MANAGED BY:
RABU
17 JANUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | PEMKOT | BENUA KUTIM | OLAHRAGA | ZETIZEN | SOCIETY & LENSA

BONTANG

Jumat, 08 Desember 2017 00:21
Januari, Ada Destinasi Wisata Baru

Kawasan Konservasi Mangrove di Saleba

DESTINASI BARU: Bontang Mangrove Park Saleba siap dibuka di Januari 2018. BMP merupakan wilayah konservasi TNK wilayah Bontang.(TNK FOR BONTANG POST)

PROKAL.CO, BONTANG – Satu lagi destinasi wisata yang bisa dikunjungi di Kota Taman yakni Bontang Mangrove Park (BMP) Saleba. Namun, BMP baru bisa dikunjungi di bulan Januari 2018 mendatang. Karena masuk kawasan konservasi Taman Nasional Kutai (TNK) diharapkan pengunjung bisa menjaga kelestarian yang ada di dalamnya dengan tidak merusak dan tidak membuang sampah sembarangan.

Kepala TNK, Nurpatria mengatakan bahwa BMP merupakan bagian dari destinasi baru TNK yang ada di Bontang. Pasalnya, TNK dibagi 2 kabupaten dan 1 kota yakni Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Bontang. “Kebetulan yang di Bontang, kawasan Taman Nasional itu adanya di mangrove Saleba seluas 290 hektare,” kata Nur.

Menurut Nur, destinasi BMP ini cukup berbeda karena masuk kawasan konservasi. Di mana ada 3 hal penting yakni perlindungan sistem penjaga kehidupan, pengawetan keanekaragaman hayati dan ekosistemnya, serta pemanfaatan dan pelestarian sumber daya alam dan sekitarnya. “Design-nya ini sampai 2019, tetapi di 2018 masyarakat sudah bisa menikmati kegiatan wisata alam. Tetapi basisnya tetap konservasi, edukasi, rekreasi dan kesehatan,” ungkap dia.

Untuk membuat multiplier effect-nya, Nur menyatakan akan berkolaborasi dengan warga sekitar untuk diberdayakan. Misalnya BMP nanti akan dilengkapi dengan tempat penjual kuliner dan souvenir khas Bontang. Tetapi masyarakat sekitar yang bisa menikmati bukan dari luar wilayah Saleba.

Adapun didalam BMP tersebut, saat ini masih proses pembangunan. Nur mengatakan BMP ini disertai footwalk sepanjang 1,3 kilometer dengan salah satu jembatan di tengah wilayahnya yang tentu semakin mempercantik kawasan konservasi mangrove tersebut. Terdapat pula menara yang bisa dinaiki oleh pengunjung setinggi 20 meter untuk melihat pemandangan yang indah dari atas. Untuk edukasinya, akan dijelaskan semua jenis pohon mangrove beserta manfaatnya. “Kami juga melengkapi dengan shelter-shelter untuk tempat beristirahat,” ujarnya.

Untuk pendanaannya, Nur mengatakan BMP dibangun menggunakan dana APBN senilai Rp 2,3 miliar untuk tahun ini. Sementara tahun depan dan tahun 2019 belum dipastikan anggaran yang digelontorkan. Selain itu, ada beberapa CSR dari perusahaan dan stakeholder yang ada di Bontang dan Kutim. “Prinsipnya adalah untuk gotong royong dan masyarakat merasakan manfaatnya dengan adanya Taman Nasional, progresnya saat ini sudah 90 persen,” terang dia.

Nur menyatakan saat ini diharapkan pengunjung bersabar jika ingin berwisata ke BMP. Mengingat kondisinya yang belum rampung dan masih pembangunan. Karena dikhawatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan jika masyarakat memaksa untuk mengunjunginya. “Masih ada tukang yang bekerja, kalau banyak pengunjung tukang bisa terganggu dan jika ada hal-hal yang tidak diinginkan, siapa yang akan bertanggungjawab? Sehingga kami mohon bersabar, bukan ditutup tetapi ada waktunya,” ujarnya.

Sesuai ketentuan PP RI nomor 12 tahun 2014 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kementerian Kehutanan, Nur menyatakan untuk masuk ke BMP akan ditarik retribusi berupa karcis dengan harga Rp 5 ribu hari kerja dan Rp 7.500 hari libur bagi pengunjung lokal. Sementara pengunjung internasional dikenakan tarif Rp 150 ribu hari kerja dan Rp 225 ribu untuk hari libur. “Uang itu nantinya langsung masuk kas negara, bukan untuk TNK,” tutupnya. (mga)


BACA JUGA

Selasa, 16 Januari 2018 00:20

Sengkarut “Pindah Tangan” Yayasan Stitek

AKHIR-AKHIR ini, Sekolah Tinggi Teknologi (Stitek) Bontang diperhadapkan prahara perubahan struktur…

Selasa, 16 Januari 2018 00:18

Soal STITEK Dewan Lakukan Investigasi

KETUA Komisi I DPRD Bontang Agus Haris mengaku tidak akan terlalu masuk ke dalam permasalahan kepengurusan…

Selasa, 16 Januari 2018 00:15

Polemik STITEK Berdampak ke Mahasiswa

“Intinya dari yayasan terkesan tertutup dan tidak transparansi ke mahasiswa,” Ketua Badan…

Selasa, 16 Januari 2018 00:14

Yayasan Lama Tidak Transparan Soal Anggaran

TIDAK transparansinya pengelolaan Stitek pada struktur yayasan lama, membuat beberapa pihak menduga…

Senin, 15 Januari 2018 19:24

Bontang Siap UNBK SMP

BONTANG – Tahun ini, siswa kelas 3 SMP se-Bontang akan melaksanakan  UJian Nasional Berbasis…

Senin, 15 Januari 2018 18:58

Gawat, Orangutan Di Hutan Lindung Sungai Lesan Hampir Punah

“Yang menyedihkan, ada satu individu orangutan yang ditemukan pada 2 Agustus 2017 mengalami luka…

Senin, 15 Januari 2018 18:54

Pembangunan Dua Kantor Lurah Akan Dilanjutkan

BONTANG – Dua kantor lurah akan kembali dilanjutkan pembangunannya di tahun ini. Kantor yang akan…

Minggu, 14 Januari 2018 00:23

Spanduk Tidak Merusak, Tak Ditindak

“Sejauh ini tidak merusak estetika kota, kalau merusak baru ditindak,” Amiluddin -- Kepala…

Minggu, 14 Januari 2018 00:22

Bayi yang Diduga Difteri Dipulangkan

“Hasilnya hanya radang tenggorokan saja. Begitu dapat hasil negatif, kami langsung pulangkan karena…

Minggu, 14 Januari 2018 00:18

Bontang Aman Difteri, Diskes Imbau Masyarakat Tetap Waspada

“KLB itu yang menetapkan wali kota, hingga saat ini Bontang masih aman,”  Bahtiar Mabe…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .