nasional di Yogyakarta
WAKILI BONTANG: Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase menjadi satu dari 600 peserta yang mengikuti Rembuk Integritas Nasional di Yogyakarta.(HUMAS PEMKOT)

PROKAL.CO,  Yogyakarta - Wakil Wali Kota Bontang, Basri Rase adalah satu dari 600 peserta yang hadir pada Rembuk Integritas Nasional yang berlangsung di Ballroom Hotel Ambarrukmo, Selasa (5/12) kemarin. Rembuk ini terselenggara atas kerjasama Kementerian Keuangan Republik Indonesia dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Mengusung tema "Implementasi Pembangunan Budaya Integritas Nasional – Dari Komitmen Menjadi Kerja Nyata," tujuan rembuk ini  adalah agar seluruh pilar bangsa yakni kementerian, lembaga, organisasi dan pemerintah daerah bisa berperan aktif dalam membangun sistem integritas nasional.  Dengan akuntabilitas yang kuat sekaligus kolaborasi yang intensif yang dimiliki oleh semua pilar penting bangsa diyakini pemberantasan korupsi dapat berhasil.

Rembuk diawali dengan arahan dan pembukaan oleh Wakil Menteri Keuangan, Prof. Mardiasmo. Dalam arahannya ia menekankan melalui rembuk ini ia berharap peserta dapat benar-benar memahami bahwa integritas tidak sekedar di atas kertas. Bukan hanya formalitas, tetapi juga langkah nyata.

"Rembuk integritas bukanlah sekedar pentas, tapi sarana untuk menyelesaikan permasalahan integritas hingga tuntas," kata Mardiasmo.

Sementara itu, output yang diharapkan dalam kegiatan ini adalah memperoleh hasil evaluasi dan akselerasi terhadap tindak lanjut hasil RIN tahun 2016 dan Kolaborasi Tunas Integritas Nasional II 2017 melalui instrumen anggaran dan regulasi. Kedua, agar tercapainya pembentukan Dewan atau Forum Integritas Nasional dan operasional Indonesia Corporate University (I-Corpu). Dan yang ketiga adalah dalam rangka pengendalian strategis integritas nasiona melalui penyelarasan KPI yang strategis dan peningkatan kesadaran proxy war. Terakhir, rencana aksi mitigasi risiko dan pengawasan pengelolaan dana desa.

Keynote Speech disampaikan oleh pimpinan KPK dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. Dilanjutkan dengan diskusi panel. (hms8)


BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .