MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Kamis, 14 Desember 2017 00:11
Kelangkaan Tabung Melon Kian Parah

Keseriusan Disperindag Dipertanyakan

Ilustrasi

PROKAL.CO, SANGATTA- Masyarakat menilai dinas perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Kutim tak cukup serius menangani masalah kelangkaan tabung elpiji tiga kilo gram.

Pasalnya, sampai saat ini musibah kelangkaan tersebut tak kunjung terselesaikan. Bahkan semakin parah.

Padahal sebelumnya, disperindag mengklaim sudah mencarikan solusi untuk memecahkan permasalahan ini. Akan tetapi benang tersebut semakin kusut. Tak kunjung terurai seperti yang janjikan.

Hampir dibeberapa agen, pangkalan maupun pengecer tak lagi melayani penjualan elpiji. Memang ada, akan tetapi dengan sekejab ludes terjual.

Entah siapa yang membeli. Pastinya, masyarakat yang berhak berkoar memaki lantaran tak kebagian jatah tabung melon tersebut.

Jikapun tersisa, harganya melambung tinggi. Harga ideal semua yang hanya Rp18 ribu hingga Rp22 ribu, kini menjadi Rp30 ribu. Harga ini terdapat diperkotaan. Seperti Desa Sangatta Selatan.

Harga tabung akan membengkak lagi jika dipedalaman. Seperti di Kaliorang. Menurut warga sekitar harganya menembus Rp35 ribu.

"Saya saat ini sudah beli dapur tanah. Mulai musim dikaliorang yang pesan dapur tanah. Kami terpaksa hanya gunakan kayu bakar saja," ujar Hamidah warga Bangun Jaya.

Hal yang sama juga dirasakan Rahmat warga Sangata Selatan. Dirinya cukup kesal dengan keadaan saat ini. Sebelumnya elpiji begitu murah dan melimpah, kini kosong dan mahal.

Seharusnya pemerintah dalam hal ini disperindag bergerak cepat. Tidak hanya turut prihatin, akan tetapi mencarikan solusi. Sehingga masyarakat tidak disulitkan atas masalah yang sudah terjadi beberapa bulan ini.

"Saya lihat belum ada tindakan. Buktinya sampai saat ini masih sulit kami mendapatkan elpiji. Saya sampai cari ke Sangatta Utara," katanya.

Sementara itu, Ainun salah seorang pengecer di Sangatta Selatan membenarkan jika sampai saat ini pasokan elpiji masih terbatas. Cukup sulit mendapatkan elpiji.

"Saya saja dari sore sampai tengah malam ngantri. Jam 2 subuh baru dapat. Dari 10 tabung yang saya minta, hanya 3 tabung saja yang di kasih," kata Ainun.

Berdasarkan hal itulah, dirinya terpaksa menaikkan harga hingga berlipat. Yang semula Rp22 ribu menjadi Rp30 ribu.

"Saya minta maaf karena harganya naik. Karena memang sulit sekali kami dapat. Kakaupun dapat tidak banyak. Kalau datang, saya hanya mendapatkan 2 atau 3 tabung saja," katanya. (dy)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 01:35

Tuntaskan Kemiskinan Lewat Pemberdayaan Potensi

<p style="text-align: justify;"><strong>&nbsp;</strong></p> <p…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .